Lokalzone -Mandi air dingin saat cuaca sedang panas tentu menjadi pilihan yang
menyenangkan bagi sebagian besar orang. Namun tahukah Anda, mandi
memakai air dingin memiliki beberapa fungsi ganda selain hanya
menyegarkan tubuh?
Bahkan, pada zaman dahulu, kaum Spartan di Romawi kuno senang
melakukan terapi kesehatan dengan mandi air dingin karena manfaatnya
untuk kesehatan yang tidak terbatas. Jadi, kenapa Anda tidak? Langsung
saja mari kita simak manfaat mandi memakai air dingin seperti dilansir
dalam situs All Women Stalk berikut yuk…
Meningkatkan Metabolisme
Saat mandi air dingin, tubuh akan memproduksi lemak cokelat yang membantu untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Semakin banyak lemak yang dihasilkan, maka akan semakin besar kalori yang dibakar oleh tubuh. Alhasil, Anda pun bisa lebih mudah menurunkan berat badan. Selain itu, metabolisme Anda secara alami akan meningkat karena perubahan tekanan darah dan suhu tubuh saat mandi memakai air dingin.
Saat mandi air dingin, tubuh akan memproduksi lemak cokelat yang membantu untuk membakar lemak sebagai sumber energi. Semakin banyak lemak yang dihasilkan, maka akan semakin besar kalori yang dibakar oleh tubuh. Alhasil, Anda pun bisa lebih mudah menurunkan berat badan. Selain itu, metabolisme Anda secara alami akan meningkat karena perubahan tekanan darah dan suhu tubuh saat mandi memakai air dingin.
Meredakan Depresi
Moms, percaya atau tidak tapi mandi air dingin dapat berfungsi sebagai anti-depresan lho! Ketika air dingin menyentuh kulit, tubuh akan mengirimkan sejumlah impul ujung saraf ke otak dan memberikan efek mirip dengan anti-depresan. Ini adalah cara alami tubuh untuk menenangkan diri dan meringankan depresi.
Moms, percaya atau tidak tapi mandi air dingin dapat berfungsi sebagai anti-depresan lho! Ketika air dingin menyentuh kulit, tubuh akan mengirimkan sejumlah impul ujung saraf ke otak dan memberikan efek mirip dengan anti-depresan. Ini adalah cara alami tubuh untuk menenangkan diri dan meringankan depresi.
Kecantikan Kulit dan Rambut
Semua orang ingin memiliki rambut dan kulit yang sehat, tapi hal ini tidak dapat terwujud jika Anda keramas atau mandi dengan air yang terlalu panas. Air panas dapat menghilangkan kelembapan alami kulit kepala serta menimbulkan ketombe dan rasa gatal. Jadi, usahakan untuk mandi memakai air dingin agar pori-pori kulit dapat menjaga kelembapan alami serta membuat kulit dan rambut senantiasa sehat.
Semua orang ingin memiliki rambut dan kulit yang sehat, tapi hal ini tidak dapat terwujud jika Anda keramas atau mandi dengan air yang terlalu panas. Air panas dapat menghilangkan kelembapan alami kulit kepala serta menimbulkan ketombe dan rasa gatal. Jadi, usahakan untuk mandi memakai air dingin agar pori-pori kulit dapat menjaga kelembapan alami serta membuat kulit dan rambut senantiasa sehat.
Membantu masalah tidur
Mandi air dingin sangat bagus untuk meningkatkan energi serta membuat Anda lebih nyenyak tidur. Saat tubuh merasakan sensasi segar dan dingin, secara otomatis tubuh akan meningkatkan suhu tubuh agar merasa hangat dan menenangkan tubuh. Hormon penenang ini yang akan membuat Anda merasa nyaman dan mengantuk sehingga lebih nyenyak ketika tidur.
Mandi air dingin sangat bagus untuk meningkatkan energi serta membuat Anda lebih nyenyak tidur. Saat tubuh merasakan sensasi segar dan dingin, secara otomatis tubuh akan meningkatkan suhu tubuh agar merasa hangat dan menenangkan tubuh. Hormon penenang ini yang akan membuat Anda merasa nyaman dan mengantuk sehingga lebih nyenyak ketika tidur.
Nah, kini Anda jadi lebih memahami manfaat tersembunyi dari mandi air
dingin untuk kesehatan. Sudahkah Anda mandi air dingin hari ini, Moms?
Edukasi - Health
Lokalzone - Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin
menilai, mayoritas kaum muda saat ini sudah tidak lagi menaruh minat
untuk bekerja pada bidang pertanian di pedesaan.
Berdasarkan survei BPS per Juli tahun ini, rerata pendapatan rumah tangga petani (RTP) per tahun hanya Rp12, 4 juta atau sekitar Rp1 juta per bulan. "Jumlah itu terlalu jauh tertinggal dari Upah Minimum Regional (UMR) saat ini," kata Bustanul di Jakarta, yang dikutip oleh metro.
Tidak menariknya lagi bekerja dibidang pertanian, lanjut Bustanul bermuara pada fenomena urbanisasi pemuda dari desa ke kota. Saat ini dari total pemuda usia 15-29 tahun di Indonesia, sebanyak 33 juta jiwa tinggal di perkotaan dan 29 juta jiwa tinggal di pedesaan.
"Untung saja pada saat ini produksi padi masih mencukupi. Tapi untuk produk lain seperti jagung, kedelai dan gula sudah mulai menurun dan harus ditambal dengan produk impor. Tetapi, tanpa ada solusi yang tepat, niscaya kedepan ketahanan pangan di Indonesia semakin terancam," ujar dia.
Pasalnya, selain jumlah petani semakin merosot, luas lahan pertanian di Indonesia juga terus menyusut. Pemerintah dinilai Bustanil gagal melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan di Pulau Jawa. Hal itu diperparah dengan tidak beraninya pemerintah mengambil risiko untuk menggeser basis produksi pangan ke luar Pulau Jawa.
Sebagai informasi, akibat urbanisasi dari desa ke kota yang semakin tidak terkendali, jumlah rumah tangga petani (RTP) dalam satu dekade terakhir menyusut hingga 5 juta orang (1,75%). Penyusutan yang terjadi terus menerus dinilai sangat mengancam ketahanan pangan nasional yang dapat menimbulkan masalah kurang gizi bagi para penduduk di Indonesia semakin meluas.
Laporan penyusutan jumlah RTP itu, didapat berdasarkan perbandingan Survei Pertanian (ST) 2003 dengan ST 2013 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Dari data itu, penyusutan terbesar terjadi di Jawa Tengah dengan 1,5 juta RTP, Jawa Timur 1,3 juta dan Jawa Barat 1,3 juta petani.
“Ketiga provinsi itu padahal lumbung padi nasional. Jika terus menyusut, cita-cita meraih swasembada pangan akan sulit terwujud,” ucapnya.
Berdasarkan survei BPS per Juli tahun ini, rerata pendapatan rumah tangga petani (RTP) per tahun hanya Rp12, 4 juta atau sekitar Rp1 juta per bulan. "Jumlah itu terlalu jauh tertinggal dari Upah Minimum Regional (UMR) saat ini," kata Bustanul di Jakarta, yang dikutip oleh metro.
Tidak menariknya lagi bekerja dibidang pertanian, lanjut Bustanul bermuara pada fenomena urbanisasi pemuda dari desa ke kota. Saat ini dari total pemuda usia 15-29 tahun di Indonesia, sebanyak 33 juta jiwa tinggal di perkotaan dan 29 juta jiwa tinggal di pedesaan.
"Untung saja pada saat ini produksi padi masih mencukupi. Tapi untuk produk lain seperti jagung, kedelai dan gula sudah mulai menurun dan harus ditambal dengan produk impor. Tetapi, tanpa ada solusi yang tepat, niscaya kedepan ketahanan pangan di Indonesia semakin terancam," ujar dia.
Pasalnya, selain jumlah petani semakin merosot, luas lahan pertanian di Indonesia juga terus menyusut. Pemerintah dinilai Bustanil gagal melakukan upaya pencegahan alih fungsi lahan di Pulau Jawa. Hal itu diperparah dengan tidak beraninya pemerintah mengambil risiko untuk menggeser basis produksi pangan ke luar Pulau Jawa.
Sebagai informasi, akibat urbanisasi dari desa ke kota yang semakin tidak terkendali, jumlah rumah tangga petani (RTP) dalam satu dekade terakhir menyusut hingga 5 juta orang (1,75%). Penyusutan yang terjadi terus menerus dinilai sangat mengancam ketahanan pangan nasional yang dapat menimbulkan masalah kurang gizi bagi para penduduk di Indonesia semakin meluas.
Laporan penyusutan jumlah RTP itu, didapat berdasarkan perbandingan Survei Pertanian (ST) 2003 dengan ST 2013 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS). Dari data itu, penyusutan terbesar terjadi di Jawa Tengah dengan 1,5 juta RTP, Jawa Timur 1,3 juta dan Jawa Barat 1,3 juta petani.
“Ketiga provinsi itu padahal lumbung padi nasional. Jika terus menyusut, cita-cita meraih swasembada pangan akan sulit terwujud,” ucapnya.
Edukasi - Lifestyle
Lokalzone - Keinginan berbisnis kadang terhambat karena tak memiliki modal yang
cukup. Sekarang ini, bisnis tak harus dibangun dengan modal besar,
termasuk dalam berbisnis pakaian muslim. Jehan contohnya. Ia memproduksi
label Jenahara pada 2011 berbekal Rp 10 juta saja.
Bermula dari hobi membuat baju sendiri, Jehan lantas mengunggah foto baju bikinannya ke media sosial. "Ternyata banyak yang suka," kata Jehan kepada Tempo.
Jehan, putri artis era 1980-an, Ida Royani, ini akhirnya serius menekuni bisnis tersebut. Jehan mendesain, membeli kain, lantas menjahitkannya. "Waktu itu masih outsourcing," ujar Jehan. Kini Jehan memiliki usaha konfeksi dengan 20 tenaga jahit lepas. Ia dibantu 10 karyawan dalam tim produksi dan pemasaran untuk memperoleh omzet sekitar Rp 300 juta per bulan. "Kalau Ramadan, bisa naik dua kali lipat."
Ria Miranda, pebisnis pakain muslim lainnya, memulai bisnis pada 2009 dengan modal awal Rp 12 juta untuk membuat contoh dan memproduksi. Tapi, ketika membangun usaha konfeksi, ia memerlukan Rp 500 juta untuk membeli peralatan dan ongkos tenaga kerja yang kini berjumlah 50 orang di Bintaro.
Bermula dari hobi membuat baju sendiri, Jehan lantas mengunggah foto baju bikinannya ke media sosial. "Ternyata banyak yang suka," kata Jehan kepada Tempo.
Jehan, putri artis era 1980-an, Ida Royani, ini akhirnya serius menekuni bisnis tersebut. Jehan mendesain, membeli kain, lantas menjahitkannya. "Waktu itu masih outsourcing," ujar Jehan. Kini Jehan memiliki usaha konfeksi dengan 20 tenaga jahit lepas. Ia dibantu 10 karyawan dalam tim produksi dan pemasaran untuk memperoleh omzet sekitar Rp 300 juta per bulan. "Kalau Ramadan, bisa naik dua kali lipat."
Ria Miranda, pebisnis pakain muslim lainnya, memulai bisnis pada 2009 dengan modal awal Rp 12 juta untuk membuat contoh dan memproduksi. Tapi, ketika membangun usaha konfeksi, ia memerlukan Rp 500 juta untuk membeli peralatan dan ongkos tenaga kerja yang kini berjumlah 50 orang di Bintaro.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Saya suka mengamati berbagai
pertandingan olahraga dalam event Olimpiade London 2012 yang baru saja
berlalu. Mencermati perolehan medali setiap negara partisipan cukup mengasyikkan. Dan satu yang kemudian terlintas dalam benak saya saat
itu: "Apakah ada hubungan antara cabang-cabang olahraga yang menjadi
keunggulan setiap bangsa itu dengan mindset mereka?"
Anda
bisa amati sendiri bagaimana atlet-atlet negeri Afrika yang sangat
piawai dalam cabang atletik terutama lari jarak pendek dan jarak jauh.
Saya berpikir itu karena mereka bermental pemburu. Lingkungan yang penuh
dengan gurun dan hutan membuat mereka harus pandai-pandai berlari
secepat mungkin untuk mengejar hewan buruan, atau jika bahaya bintaang
buas mengintai, mereka harus berlari menyelamatkan diri. Keahlian
berlari adalah ketrampilan fisik yang amat vital bagi orang Afrika.
Keadaan
yang sama juga saya alami saat remaja. Saya terbiasa berburu di hutan
dengan anjing-anjing pemburu yang terlatih untuk mendapatkan daging
hewan buruan untuk bisa dijadikan bahan makanan untuk bertahan hidup.
Inilah kemandirian yang saya pelajari sejak usia muda.
Sementara
itu, China mendominasi di cabang-cabang olahraga seperti loncat indah,
badminton. Rata-rata cabang olahraga yang mereka menangi ialah yang
membutuhkan "sense of arts and skills” yang tinggi. Ini juga yang saya temukan dalam tulisan dan kaligrafi Cina, yang sarat dengan pesan dan rumit.
Apa yang bangsa Indonesia menangi di olimpiade lalu? Angkat besi. Atlet kita meraih medali perak di cabang olahraga angkat besi.
Kemudian
saya mencoba menarik kesimpulan dengan menghubungkan semua fakta-fakta
tersebut dengan suatu pernyataan menarik yang saya masih ingat dari Bung
Karno, proklamator kita,” Indonesia…the land of kuli.” Kuli adalah
pekerjaan yang identik dengan angkat mengangkat barang. Dan apakah ini
bisa kita hubungkan dengan kemenangan kita dalam angkat besi?
Pernyataan
Presiden pertama kita sangat menggelitik saya karena ini menjadi sebuah
pelatuk yang seolah memicu pikiran saya untuk menyimpulkan bahwa kita
perlu melakukan upaya untuk memperbaiki kondisi mental dan mindset
bangsa Indonesia yang masih kurang pro-entrepreneurship ini.
Lalu
apa yang bisa kita lakukan untuk menanggapi otokritik dari bapak
pendiri bangsa ini? Mari kita bekerja bahu-membahu memajukan bangsa ini
dengan entrepreneurship, agar bangsa ini tak melulu harus menjadi kuli
di negerinya sendiri.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Lokalzone - Amerika Serikat menyerap 22,20 persen dari total nilai ekspor pakaian
jadi bukan rajutan dari Bali dengan nilai USD 4,15 juta sepanjang Mei
2014.
"Mata dagangan yang dirancang dengan desain unik dan menarik,
termasuk dipadukan manik-manik yang sangat disenangi konsumen
mancanegara itu juga diserap pasaran Australia 9,33 persen," kata Kepala
Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Panasunan Siregar di Denpasar,
seperti dilansir Antara, Rabu (30/7).
Pakaian hasil sentuhan tangan-tangan terampil wanita Bali itu juga
ditampung pasaran Singapura 8,16 persen, Jepang 7,48 persen, Thailand
0,36 persen dan Jerman 3,18 persen.
Pasaran Hong Kong menyerap 0,09 persen, Prancis 8,08 persen, Spanyol
2,03 persen, Inggris 13,57 persen dan sisanya 25,52 persen diserap oleh
sejumlah negara lainnya di belahan dunia.
Dia menambahkan, perolehan devisa dari ekspor pakaian jadi bulan
rajutan itu menurun 23,47 persen dibanding April 2014 yang tercatat USD
5,42 juta.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali mencatat ekspor
tekstil dan produk tekstil (TPT) Bali selama lima bulan periode
Januari-Mei 2014 mencapai USD 53,28 juta, turun 12,14 persen dibanding
periode yang sama tahun sebelumnya mencapai USD 60,65 juta.
TPT mampu memberikan kontribusi sebesar 24,78 persen terhadap total ekspor daerah ini mencapai 215,04 juta dolar AS.
Banyak pengusaha pakaian di Pulau Dewata kini tak lagi bergairah,
mengingat pangsa pasar semakin berkurang, disamping adanya persaingan
ketat dari negara tetangga serta kondisi ekonomi konsumen belum pulih
benar.
Pengusaha pakaian di Bali kini banyak berpaling dengan merebut pangsa pasar lokal hanya untuk bisa bertahan hidup.
Bali - Ekonomi - Internasional
Langganan:
Postingan (Atom)











