Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

» » » Pasangan Lansia dipaksa Tinggal di Lantai Dekat Apartemen Anaknya
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Lokal-zone.com - Penghuni serta pengelola sebuah apartemen di Distrik Haidian, Ibu Kota Beijing, China, terkejut setelah beberapa pekan ini pasangan lanjut usia tidur di salah satu lorong lantai dua membawa banyak karung dan bawaan. Selidik punya selidik, mereka diminta oleh sang anak untuk tidur di lantai itu karena tak ada cukup ruang di apartemen.

Sang ibu renta itu bernama Zhu Sulan. Shanghaiist melaporkan, Rabu (30/3), dia mengaku tidak keberatan dengan permintaan putra ketiganya itu. Sulan dan suaminya mengaku enggan merepotkan anaknya dengan ikut tidur di apartemen. Pasangan suami-istri sama-sama berusia 71 tahun ini terpaksa menumpang ke lorong apartemen itu karena rumah mereka di kampung terkena penggusuran.

Dulunya, nenek Sulan dan sang suami ikut tinggal bersama anak pertama mereka. Tapi sang anak sulung juga kena penggusuran, lantas melimpahkan tanggung jawab merawat orang tua pada adik ketiganya.

Para penghuni apartemen itu lantas iuran membelikan makanan. Polisi dipanggil untuk mencarikan mereka tempat tinggal sementara. Namun pasangan lansia ini menolak pindah. Mereka mengaku sudah gembira diizinkan tidur di lorong. Selain itu, Nenek Sulan dan suaminya memilih menunggu si anak ketiga yang jarang pulang.

Dari penyelidikan pengelola apartemen, apartemen itu ternyata dulunya didaftarkan atas nama mereka berdua. Namun si anak ketiga dan anak perempuan nomor dua dari keluarga Nenek Sulan saling berebut hak waris atas apartemen tersebut. Ada tiga apartemen yang kini jadi tidak bisa ditempati oleh pasangan manula itu karena masih dalam sengketa anak-anak mereka.

Netizen China marah-marah mendengar kabar perlakuan sang anak kepada orang tuanya di apartemen Beijing itu. "Aku memberikan kunci rumah kepada orang tua, agar mereka sewaktu-waktu bisa berkunjung. Ada gunanya juga pemerintah dulu mengatur kita punya satu anak, supaya tidak banyak yang durhaka seperti ini," tulis salah satu pengguna jejaring sosial Sina Weibo.


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama