Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Pasca putus, Aura Kasih dan Glenn Fredly masih kerap terlihat bersama. Pelantun hits 'Mari Bercinta' itu tak jarang tertangkap kamera menonton pertunjukan Glenn.

Ditanya mengenai kebersamaannya dengan Glenn, Aura mengaku kembali dekat karena musik. Hingga kini, keduanya kerap sharing tentang musik dan hal-hal positif lainnya.

"Waktu itu ya lagi share musik. Aku senang ya nularin hal positif. Cuma ngajak aja. Main yuk, ngomongin musik gitu. Sama yang lain juga," ungkapnya ketika ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.


Aura pun tak membantah komunikasi tetap terjaga dengan Glenn. Namun ketika ditanya soal balikan, artis berusia 28 tahun itu tak memberikan jawaban yang jelas.

"Tanya aja orangnya," tegas Aura pendek.
-
Lokalzone - Bareskrim Polri butuh memeriksa lima saksi ahli lagi untuk melakukan gelar perkara kasus dugaan penghinaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama. Penyidik merencanakan memeriksa 10 saksi ahli.

"Dari rencana 10 saksi ahli, baru lima saksi ahli sampai hari kemarin," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dalam acara diskusi 'Membedah Kasus Ahok: Apakah Penistaan Agama?' yang digelar di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2016).

Boy menambahkan, ahli itu merupakan ahli agama, pidana hingga bahasa. Dengan keterangan ahli-ahli itu diharapkan penyidik dapat fakta hukum yang komprehensif.

"Untuk nanti kita gelar perkara, karena harus lengkap dulu saksi ahlinya untuk gelar perkara untuk memutuskan status perkara ini," ujarnya.

Sementara itu, kata Boy, Polri mengapresiasi elemen masyarakat yang telah menempuh jalur hukum terkait ini. Sebab negara kita negara hukum.

"Ada 11 laporan total, Palembang, Palu, Polda Metro Jaya, Bareskrim. Disatukan semua penanganannya," urainya.
- -
Lokalzone - Merayakan ulang tahun ke-23 pada akhir Oktober kemarin, Syahnaz Sadiqah kabarnya akan segera menuju jenjang pernikahan dengan Jeje 'Govinda'. Benarkah?

"Kita pacarannya kan belum terlalu lama, pacarannya belum setahun. Biar benar-benar siap dulu," ungkap Syahnaz ditemui di Kebon Jeruk, Jakbar.

"Buat serius sangat serius ya. Tapi nabung aja dulu," sambung Jeje yang berada di samping Syahnaz.

Menyoal kado yang didapat dari sang kekasih, adik Raffi Ahmad itu menyebut mendapatkan sebuah kamera. Ia merasa kamera sudah menjadi bagian dari hidupnya.
"Kameraku udah lama, nggak bagus. Kepake juga buat sehari-hari," kata Syahnaz.

Ia menambahkan, ada sedikit perbedaan dari HUT-nya kali ini. Tak lain adalah tanpa kehadiran ibundanya, Amy Qanita karena melakukan umroh dan baru saja kembali ke Tanah Air.

"Kemarin ulang tahun pertama tanpa mama kemarin kan mama umroh. Nggak apa-apa juga, aku malah minta doa," tutupnya.
-
Lokalzone - Riko Lesmana (41) naik pitam dicaci maki Sopyan Lubis (43) ketika menagih ongkos untuk menjaga kosan korban. Mereka cekcok mulut hingga akhirnya Riko memutilasi dan mengubur Sofyan dengan semen.

Pembunuhan sadis itu berawal saat Riko datang ke kontrakan Sofyan pada Senin 24 Oktober 2016. Riko meminta ongkos untuk jaga di kosan Sopyan dan ongkos pulang kepada Sopyan.

Namun Sopyan menolak memberikan uang tersebut. Sopyan mengeluarkan perkataan kasar dan menghina keluarga Riko saat itu sehingga membuat Riko dibakar emosi. Riko Sofyan dengan potongan besi hingga Sopyan tidak sadarkan diri. Riko panik bukan kepalang saat tahu Sopyan tewas.

Dia kemudian meminta bantuan Gusfairi yang merupakan sopir taksi online untuk mengangkat jasad korban dan membawanya ke kontrakan Riko di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Di kontrakan itu, Riko memotong tubuh Sopyan menjadi 13 bagian, lalu menguburnya dengan semen.
-
Lokalzone - Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang demonstrasi bersifat anarkis pada 4 November mendatang. Ketum MUI KH Maruf Amin kemudian menegaskan, tak akan menoleransi provokator.

"Kita tak akan beri toleransi terhadap siapa saja yang akan pecah belah bangsa ini," ungkap Maruf usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016).

Sebelumnya 10 perwakilan masing-masing dari MUI, NU, dan Muhammadiyah bertemu dengan Presiden Jokowi. Pada pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit itu, Jokowi menyampaikan pula tentang kemajuan ekonomi dan politik.

"Kemudian kita juga sampaikan ada masalah yang akan kita hadapi adanya isu-isu yang menyangkut peristiwa pernyataan Gubernur DKI di Pulau Seribu kemudian dikait-kaitkan menjadi di luar konteks," ujar Maruf.

Maruf meminta umat yang berdemonstrasi bersikap santun saat menyampaikan pendapat. Mereka juga diminta tak mudah terprovokasi.
-
Lokalzone - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berkampanye di Yayasan dan Pondok Pesantren, Nurul Jannah Al- Islamy. Di hadapan warga yang kebanyakan ibu-ibu, Sandiaga membuat slogan untuk mengingat program-programnya.

"Kalau pilih saya, dompet keisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata Sandiaga di Pesantren Nurul Jannah Al Islamy, Jl Koang 2, Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat Selasa (1/10/2016).

Slogan itu diulangi secara bersama-sama oleh puluhan peserta yang hadir. Para ibu-ibu mengucapkannya diselingi tawa ceria.

"Dompet terisi, perut kenyang, kepala cerdas," kata ibu-ibu bersama-sama
Di hadapan peserta pula, Sandiaga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya. Pasangan dari calon gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu dijadwalkan datang ke pesantren pada pukul 09.00 WIB, namun baru tiba pada pukul 10.45 WIB.

"Tadi melayat ke ayahnya Erick Thohir, yang bersama dengan saya berjanji membangun stadion BMW. Meninggal ayahnya. Sehingga saya mohon maaf. Tanpa mengurangi rasa hormat," kata Sandiaga
-
Lokalzone - Pemprov Jabar mendukung kehadiran Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) bentukan Presiden Joko Widodo. Tim tersebut bertujuan menciptakan kondisi aman dan nyaman dari 'gangguan' pungli yang menyusahkan masyarakat.

Tugas Tim Saber Pungli menginventarisasi persoalan di kementerian atau lembaga termasuk BUMN yang memiliki fungsi pelayanan publik. "Setuju. Setuju banget dan sangat mendukung," ucap Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau Aher di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/10/2016).

Soal komitmen memerangi praktik pungli di Jabar, menurut Aher, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak kepolisian. Pemprov bakal menjalankan program yang diturunkan dari Polda Jabar.

"Nanti Polda Jabar program turunannya seperti apa akan kita kerjakan. Semua instansi harus siap dengan program anti pungli ini," ujar Aher.

Seluruh lapisan instansi baik di jajaran pemerintah tingkat provinsi maupun kota dan kabupaten harus bersama-sama memberantas pungli. Tentu juga jangan coba-coba melakoni praktik pungli.

"Proteksinya, sudah saya katakan dan mewanti-wanti jangan pernah bayar apapun kecuali bayar sesuai dengan tarif, itu kalau ada tarifnya. Kalau gratis juga sama jangan pernah ada tarif, kan namanya gratis," tuturnya.

Aher siap menindak tegas anak buahnya yang terbukti melakukan pungli kepada masyarakat. "Sampai sekarang belum ada di Jabar. Kalau ketahuan (pungli) laporkan ke kita (Pemprov Jabar) atau ke polisi, biar saya gampang memecatnya," kata Aher menegaskan.

Pemerintah tengah menyiapkan perangkat pendukung keorganisasian dari Tim Saber Pungli. Menko Polhukam Wiranto selaku penanggung jawab tim mengatakan secepatnya akan menyelesaikan hal tersebut agar tim bisa segera bekerja.

Tim Saber Pungli bukan hanya menangani pungli di kementerian atau lembaga. Mereka juga tim menyasar area publik yang rawan pungli.
-
Lokalzone - Penetapan Dahlan Iskan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelepasan 33 aset PT Panca Wira Usaha (PWU), berupa tanah dan bangunan milik BUMD Provinsi Jawa Timur, oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, memunculkan isu baru. Sebab, mantan Menteri BUMN di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengaku memang sudah diincar oleh orang yang sedang berkuasa.

"Karena seperti Anda semua tahu saya memang sedang diincar terus oleh yang sedang berkuasa biarlah sekali-kali terjadi seorang yang mengabdi setulus hati dengan menjadi Dirut perusahaan daerah yang dulu begitu jeleknya, tanpa digaji 10 tahun dan tanpa fasilitas apapun harus menjadi tersangka bukan karena menerima uang, sogokan, aliran dana tapi karena harus tandatangan dokumen yang diserahkan anak buah," kata Dahlan usai diperiksa Kejati Jatim, Kamis (27/10) lalu.

Pernyataan Dahlan tersebut sontak membuat publik terkejut. Sebab, Dahlan tak membeberkan siapa penguasa yang dimaksudnya itu. Sejumlah pihak ada yang menduga penguasa yang dimaksud adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, ada juga yang menduga penguasa yang dimaksud Dahlan bukanlah Jokowi.

Wapres Jusuf Kalla pun angkat bicara. JK mengaku tidak mengerti siapa penguasa yang dimaksud oleh Dahlan.

"Kalau banyak dikatakan beliau diincar penguasa, saya tidak mengerti apa yang Pak Dahlan maksudkan, apakah pemerintah di Jakarta, apa di Jawa Timur, kita kembalikanlah kepada beliau. Kalau di Jakarta ini, saya kira tidak ada," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Jumat (28/10) kemarin.

JK mengatakan meskipun Dahlan Iskan adalah salah satu menteri di zaman SBY, tapi di saat Pemilihan Presiden 2014 lalu, Dahlan Iskan menjadi salah satu anggota tim sukses pemenangan Jokowi-JK.

"Jangan lupa Pak Dahlan menteri di zaman SBY, tapi di saat terakhir Pak Dahlan tim sukses (Jokowi-JK) juga, jadi tidak mungkin dalam ukuran penguasa di sini (Jakarta) melakukan hal seperti itu," katanya.

Selain Wapres JK, Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo pun angkat bicara soal penguasa incar Dahlan. Johan tak yakin penguasa yang dimaksud Dahlan adalah Jokowi.

"Saya tidak yakin apakah yang dimaksud Pak Dahlan Iskan dengan diincar kekuasaan itu adalah oleh Pak Presiden Jokowi. Karena Presiden dalam penegakan hukum tidak pernah mengincar siapa pun," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/10) kemarin.

Menurut Johan, Jokowi tidak pernah mengintervensi langkah penegak hukum dalam mengusut suatu kasus.

"Penegakan hukum sepenuhnya diserahkan kepada institusi penegak hukum baik itu Kejaksaan, Kepolisian maupun KPK. Selama ini Presiden Jokowi tidak pernah melakukan intervensi kepada aparat penegak hukum dalam melakukan proses hukum kepada siapa pun," jelasnya.

Beberapa waktu lalu, saat Dahlan masih berstatus sebagai saksi, beredar isu Jaksa Agung M Prasetyo melakukan intervensi. Isu itu berawal saat Dahlan Iskan tengah diperiksa oleh penyidik pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, terkait kasus dugaan korupsi penjualan sejumlah aset BUMD Jatim.

Saat pemeriksaan berlangsung, tiba-tiba ponsel Kejati Jatim Maruli Hutagalung berdering. Panggilan pertama tidak diangkat, kemudian ponselnya kembali berdering yang kedua kali.

Lagi-lagi panggilan tidak diangkat. Sebab, saat itu Maruli sedang diwawancarai wartawan. Saat selesai, Maruli baru melihat bahwa dua panggilan yang ditolaknya dari Jaksa Agung M Prasetyo.

"Bentar telepon dari Pak Kejagung," ucap Maruli Hutagalung dengan menunjukkan ponselnya kepada wartawan di Kejati Jawa Timur, Selasa (18/10).

Maruli langsung menghubungi Prasetyo. Dari percakapan tersebut, ternyata Prasetyo menanyakan perkembangan kasus yang ditangani Kejati Jatim, terutama pemeriksaan terhadap Dahlan Iskan.

Saat itu, Maruli menjelaskan kepada Prasetyo, bahwa Dahlan Iskan masih menjalani pemeriksaan dan belum ada perkembangan. "Masih diperiksa sebagai saksi mengenai aset PWU, Pak," jelasnya saat itu melalui telepon yang didengar para wartawan.

Tidak hanya itu, Maruli juga mengatakan kalau untuk tersangka Wishnu Wardhana sudah diperiksa kembali, Senin (17/10).

"Dalam pemeriksaan kedua, keterangan itu saling menyalahkan, Pak," tambahnya. Namun, setelah selesai menelepon Prasetyo, Maruli membantah ada intervensi terkait penanganan kasus tersebut.

"Tidak ada intervensi. Bapak telepon hanya menanyakan perkembangan saja," katanya saat itu.
-
Lokalzone - Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan tersangka Suwandi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Malang, diketahui berawal dari laporan dua korban PNS (Guru) yang akan mutasi dari Kalimantan Barat ke Malang.

"Tersangka mengatakan kepada mereka untuk memberikan sepantasnya dalam proses pengurusan mutasi. Karena tersangka berdalih harus berkoordinasi (dengan atasan) dulu," kata Kapolres Malang Kota AKBP Decky Hendarsono kepada wartawan saat rilis di mapolres Jl Jaksa Agung Suprapto, Sabtu (29/10/2016).

Saat dimintai keterangan penyidik tipikor, Suwandi memilih bungkam atas keterangan yang disampaikan korban. "Sampat saat ini masih bungkam, tapi pastinya nanti mengaku. Karena sudah tertangkap tangan. Tetapi sempat mengatakan kepada penyidik, jika uangnya digunakan untuk makan-makan," kataDecky.

Dari hasil penyidikan itu, polisi akan mengembangkan apakah ada keterlibatan pihak, selain Suwandi. Maupun adanya korban lain yang dirugikan saat tersangka menjabat sebagai Kepala BKD.

"Pasti semua akan kami mintai keterangan. Apakah itu benar atau tidak dari semua hasil penyidikan," beber Decky.

Decky menjelaskan, kronologi pengungkapan kasus ini berawal dari laporan kedua korban PNS asal Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, yang mutasi ke Kabupaten Malang.

Saat pengurusan dokumen mutasi, ada staf dari BKD Kabupaten Malang mengarahkan kepada korban agar bertemu dengan Suwandi. Dari situlah komunikasi kedua korban dan tersangka terjadi, sekitar September 2016 lalu.

"Ada beberapa kali pertemuan, baik langsung maupun melalui telpon. Hingga muncul pernyataan dari tersangka kepada korban harus memberikan sesuatu (uang) sepantasnya. Nominal yang diberikan secara bertahap itu adalah inisiatif dari korban sendiri. Awalnya Rp 10 juta, kemudian Rp 5 juta dan terakhir kami mendapatkan informasi hingga dilakukan penangkapan Tim Saber Pungli," tegas Decky.

Setelah pemberian uang pertama, berkas atau dokumen mutasi kedua korban tak kunjung selesai. Padahal, keduanya butuh Surat Keputusan (SK) mutasi yang dikeluarkan oleh Kepala BKD, yakni tersangka.

"Logikanya jika sudah diberi Rp 10 juta, dokumen tidak selesai berarti kurang. Kemudian diberi lagi, tapi tetap belum selesai," sambung Decky.

Kepada wartawan, Polres Malang Kota juga menunjukkan sejumlah barang bukti. Selain uang tunai sebesar Rp 3 juta, turut disita beberapa dokumen seperti SK pengangkatan Suwandi sebagai Kepala BKD, dokumen mutasi kedua korban, serta telpon seluler.

"Tersangka kita jerat UU Tipikor Pasal 12E tentang pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan bagi dirinya sendiri. Dengan ancaman hukuman minimal empat kurungan penjara," beber Decky.

Polres Malang Kota juga mengapresiasi masyarakat yang sudah berani melapor adanya praktek pungli oleh pejabat negara atau pegawai negeri sipil.

Diharapkan, untuk kasus Suwandi masyarakat yang merasa dirugikan agar segera melapor. "Ini ada satu lagi melapor, dengan tersangka yang sama," tandas Decky.

Sementara dengan memakai celana pendek motif batik berbaju tahanan Polres Malang Kota, Suwandi melangkah pelan menuju ruang penyidikan Tipikor Satreskrim Polres Malang Kota dengan didampingi dua penyidik. 
-
Lokalzone - Afgan bakal melanjutkan tur konsernya di Makassar, Sabtu (29/10). Tidak sendiri, ia juga menggandeng Gita Gutawa.

Ini memang bukan kali pertama Gita diajak oleh Afgan untuk menemaninya di atas panggung. Minggu lalu, kala menggelar konser di Balikpapan, keduanya juga berduet.

"Di konser Balikpapan minggu lalu, Gita sudah tampil juga. Alhamdulillah dapat respon yang bagus banget dari penonton Balikpapan. Semoga kita juga bisa mempersembahkan yang terbaik di Makassar", ungkap Afgan seperti yang tertuang dalam keterangan pers, Jumat (28/10/2016).

Makassar adalah kota keempat dari lima kota yang dibidik penyanyi yang baru saja merilis album baru bertajuk 'Sides' itu. "Pastinya gue akan mempersembahkan something new buat penonton semuanya," janjinya.
Rencananya konser itu akan digelar di Trans Studio Theme Park Makassar mulai pukul 20.00 WITA. Hingga saat ini, tiket masih tersedia dalam empat kategori, yaitu Silver Rp 500 ribu, Gold dan VIP Rp 1 juta serta VIP dengan Meet and Greet Rp 1,5 juta. 
-
Lokalzone - Anggota Komisi IX DPR, Indra P Simatupang harus menelan pil pahit saat resmi ditahan oleh Polisi karena diduga melakukan penipuan investasi bodong minyak sawit senilai Rp 96 miliar. Sepak terjang Indra di kursi parlemen sendiri masih terhitung hijau tetapi pernah menjabat sebagai direktur di salah satu perusahaan pertambangan.

Berdasarkan profil dari situs resmi DPR, Sabtu (29/10/2016), pria kelahiran Jakarta 45 tahun silam ini tercatat sempat menjabat sebagai direktur PT Bara Adi Pratama yang membidangi batu bara. Selain itu, ia pernah bekerja di PT Kencana Katara Kewala yang membidangi peralatan proses minyak sawit dan PT Macika Mada Madana yang membidangi bijih nikel.

Kader PDIP tersebut memulai karier di kursi parlemen saat terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari dapil Jawa Barat V yang meliputi Kabupaten Bogor. Saat itu, Indra memperoleh 35139 suara menjadi 1 dari 109 Caleg PDIP yang lolos ke Senayan.

Alumni Universitas Trisakti ini sempat menjadi Koordinator Keluarga Besar Trisakti untuk menginisiasi mendukung Jokowi menjadi presiden periode 2014-2019 kala itu. Dia berhasil mengumpulkan 130 alumni dari tahun 1968 sampai tahun 1999.

"Jokowi perlu dimenangkan dalam pilpres mendatang. Kita hanya mendukung Jokowi, terlepas dari siapa cawapres itu kita lihat nanti. Kita akan pantau terus dinamika," ucap Indra kala itu di rumah makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/4/2014).

Dua tahun duduk di kursi parlemen, kini nasibnya berubah 180 derajat setelah resmi ditahan di Mapolda Metro Jaya atas dugaan penipuan investasi minyak sawit fiktif senilai Rp 96 miliar, dia ditahan karena dikhawatirkan melarikan diri. Indra dijerat dengan Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penipuan dan atau turut serta dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

"Ancamannya 4 tahun penjara. Pertanyaannya mengapa dilakukan penahanan karena ini pasal pengecualian, dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri," jelas Kanit V Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Budi Towoliu kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Selain Indra, polisi juga menetapkan ayahnya Ir Muwardy Simatupang dan stafnya Suyoko sebagai tersangka dalam kasus tersebut, namun keduanya belum ditahan. "Kami masih pendalaman, nanti pada saatnya akan dilakukan penahanan juga," kata Budi melanjutkan.

PDIP sendiri sebagai partai yang menaunginya merasa prihatin atas peristiwa tersebut.

"Ya kami prihatin, ada anggota dewan menawarkan investasi. Padahal kita kan biasanya menyimpan deposito 7 persen per tahun, tapi ini dengan iming-iming 10 persen," kata Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno, Jumat (28/10/2016). 
-
Lokalzone - Jalinan asmara pasangan muda Stefan William dan Celine Evangelista semakin hari semakin serius. Resmi berpacaran Mei lalu, keduanya dikabarkan akan segera meresmikan hubungannya ke jenjang pernikahan.

Kabar ini bukan hanya sekadar isapan jempol belaka. Kamis (27/10) malam, Stefan dan Celine mengungkapkan kabar bahagia tersebut melalui aplikasi streaming video, live.me.

Stefan dan Celine membenarkan akan menikah dalam waktu dekat. Ketika ada yang bertanya kapan dan dimana, mereka tidak menutup-nutupi.

"Pemberkatan di Manado sebelum Natal dan resepsi di Bali setelah Natal," ungkap Stefan dan Celine kompak.
Bagi Celine, pernikahannya dengan Stefan kelak, merupakan pernikahan kedua. Sebelumnya ia pernah menikah dengan Dirly "Idol" dan dikaruniai seorang anak bernama Eleeya Xaviera Sompie.

Sedangkan bagi Stefan William merupakan pernikahan pertama. Sebelum pacaran dengan Celine, Stefan diketahui pernah berpacaran dengan Ariel Tatum dan Natasha Wilona.
-
Lokalzone - Rombongan pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat melintas dengan mobil yang telah dihias di Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat. Selain ada mobil hias yang ditumpangi Ahok dan Djarot, ada pula barisan Metromini dan Kopaja.

Pantauan di lokasi, Sabtu (29/17/2016), tampak rombongan melintas dengan kecepatan rendah. Ahok dan Djarot melambaikan tangan kepada para pendukung yang sudah berdiri di lokasi, serta warga yang melintas.

"Salam dua jari, jangan lupa pilih Basuki-Djarot," teriak para pendukung menyanyikan yel-yel yang mirip lagu kampanye Jokowi-JK saat Pilpres 2014.

Para pendukung yang menyanyikan yel-yel itu menumpang di Metromini dan Kopaja. Ada 7 Metromini dan 3 Kopaja yang digunakan, semuanya dipasangi spanduk dukungan untuk Ahok-Djarot.

Selain itu ada pula iring-iringan mobil ambulans berlogo PDIP mengikuti di belakangnya. Sementara itu lalu lintas di Jl MH Thamrin relatif kondusif dengan pengguna jalan dialihkan ke jalur lambat.
-
Lokalzone - Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengamankan 112 ton pupuk urea ilegal. Pupuk tersebut hendak dikirimkan ke luar Jawa melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Hanny Hidayat mengatakan, kasus ini menjadi perhatian karena merugikan konsumen.

"Akibat dari penggunaan pupuk ilegal ini, petani bisa gagal panen karena kandungan pupuk tidak sesuai dengan standar SNI yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian," ujar Hanny, Jumat (28/10/2016).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Dedi menerangkan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi adanya truk kontainer yang memuat pupuk ilegal memasuki Pos IX Pelabuhan Tanjung Priok para Senin (10/10).

Pada saat itu, polisi mengamankan 2 unit kontainer yang memuat 48 ton pupuk merk NPK Plus Ponska yang diduga palsu. Pupuk tersebut hendak dikirim ke Medan, Sumatera Utara dengan menggunakan kapal KM Oriental 3.

Kemudian, pada tanggal 13 Oktober, polisi kembali mengamankan 3 truk kontainer yang memuat 72 ton pupuk NPK diduga palsu di Jl Raya Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut. Pupuk tersebut rencananya akan dikirim ke Bengkulu.

"Menurut sopir dan kernet, pupuk tersebut dibawa dari pabrik di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat," ujar Dedi.

Lima orang pelaku ditangkap dalam kasus ini. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 106 jo Pasal 24 ayat (1) dan Pasal 113 jo Pasal 57 UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 120 ayat (1) UU No 3 Tahun 2014 tentang Perindustruan, dan atau Pasal 62 jo Pasal 8 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 37 ayat (1) jo Padal 60 huruf f UU No 12 Tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman. 
-
Lokalzone - Pasca melahirkan, Chelsea Olivia kini kembali memperhatikan bentuk dan berat badan. Karena, saat hamil berat badan Chelsea naik sebanyak 30 kilogram.

Setelah melahirkan Nastusha Olivia Alinskie, istri Glenn Alinskie itu mulai melakukan berbagai macam perawatan dan menjaga makanan untuk menurunkan berat badan.

"Sebenarnya aku makan apa saja, tapi makanan sehat. Karena sekarang aku lebih kayak mikirnya apa yang aku makan, itu yang aku kasih ke anak aku. Jadi aku nggak mungkin makan junkfood, bukan karena lagi diet," ucap Chelsea ditemui di Mothercare, Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (27/10/2016).

Jadi, secara otomatis salah satu personel 'BBB' itu mendapat asupan gizi dan nutrisi yang baik. Mulai dari sayuran, buah-buahan pun jadi makanan Chelsea setiap hari.
"Sekarang puji Tuhan sudah turun 18 kg. Jadi kalau untuk olahraga belum berani olahraga karena dokter belum juga boleh, karena aku lahirannya operasi caesar jadi memang belum boleh dulu sampai nanti pas dua bulan," katanya.

"Bagi aku ibu-ibu juga harus ngejaga, ngerawat badan. Nggak bolehlah mikir udah laku, badan gendut nggak apa-apa," tambah Chelsea.

Menurutnya, dengan memberikan ASI, kurang tidur karena si kecil bangun tengah malam sangat membantu menurunkan berat badan. Apalagi Chelsea tetap akan kembali ke dunia hiburan, dimana dirinya dituntut untuk tampil sempurna.
-
Bali, Lokalzone - Setelah sekian lama buron, akhirnya pelarian Presiden Direktur (Presdir) Investasi Save Our Trade (SOT) MS atau Mahhut Sidin (24) usai.

Ia akhirnya berhasil dibekuk oleh aparat Polres Mempawah dibackup oleh Polda Kalbar dan Polda Bali, Rabu (26/10/2016) sore.

Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono S.Ik melalui Wakapolres Mempawah, Kompol Engkus Kusnadi menjelaskan, MS berhasil dibekuk oleh tim penyidik sat reskrim Polres Mempawah dan Tim back up dari unit cyber Polda Kalbar beserta Tim Jatanras Polda Bali.

"Dari hasil pelacakan dan kita berhasil membawa pulang ke Kalbar dalam hal ini ke Pontianak, sebelumnya kita berhasil temukan dan kita amankan di wilayah Polda Bali,"ujarnya, dalam rilisnya kepada wartawan Kamis (27/10/2016).

Ia mengatakan keberhasilan pengungkapan keberadaan MS ini tidak terlepas dari peran perangkat IT dimana dibuktikan dengan keberhasilan penangkapan bos SOT.

"Bagaimana kita bisa menangkap pimpinan pucuk SOT ini adalah bagaimana IT menelusuri dan menelisik keberadaan bersangkutan,"ujarnya.

Dalam hal ini Polres Mempawah diakuinya sangat kurang sehingga bekejasama dengan cyber Polda Kalbar sehingga berhasil mengetahui keberadaan pasti MS saat itu.

MS saat itu diamankan di jalan Tukad Batang hari XII no 8 tepatnya di Diva Lestari Gues House Bali.

"Ini terus terang diluar dugaan kami, ternyata, istrinya juga mengikut suaminya, jadi ketika mendekati lokasi ada istrinya disana,"ujarnya.

Ternyata saudara MS dari pelariannya dari satu tempat ke tempat lainnya membawa istrinya serta yakni AG. Namun apakah ada keterlibatan istrinya dalam kejahatan MS dalam penggelapan uang ribuan nasabah SOT ini, masih didalami.
-
Lokalzone - Kabar bahagia datang dari pasangan Ashanty dan Anang Hermansyah. Sebab, hari ini Ashanty baru saja melahirkan anak kedua dari pernikahannya dengan Anang. Hal tersebut dibenarkan oleh Teguh, salah satu tim Hijau Manajemen.

"Iya bunda (Ashanty) sudah lahiran pagi ini," katanya, Jumat (28/10/2016)

Anak yang berjenis kelamin laki-laki itu lahir dengan proses persalinan caesar. Ashanty melahirkan anak keduanya ini tepat di Hari Sumpah Pemuda.

"Melahirkannya di Rumah Sakit Medistra pukul 7.05 WIB," sambung Teguh.

Hingga saat ini, Ashanty masih dalam proses pemulihan. Jika tak ada aral-melintang, Sabtu (29/10) Anang akan memberikan keterangan seputar kelahiran anak keduanya itu.

Sebelumnya, Ashanty sudah melahirkan anak perempuan bermana Arsy Addara Musicia Nurhermansyah.

Selamat Ashanty dan Anang!
-
Lokalzone - Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak anak muda untuk aktif dan memainkan peran untuk masa depan. Salah satunya adalah dengan ikut memilih di gelaran Pilgub DKI 2017.

"Anak muda jangan diam. Anak muda harus aktif. Aktiflah, membantu pilihlan calon, terlibatlah dalam proses politik dan anak-anak muda bisa mengatakan ini. Pada saat Jakarta menentukan pilihan tahun 2017, saya harus tidak tinggal diam, saya harus ikut membantu," kata Anies di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, Jumat (28/10/2016).

Menurut Anies, anak muda harus siap meningkatkan kompetensi. Bila nanti terpilih jadi gubernur, mantan Mendikbud ini berjanji akan memberi banyak ruang untuk anak muda berkreasi.

"Kalau anak-anak muda selalu kita garis bawahi, ruang ekspresi akan ditambah, dan ruang ekspresi itu buat kegiatan olahraga dan kegiatan seni, kebudayaan. Kemudian tempat-tempat yang biasa dipakai untuk ekspresi anak muda di swasta ada mal. Kita ingin justru tempat fasilitas publik bisa dipakai untuk kegiatan anak-anak muda," paparnya.

Terkait hari Sumpah Pemuda, Anies mengajak masyarakat bersatu lewat bahasa persatuan. Sebagai contoh, orang Sunda tetap berbahasa Sunda tetapi bisa Bahasa Indonesia dan berkomunikasi dengan siapa saja. Orang Jawa berbahasa Jawa dan bisa Bahasa Indonesia untuk komunikasi dengan siapa saja.

"Bahasa persatuan yang satu tadi itu membuat tenun kebangsaan kita kuat. Etnis boleh apa saja. Bahasa asli boleh apa saja. Tetapi semua bisa bahasa persatuan. Itu adalah perekat kebangsaan. Hari ini kita rayakan. Dan kita ke depan harus menjaga. Menjaga agar persatuan itu makin kuat," ungkap Anies.
-
Lokalzone - Satu lagi menteri era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diduga terlibat korupsi. Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan diduga menerima suap. Kasusnya kini ditangani Kajaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dari lima orang bekas anggota Kabinet Indonesia Bersatu yang bermasalah dengan hukum, tiga mantan menteri sudah berstatus terpidana dan tengah menjalani masa hukuman. Sementara dua lainnya masih jadi tersangka.

Selain Dahlan, bekas menteri SBY yang masih berstatus korupsi adalah Siti Fadilah Supari. Siti jadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebelum Dahlan dan Siti, ada nama Andi Mallarangeng, Suryadharma Ali, dan Jero Wacik. Ketiganya, menurut pengadilan, terbukti korupsi saat menjabat menteri.

Andi adalah terpidana korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Kabupaten Bogor. Ia menerima suap Rp2 miliar dan US$550 ribu dalam kasus itu.

Atas perbuatanya, hakim menghukum bekas Menteri Pemuda dan Olah Raga itu empat tahun penjara.

Selanjutnya ada nama Jero Wacik. Dia pernah mempimpin dua kementerian berbeda, yakni Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata serta Kementerian Energi Sumber Daya Mineral.

Di dua kementerian itu, Jero korupsi dana operasional menteri. Di Kembudpar, Jero menyalahgunakan dana operasional dengan menggunakannya untuk kepentingan pribadi, mulai jalan-jalan bersama keluarga hingga pijat refleksi.

Hal yang sama ia lakukan di Kementerian ESDM saat dipindahkan ke sana. Dana operasional yang dinilai kecil membuat Jero meminta anak buahnya mencari tambahan dana. Salah satunya dari imbalan kegiatan rekanan proyek kementerian. Atas perbuatanya, Jero dihukum delapan tahun penjara.
-
Lokalzone - Aldi Taher akhirnya buka suara mengenai sakit kanker getah bening yang dideritanya. Bersama dengan Georgia, sang istri, Aldi pun menceritakan bagaimana awal mula dirinya mengetahui terkena penyakit tersebut.

"Aldi mau konfirmasi bahwa Aldi lagi berjuang melawan kanker untuk kesembuhan, tanggal 24 kemarin sudah kemoterapi. Aldi kena kanker getah bening. Alhamdulillah berkat doa orangtua dan support keluarga, Aldi berjuang untuk kesembuhan," kata Aldi saat ditemui di kediamannya, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (26/10/2016) malam.

"Ketahuannya tiga bulan lalu, Aldi merasakan pegal di leher pas diraba ada benjolan. Istri bilang periksa ke dokter. Setelah itu dicek biopsi di lab diagnosisnya kanker kelenjar getah bening, Aldi tetap semangat dan berdoa semoga kemonya lancar," lanjutnya sambil berkaca-kaca.

Sesaat setelah mengetahui penyakit tersebut, Aldi dianjurkan untuk banyak istirahat. Bukan hanya itu, mantan suami Dewi Persik ini juga disarankan untuk menjalankan pola hidup sehat.

"Dapat masukan dari Ria Irawan, banyak tanya jawab cancer survivor lain dan yang pasti kurangi kegiatan juga banyak makan buah. Yang pasti bismillah dan tetap semangat," bebernya.

Sejauh ini, Aldi sendiri sudah menjalankan kemoterapi sebanyak empat kali. Anjuran dokter ia harus menjalankan kemoterapi sebanyak enam kali.

"Katanya dokter ini stadium satu," ujar Aldi. Tentang penyakitnya ini, Aldi juga sudah memberitahu teman-temannya yang tergabung dalam grup Trio Ubur-Ubur.

"Pada kaget (Trio Ubur-Ubur), jujur sih Aldi juga kaget dan sedih cuma harus semangat," paparnya.
-