Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Teknologi, Lokalzone - Memiliki rumah bukan perkara mudah. Harganya yang cukup mahal jadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang untuk membelinya. Meski begitu, ada hal unik sekaligus gila yang dilakukan oleh seorang wanita di Tiongkok untuk membeli rumah.

Seperti di kutip dari BBC, Senin (31/10/2016), jagat maya Tiongkok dibuat gempar oleh sebuah blog yang beredar di platform Tian Ya Yi Du.

Seorang pengguna dengan username Proud Qioba menuliskan sebuah cerita yang mirip dengan kisah di novel.

Dalam blog-nya ia menyebut seorang mahasiswa bernama Xiaoli (bukan nama sebenarnya) dari Kota Shenzhen, selatan Tiongkok, minta dibelikan 20 unit iPhone 7 kepada 20 orang pacarnya. Ya, kamu tidak salah baca, 20 pacar.

Kemudian, ia menjual seluruh iPhone 7 tersebut ke sebuah perusahaan jual beli ponsel bernama Hui Shou Bao seharga 115.010 RMB atau setara Rp 221 juta. Xiaoli pun kemudian menggunakan uang tersebut untuk membeli rumah di pinggir kota.

Di dalam blog-nya, Proud Qiaoba menuliskan, saat sejumlah teman Xiaoli main ke rumah barunya, mereka terkejut lantaran mendengar cerita Xiaoli mendapatkan rumah.

"Saat ini, semua orang di kantor membicarakan hal ini. Tak ada yang tahu apa yang pacar-pacar Xiaoli pikirkan setelah kisah ini jadi viral," tulis Proud Qiaoba.

Sang penulis blog menambahkan, Xiaoli bukanlah gadis dari keluarga berada. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya bekerja sebagai pekerja migran.

Lantaran kedua orang tuanya makin tua, sebagai anak tertua di keluarga, kemungkinan Xiaoli merasa tertekan dan ingin memberikan sebuah rumah untuk keluarganya. "Meski begitu, sungguh sulit dipercaya Xiaoli menggunakan cara ini," tulis Proud Qiaoba.

Banyak orang di layanan microblogging Tiongkok, Sina Weibo, merasa terkejut dengan kemampuan Xiaoli meyakinkan 20 pacarnya untuk membelikan iPhone 7 yang baru melenggang 16 September ini.

Tak hanya itu, tagar "20 iPhone untuk sebuah rumah" pun jadi terfavorit di jejaring sosial Weibo. Hingga kini, pengguna telah mencuitkannya sebanyak 13 juta kali.

Langkah Xiaoli pun banyak dikomentari oleh pengguna media sosial lainnya. "Bahkan buat saya untuk mendapatkan satu pacar saja sulit. Sementara dia (Xiaoli) mendapatkan 20 pacar di waktu bersamaan yang mau membelikannya iPhone. Aku ingin bertanya bagaimana caranya," tutur seorang pengguna medsos.

Tak hanya itu, pengguna medsos lainnya berdoa agar Xiaoli memiliki masa depan yang cerah. Tak hanya mendoakan, pengguna lain juga menghujat Xiaoli dan menyebutnya tak tahu malu.

Pihak BBC pun mencoba mencari informasi dari juru bicara Hui Shou Bao untuk mengecek kebenaran informasi ini. Benar saja, sang juru bicara membenarkan bahwa awal Oktober lalu, memang ada seorang perempuan yang menjual 20 unit iPhone 7. Toko tersebut membayar 5.750 RMB atau setara Rp 11 jutaan untuk satu iPhone.

Saat mencoba mewawancarai Xiaoli melalui perusahaan Hui Shou Bao, gadis itu menolak untuk diwawancara. "Gadis itu menolak permintaan wawancara media," tutur si juru bicara. 
-
Teknologi, Lokalzone - Setelah gagal total dengan phablet flagship Galaxy Note 7, Samsung mulai fokus menggarap kelanjutan dari Galaxy seri S, yakni Galaxy S8.

Hal ini disebut-sebut sebagai upaya Samsung untuk move on dari insiden Galaxy Note 7 sekaligus tetap memenangkan kompetisi dengan pesaing-pesaing bisnisnya. Sebagaimana di kutip dari Tech Crunch, Selasa (1/11/2016), Vice President Samsung, Lee Kyeong-tae, mengakui walau Galaxy S8 baru akan melenggang beberapa bulan lagi, perusahaan smartphone merasa kesulitan tanpa adanya sebuah ponsel flagship.

Terkait kehadiran Galaxy S8, seorang petinggi Samsung mengatakan kepada The Wall Street Journal, ponsel tersebut akan hadir dengan desain baru dan kamera yang jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya, Galaxy S7.

Tidak hanya itu, petinggi tersebut juga membocorkan bahwa Galaxy S8 bakal hadir dengan layanan kecerdasan buatan.

Lee enggan mengonfirmasi kabar itu. Namun jika melihat rekam jejak Samsung yang mengakuisisi perusahaan Viv Labs, kemungkinan layanan kecerdasan buatan tersebut memang benar adanya.

Baru-baru ini juga diberitakan, Samsung memberikan tawaran diskon bagi pembeli Galaxy Note 7 di Korea Selatan yang menukarkan perangkatnya dengan Galaxy S7.

Para konsumen juga mendapatkan kesempatan untuk menukarkan Galaxy S7-nya dengan Galaxy S8 atau Note 8 saat perangkat itu melenggang nantinya.
-
Teknologi, Lokalzone - BlackBerry memang sudah memutuskan untuk tidak lagi memproduksi smartphone. Meski demikian, perusahaan asal Kanada itu telah dan akan terus bermitra dengan pihak ketiga untuk memproduksi smartphone.

Baru-baru ini, BlackBerry meluncurkan flagship smartphone yang diberi nama DTEK60. BlackBerry optimistis perangkatnya bakal mampu bersaing dengan Google Pixel XL dan iPhone 7 Plus.

Sebagaimana di kutip dari Ubergizmo, Sabtu (29/10/2016), DTEK60 memang memiliki spesifikasi layaknya flagship smartphone.

Bodinya terbuat dari material metal dan kaca serta diperkuat dengan prosesor Snapdragon 820 dari Qualcomm. Untuk menunjang kinerjanya, perusahaan menyematkan RAM 4GB di smartphone berlayar 5,5 inci ini. Di sektor layar, DTEK60 memiliki layar Quad HD.

Dalam sebuah wawancara, COO Blackberry Marty Beard mengatakan, DTEK60 mampu bersaing secara head to head dengan smartphone 5,5 inci lain seperti Google Pixel XL dan iPhone 7 Plus. Ia juga menegaskan, dari segi harga, DTEK60 yang dibanderol Rp 499 (setara Rp 6,5 jutaan), lebih murah sekitar US$ 200 (sekira Rp 2,6 juta) daripada kedua smartphone itu.

Beard juga berujar, BlackBerry menanamkan sebuah software khusus yang terintegrasi dengan Android untuk menjadikan DTEK60 sebagai smartphone paling aman.

Di samping itu, kelebihan lain yang disebutkan oleh Beard adalah DTEK60 memiliki waktu aktif baterai yang lebih panjang dibandingkan dengan iPhone 7 Plus.
-
Teknologi, Lokalzone - Samsung Electronics mengukuhkan diri sebagai salah satu raksasa elektronik dunia. Dua di antara seluruh produk besutan Samsung yang saat ini menguasai pasar global adalah smartphone dan televisi (TV).

Jo Semidang, Corporate Marketing Director Samsung Electronics di Indonesia memaparkan, Samsung menjual puluhan ribu smartphone setiap jam, sementara TV terjual ribuan unit setiap jam.

"Data internal perusahaan menyebutkan bahwa setiap jam, smartphone Samsung ludes terjual 44.000 unit, sedangkan TV terjual hingga 5.400 unit setiap jam di seluruh dunia," ujar pria yang akrab di sapa Jo tersebut di acara media gathering, Jumat (28/10/2016) sore di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Jo menyebut, Samsung sendiri tak hanya populer dengan produk smartphone dan TV. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga menawarkan produk elektronik lain, seperti penyejuk ruangan, mesin cuci, dan kulkas.

Untuk diketahui, meskipun industri elektronik nasional mengalami penurunan 3 persen, market share Samsung dalam industri smartphone di Indonesia tetap stabil di angka 44 persen.

Selain itu, Samsung juga menempati market share di posisi puncak dengan marjet share 35 persen di semester pertama 2016. Sementara untuk kategori UHD TV, market share Samsung melesat hingga 60 persen.

"Di Indonesia, Samsung hadir sejak tahun 1991 dan di tahun ini sudah menginjak usia 25 tahun. Performa Samsung dalam 7 tahun tumbuh hingga 10 kali lipat," terang Jo.

Ia menuturkan, Samsung sendiri tak hanya ingin menawarkan produk elektronik saja, tetapi juga ingin menawarkan solusi teknologi untuk masyarakat Indonesia.

"Kami berencana membawa inovasi dan teknologi masa depan untuk Indonesia yang lebih baik. Kami meyakini bahwa teknologi dan inovasi akan mengambil peranan penting untuk masa depan Tanah Air yang lebih baik," pungkasnya.
-
Teknologi, Lokalzone - Meski iPhone 7 baru meluncur pada bulan lalu, laporan mengenai suksesornya sudah muncul di internet. Salah satunya adalah soal ukuran layar iPhone 8 pada tahun depan.

Dikutip dari Phone Arena, Jumat (28/10/2016), Apple menyiapkan tiga varian untuk iPhone 8, masing-masing dengan ukuran layar 4,7, 5 dan 5,5 inci. Bagian belakang perangkat dilapisi material kaca, yang dilaporkan akan diproduksi oleh dua perusahaan asal Tiongkok, Biel Crystal Manufactory dan Lens Technology.

Kemudian, kaca pada bagian depan dan belakang iPhone 8 akan dihubungkan dengan rangka metal produksi Foxconn, Catcher Technology, dan Jabil.

Dalam laporan yang sama juga disebutkan, iPhone 8 Plus dengan layar 5,5 inci dilaporkan akan menggunakan layar OLED yang diproduksi oleh Samsung, Sharp, dan LG.

Laporan ini akan makin memeriahkan isu dan prediksi yang mengalir dari berbagai sumber mengenai iPhone 8.

Di sisi lain, Apple diketahui sangat menjaga rahasia mengenai berbagai teknologi baru mereka. Karena itu, kemungkinan besar, kita tidak akan mendengar konfirmasi dari Apple mengenai berbagai laporan yang beredar.

Apple saat ini tengah sibuk memasarkan smartphone terbarunya, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Kedua smartphone tersebut telah mulai dijual sejak bulan lalu ke sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, Jepang, dan Singapura. 
-
Teknologi, Lokalzone - Konsumen yang menanti earbuds terbaru Apple, AirPods, tampaknya harus lebih bersabar. Pasalnya, Apple telah menunda peluncuran AirPods di pasar. Dengan demikian, konsumen tidak bisa segera menggunakan produk tersebut.

Dikutip dari Phone Arena, Jumat (28/10/2016), Apple mengumumkan penundaan peluncuran AirPods dalam sebuah pernyataan. Sayangnya, perusahaan tidak memaparkan alasan dari keputusannya itu.

"Respons awal terhadap AirPod sangat luar biasa. Tapi kami tidak yakin untuk mengapalkan produk sebelum benar-benar siap dan kami membutuhkan sedikit waktu lebih lama sebelum AirPods siap untuk konsumen kami," kata Apple dalam pernyataannya.

Seperti diketahui, penjualan wireless earbuds Apple itu awalnya dijadwalkan pada bulan ini. Namun karena ada isu yang belum diketahui, penjualannya pun terpaksa tertunda.

Menurut laporan, sejumlah orang yang menjajal AirPods versi sebelum produksi massal menyatakan adanya masalah terkait daya tahan baterai dan fisiknya. Kendati demikian, belum diketahui apakah kedua hal tersebut yang akhirnya membuat penjualan Airpods ditunda.
-
Teknologi, Lokalzone - Keputusan Samsung untuk menghentikan produksi dan penjualan Galaxy Note 7 mengguncang industri ponsel. Banyak pihak ikut berkomentar termasuk bos BlackBerry ini.

Alex Thurber, Senior Vice President of Global Devices Sales BlackBerry, mengaku turut prihatin melihat nasib malang Note 7. Ia tidak mau menganggap kematian Note 7 sebagai keuntungan bagi perusahaannya.

"Aku tak pernah menilai hal itu akan menciptakan peluang bagi kami, kupikir itu hanyalah situasi di mana orang-orang harus lebih waspada dengan apa yang mereka beli," kata Alex.

"Tentu saja ini adalah sebuah tragedi untuk Samsung, tak seorangpun akan mengharapkan hal semacam itu terjadi pada kawan atau lawan, dan Samsung tentulah kawan, mereka adalah partner strategis yang hebat bagi kami," tambahnya.

Di sisi lain, tragedi Note 7 menurut Alex membuat BlackBerry lebih hati-hati dalam mengembangkan DTEK60, handset Android yang baru saja mereka luncurkan. Misalnya memastikan baterainya aman.

"Tentu saja kami membicarakan soal keamanan, bagaimana kami bisa memastikan mempunyai perangkat yang aman. Aku bahkan mempelajari banyak sekali soal baterai," pungkas dia. 
-
Teknologi, Lokalzone - Setelah menghentikan penjualan Galaxy Note 7, Samsung masih memiliki "Pekerjaan Rumah" lain. Perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) itu ingin memastikan konsumennya tetap setia.

Dilansir Reuters, Samsung menawarkan program upgrade untuk konsumen Galaxy Note 7 di Korea Selatan (Korsel) yang menukar perangkat mereka dengan Galaxy S7.

Nah, konsumen yang melakukan hal tersebut nantinya bisa mendapatkan potongan harga ketika membeli Galaxy S8 atau Note 8 pada tahun depan.

Samsung mengatakan, konsumen yang mengikuti program upgrade hanya perlu mengeluarkan uang setengah dari harga Galaxy S7, sebelum mengganti handset mereka dengan Galaxy S8 atau Note 8.

Sedangkan untuk negara lain, perusahaan mengatakan bahwa kehadiran program semacam itu tergantung dari situasi di setiap wilayah.

Program upgrade adalah salah satu upaya Samsung mempertahankan loyalitas konsumen, pasca-tragedi meledaknya sejumlah Galaxy Note 7 hingga akhirnya penjualan perangkat tersebut dihentikan secara permanen.

Samsung sebelumnya juga menawarkan uang insentif senilai US$ 88,39 untuk pengguna di Korsel.

Adapun melalui program upgrade ke Note 8, Samsung secara tidak langsung dinilai mengeluarkan pernyataan bahwa seri Note akan tetap ada. Pasalnya, sempat beredar laporan bahwa Samsung akan berhenti menggunakan merek Note.
-