Lokalzone - Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Pudji Hartanto mensosialisasikan stop pungutan liar kepada anak buah dan keluarganya. Dia memberikan wejangan-wejangan.
"Kenapa hal ini saya lakukan di hadapan keluarga pegawai juga karena kalau bapaknya oke, kami semuanya oke. Jangan sampai bapaknya oke, istrinya belum," kata Pudji dalam sambutannya di hadapan para pegawai bersama keluarganya, Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji memberikan contohnya dirinya kepada para pegawai. "Contoh istri saya, sudah dikasih gaji bahkan sampai ULP (uang lauk pauk), saya sudah kasih semua. Tapi masih minta yang lain. Waktu itu, minta tas bermerek. Waduh, pikir saya sudah gaji segitu nggak cukup. Akhirnya saya pergi ke kantor dan pulangnya saya kasih tas yaitu tas merek sendiri yang saya tulis pakai spidol.Jadi yang seperti ini tidak boleh ya," kata Pudji yang disambut tawa anak buah dan keluarganya itu.
Pesan ini disampaikan Pudji dalam acara Gerakan Stop Pungli dengan tema 'WOW Bisa ! Mision Im-Possible Stop Pungli ini digelar Ditjen Perhubungan Darat (Hubdar) di Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji berpesan agar para pegawainya untuk nikmati rejeki yang telah diberikan. "Jangan ibu bujuk-bujuk bapaknya, akhir bapak bingung dan melakukan hal negatif. Oleh karena itu mari nikmati rejeki yang ada, kita syukuri itu semua karena rejeki tidak akan ke mana-mana," imbaunya.
Pudji mengajak para pegawai berserta keluarganya melakukan evaluasi dan pembenahan diri serta perubahan terhadap budaya negatif ini.
"Jangan macam-macam, kita harus stop pungli. Mari evaluasi diri dengan melakukan kegiatan berkarya dan inovasi. Kedepan harus lebih baik makanya kita semua harus berani lakukan perubahan," kata Pudji.
"Kenapa hal ini saya lakukan di hadapan keluarga pegawai juga karena kalau bapaknya oke, kami semuanya oke. Jangan sampai bapaknya oke, istrinya belum," kata Pudji dalam sambutannya di hadapan para pegawai bersama keluarganya, Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji memberikan contohnya dirinya kepada para pegawai. "Contoh istri saya, sudah dikasih gaji bahkan sampai ULP (uang lauk pauk), saya sudah kasih semua. Tapi masih minta yang lain. Waktu itu, minta tas bermerek. Waduh, pikir saya sudah gaji segitu nggak cukup. Akhirnya saya pergi ke kantor dan pulangnya saya kasih tas yaitu tas merek sendiri yang saya tulis pakai spidol.Jadi yang seperti ini tidak boleh ya," kata Pudji yang disambut tawa anak buah dan keluarganya itu.
Pesan ini disampaikan Pudji dalam acara Gerakan Stop Pungli dengan tema 'WOW Bisa ! Mision Im-Possible Stop Pungli ini digelar Ditjen Perhubungan Darat (Hubdar) di Junggle Fest, Bogor, Sabtu (22/10/2016).
Pudji berpesan agar para pegawainya untuk nikmati rejeki yang telah diberikan. "Jangan ibu bujuk-bujuk bapaknya, akhir bapak bingung dan melakukan hal negatif. Oleh karena itu mari nikmati rejeki yang ada, kita syukuri itu semua karena rejeki tidak akan ke mana-mana," imbaunya.
Pudji mengajak para pegawai berserta keluarganya melakukan evaluasi dan pembenahan diri serta perubahan terhadap budaya negatif ini.
"Jangan macam-macam, kita harus stop pungli. Mari evaluasi diri dengan melakukan kegiatan berkarya dan inovasi. Kedepan harus lebih baik makanya kita semua harus berani lakukan perubahan," kata Pudji.
Motivasi - Nasional
Gianyar, Lokal-zone.com - Nyoman Arianta (45) penyandang tunanetra memiliki banyak aktivitas dalam kesehariannya. Meski tidak punya fisik normal, namun semangat hidupnya tak kalah dengan orang yang memiliki fisik sempurna.
Dalam kesehariannya, Arianta melakukan berbagai kegiatan mulai dari pengrajin anyaman, berternak, pemanjat pohon kelapa hingga jadi asisten bengkel radio.
Saat ditemui di kediamanya, di Banjar Bukit, Tampaksiring Gianyar Bali
Selasa (5/4), Arianta mengaku tanpa disiplin, dirinya tidak akan bisa mandiri.
"Semua ini saya kerjakan dengan senang dan semangat. Kalau kita disiplin untuk berjuang, pasti bisa. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk keluarga yang telah merawat saya," kata Arianta.
Beragam aktivitas dijalaninya dimulai sejak bangun pagi sekitar pukul 04.00 WITA. Arianta mewajibkan diri sebagai penanggung jawab dapur keluarga.
"Bangun pagi saya langsung memasak nasi dan membuat pakan ternak. Disela itu saya mengupas kelapa, persiapan membikin minyak kelapa," ujarnya.
Setelah itu, Arianta menurunkan ayam dari kandang dan membersihkan kandang babi lanjut memberi pakan. Kemudian Arianta memanjat pohon kelapa yang digarapnya untuk menghasilkan tuak.
"Dalam sehari, setiap pohon saya panjat tiga kali. Paginya untuk menurunkan tuak, siang pengirisan batang buah dan sorenya mengganti kantong tuak. Belum termasuk pemanjatan pohon kelapa lainnya untuk pemetikan buah yang dilakukan sewaktu-waktu," terangnya.
Selain seorang peternak ayam, Nyoman juga pengrajin anyaman yang sangat produktif. Dalam sehari, Nyoman bisa menghasilkan 30 hingga 40 bambu pesanan. Belum lagi, jasa sol sepatunya yang dijalaninya, tak pernah sepi pelanggan.
Tak hanya itu, Nyoman ternyata seorang asisten bengkel radio. Tugasnya adalah sebagai pemeriksa kerusakan. Untuk perbaikan ringan, seperti mengganti speaker, travo dan komponen ringan lainnya, mampu digarapnya sendiri.
Dalam kesehariannya, Arianta melakukan berbagai kegiatan mulai dari pengrajin anyaman, berternak, pemanjat pohon kelapa hingga jadi asisten bengkel radio.
Saat ditemui di kediamanya, di Banjar Bukit, Tampaksiring Gianyar Bali
Selasa (5/4), Arianta mengaku tanpa disiplin, dirinya tidak akan bisa mandiri.
"Semua ini saya kerjakan dengan senang dan semangat. Kalau kita disiplin untuk berjuang, pasti bisa. Saya hanya mencoba memberikan yang terbaik untuk keluarga yang telah merawat saya," kata Arianta.
Beragam aktivitas dijalaninya dimulai sejak bangun pagi sekitar pukul 04.00 WITA. Arianta mewajibkan diri sebagai penanggung jawab dapur keluarga.
"Bangun pagi saya langsung memasak nasi dan membuat pakan ternak. Disela itu saya mengupas kelapa, persiapan membikin minyak kelapa," ujarnya.
Setelah itu, Arianta menurunkan ayam dari kandang dan membersihkan kandang babi lanjut memberi pakan. Kemudian Arianta memanjat pohon kelapa yang digarapnya untuk menghasilkan tuak.
"Dalam sehari, setiap pohon saya panjat tiga kali. Paginya untuk menurunkan tuak, siang pengirisan batang buah dan sorenya mengganti kantong tuak. Belum termasuk pemanjatan pohon kelapa lainnya untuk pemetikan buah yang dilakukan sewaktu-waktu," terangnya.
Selain seorang peternak ayam, Nyoman juga pengrajin anyaman yang sangat produktif. Dalam sehari, Nyoman bisa menghasilkan 30 hingga 40 bambu pesanan. Belum lagi, jasa sol sepatunya yang dijalaninya, tak pernah sepi pelanggan.
Tak hanya itu, Nyoman ternyata seorang asisten bengkel radio. Tugasnya adalah sebagai pemeriksa kerusakan. Untuk perbaikan ringan, seperti mengganti speaker, travo dan komponen ringan lainnya, mampu digarapnya sendiri.
Dia menceritakan kegiatan sebagai mekanik radio "Kalau tak melihat langsung, seperti yang saya lakukan sekarang ini mungkin tak kan percaya. Sebelum menyolder, alat solder dicolok dulu. Untuk memastikan solder sudah siap pakai, saya raba dulu, toh tak kan terbakar bila disentuh sebentar," ungkapnya sembari menyiapkan kawat timah, Selasa (5/4).
Dia mengakui untuk memeriksa kerusakan radio ada sedikit kendala. Karena itu dia hanya membantu membongkar, menyolder beberapa komponen yang tidak sulit.
"Ini namanya Dioda, ini transistor. Nah, yang banyak kakinya ini namanya IC, sangat sulit bagi saya untuk memasangnya. Yang ini saya nyerah," ujar Arianta sembari merapikan meja kerjanya.
Dari hasil kerja kerasnya, dia mampu membiayai adik-adik dan keponakan untuk sekolah.
Dia mengakui untuk memeriksa kerusakan radio ada sedikit kendala. Karena itu dia hanya membantu membongkar, menyolder beberapa komponen yang tidak sulit.
"Ini namanya Dioda, ini transistor. Nah, yang banyak kakinya ini namanya IC, sangat sulit bagi saya untuk memasangnya. Yang ini saya nyerah," ujar Arianta sembari merapikan meja kerjanya.
Dari hasil kerja kerasnya, dia mampu membiayai adik-adik dan keponakan untuk sekolah.
Bali - Motivasi
Lokal-zone.com - Mau tak mau kamu memang harus mengakui kalau menjadi seorang mahasiswa/siswi tentu nggak akan mudah prosesnya bisa dibandingkan dengan menjadi anak sekolahan biasa. Sebab, untuk lulus kamu harus punya karya tulis ilmiah yang berupa skripsi atau tugas akhir. Di mana pastinya karya itu juga harus berhubungan dengan jurusan yang kamu ambil sebelumnya kan?
Belum lagi nih, proses untuk mendapatkan gelar kelulusan bisa dibilang nggak ada yang mudah sama sekali. Selain harus berhadapan dengan dosen pembimbing, kamu juga berurusan dengan tumpukan revisi yang harus kelar sebelum deadline tertentu. Sungguhan deh, bagi kalian yang mengalaminya sekarang pasti nggak mudah banget.
Tapi beda atau lain ceritanya lagi dengan sosok cowok yang bernama Welin Kusuma. Di mana, cowok yang dikenal berasal dari Makassar itu memang punya kemampuan, finansial dan tekad berlebih dalam menempuh pendidikan kuliah. Bagaimana tidak, bila ternyata ada seorang Welin Kusuma yang mampu menjalani kuliah dengan berbagai macam jurusan di satu waktu sekaligus.
Makanya nggak heran kalau saat ini dia sudah punya 24 koleksi gelar asli yang ia tempuh dalam kurun waktu 15 tahun lamanya. Bahkan saking gilanya nih, sekitar 3 gelar Master dan 12 Sarjana pun ia kantongi sejak tahun 2001. Widih, nggak kebayang bukan? Apalagi dalam perjalanannya, cowok yang juga lahir di Makassar pada tanggal 08 Maret itu sampai menempuh beberapa pendidikan kuliah di tahun yang sama pula.
Itu pula yang akhirnya membuat cowok yang saat ini berusia 35 tahun tersebut berhasil mencatatkan prestasinya sebagai seorang peraih gelar multi disiplin terbanyak di rekor Muri pada tanggal 22 April tahun 2012 silam. Tentu jadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi cowok yang bisa dibilang jenius ini bukan. Meskipun di balik itu, cowok ini sendiri juga punya sebuah masalah yang cukup rumit gara-gara kebanyakan gelar itu.
Sebab saat menuliskan nama dan gelar lengkapnya bisa jadi kurang lebih menjadi begini Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, MT, MSM, Mkn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA. Nah lho, sudah panjang begitu saja Welin masih juga dalam tahap kuliah terus. Wah, bakal sepanjang apa nantinya ya? Bagaimana menurutmu?
Belum lagi nih, proses untuk mendapatkan gelar kelulusan bisa dibilang nggak ada yang mudah sama sekali. Selain harus berhadapan dengan dosen pembimbing, kamu juga berurusan dengan tumpukan revisi yang harus kelar sebelum deadline tertentu. Sungguhan deh, bagi kalian yang mengalaminya sekarang pasti nggak mudah banget.
Tapi beda atau lain ceritanya lagi dengan sosok cowok yang bernama Welin Kusuma. Di mana, cowok yang dikenal berasal dari Makassar itu memang punya kemampuan, finansial dan tekad berlebih dalam menempuh pendidikan kuliah. Bagaimana tidak, bila ternyata ada seorang Welin Kusuma yang mampu menjalani kuliah dengan berbagai macam jurusan di satu waktu sekaligus.
Makanya nggak heran kalau saat ini dia sudah punya 24 koleksi gelar asli yang ia tempuh dalam kurun waktu 15 tahun lamanya. Bahkan saking gilanya nih, sekitar 3 gelar Master dan 12 Sarjana pun ia kantongi sejak tahun 2001. Widih, nggak kebayang bukan? Apalagi dalam perjalanannya, cowok yang juga lahir di Makassar pada tanggal 08 Maret itu sampai menempuh beberapa pendidikan kuliah di tahun yang sama pula.
Itu pula yang akhirnya membuat cowok yang saat ini berusia 35 tahun tersebut berhasil mencatatkan prestasinya sebagai seorang peraih gelar multi disiplin terbanyak di rekor Muri pada tanggal 22 April tahun 2012 silam. Tentu jadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi cowok yang bisa dibilang jenius ini bukan. Meskipun di balik itu, cowok ini sendiri juga punya sebuah masalah yang cukup rumit gara-gara kebanyakan gelar itu.
Sebab saat menuliskan nama dan gelar lengkapnya bisa jadi kurang lebih menjadi begini Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos, SH, S.Kom, SS, SAP, S.Stat, S.Akt, MT, MSM, Mkn, RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA. Nah lho, sudah panjang begitu saja Welin masih juga dalam tahap kuliah terus. Wah, bakal sepanjang apa nantinya ya? Bagaimana menurutmu?
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Berasal dari keluarga sederhana, remaja berusia 15 tahun bernama Sushma Verma telah berhasil mengangkat derajat keluarganya berkat prestasi yang ia ukir. Belum genap 17 tahun, bocah jenius dari India ini tak sekadar berhasil menyelesaikan studi pasca sarjananya dalam waktu yang sangat cepat, namun juga dengan hasil terbaik.
Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu, (25/7/2015), saat ini, remaja kelahiran Februari 2000 itu bersiap menjadi mahasiswa termuda untuk jenjang S3 dan melakukan penelitian di bidang mikrobiologi lingkungan di Babasaheb Bhimrao Ambedkar University (BBAU) di Lucknow.
"Saya sangat bahagia mencapai prestasi ini. Ini merupakan prestasi yang sangat besar. Saya berutang budi kepada Prof RC Sobti, wakil rektor universitas, yang selalu mendukung saya dalam mencapai ini," kata Sushma.
Kepala Dekan jurusan mikrobioligi lingkungan mengatakan setidaknya hanya ada 7 kursi untuk mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa Universitas. Kini 4 kursi telah terisi dan salah satu kursi itu milik Sushma.
"Kami bangga dengan prestasinya. Kami harus memberi dukungan penuh dan memberikan yang terbaik untuknya. Ia adalah anak yang istimewa. Ia sangat berprestasi di usianya yang masih sangat belia," ujar Wakil Rektor Profesor RC Sobtiseperti.
Sushma berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, Tej Bahadur, bekerja di Universitas sebagai petugas kebersihan kamar mandi. Sementara ibunya, Chaya Devi, adalah seorang ibu rumah tangga. Terhadap prestasi gemilang putrinya, sang ayah sampai tak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya selain bersyukur pada Tuhan. "Saya buta huruf dan tidak bisa membimbing anak-anak," ujar Bahadur.
Menurut laporan yang ada, pada usia 5 tahun Sushma telah terdaftar sebagai siswa kelas IX di Sekolah St Meera's Inter-College. Ia juga telah menyelesaikan studinya di kelas X hanya dalam waktu 3 bulan saja. Di usianya yang ke 13, remaja cerdas ini telah berhasil lulus sarjana (S1).
Dilansir dari Hindustan Times, Sabtu, (25/7/2015), saat ini, remaja kelahiran Februari 2000 itu bersiap menjadi mahasiswa termuda untuk jenjang S3 dan melakukan penelitian di bidang mikrobiologi lingkungan di Babasaheb Bhimrao Ambedkar University (BBAU) di Lucknow.
"Saya sangat bahagia mencapai prestasi ini. Ini merupakan prestasi yang sangat besar. Saya berutang budi kepada Prof RC Sobti, wakil rektor universitas, yang selalu mendukung saya dalam mencapai ini," kata Sushma.
Kepala Dekan jurusan mikrobioligi lingkungan mengatakan setidaknya hanya ada 7 kursi untuk mahasiswa berprestasi yang mendapat beasiswa Universitas. Kini 4 kursi telah terisi dan salah satu kursi itu milik Sushma.
"Kami bangga dengan prestasinya. Kami harus memberi dukungan penuh dan memberikan yang terbaik untuknya. Ia adalah anak yang istimewa. Ia sangat berprestasi di usianya yang masih sangat belia," ujar Wakil Rektor Profesor RC Sobtiseperti.
Sushma berasal dari keluarga yang sederhana. Ayahnya, Tej Bahadur, bekerja di Universitas sebagai petugas kebersihan kamar mandi. Sementara ibunya, Chaya Devi, adalah seorang ibu rumah tangga. Terhadap prestasi gemilang putrinya, sang ayah sampai tak bisa berkata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya selain bersyukur pada Tuhan. "Saya buta huruf dan tidak bisa membimbing anak-anak," ujar Bahadur.
Menurut laporan yang ada, pada usia 5 tahun Sushma telah terdaftar sebagai siswa kelas IX di Sekolah St Meera's Inter-College. Ia juga telah menyelesaikan studinya di kelas X hanya dalam waktu 3 bulan saja. Di usianya yang ke 13, remaja cerdas ini telah berhasil lulus sarjana (S1).
![]() |
| Sushma Verma diantar sang ayah ke kampus (foto: thebetterindia.com) |
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Seorang miliarder Hong Kong, Li Ka-Shing, berbagi tentang bagaimana mengelola uang dengan bijak menurut versinya. Ia menguraikan kepada kita sebuah rencana 5 tahun yang sangat inspiratif untuk mengubah nasib.
" No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself usefeul. – Li Ka-Shing
Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu membuat dirimu berguna. – Li Ka-Shing
Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya +- Rp 4 juta, kamu bisa hidup dengan baik. Saya akan membantu membagi uangmu ke dalam 5 bagian.
" No matter how much you earn, always remember to divide it into five parts proportionately. Always make yourself usefeul. – Li Ka-Shing
Tidak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membagi uangmu ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu membuat dirimu berguna. – Li Ka-Shing
Seandainya pendapatan bulanan kamu hanya +- Rp 4 juta, kamu bisa hidup dengan baik. Saya akan membantu membagi uangmu ke dalam 5 bagian.
Kumpulan uang yang pertama digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Ini adalah hidup yang sangat sederhana dan kamu hanya menghabiskan kurang dari Rp 38 ribu per hari. Sarapan sehari-hari terdiri atas vermicelli (semacam bihun atau mi), sebutir telur dan segelas susu. Untuk makan siangpun hanya makan siang yang sederhana, yaitu cemilan dan buah. Untuk makan malam, coba pergunakan dapur dan masaklah makananmu sendiri yang terdiri dari 2 jenis sayuran dan segelas susu sebelum tidur. Untuk satu bulan, biaya untuk makan seperti ini kira-kira menghabiskan RP 1,2 juta. Kalau kamu masih muda, tubuhmu tidak akan banyak bermasalah selama beberapa tahun ke depan dengan gaya hidup seperti ini.
Kumpulan uang yang kedua: Untuk networking, perluas jaringan pertemananmu. Tentunya hal ini akan membuat dirimu dikenal oleh banyak orang. Anggarkan tagihan telpon sekitar +- Rp 185 ribu, kemudian kamu bisa mentraktir temanmu makan 2 kali dalam sebulan, masing-masing Rp 200-300 ribu. Siapa yang kamu traktir? Selalu ingat untuk mentraktir makan siang untuk orang-orang yang lebih pandai atau memiliki wawasan lebih dari pada kamu, yang lebih kaya, atau orang-orang yang telah membantu kamu dalam berkarir. Pastikan kamu melakukannya setiap bulan. Setelah satu tahun, lingkaran pertemanan kamu akan menghasilkan nilai yang luar biasa. Selain reputasi dan pengaruh, akan ada nilai lebih yang dihasilkan. Image baik dan murah hati juga akan meningkat.
Kumpulan uang yang ketiga: Untuk belajar. Sisihkan sekitar Rp 200 ribu untuk membeli buku. Karena kamu tidak memiliki banyak uang, maka kamu harus belajar. Ketika kamu membeli buku, bacalah buku itu dengan saksama dan pelajari pelajaran dan strategi yang diajarkan di dalam buku itu. Setiap buku, setelah kamu membacanya, coba buat resumenya dalam bahasamu sendiri. Coba membagi dengan yang lain tentang isi buku itu juga akan meningkatkan kepercayaan dan daya tarik kamu. Juga simpanlah uang hingga Rp 300 ribu untuk menghadiri sesi pelatihan. Ketika kamu memiliki pendapatan lebih atau tambahan simpanan uang, cobalah untuk berpartisipasi untuk pelatihan lanjutan. Ketika kamu berpartisipasi dalam training yang baik, kamu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, melainkan kamu juga akan bertemu dengan teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan kamu.
Kumpulan uang yang keempat: Gunakan untuk berlibur ke luar negeri. Manjakan dirimu dengan pergi berlibur minimal sekali dalam setahun. Teruslah tumbuh besar dari pengalaman hidup. Tinggalah di hostel murah untuk menghemat biaya liburan. Gunakan pengalaman itu supaya kamu tetap semangat bekerja.
Kumpulan uang yang kelima: Investasi. Tabung Rp 1 juta dan kembangkan sebagai modal awal startup kamu. Modal itu bisa kamu gunakan untuk membangun bisnis kecil. Bisnis kecil itu aman. Pergilah ke supplier dan carilah produk untuk dijual. Walaupun kamu rugi dan kehilangan uang, kamu tidak akan kehilangan terlalu banyak. Bagaimanapun, ketika kamu mulai mendapatkan uang, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian dan kamu bisa mempelajari pengalaman baru dalam menjalankan bisnis kecil. Ketika kamu memperoleh uang lebih banyak, kamu bisa mulai membeli rencana investasi jangka panjang dan mendapatkan jaminan jangka panjang terhadap kekayaan finansial kamu dan keluargamu. Jadi tidak peduli apapun yang terjadi, akan selalu ada dana yang cukup dan kualitas hidup akan terjamin.
Nah, setelah kamu berusaha selama setahun dan gajimu masih tetap Rp 4 juta, itu berarti kamu belum sukses tumbuh sebagai seseorang. Kamu seharusnya benar-benar malu terhadap diri kamu. Coba pergi ke supermarket dan beli tahu yang paling keras. Ambilah dan hantamkan tahu itu ke kepalamu karena kamu layak mendapatkannya.
Jika pendapatan bulananmu +- Rp 5,5juta IDR, kamu masih harus bekerja keras. Kamu harus mencoba mendapatkan pekerjaan sampingan. Mendapatkan pekerjaan sampingan tentunya akan menjadi menyenangkan. Berbisnis itu menantang, tapi ini adalah cara yang paling tepat bagi kamu untuk mempelajari seni berjualan dan ini adalah kemampuan yang bisa kamu gunakan sepanjang karir kamu. Semua entrepreneur yang sukses adalah penjual yang baik. Mereka memiliki kemampuan menjual mimpi dan visi mereka. Kamu juga akan bertemu dengan banyak orang yang bermanfaat untuk kamu dan karirmu ke depannya. Ketika kamu sudah berada di dalam bisnis, kamu juga akan belajar tentang apa yang bisa dijual dan apa yang tidak. Gunakan sensitifitasmu dalam menemukan sentimen pasar sebagai platform untuk menjalankan bisnis kamu dan dalam mengidentifikasi produk yang akan laris di masa depan.
Cobalah membeli baju dan sepatu seminim mungkin. Kamu bisa membeli semua itu ketika kamu kaya. Simpan uangmu dan belilah hadiah untuk seseorang yang kamu sayangi dan ceritakan kepadanya mengenai rencanamu dan target finansial kamu. Ceritakan kepada mereka kenapa kamu sangat berhemat. Ceritakan usaha-usahamu, tujuan dan mimpimu kepada mereka.
Di mana-mana pebisnis membutuhkan bantuan. Tawarkan dirimu untuk melakukan kerja sampingan dari peluang apapun. Ini akan membantu mengasah impianmu dan kemampuanmu. Kamu akan mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan nantinya kamu akan lebih dekat kepada target finansialmu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membaginya ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu buat dirimu berguna. Tingkatkan investasimu dalam networking. Ketika kamu meningkatkan investasi sosialmu, memperluas jaringan networkingmu, pastinya pendapatanmu akan meningkat secara proporsional. Tingkatkan investasimu dalam belajar, kuatkan rasa percaya dirimu, tambah lagi jatah liburmu, perluas lagi cakrawalamu dan tingkatkan investasimu untuk masa depan, dan hal tersebutlah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatanmu.
Pertahankan keseimbangan ini dan sedikit demi sedikit kamu akan mulai mendapatkan pendapatan lebih. Ini adalah lingkaran yang baik untuk rencana hidup. Tubuhmu akan mulai membaik dan membaik seiring kamu mendapatkan nutrisi dan perawatan lebih. Temanmu akan bertambah banyak dan kamu akan mulai membuat koneksi yang lebih berharga di masa yang sama. Kemudian kamu akan memiliki kondisi untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang cukup tinggi dan setelah itu kamu akan mulai terekspos dengan proyek yang lebih besar dan peluang yang lebih besar. Kemudian, kamu akan menyadari mimpi-mimpimu, kebutuhan membeli rumah, mobil dan persiapan untuk dana pendidikan anak-anakmu di masa yang akan datang.
Hidup bisa didesain. Karir bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa dipersiapkan. Kamu harus mulai berencana sekarang. Jikalau kamu miskin, habiskan sedikit waktu di rumah dan lebih banyak waktu di luar. Ini seni kehidupan. Apabila kamu miskin, habiskan uang untuk orang lain. Apabila kamu kaya, habiskan uang untuk dirimu sendiri. Banyak orang yang melakukan sebaliknya.
Apabila kamu miskin, berbaiklah kepada orang lain. Jangan menjadi orang yang perhitungan. Apabila kamu kaya, kamu harus membiarkan orang lain berbuat baik kepada kamu. Kamu harus belajar berbuat baik kepada dirimu sendiri. Apabila kamu miskin, kamu harus melempar dirimu keluar dan membiarkan orang memanfaatkan kamu. Apabila kamu kaya, kamu harus menjaga dirimu dengan baik dan jangan biarkan orang lain terlalu memanfaatkan kamu. Ini adalah cara hidup yang tidak banyak orang mengerti.
Teori yang terkenal dari Harvard : Perbedaan nasib seseorang ditentukan dari apa yang dikerjakan orang tersebut pada waktu luangnya dari jam 20.00 hingga jam 22.00. Gunakan dua jam ini untuk belajar, berpikir dan berpartisipasi dalam diskusi dan pembelajaran yang berarti. Kalau kamu bertahan seperti ini dalam beberapa tahun, sukses akan datang menghampirimu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, ingat selalu untuk membagi pendapatanmu ke dalam 5 bagian. Jaga tubuhmu supaya tetap dalam kondisi yang baik. Berinvestasilah dalam lingkar sosialmu supaya kamu bisa terus bertemu dengan orang-orang baru di mana kamu bisa belajar hal-hal baru. Memperluas jaringanmu juga akan berkesan penting terhadap berapa yang akan kamu peroleh. Berpetualanglah setiap tahun dan perluas pandanganmu. Juga selalu mencari tahu tentang perkembangan terbaru dalam industri. Jika kamu mengikuti rencana ini dengan baik, kamu akan melihat peningkatan yang signifikan dalam pemasukanmu.
Kumpulan uang yang kedua: Untuk networking, perluas jaringan pertemananmu. Tentunya hal ini akan membuat dirimu dikenal oleh banyak orang. Anggarkan tagihan telpon sekitar +- Rp 185 ribu, kemudian kamu bisa mentraktir temanmu makan 2 kali dalam sebulan, masing-masing Rp 200-300 ribu. Siapa yang kamu traktir? Selalu ingat untuk mentraktir makan siang untuk orang-orang yang lebih pandai atau memiliki wawasan lebih dari pada kamu, yang lebih kaya, atau orang-orang yang telah membantu kamu dalam berkarir. Pastikan kamu melakukannya setiap bulan. Setelah satu tahun, lingkaran pertemanan kamu akan menghasilkan nilai yang luar biasa. Selain reputasi dan pengaruh, akan ada nilai lebih yang dihasilkan. Image baik dan murah hati juga akan meningkat.
Kumpulan uang yang ketiga: Untuk belajar. Sisihkan sekitar Rp 200 ribu untuk membeli buku. Karena kamu tidak memiliki banyak uang, maka kamu harus belajar. Ketika kamu membeli buku, bacalah buku itu dengan saksama dan pelajari pelajaran dan strategi yang diajarkan di dalam buku itu. Setiap buku, setelah kamu membacanya, coba buat resumenya dalam bahasamu sendiri. Coba membagi dengan yang lain tentang isi buku itu juga akan meningkatkan kepercayaan dan daya tarik kamu. Juga simpanlah uang hingga Rp 300 ribu untuk menghadiri sesi pelatihan. Ketika kamu memiliki pendapatan lebih atau tambahan simpanan uang, cobalah untuk berpartisipasi untuk pelatihan lanjutan. Ketika kamu berpartisipasi dalam training yang baik, kamu tidak hanya mendapatkan pengetahuan, melainkan kamu juga akan bertemu dengan teman yang memiliki pemikiran yang sama dengan kamu.
Kumpulan uang yang keempat: Gunakan untuk berlibur ke luar negeri. Manjakan dirimu dengan pergi berlibur minimal sekali dalam setahun. Teruslah tumbuh besar dari pengalaman hidup. Tinggalah di hostel murah untuk menghemat biaya liburan. Gunakan pengalaman itu supaya kamu tetap semangat bekerja.
Kumpulan uang yang kelima: Investasi. Tabung Rp 1 juta dan kembangkan sebagai modal awal startup kamu. Modal itu bisa kamu gunakan untuk membangun bisnis kecil. Bisnis kecil itu aman. Pergilah ke supplier dan carilah produk untuk dijual. Walaupun kamu rugi dan kehilangan uang, kamu tidak akan kehilangan terlalu banyak. Bagaimanapun, ketika kamu mulai mendapatkan uang, hal itu akan meningkatkan rasa percaya diri dan keberanian dan kamu bisa mempelajari pengalaman baru dalam menjalankan bisnis kecil. Ketika kamu memperoleh uang lebih banyak, kamu bisa mulai membeli rencana investasi jangka panjang dan mendapatkan jaminan jangka panjang terhadap kekayaan finansial kamu dan keluargamu. Jadi tidak peduli apapun yang terjadi, akan selalu ada dana yang cukup dan kualitas hidup akan terjamin.
Nah, setelah kamu berusaha selama setahun dan gajimu masih tetap Rp 4 juta, itu berarti kamu belum sukses tumbuh sebagai seseorang. Kamu seharusnya benar-benar malu terhadap diri kamu. Coba pergi ke supermarket dan beli tahu yang paling keras. Ambilah dan hantamkan tahu itu ke kepalamu karena kamu layak mendapatkannya.
Jika pendapatan bulananmu +- Rp 5,5juta IDR, kamu masih harus bekerja keras. Kamu harus mencoba mendapatkan pekerjaan sampingan. Mendapatkan pekerjaan sampingan tentunya akan menjadi menyenangkan. Berbisnis itu menantang, tapi ini adalah cara yang paling tepat bagi kamu untuk mempelajari seni berjualan dan ini adalah kemampuan yang bisa kamu gunakan sepanjang karir kamu. Semua entrepreneur yang sukses adalah penjual yang baik. Mereka memiliki kemampuan menjual mimpi dan visi mereka. Kamu juga akan bertemu dengan banyak orang yang bermanfaat untuk kamu dan karirmu ke depannya. Ketika kamu sudah berada di dalam bisnis, kamu juga akan belajar tentang apa yang bisa dijual dan apa yang tidak. Gunakan sensitifitasmu dalam menemukan sentimen pasar sebagai platform untuk menjalankan bisnis kamu dan dalam mengidentifikasi produk yang akan laris di masa depan.
Cobalah membeli baju dan sepatu seminim mungkin. Kamu bisa membeli semua itu ketika kamu kaya. Simpan uangmu dan belilah hadiah untuk seseorang yang kamu sayangi dan ceritakan kepadanya mengenai rencanamu dan target finansial kamu. Ceritakan kepada mereka kenapa kamu sangat berhemat. Ceritakan usaha-usahamu, tujuan dan mimpimu kepada mereka.
Di mana-mana pebisnis membutuhkan bantuan. Tawarkan dirimu untuk melakukan kerja sampingan dari peluang apapun. Ini akan membantu mengasah impianmu dan kemampuanmu. Kamu akan mulai mengembangkan kemampuan berbicara dan nantinya kamu akan lebih dekat kepada target finansialmu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, selalu ingat untuk membaginya ke dalam 5 bagian yang proporsional. Selalu buat dirimu berguna. Tingkatkan investasimu dalam networking. Ketika kamu meningkatkan investasi sosialmu, memperluas jaringan networkingmu, pastinya pendapatanmu akan meningkat secara proporsional. Tingkatkan investasimu dalam belajar, kuatkan rasa percaya dirimu, tambah lagi jatah liburmu, perluas lagi cakrawalamu dan tingkatkan investasimu untuk masa depan, dan hal tersebutlah yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatanmu.
Pertahankan keseimbangan ini dan sedikit demi sedikit kamu akan mulai mendapatkan pendapatan lebih. Ini adalah lingkaran yang baik untuk rencana hidup. Tubuhmu akan mulai membaik dan membaik seiring kamu mendapatkan nutrisi dan perawatan lebih. Temanmu akan bertambah banyak dan kamu akan mulai membuat koneksi yang lebih berharga di masa yang sama. Kemudian kamu akan memiliki kondisi untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang cukup tinggi dan setelah itu kamu akan mulai terekspos dengan proyek yang lebih besar dan peluang yang lebih besar. Kemudian, kamu akan menyadari mimpi-mimpimu, kebutuhan membeli rumah, mobil dan persiapan untuk dana pendidikan anak-anakmu di masa yang akan datang.
Hidup bisa didesain. Karir bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa dipersiapkan. Kamu harus mulai berencana sekarang. Jikalau kamu miskin, habiskan sedikit waktu di rumah dan lebih banyak waktu di luar. Ini seni kehidupan. Apabila kamu miskin, habiskan uang untuk orang lain. Apabila kamu kaya, habiskan uang untuk dirimu sendiri. Banyak orang yang melakukan sebaliknya.
Apabila kamu miskin, berbaiklah kepada orang lain. Jangan menjadi orang yang perhitungan. Apabila kamu kaya, kamu harus membiarkan orang lain berbuat baik kepada kamu. Kamu harus belajar berbuat baik kepada dirimu sendiri. Apabila kamu miskin, kamu harus melempar dirimu keluar dan membiarkan orang memanfaatkan kamu. Apabila kamu kaya, kamu harus menjaga dirimu dengan baik dan jangan biarkan orang lain terlalu memanfaatkan kamu. Ini adalah cara hidup yang tidak banyak orang mengerti.
Teori yang terkenal dari Harvard : Perbedaan nasib seseorang ditentukan dari apa yang dikerjakan orang tersebut pada waktu luangnya dari jam 20.00 hingga jam 22.00. Gunakan dua jam ini untuk belajar, berpikir dan berpartisipasi dalam diskusi dan pembelajaran yang berarti. Kalau kamu bertahan seperti ini dalam beberapa tahun, sukses akan datang menghampirimu.
Tidak peduli berapa banyak uang yang kamu dapatkan, ingat selalu untuk membagi pendapatanmu ke dalam 5 bagian. Jaga tubuhmu supaya tetap dalam kondisi yang baik. Berinvestasilah dalam lingkar sosialmu supaya kamu bisa terus bertemu dengan orang-orang baru di mana kamu bisa belajar hal-hal baru. Memperluas jaringanmu juga akan berkesan penting terhadap berapa yang akan kamu peroleh. Berpetualanglah setiap tahun dan perluas pandanganmu. Juga selalu mencari tahu tentang perkembangan terbaru dalam industri. Jika kamu mengikuti rencana ini dengan baik, kamu akan melihat peningkatan yang signifikan dalam pemasukanmu.
Artikel ini diambil dari e27.co dan presentasi William Widjaya (Regional Manajer SEA Fenox VC)
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino meninggal. Pengusaha nyentrik itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2015) sekira pukul 17.30 WIB.
Om Bob, begitu sapaan akrabnya, adalah pengusaha sukses di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.
Perjalan hidup Om Bob sangat menarik dan menginspirasi banyak orang. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saat berumur 19 tahun, orangtuanya meninggal. Dia pun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
Bob sempat menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan menetap di Belanda selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di Kota Amsterdam. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta dua mobil Mercedes keluaran 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.
Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoni Om Bob setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes miliknya. Ia sendiri yang menjadi sopir. Namun sayang, suatu ketika ia kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.
Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp100.
Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam.
Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob, orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu.
Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Dalam beberapa kesempatan, dia mengaku sempat jualan telur ayam di Pasar Mampang, Jakarta Selatan.
Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam.
Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.
Selain sibuk bisnis, dia juga sering diundang menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi. Dia mengaku tak ingin mendidik anaknya menjadi manja. Bahkan, dia meminta anaknya berjualan pecel lele agar bisa mandiri dan mengarungi usaha dari nol.
Om Bob, begitu sapaan akrabnya, adalah pengusaha sukses di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.
Perjalan hidup Om Bob sangat menarik dan menginspirasi banyak orang. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Saat berumur 19 tahun, orangtuanya meninggal. Dia pun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.
Bob sempat menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan menetap di Belanda selama kurang lebih sembilan tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di Kota Amsterdam. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta dua mobil Mercedes keluaran 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.
Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Pekerjaan pertama yang dilakoni Om Bob setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes miliknya. Ia sendiri yang menjadi sopir. Namun sayang, suatu ketika ia kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah.
Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp100.
Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam.
Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob, orang pertama yang memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu.
Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri.
Dalam beberapa kesempatan, dia mengaku sempat jualan telur ayam di Pasar Mampang, Jakarta Selatan.
Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam.
Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.
Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.
Selain sibuk bisnis, dia juga sering diundang menjadi dosen tamu di beberapa perguruan tinggi. Dia mengaku tak ingin mendidik anaknya menjadi manja. Bahkan, dia meminta anaknya berjualan pecel lele agar bisa mandiri dan mengarungi usaha dari nol.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Entrepreneurship merupakan dunia yang sarat ambisi. Dunia ini erat dengan perspektif kerja keras, tidak mudah menyerah dan berani mengambil kesempatan dan menghadapi tantangan.
Ada baiknya kita juga menggunakan pendekatan ini ketika sudah lulus kuliah. Bukan berarti kita harus membangun bisnis sendiri, tetapi menggunakan berbagai filosofi para entrepreneur seperti berani mengambil kesempatan dan berpikir di luar kotak ketika mencari pekerjaan.
Para pebisnis sukses terkenal dengan keberanian mengambil risiko, menghadapi kesulitan dan mendulang sukses ketika nampaknya mustahil. Mereka menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah serta memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.
Pada upacara wisuda Stanford University 2005 lalu, Steve Jobs mengatakan bahwa kunci sukses pada karier adalah dengan menemukan passion kita. "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai," kata Steve seperti dikutit dari Daily Mail.
Tetapi hal tersebut tidaklah cukup. Menurut pendiri situs networking LinkedIn, Reid Hoffman, kita perlu menyesuaikan passion dengan kenyataan pasar. Kita pun perlu melakukan pendekatan terhadap karier seperti seorang entrepreneur. Artinya, berinvestasi pada diri sendiri, bangun kemampuan diri serta selalu belajar dan berevolusi.
"Guna menaklukkan pasar tenaga kerja, Anda perlu mengantisipasi perubahan dunia dan perubahan pada diri sendiri," tutur Reid.
Hal ini, kata Reid, bermakna, kita perlu beradaptasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan melalui berbagai pengembangan kompetensi, belajar secara kontinyu dan menambahkan aset lain yang membuat kita berbeda dari orang lain.
Reid menyarankan, kita harus mampu berevolusi dan fleksibel dengan rencana karier. Pasalnya, dunia kerja selalu berubah, begitu juga diri kita yang senantiasa berubah sesuai pengalaman hidup.
"Anda bukan produk akhir. Jika Anda tidak tetap berevolusi, maka Anda akan sekarat," imbuhnya.
Ada baiknya kita juga menggunakan pendekatan ini ketika sudah lulus kuliah. Bukan berarti kita harus membangun bisnis sendiri, tetapi menggunakan berbagai filosofi para entrepreneur seperti berani mengambil kesempatan dan berpikir di luar kotak ketika mencari pekerjaan.
Para pebisnis sukses terkenal dengan keberanian mengambil risiko, menghadapi kesulitan dan mendulang sukses ketika nampaknya mustahil. Mereka menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan berubah serta memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengubahnya menjadi kesuksesan.
Pada upacara wisuda Stanford University 2005 lalu, Steve Jobs mengatakan bahwa kunci sukses pada karier adalah dengan menemukan passion kita. "Anda harus menemukan apa yang Anda cintai," kata Steve seperti dikutit dari Daily Mail.
Tetapi hal tersebut tidaklah cukup. Menurut pendiri situs networking LinkedIn, Reid Hoffman, kita perlu menyesuaikan passion dengan kenyataan pasar. Kita pun perlu melakukan pendekatan terhadap karier seperti seorang entrepreneur. Artinya, berinvestasi pada diri sendiri, bangun kemampuan diri serta selalu belajar dan berevolusi.
"Guna menaklukkan pasar tenaga kerja, Anda perlu mengantisipasi perubahan dunia dan perubahan pada diri sendiri," tutur Reid.
Hal ini, kata Reid, bermakna, kita perlu beradaptasi dan menyiapkan diri menghadapi masa depan melalui berbagai pengembangan kompetensi, belajar secara kontinyu dan menambahkan aset lain yang membuat kita berbeda dari orang lain.
Reid menyarankan, kita harus mampu berevolusi dan fleksibel dengan rencana karier. Pasalnya, dunia kerja selalu berubah, begitu juga diri kita yang senantiasa berubah sesuai pengalaman hidup.
"Anda bukan produk akhir. Jika Anda tidak tetap berevolusi, maka Anda akan sekarat," imbuhnya.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
LokalZone - Tak hanya menjadi sumber pengetahuan, buku juga menjadi penyemangat Managing Director PT Elang Biru Indonesia Gemilang, Wayan Raimantara di kala semangatnya turun sebagai pengusaha.
Tidak mudah memang menjadi pengusaha. Hal ini juga diakui Wayan. Ia sempat mengalami keraguan saat membangun usahanya. Usaha yang dibangun adalah distribusi madu Manuka dengan kualitas terbaik yang dibanderol dengan harga premium. Terlebih, sebelumnya ia terbiasa menjadi pegawai yang menerima gaji bulanan. Sedangkan saat membangun perusahaan, tabungannya sempat hampir terkuras.
“Sempat ragu menjadi pengusaha, terutama edukasi masyarakat mengenai manfaat madu Manuka terbilang tidak mudah. Tapi di saat keraguan muncul, saya langsung mengatasinya dengan membaca buku motivasi,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Tak heran apabila Wayan mengaku banyak mengoleksi buku motivasi di rumahnya. Saat ini, hampir sebanyak 30 buku terpajang di rumahnya. Lucunya, belum sampai buku motivasi tersebut habis dibaca, ia malah membeli buku lagi untuk menambah koleksinya.
Dari seluruh buku motivasi tersebut, ia memetik sebuah pelajaran, bahwa ketika menjadi pengusaha, modal utamanya adalah mengubah pola pikir dari hanya bermimpi menjadi aksi atau tindakan yang cepat untuk merealisasikannya. Karena itu, begitu Wayan ingin menjadi distributor madu Manuka yang berasal dari Selandia Baru, langsung diwujudkan dengan mengirimkan pesan elektronik (email) kepada perusahaannya, yaitu Manuka Health New Zealand Ltd.
“Ketika tidak mendapatkan respons, saya telepon perusahaan tersebut. Yang penting bagi saya adalah respons agar bisa merealisasikan impian saya tersebut,” jelasnya.
Berkat buku yang menjadi penyemangatnya tersebut, Wayan mengaku usahanya telah berbuah manis. Sejak mendirikan perusahaan dan berjualan madu Manuka pada 2006, pendapatan perusahaannya mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen per tahun. Ia pun semakin optimistis di tahun-tahun mendatang produknya akan semakin diterima oleh masyarakat Indonesia.
Mengingat produk perlebahan yang ditawarkannya memiliki kualitas terbaik dan memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya. Sebab, madu Manuka adalah salah satu madu yang mengandung antibakteri terbaik di dunia. Madu Manuka berasal dari nektar bunga manuka yang hidup di Selandia Baru. Suku bangsa asli di Selandia Baru, yakni bangsa Maori, sejak lama selalu menggunakan madu ini untuk pengobatan.
“Dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Thomas Henle dari Jerman tahun 2008, terungkap adanya Methylglyoxal (MGO) sebagai senyawa antibakteri dalam madu Manuka yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan,” jelasnya.
Kembali ke Indonesia
Sebelum menjadi pengusaha, Wayan sempat menikmati sebagai pegawai di beragam perusahaan. Setelah lulus pascasarjana di Selandia Baru, ia bekerja di sebuah lembaga milik pemerintah di Negeri Kiwi tersebut yang khusus memasarkan pendidikan mereka di Indonesia. Setahun kemudian, ia pun sempat bekerja di Mead Johnson selama dua tahun. Setelah itu, ia pindah ke Philip Morris. Tak lama berselang, ia pun bermigrasi ke Selandia Baru karena di sana mendapatkan tempat tinggal permanen. Setelah bekerja di negeri tersebut selama dua tahun, ia pun pulang ke Indonesia.
“Tapi kali ini saya tidak mau jadi karyawan lagi dan memantapkan diri untuk menjadi pengusaha. Kala itu, saya memulai usaha saat usia memasuki 40 tahun. Kata orang life begin at 40, saya rasa itu betul,” jelasnya.
Tidak mudah memang menjadi pengusaha. Hal ini juga diakui Wayan. Ia sempat mengalami keraguan saat membangun usahanya. Usaha yang dibangun adalah distribusi madu Manuka dengan kualitas terbaik yang dibanderol dengan harga premium. Terlebih, sebelumnya ia terbiasa menjadi pegawai yang menerima gaji bulanan. Sedangkan saat membangun perusahaan, tabungannya sempat hampir terkuras.
“Sempat ragu menjadi pengusaha, terutama edukasi masyarakat mengenai manfaat madu Manuka terbilang tidak mudah. Tapi di saat keraguan muncul, saya langsung mengatasinya dengan membaca buku motivasi,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Tak heran apabila Wayan mengaku banyak mengoleksi buku motivasi di rumahnya. Saat ini, hampir sebanyak 30 buku terpajang di rumahnya. Lucunya, belum sampai buku motivasi tersebut habis dibaca, ia malah membeli buku lagi untuk menambah koleksinya.
Dari seluruh buku motivasi tersebut, ia memetik sebuah pelajaran, bahwa ketika menjadi pengusaha, modal utamanya adalah mengubah pola pikir dari hanya bermimpi menjadi aksi atau tindakan yang cepat untuk merealisasikannya. Karena itu, begitu Wayan ingin menjadi distributor madu Manuka yang berasal dari Selandia Baru, langsung diwujudkan dengan mengirimkan pesan elektronik (email) kepada perusahaannya, yaitu Manuka Health New Zealand Ltd.
“Ketika tidak mendapatkan respons, saya telepon perusahaan tersebut. Yang penting bagi saya adalah respons agar bisa merealisasikan impian saya tersebut,” jelasnya.
Berkat buku yang menjadi penyemangatnya tersebut, Wayan mengaku usahanya telah berbuah manis. Sejak mendirikan perusahaan dan berjualan madu Manuka pada 2006, pendapatan perusahaannya mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen per tahun. Ia pun semakin optimistis di tahun-tahun mendatang produknya akan semakin diterima oleh masyarakat Indonesia.
Mengingat produk perlebahan yang ditawarkannya memiliki kualitas terbaik dan memberikan manfaat yang lebih baik dibandingkan dengan jenis lainnya. Sebab, madu Manuka adalah salah satu madu yang mengandung antibakteri terbaik di dunia. Madu Manuka berasal dari nektar bunga manuka yang hidup di Selandia Baru. Suku bangsa asli di Selandia Baru, yakni bangsa Maori, sejak lama selalu menggunakan madu ini untuk pengobatan.
“Dalam penelitian yang dilakukan oleh Profesor Thomas Henle dari Jerman tahun 2008, terungkap adanya Methylglyoxal (MGO) sebagai senyawa antibakteri dalam madu Manuka yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kesehatan dan pengobatan,” jelasnya.
Kembali ke Indonesia
Sebelum menjadi pengusaha, Wayan sempat menikmati sebagai pegawai di beragam perusahaan. Setelah lulus pascasarjana di Selandia Baru, ia bekerja di sebuah lembaga milik pemerintah di Negeri Kiwi tersebut yang khusus memasarkan pendidikan mereka di Indonesia. Setahun kemudian, ia pun sempat bekerja di Mead Johnson selama dua tahun. Setelah itu, ia pindah ke Philip Morris. Tak lama berselang, ia pun bermigrasi ke Selandia Baru karena di sana mendapatkan tempat tinggal permanen. Setelah bekerja di negeri tersebut selama dua tahun, ia pun pulang ke Indonesia.
“Tapi kali ini saya tidak mau jadi karyawan lagi dan memantapkan diri untuk menjadi pengusaha. Kala itu, saya memulai usaha saat usia memasuki 40 tahun. Kata orang life begin at 40, saya rasa itu betul,” jelasnya.
Edukasi - Entrepreneur - Motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)
















