Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Anturan, Lokalzone - Kabupaten Buleleng yang memiliki ruas pantai terpanjang di Bali, kembali diingatkan akan bahaya ancaman terorisme dan paham radikalisme yang bisa masuk melalui jalur laut sehingga sulit dideteksi oleh aparat Kepolisian lantaran keterbatasan jumlah personil di lapangan.

Untuk itu Polisi Perairan (Polair) mengajak masyarakat pesisir pantai untuk berperan aktif dalam menanggulangi ancaman tersebut. "Kita berupaya bersinergi dengan masyarakat pesisir, salah satu tujuannya untuk menangkal terorisme dan penyebaran radikalisme, yang bisa datang melalui jalur laut," ungkap Dir Polair Polda Bali Kombes Pol. Drs. Moh. Hendra Suhartiyono, M.Si, didampingi Kanit Patroli Sat Polair IPDA Dewa Nyoman Sadnyana, Kamis (12/5/2016) usai memberikan pemahaman akan bahaya terorisme kepada para nelayan Desa Anturan.

Dirinya berharap dengan mengetahui akan potensi bahaya dan pola penyebaran baik terorisme maupun paham radikalisme, masyarakat pesisir yang rentan terhadap pendatang baru yang datang melalui jalur laut tidak dengan mudah dapat diperdaya oleh orang-orang yang berniat tidak baik.

"Tujuan masyarakat paham dan sadar, lalu dengan sadar membentuk resistensi sendiri terhadap terorisme dan paham radikalisme yang tentunya tidak kita inginkan ada dan berkembang di NKRI ini," ujar Kombes Pol. Drs. Moh. Hendra Suhartiyono.

Selain untuk menangkal terorisme dan radikalisme, kegiatan ini juga dilakukan dengan memberikan sejumlah bantuan logistik keselamatan melaut kepada nelayan. Kegiatan ini akan terus digelar secara berkesinambungan ke seluruh wilayah Bali dan sesuai rencana bulan depan pihaknya akan menyasar wilayah Karangasem.
- -
Anturan, Lokalzone - Dalam rangka sinergitas dan pendekatan dengan masyarakat pesisir, Polisi Perairan (Polair) melakukan sambang ke Desa Anturan, Buleleng sekaligus memberikan sejumlah bantuan berupa alat logistik guna menunjang keselamatan para nelayan saat mencari nafkah di laut.

"Ini merupakan program unggulan Polisi Perairan Polda Bali, juga sebagai hujud kepedulian kepada masyarakat pesisir. Bantuannya selektif, yang berguna bagi nelayan seperti Life jacket, senter, perlengkapan P3K, dan kaos," ujar Dir Polair Polda Bali Kombes Pol. Drs. Moh. Hendra Suhartiyono, M.Si didampingi Kanit Patroli Sat Polair Polres Buleleng IPDA Dewa Nyoman Sadnyana, Kamis (12/5/2016).

Senyum sumbringah nampak di wajah para nelayan akan kepedulian Polri kepada masyarakat pesisir, dan dalam kegiatan tersebut bantuan langsung diterima oleh warga dengan disaksikan oleh perbekel Desa Anturan Ir. Budi Arsana.

Sejumlah alat tersebut memang sengaja dipilih untuk menunjang warga pesisir yang kebanyakan nelayan dalam mencari nafkah hidup. "Untuk keperluan nelayan, kita beri life jacket, malam melaut kita beri senter, untuk pengobatan kita beri P3K," papar Kombes Moh. Hendra Suhartiyono.

Untuk wilayah Buleleng sendiri kegiatan yang sama sudah berlangsung sejak kemarin (11/5/2016) dengan menyasar wilayah Samirenteng dan Sangsit, sedangkan hari ini di gelar di wilayah Desa Anturan dan Kampung Bugis. 

Rencananya kegiatan ini akan dilakukan berkesinambungan  di seluruh Bali. "Kegiatan ini akan terus bergulir, kita telah membentuk tim, bulan depan kita ke Karangasem," ujarnya.
-
Singaraja, Lokalzone - Kapolres Buleleng yang baru, yang merupakan Putra Buleleleng AKBP I Made Sukawijaya dalam pengambilan apel perdananya di Mapolres Buleleng, Kamis (12/5/2016) menegaskan akan menerapkan reward and punishment untuk memacu kinerja personilnya.

"Saya disini buka sebagai pengganti Kapolres sebelumnya, tetapi penerus, kebijakan yang bagus pasti diteruskan. Kedepan reward and punishment akan diterapkan, anggota yang melakukan pelanggaran apalagi pidana akan ditindak," tegas Kapolres Sukawijaya didampingi AKBP Harry Haryadi B.

Dalam apel pisah kenal Kapolres Buleleng tersebut, AKBP Harry Haryadi B. yang telah menjabat sebagai Kapolres Buleleng cukup singkat selama 7 bulan ini juga meminta kepada seluruh anggota untuk bekerja membantu Kapolres yang baru mengingat sebentar lagi akan menyongsong Pilkada Buleleng.

"Terimakasih saya ucapkan kepada seluruh personil dan juga masyarakat Buleleng, khusus kepada personil yang selama ini sudah bekerja sangat baik kedepan saya minta bekerja lebih optimal lagi untuk membatu Kapolres baru, mengingat sebentar lagi akan diadakan Pilkada Buleleng 2017," ujar Harry Haryadi.

Sedangkan terkait kasus - kasus yang sedang di proses oleh Mapolres Buleleng, Harry Haryadi menggungkapkan hampir semua sudah rampung kecuali kasus terbaru yang ditangani oleh Polsek Singaraja yang masih menunggu hasil otopsi RSU Sanglah.

"Kasus - kasus hampir semua sudah rampung, kecuali yang terbaru ditangani Polsek Singaraja masih menunggu hasil otopsi. Kalau indikasi pembunuhan ada, tapi saya tidak akan buka, teman - teman tunggulah, sebentar lagi pasti diekspose," papar Harry Haryadi kepada wartawan.

Dirinya juga mengungkapkan sudah mulai betah di Buleleng lantaran masyarakatnya yang ramah tidak seperti yang dia dengar sebelumnya, namun karena tuntutan tugas dan promosi, mau tidak mau harus menduduki jabatan barunya di Mabes Polri sebagai Kasubbagsisbinkar SSDM Polri.
-
Kesehatan, Lokalzone - Ikan merupakan salah satu menu makanan yang disukai banyak orang. Selain lezat, ikan juga mengandung berbagai nutrisi sehat yang dibutuhkan oleh tubuh. Tapi, tercemarnya ekosistem laut membuat beberapa ikan primadona menjadi berbahaya untuk dikonsumsi. Berikut beberapa ikan yang lezat  namun dapat berakibat buruk bagi kondisi kesehatan Anda.

Orange roughy
Meskipun banyak diminati oleh para penggemar seafood, menurut Environmental Defense Fund, ikan ini sudah mengandung tingkat merkuri yang tinggi, sehingga berbahaya jika dikonsumsi. Selain itu, karena banyak yang mengonsumsinya membuat ikan ini terancam punah. Untuk itu sangat dianjurkan memilih ikan laut dalam jenis lain.

Daging dan sirip hiu
Menurut laporan CNN sejak 20 tahun yang lalu, tingkat merkuri dalam ikan hiu dapat menyebabkan hilangnya koordinasi, kebutaan, dan bahkan kematian. Terlebih, tingkat merkuri pada daging hiu dinilai semakin meningkat akhir-akhir ini. Selain itu, ekosistem laut juga terganggu akibat minimnya predator puncak seperti hiu, karena terlalu banyak ditangkap oleh nelayan.

Tuna
Bagi Anda pencinta sushi, sebaiknya berhati-hatilah jika menyantap ikan jenis ini. Meskipun kaya akan kandungan yang baik untuk tubuh, tapi daging tuna juga dinilai mengandung banyak merkuri. Hal ini juga disebabkan oleh rusaknya ekosistem laut. Selain itu, populasi ikan tuna juga semakin menipis. Jadi semakin sering Anda mengonsumsi ikan ini, maka Anda akan mempercepat kepunahan ikan ini.

King mackerel
Tingginya kandungan merkuri pada ikan ini ada dalam sebuah laporan tahun 2004 rekomendasi dari Environmental Protection Agency (EPA). Dalam laporan itu dikatakan bahwa, "Jangan makan hiu, ikan todak, king mackerel atau tilefish karena mengandung kadar merkuri tinggi". Jadi ada baiknya batasi konsumsi ikan ini.
-
Bali, Lokalzone - Asia Pacific Media Forum (APMF) 2016 resmi digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali, Rabu (11/5/2016).

Ajang pertemuan para spesialis komunikasi, pemilik brand, penerbit, serta penggagas tren digital yang dilangsungkan setiap dua tahun itu akan berlangsung selama 3 hari dari 11-14 Mei 2016.

"Satu forum di mana kita bisa bersama-sama ekspansi pengetahuan, networking, dan tentunya kita bertukar opportunity bisnis," Kata Ketua APMF Andi Sadha, di Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (11/5/2016).

Sekitar 20 pembicara bakal berbagi ilmu selama pelaksanaan AMPF 2016 berlangsung. APMF 2016 juga menghadirkan pameran APMFtech yang menampilkan teknologi dan solusi pemasaran terbaru.

"Kami sangat excited, tahun 2016 sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana kami akan memperkenalkan APMFtech, adalah satu hari tambahan di mana kita mendatangkan lebih dari 20-an pembicara untuk berbicara tentang digital teknologi dan marketing," ujarnya.

Andi juga menyampaikan peserta APMF 2016 ini akan berbagi pengalaman dan strategi yang telah membawa mereka pada kesuksesan.
-