Bali, Lokalzone - Serangkaian kasus kriminalitas jalanan yang melibatkan kelompok bersepeda motor di Denpasar, Bali seolah tak pernah surut.
Dari sejumlah laporan kasus yang masuk ke kepolisian tak sedikit kasus kriminalitas jalanan tersebut yang belum mampu terungkap.
Di sisi lain, sejumlah keberhasilan aparat kepolisian menguak kasus tersebut memunculkan fakta bahwa rata-rata pelaku yang terlibat dalam kasus kriminalitas jalanan itu adalah para remaja yang seharusnya masih fokus berurusan dengan studi di sekolah.
Karena satu dan lain hal, serta pengaruh lingkungan yang buruk, remaja-remaja tersebut pun menjadi akrab dengan kehidupan jalanan.
Minum-minuman keras dan menggeber sepeda motor seakan menjadi hal yang tak dapat dipisahkan manakala sebuah kasus penganiayaan serta perundungan terjadi.
Masih terngiang di benak kita, tatkala kepolisian daerah (Polda) Bali meringkus 14 orang remaja yang tergabung di dalam sebuah perkumpulan bermotor yang menamakan dirinya MS 13 pada 18 Oktober malam.
Sejumlah catatan kepolisian menyebut Geng Motor yang digawangi Sudarsa tersebut pernah lakukan aksi kekerasan di wilayah Renon, yang mengakibatkan mereka masuk dalam target operasi pihak kepolisian.
Selain itu, kebutuhan geng motor untuk tetap meng-ajeg-kan dan ingin menunjukkan eksistensinya pernah berbuntut pada proses hukum.
Kasus tersebut pernah terjadi di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat.
Sebanyak 7 orang remaja berinisial BPM (16), AH (15), FNA (15), KS (16), IP (15), SG (22), dan F (18), diciduk anggota buru sergap Polsek Denpasar Barat lantaran adanya laporan dari masyarakat yang mengaku diserang segerombolan pemuda bersepeda motor.
Usai ditangkap, mereka mengaku melukai orang-orang di jalan pada malam hari lantaran ingin membubarkan aksi geng motor di wilayah Denpasar.
Akibatnya 6 orang menjadi korban. Beberapa diantaranya mengalami luka tusukan cukup serius.
“Dari kepolisian menduga alasan sebenarnya adalah ingin eksis. Korban mereka bukan anggota geng motor kok. Bahkan ada masyarakat yang sedang makan di pinggir jalan juga yang jadi korban mereka,” ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Lutfi Olot Gigantara, kala itu.
Selain dua kasus tersebut, sesungguhnya masih ada sejumlah catatan perilaku buruk geng motor di kota bermoto berwawasan budaya ini.
Penganiayaan terhadap Gung Krisna (19) di Renon pada 4 Juli, dan Yuda Cahya Diputra (24) di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, pada Minggu 3 Juli sudah cukup jadi sinyalemen bahwa tindakan main kekerasan yang kerap dilakukan para bajingan jalanan ini sudah sepatutnya mendapat perhatian lebih dari pihak kepolisian.
Hal yang lebih penting lagi adalah pengawasan dari keluarga dan sekolah.
Ini sebagai fungsi pranata sosial agar remaja di Denpasar dapat dicegah untuk terlibat lebih jauh dengan perkumpulan yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri.
Dari sejumlah laporan kasus yang masuk ke kepolisian tak sedikit kasus kriminalitas jalanan tersebut yang belum mampu terungkap.
Di sisi lain, sejumlah keberhasilan aparat kepolisian menguak kasus tersebut memunculkan fakta bahwa rata-rata pelaku yang terlibat dalam kasus kriminalitas jalanan itu adalah para remaja yang seharusnya masih fokus berurusan dengan studi di sekolah.
Karena satu dan lain hal, serta pengaruh lingkungan yang buruk, remaja-remaja tersebut pun menjadi akrab dengan kehidupan jalanan.
Minum-minuman keras dan menggeber sepeda motor seakan menjadi hal yang tak dapat dipisahkan manakala sebuah kasus penganiayaan serta perundungan terjadi.
Masih terngiang di benak kita, tatkala kepolisian daerah (Polda) Bali meringkus 14 orang remaja yang tergabung di dalam sebuah perkumpulan bermotor yang menamakan dirinya MS 13 pada 18 Oktober malam.
Sejumlah catatan kepolisian menyebut Geng Motor yang digawangi Sudarsa tersebut pernah lakukan aksi kekerasan di wilayah Renon, yang mengakibatkan mereka masuk dalam target operasi pihak kepolisian.
Selain itu, kebutuhan geng motor untuk tetap meng-ajeg-kan dan ingin menunjukkan eksistensinya pernah berbuntut pada proses hukum.
Kasus tersebut pernah terjadi di wilayah hukum Polsek Denpasar Barat.
Sebanyak 7 orang remaja berinisial BPM (16), AH (15), FNA (15), KS (16), IP (15), SG (22), dan F (18), diciduk anggota buru sergap Polsek Denpasar Barat lantaran adanya laporan dari masyarakat yang mengaku diserang segerombolan pemuda bersepeda motor.
Usai ditangkap, mereka mengaku melukai orang-orang di jalan pada malam hari lantaran ingin membubarkan aksi geng motor di wilayah Denpasar.
Akibatnya 6 orang menjadi korban. Beberapa diantaranya mengalami luka tusukan cukup serius.
“Dari kepolisian menduga alasan sebenarnya adalah ingin eksis. Korban mereka bukan anggota geng motor kok. Bahkan ada masyarakat yang sedang makan di pinggir jalan juga yang jadi korban mereka,” ujar Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Lutfi Olot Gigantara, kala itu.
Selain dua kasus tersebut, sesungguhnya masih ada sejumlah catatan perilaku buruk geng motor di kota bermoto berwawasan budaya ini.
Penganiayaan terhadap Gung Krisna (19) di Renon pada 4 Juli, dan Yuda Cahya Diputra (24) di Jalan Kebo Iwa, Denpasar, pada Minggu 3 Juli sudah cukup jadi sinyalemen bahwa tindakan main kekerasan yang kerap dilakukan para bajingan jalanan ini sudah sepatutnya mendapat perhatian lebih dari pihak kepolisian.
Hal yang lebih penting lagi adalah pengawasan dari keluarga dan sekolah.
Ini sebagai fungsi pranata sosial agar remaja di Denpasar dapat dicegah untuk terlibat lebih jauh dengan perkumpulan yang dapat merugikan masa depan mereka sendiri.
Bali - Kerusuhan
Bali, Lokalzone - I Ketut Sumerta (44) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di meja persidangan, karena telah melakukan pembunuhan terhadap istrinya Ni Putu Antrini (40).
Atas pembunuhan itu, ia didakwa pasal berlapis pada Senin (31/10/2016) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Jaksa Dewa Arya Lanang Raharja dalam dakwaan menyatakan, atas perbuatan bapak dua anak itu, ia didakwa tiga pasal sekaligus.
Dakwaan kesatu, yakni Pasal 44 ayat 3 Undang - Undang No 23/2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Terdakwa juga didakwa Pasal 338 KUHP, dan pasal 351 ayat 3 KUHP penganiayaan berat berujung kematian.
Dibeberkan, saat itu korban Antrini meminta terdakwa mengambil foto bersama artis pop Bali yang sedang launching album di Art Center.
Namun terdakwa tidak mau karena memori hand phone (HP) penuh. Tidak bisa mengabadikan momen dengan artis idolanya, korban ngambek. Korban terus mengomeli terdakwa sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah.
"Disuruh fotoin istri saja gak mau, coba orang yang lain suruh, pasti mau," ujar jaksa Lanang Raharja, menirukan pernyataan korban.
Pernyataan korban itu diulang terus menerus. Terus diomeli, emosi terdakwa terpancing. Hingga puncaknya pukul 04.30, menjelang subuh, korban yang hendak ke kamar mandi masih mengomel.
Terdakwa yang tak lagi bisa menahan emosi akhirnya kalap. Terdakwa spontan memukul dan membenturkan kepala istrinya di tembok dengan keras. Pendarahan hebat membuat korban menghembuskan napas terakhir.
Terdakwa di persidangan didampingi kuasa hukumnya yaitu Agus Suparman. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.
Atas pembunuhan itu, ia didakwa pasal berlapis pada Senin (31/10/2016) di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali. Jaksa Dewa Arya Lanang Raharja dalam dakwaan menyatakan, atas perbuatan bapak dua anak itu, ia didakwa tiga pasal sekaligus.
Dakwaan kesatu, yakni Pasal 44 ayat 3 Undang - Undang No 23/2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Terdakwa juga didakwa Pasal 338 KUHP, dan pasal 351 ayat 3 KUHP penganiayaan berat berujung kematian.
Dibeberkan, saat itu korban Antrini meminta terdakwa mengambil foto bersama artis pop Bali yang sedang launching album di Art Center.
Namun terdakwa tidak mau karena memori hand phone (HP) penuh. Tidak bisa mengabadikan momen dengan artis idolanya, korban ngambek. Korban terus mengomeli terdakwa sepanjang perjalanan hingga sampai di rumah.
"Disuruh fotoin istri saja gak mau, coba orang yang lain suruh, pasti mau," ujar jaksa Lanang Raharja, menirukan pernyataan korban.
Pernyataan korban itu diulang terus menerus. Terus diomeli, emosi terdakwa terpancing. Hingga puncaknya pukul 04.30, menjelang subuh, korban yang hendak ke kamar mandi masih mengomel.
Terdakwa yang tak lagi bisa menahan emosi akhirnya kalap. Terdakwa spontan memukul dan membenturkan kepala istrinya di tembok dengan keras. Pendarahan hebat membuat korban menghembuskan napas terakhir.
Terdakwa di persidangan didampingi kuasa hukumnya yaitu Agus Suparman. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.
Bali - Pidana
Bali, Lokalzone - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menilai, Bali sebagai daerah tujuan wisata utama di Indonesia cukup rawan terhadap peredaran narkoba dan jenis benda haram lainnya.
"Bali yang dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri memiliki fasilitas pendukung yang memadai, termasuk tempat hiburan malam yang dicurigai sebagai tempat peredaran benda haram tersebut," kata Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa di Kampus Universitas Dhyana Pura Kuta, Kabupaten Badung, Senin.
Ketika membuka Seminar Mewaspadai Penyebaran Narkoba secara online yang melibatkan sekitar 200 mahasiswa, Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara BNN Provinsi Bali dengan Universitas Dhyana Pura dan Organisasi Masyarakat (Ormas) "Saya Indonesia".
Kegiatan tersebut sekaligus membentuk satuan tugas (Satgas) dari lingkungan kampus untuk pencegahan narkoba di Pulau Dewata.
Brigjen Pol Putu Gede Suastawa mengingatkan, upaya itu sangat penting dalam mengantispasi penyebaran narkoba yang dinilai tanpa batas, terlebih dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat.
"Untuk itu, Bali perlu mendapatkan perhatian yang serius dengan memberikan pemahaman bahaya pengunaan narkoba untuk mengantisipasi peredaran tersebut," ujar Gede Suastawa.
Narkoba menjadi salah satu ancaman yang merusak mentalitas sumber daya manusia (SDM) yang mengakibatkan impoten permanen, memiliki pemikiran tidak waras dan mempercepat kematian.
Sementara itu Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengharapkan, masyarakat khususnya anak-anak muda Bali agar memperkuat moralitas dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu menjaga kesehatan fisik dengan rajin setiap hari berolahraga dan jiwa dengan memupuk nilai-nilai agama yang diyakininya.
"Seorang pemuda memiliki mental yang tanggung untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat," ujar Wisnu Bawa Tenaya.
"Bali yang dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri memiliki fasilitas pendukung yang memadai, termasuk tempat hiburan malam yang dicurigai sebagai tempat peredaran benda haram tersebut," kata Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa di Kampus Universitas Dhyana Pura Kuta, Kabupaten Badung, Senin.
Ketika membuka Seminar Mewaspadai Penyebaran Narkoba secara online yang melibatkan sekitar 200 mahasiswa, Ia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara BNN Provinsi Bali dengan Universitas Dhyana Pura dan Organisasi Masyarakat (Ormas) "Saya Indonesia".
Kegiatan tersebut sekaligus membentuk satuan tugas (Satgas) dari lingkungan kampus untuk pencegahan narkoba di Pulau Dewata.
Brigjen Pol Putu Gede Suastawa mengingatkan, upaya itu sangat penting dalam mengantispasi penyebaran narkoba yang dinilai tanpa batas, terlebih dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat.
"Untuk itu, Bali perlu mendapatkan perhatian yang serius dengan memberikan pemahaman bahaya pengunaan narkoba untuk mengantisipasi peredaran tersebut," ujar Gede Suastawa.
Narkoba menjadi salah satu ancaman yang merusak mentalitas sumber daya manusia (SDM) yang mengakibatkan impoten permanen, memiliki pemikiran tidak waras dan mempercepat kematian.
Sementara itu Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (WBT) mengharapkan, masyarakat khususnya anak-anak muda Bali agar memperkuat moralitas dan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Selain itu menjaga kesehatan fisik dengan rajin setiap hari berolahraga dan jiwa dengan memupuk nilai-nilai agama yang diyakininya.
"Seorang pemuda memiliki mental yang tanggung untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat," ujar Wisnu Bawa Tenaya.
Bali - Narkoba
Bali, Lokalzone - Sebanyak 24 warga negara asing berhasil diamankan oleh pihak Kemekumham wilayah Bali.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Ida Bagus K. Adnyana mengatakan pihaknya berhasil menangkap sebanyak 24 orang warga negara asing dalam kegiatan "Gerakan Serentak Penegakan Hukum Keimigrasian".
"Dalam kegiatan tersebut di Bali berhasil menangkap 24 orang warga negara asing (WNA), dan saat ini sudah dilakukan penyidikan terhadap warga bersangkutan, karena mereka menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan tujuannya ke Bali," katanya di Denpasar, Jumat (28/10/2016).
Ia mengatakan dalam kegiatan serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Sedangkan di Bali dilakukan pada Kamis malam (27/10).
Dalam kegiatan itu, tiga Kantor Imigrasi di Bali terlibat, yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Kantor Imigrasi I Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Kabupaten Buleleng.
"Dalam gerakan tersebut didukung divisi keimigrasian telah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan dan menyisir orang asing yang diduga melakukan pelanggaran di wilayah kerja masing-masing keimigrasian," ujarnya.
Adnyana mengatakan dari ke-24 orang WNA yang ditangkap tersebut, tujuh orang asal Tiongkok, Taiwan dua orang, Australia dua orang, Korea Selatan (1), India (2), Jerman (4), Prancis (4), Kuwait (2), Ghana (2), dan Azerbaijan (2) dengan kategori pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian.
Sedangkan seorang dari Maroko pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal.
"Mereka yang melakukan pelanggaran, semua dokumennya (paspor) untuk sementara disita sebagai barang bukti, yang selanjutnya mereka akan diperiksa untuk mengetahui apa alasan melakukan pelanggaran," ujarnya.
Adnyana lebih lanjut menjelaskan pengawasan tersebut dalam upaya menegakan hukum, sebab tidak semua orang asing yang datang ke Indonesia adalah memberi manfaat sebagai mana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian menganut prinsif kebijakan selektif (selektive policy).
"Pemerintah melalui Kemenkum dan Ham agar mengimplementasikan kebijakan Presiden RI Joko Widodo tentang Nawacita, dimana pemerintah hadir untuk melindungi rakyatnya, dalam hal ini terhadap keberadaan dan kegiatan orang-orang asing yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Ida Bagus K. Adnyana mengatakan pihaknya berhasil menangkap sebanyak 24 orang warga negara asing dalam kegiatan "Gerakan Serentak Penegakan Hukum Keimigrasian".
"Dalam kegiatan tersebut di Bali berhasil menangkap 24 orang warga negara asing (WNA), dan saat ini sudah dilakukan penyidikan terhadap warga bersangkutan, karena mereka menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan tujuannya ke Bali," katanya di Denpasar, Jumat (28/10/2016).
Ia mengatakan dalam kegiatan serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Sedangkan di Bali dilakukan pada Kamis malam (27/10).
Dalam kegiatan itu, tiga Kantor Imigrasi di Bali terlibat, yakni Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Kantor Imigrasi I Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Kabupaten Buleleng.
"Dalam gerakan tersebut didukung divisi keimigrasian telah menurunkan tim untuk melakukan pengawasan dan menyisir orang asing yang diduga melakukan pelanggaran di wilayah kerja masing-masing keimigrasian," ujarnya.
Adnyana mengatakan dari ke-24 orang WNA yang ditangkap tersebut, tujuh orang asal Tiongkok, Taiwan dua orang, Australia dua orang, Korea Selatan (1), India (2), Jerman (4), Prancis (4), Kuwait (2), Ghana (2), dan Azerbaijan (2) dengan kategori pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian.
Sedangkan seorang dari Maroko pelanggaran penyalahgunaan izin tinggal.
"Mereka yang melakukan pelanggaran, semua dokumennya (paspor) untuk sementara disita sebagai barang bukti, yang selanjutnya mereka akan diperiksa untuk mengetahui apa alasan melakukan pelanggaran," ujarnya.
Adnyana lebih lanjut menjelaskan pengawasan tersebut dalam upaya menegakan hukum, sebab tidak semua orang asing yang datang ke Indonesia adalah memberi manfaat sebagai mana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian menganut prinsif kebijakan selektif (selektive policy).
"Pemerintah melalui Kemenkum dan Ham agar mengimplementasikan kebijakan Presiden RI Joko Widodo tentang Nawacita, dimana pemerintah hadir untuk melindungi rakyatnya, dalam hal ini terhadap keberadaan dan kegiatan orang-orang asing yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Bali - Tanpa Ijin
Bali, Lokalzone - Seorang laki-laki berumur 49 tahun, Wayan Wardhana ditemukan tergeletak di depan warung pedagang nasi jinggo.
Sontak kejadian membuat warga geger. Korban ditemukan tergeletak di depan sebuah warung di Jalan Plawa, Denpasar, Bali, Jumat (28/10/2016) malam, kemarin.
Saksi-saksi di lapangan menuturkan, korban saat itu pada sore hari membeli nasi jinggo empat bungkus. Kemudian, ditinggal pergi entah kemana.
Setelah itu, korban kembali lagi pada pukul 20.00 Wita. Ia memakan satu bungkus nasi jinggo. Dan sisanya diberikan kepada rekannya, Agus Hendrawan.
"Setelah makan, korban bernyanyi- nyanyi sendiri sambil mendengarkan musik di HP miliknya dengan menggunakan handsfree. Tapi seketika korban terjatuh (dalam posisi bersimpuh) tanpa sebab yang jelas, yang mana dagu korban terbentur meja," ujar saksi.
Korban sempat meminta tolong untuk direbahkan, yang selanjutnya korban ditolong oleh saksi Adi Busairi untuk merebahkan diri.
Setelah merebahkan badan di lantai, korban sempat kencing di celana, dan kemudian menghembuskan napas terakhirnya. Pukul 23.25 wita korban dibawa ke RSUP Sanglah untuk dilakukan autopsi.
Sontak kejadian membuat warga geger. Korban ditemukan tergeletak di depan sebuah warung di Jalan Plawa, Denpasar, Bali, Jumat (28/10/2016) malam, kemarin.
Saksi-saksi di lapangan menuturkan, korban saat itu pada sore hari membeli nasi jinggo empat bungkus. Kemudian, ditinggal pergi entah kemana.
Setelah itu, korban kembali lagi pada pukul 20.00 Wita. Ia memakan satu bungkus nasi jinggo. Dan sisanya diberikan kepada rekannya, Agus Hendrawan.
"Setelah makan, korban bernyanyi- nyanyi sendiri sambil mendengarkan musik di HP miliknya dengan menggunakan handsfree. Tapi seketika korban terjatuh (dalam posisi bersimpuh) tanpa sebab yang jelas, yang mana dagu korban terbentur meja," ujar saksi.
Korban sempat meminta tolong untuk direbahkan, yang selanjutnya korban ditolong oleh saksi Adi Busairi untuk merebahkan diri.
Setelah merebahkan badan di lantai, korban sempat kencing di celana, dan kemudian menghembuskan napas terakhirnya. Pukul 23.25 wita korban dibawa ke RSUP Sanglah untuk dilakukan autopsi.
Bali - Peristiwa
Bali, Lokalzone - Petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai, menggagalkan penyelundupan ganja dan ekstasi yang dibawa dua warga Malaysia, Aliff Affan dan Muhammad Shahzadi.
Narkoba ini adalah pesanan untuk sejumlah klub malam di Bali.
"Mereka datang ke Bali ini memang sengaja mau menjual narkoba. Sebelumnya pernah ke Bali dan beli ekstasi tetapi tertipu karena ekstasinya palsu," kata KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai, Budi Hardjanto.
Narkoba ini adalah pesanan untuk sejumlah klub malam di Bali.
"Mereka datang ke Bali ini memang sengaja mau menjual narkoba. Sebelumnya pernah ke Bali dan beli ekstasi tetapi tertipu karena ekstasinya palsu," kata KPP Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Ngurah Rai, Budi Hardjanto.
Kedua tersangka ini tergolong nekat membawa masuk narkoba melalui jalur udara. Menurut Budi, dari pemeriksaan ponsel keduanya, rekan-rekan mereka telah memberi peringatan bahwa pemeriksaan di Bandara Ngurah Rai ketat.
Imbauan tersebut tak diindahkan. Hingga akhirnya kedua pelaku tertangkap di Bandara Ngurah Rai, Jumat (28/10/2016). Rencananya, narkoba yang mereka bawa akan diedarkan di klub-klub malam yang ada di Bali.
"Diduga sumber mereka di Malaysia itu banyak," kata Budi. Kedua warga Malaysia ini ditangkap Jumat (28/10/2016).
Guna mengelabui pemeriksaan keamanan bandara, tersangka Shariff menyembunyikan potongan ganja ke dalam kaos kaki yang dikenakannya.
Keduanya hampir saja lolos dari pemeriksaan andai petugas Bea dan Cukai tak cermat melaksanakan penggeledahan.
Saat menjalani pemeriksaan pada mesin Sinar-X, petugas menemukan benda yang diduga sabu-sabu dan ekstasi.
Setelah diperiksa, dari dalam tas hitam merek Ermenegildo Zegna milik Aliff Affan, petugas menemukan paket sabu 2,89 gram, 15 butir ekstasi, dan 150 butir psikotropika jenis happy five.
Berangkat dari temuan tersebut, penggeledahan lebih cermat terhadap keduanya lalu dilakukan petugas.
Hasilnya, saat memeriksa hingga ke kaus kaki yang dipakai tersangka Shariff, petugas mendapati potongan-potongan tanaman ganja dengan berat 70,67 gram dari dalam kaus kaki tersangka yang bekerja sebagai pelatih tenis di Malaysia itu.
Setelah tertangkap di bandara, petugas Bea dan Cukai lantas menyerahkan penyelidikan terhadap keduanya ke Direktorat Narkotika Polda Bali.
Keduanya akan dijerat dengan pasal 113 ayat (1) Undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ini adalah penangkapan ke-38 di Bea Cukai terhadap tersangka kasus narkotika sejak tahun 2014 lalu," tandas Budi.
Bali - Narkoba
Bali, lokalzone - Seorang Warga Negara (WN) Australia ketahuan membawa lima peluru aktif Kaliber 22 dan enam peluru aktif Kaliber 32 saat pemeriksaan mesin X-Ray di salah satu bagasi calon penumpang di Terminal Keberangkatan International.
Mesin X-Ray mendeteksi dangerous good di travel bags hard case warna coklat tua milik Vasudevan Rasiah (64). setelah diperiksa secara manual ditemukan sebelas peluru aktif.
Mesin X-Ray mendeteksi dangerous good di travel bags hard case warna coklat tua milik Vasudevan Rasiah (64). setelah diperiksa secara manual ditemukan sebelas peluru aktif.
Oleh Security Bandara I Gusti Ngurah Rai, pria pemilik paspor no E 4132178 ini diamankan. Setelah personel Kepolisian datang, calon penumpang pesawat Malaysia Airline MH-714 yang akan berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia itu dibawa ke Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Bali.
Karena tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan peluru, akhirnya pelaku diproses atas pelanggaran UU Darurat No 12 Tahun 1951. Vasudevan Rasiah diserahkan ke Polresta Denpasar untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Karena tidak bisa menunjukkan surat kepemilikan peluru, akhirnya pelaku diproses atas pelanggaran UU Darurat No 12 Tahun 1951. Vasudevan Rasiah diserahkan ke Polresta Denpasar untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Bali - Senpi
Bali, Lokalzone - Aksi balap liar yang terus bermunculan, tanpa musim ini akan menjadi target khusus bagi Polsek Mandau dan Satlantas Polres Bengkalis, untuk ditertibkan. Bahkan tim gabungan itu nanti akan membuat trik khusus agar mereka yang hobi balap liar ini menjadi jera dan tidak menjalankan hobinya tersebut ditempat yang salah.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono setelah mendengar banyak pengaduan dan keluhan masyarakat yang resah dengan aksi ugal-ugalan sekelompok muda-mudi dalam berkendaraan.
"Harus ada trik atau cara khusus untuk memberikan efek jera kepada mereka. Karena itu penting, agar mereka tidak lagi melakukan aksi balap liarnya di Jalan Raya. Selain membahayakan nyawanya sendiri juga akan membahayakan pengguna Jalan yang lainnya," kata AKBP Hadi Wicaksono kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Jumat (28/10/2016) dihari Sumpah Pemuda ini.
Menurut Kapolres, selain berkendara secara liar, para pelaku aksi balap liar yang mayoritas remaja ini kerap meraungkan suara knalpot dan gas yang tinggi sehingga mengganggu ketenangan dan ketertiban.
"Kita juga berharap peran aktif dari orangtua agar tidak memberikan motor atau mengizinkan anak jika masih berstatus pelajar menggunakan sepeda motor khususnya pada malam hari. Karena dari keluhan masyarakat itu mereka lebih senang melakukan aksi balinya malam hari. Dan setiap malam Minggu, Polsek Mandau sudah cukup bergerak cepat untuk menangkap kendaraan bali ini," terang Kapolres
Hal itu ditegaskan langsung oleh Kapolres Bengkalis, AKBP Hadi Wicaksono setelah mendengar banyak pengaduan dan keluhan masyarakat yang resah dengan aksi ugal-ugalan sekelompok muda-mudi dalam berkendaraan.
"Harus ada trik atau cara khusus untuk memberikan efek jera kepada mereka. Karena itu penting, agar mereka tidak lagi melakukan aksi balap liarnya di Jalan Raya. Selain membahayakan nyawanya sendiri juga akan membahayakan pengguna Jalan yang lainnya," kata AKBP Hadi Wicaksono kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Jumat (28/10/2016) dihari Sumpah Pemuda ini.
Menurut Kapolres, selain berkendara secara liar, para pelaku aksi balap liar yang mayoritas remaja ini kerap meraungkan suara knalpot dan gas yang tinggi sehingga mengganggu ketenangan dan ketertiban.
"Kita juga berharap peran aktif dari orangtua agar tidak memberikan motor atau mengizinkan anak jika masih berstatus pelajar menggunakan sepeda motor khususnya pada malam hari. Karena dari keluhan masyarakat itu mereka lebih senang melakukan aksi balinya malam hari. Dan setiap malam Minggu, Polsek Mandau sudah cukup bergerak cepat untuk menangkap kendaraan bali ini," terang Kapolres
Bali - Pengancaman
Bali, Lokalzone - Gubenur Bali, I Made Mangku Pastika menyemprot satu diantara pegawai saat apel Upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88, Jumat (28/10/2016).
Ia pun menghampiri satu diantara puluhan pegawai yang ikut baris berbaris karena tidak disiplin dalam bersikap.
Ia tampak emosi karena PNS tersebut selama berbaris tidak taat dan cengar-cengir mengobrol dengan sebelahnya.
“Dari tadi kamu ngerti ga baris? Dari tadi kamu baris ga bener, ngobrol sama sebelahmu,” jelasnya saat menghampiri PNS tersebut didepan ratusan pegawai lainnya di lapangan Renon, Denpasar, Bali, Jumat (28/10/2016).
Pastika lalu mendorong dada PNS itu karena geram akibat ulah ketidak disipilinan pegawai negara tersebut.
Ia pun mempertanyakan nama dan kesatuan PNS tersebut. Apalagi PNS tersebut tidak memakai kelangkapannya. “Ga pake emblem nama lagi kamu, siapa namamu? Kesatuan apa SKPD mana,” jelasnya dengan nada tinggi.
Ia pun kemudian meminta kepada PNS tersebut untuk berdiri di depan tiang bendera untuk hormat sendiri selepas apel.
Ia pun menghampiri satu diantara puluhan pegawai yang ikut baris berbaris karena tidak disiplin dalam bersikap.
Ia tampak emosi karena PNS tersebut selama berbaris tidak taat dan cengar-cengir mengobrol dengan sebelahnya.
“Dari tadi kamu ngerti ga baris? Dari tadi kamu baris ga bener, ngobrol sama sebelahmu,” jelasnya saat menghampiri PNS tersebut didepan ratusan pegawai lainnya di lapangan Renon, Denpasar, Bali, Jumat (28/10/2016).
Pastika lalu mendorong dada PNS itu karena geram akibat ulah ketidak disipilinan pegawai negara tersebut.
Ia pun mempertanyakan nama dan kesatuan PNS tersebut. Apalagi PNS tersebut tidak memakai kelangkapannya. “Ga pake emblem nama lagi kamu, siapa namamu? Kesatuan apa SKPD mana,” jelasnya dengan nada tinggi.
Ia pun kemudian meminta kepada PNS tersebut untuk berdiri di depan tiang bendera untuk hormat sendiri selepas apel.
Bali - Kedisiplinan
Bali, lokalzone - Kasus pencurian terjadi di Kecamatan Tegalalang. Kemalangan ini melanda, Ketut Preped (37) di depan Kantor Peternakan, Banjar Tegal Suci, Desa Sebatu, Tegalalang.
Kapolsek Tegalalang, AKP Putu Gede Sudarma, Rabu (26/10/2016) mengatakan, pencurian tersebut terjadi saat korban memarkir sepeda motor Honda Beat DK 7971 KC di depan Kantor Peternakan, Selasa (25/10/2016) pukul 07.00 wita.
Dalam kesehariannya, korban memang kerap memarkir motor di sana, karena bekerja sebagai perajin dengan pondok kerajinannya berada di sebelah kantor tersebut.
Usai bekerja, sekitar 15.00 wita, korban ingin mengambil motornya. Namun saat mendatangi areal parkir kantor peternakan, sepeda motor miliknya sudah lenyap. Korban sempat melakukan pencarian di seputaran lokasi bersama warga lainnya.
Tetapi sayang hasilnya nihil. Aksi ini selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Tegalalang. AKP Sudarma mengatakan kini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
Dugaan sementara pelaku berhasil melarikan sepeda motor tersebut menggunakan kunci palsu. “Dugaan kami pelaku beraksi dengan kunci palsu, karena kunci aslinya masih dibawa korban. Hingga kini anggota masih bergerak di lapangan menyelidiki kasus ini, “ tandasnya
Kapolsek Tegalalang, AKP Putu Gede Sudarma, Rabu (26/10/2016) mengatakan, pencurian tersebut terjadi saat korban memarkir sepeda motor Honda Beat DK 7971 KC di depan Kantor Peternakan, Selasa (25/10/2016) pukul 07.00 wita.
Dalam kesehariannya, korban memang kerap memarkir motor di sana, karena bekerja sebagai perajin dengan pondok kerajinannya berada di sebelah kantor tersebut.
Usai bekerja, sekitar 15.00 wita, korban ingin mengambil motornya. Namun saat mendatangi areal parkir kantor peternakan, sepeda motor miliknya sudah lenyap. Korban sempat melakukan pencarian di seputaran lokasi bersama warga lainnya.
Tetapi sayang hasilnya nihil. Aksi ini selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Tegalalang. AKP Sudarma mengatakan kini pihaknya masih melakukan penyelidikan.
Dugaan sementara pelaku berhasil melarikan sepeda motor tersebut menggunakan kunci palsu. “Dugaan kami pelaku beraksi dengan kunci palsu, karena kunci aslinya masih dibawa korban. Hingga kini anggota masih bergerak di lapangan menyelidiki kasus ini, “ tandasnya
Bali - Curanmor
Bali, Lokalzone - Duit pecahan Rp 2.000 hingga Rp 10 ribu hasil sitaan dari pengemis di Denpasar satu persatu dihitung oleh petugas Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Denpasar, Bali, belum lama ini.
Selesai menghitung jumlah uang dan jumlah pengemis yang didata, rupanya masing-masing pengemis yang kerap berkeliaran di Denpasar bisa mendapatkan uang rata-rata Rp 300 ribu per hari atau Rp 9 juta per bulan.
Kepala Dinsosnakertrans Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi, mencurigai adanya orang-orang yang mengekploitasi para pengemis yang berkeliaran di Kota Denpasar.
Kecurigaan itu muncul lantaran para pengemis di Denpasar yang sebagian besar kaum disabilitas, namun bisa bolak balik Jawa-Bali.
Mereka rata-rata sudah sempat dipulangkan berkali-kali namun kembali lagi ke Bali.
“Sehari, rata-rata pengemis di Denpasar ini dapat Rp 300 ribu. Pernah kita tangkap berkali-kali makanya kita tahu. Itu per orang ya, sama dengan gaji kepala dinas dia dapat. Kuat dugaan kita, ini pasti ada yang mengekploitasi,” ungkap Anom Suradi saat ditemui di Kantor Dinsosnakertrans Kota Denpasar, Rabu (26/10/2016) siang.
Bahkan, pada 20 Oktober kemarin, Suradi mengaku kembali menerima lima orang pengemis yang ditangkap Satpol PP Kota Denpasar di depan Alfamart Jalan Surapati, Denpasar.
Fantastis, salah satu pengemis bernama Busadi, asal Situbondo, Jawa Timur, itu kedapatan membawa uang sebesar Rp 4,744 juta.
Uang tersebut dikatakan didapat selama satu minggu hasil mengemis keliling. Sedangkan, empat pengemis lainnya hanya membawa uang tiga ratus ribuan.
Selesai menghitung jumlah uang dan jumlah pengemis yang didata, rupanya masing-masing pengemis yang kerap berkeliaran di Denpasar bisa mendapatkan uang rata-rata Rp 300 ribu per hari atau Rp 9 juta per bulan.
Kepala Dinsosnakertrans Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi, mencurigai adanya orang-orang yang mengekploitasi para pengemis yang berkeliaran di Kota Denpasar.
Kecurigaan itu muncul lantaran para pengemis di Denpasar yang sebagian besar kaum disabilitas, namun bisa bolak balik Jawa-Bali.
Mereka rata-rata sudah sempat dipulangkan berkali-kali namun kembali lagi ke Bali.
“Sehari, rata-rata pengemis di Denpasar ini dapat Rp 300 ribu. Pernah kita tangkap berkali-kali makanya kita tahu. Itu per orang ya, sama dengan gaji kepala dinas dia dapat. Kuat dugaan kita, ini pasti ada yang mengekploitasi,” ungkap Anom Suradi saat ditemui di Kantor Dinsosnakertrans Kota Denpasar, Rabu (26/10/2016) siang.
Bahkan, pada 20 Oktober kemarin, Suradi mengaku kembali menerima lima orang pengemis yang ditangkap Satpol PP Kota Denpasar di depan Alfamart Jalan Surapati, Denpasar.
Fantastis, salah satu pengemis bernama Busadi, asal Situbondo, Jawa Timur, itu kedapatan membawa uang sebesar Rp 4,744 juta.
Uang tersebut dikatakan didapat selama satu minggu hasil mengemis keliling. Sedangkan, empat pengemis lainnya hanya membawa uang tiga ratus ribuan.
“Uangnya kita sita agar nantinya si pengkoordinirnya datang ke kantor. Kalau datang kan kita tahu siapa yang mengkoordinir, apakah ada hubungan keluarga, kalau ada, kita minta KTP-nya. Tapi ternyata tidak ada yang datang ke kita. Jadi tujuan kita ada dua, untuk memberikan efek jera. Kalau kita sita kan percuma dia ngemis, dan setelah kita kembalikan ke daerah asal agar tidak balik lagi. Kedua kita ingin tahu siapa yang mengeksploitasi orang-orang ini,” jelas Anom Suradi sembari mengaku dinas sosial tidak akan mengambil uang tersebut sepeserpun.
Setelah menyita duit para pengemis itu, Suradi mengaku pihaknya sudah memulangkan semua pengemis tersebut ke daerah asalnya melalui Dinas Sosial Provinsi Bali.
Suradi menjelaskan, apabila memulangkan pengemis dari luar Bali, harus melalui Dinas Sosial Provinsi Bali. “Iya karena SOP (Standar Operasional Prosedur)-nya begitu,” kata Anom Suradi.
“Yang bawa uang banyak itu ditangkap di tengah kota, di Banjar Kayumas di depan Alfamart itu. Jadi mereka ada yang bawa tongkat, buntung, dan lain sebagainya. Kita curiganya ada yang mengeksploitasi. Karena mereka disabilitas kok bisa bolak balik Jawa-Bali terus,” jelas Suradi.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, I Nyoman Wenten, mengatakan para pengemis yang dikirim oleh dari Dinsos Denpasar ke Dinsos Provinsi sudah dipulangkan ke daerahnya melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Hanya saja, apabila ada pengemis yang dari Jawa Barat, pihaknya hanya mengirim sampai ke Provinsi Jawa Timur.
“Kalau gepeng antar-provinsi, memang itu bisa dibawa ke provinsi dan provinsi mengirim ke Dinas Sosial Provinsi yang bersangkutan. Jadi provinsi bersangkutan mengirim ke rumah asalnya. Kalau misalnya dia dari Jawa Barat, kita antar sampai ke Jawa Timur saja,” kata Wenten saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Bali - Penipuan
Bali, Lokalzone - Pemuda tanggung berinisial RA (17) diamankan anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Kuta Utara karena mencuri kendaraan bermotor.
Kapolsek Kuta Utara, AKP Pius X Febrry Aceng Loda, menyatakan RA mencuri motor Honda Vario Nopol DK 4343 AJ milik Kusnadi (39), warga Jalan Gatot Subroto, Batu Calung, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.
"Pelaku mengambil motor yang diparkir di pinggir jalan dalam kondisi mesin hidup. Kemudian kami kejar dan berhasil menangkapnya," kata Pius, Rabu (26/10/2016).
Saat sedang memanasi mesin motor, Kusnadi pergi sebentar ke warung . Saat hendak balik ke rumah, tiba-tiba RA, pemuda asal Bontang, menaiki motor dan membawanya kabur.
Korban dan petugas yang sedang melakukan kontrol keliling menangkapnya di jalan Raya Kerobokan. "Kami lakukan proses diversi, karena pelaku masih di bawah umur," ujar dia.
Kapolsek Kuta Utara, AKP Pius X Febrry Aceng Loda, menyatakan RA mencuri motor Honda Vario Nopol DK 4343 AJ milik Kusnadi (39), warga Jalan Gatot Subroto, Batu Calung, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung.
"Pelaku mengambil motor yang diparkir di pinggir jalan dalam kondisi mesin hidup. Kemudian kami kejar dan berhasil menangkapnya," kata Pius, Rabu (26/10/2016).
Saat sedang memanasi mesin motor, Kusnadi pergi sebentar ke warung . Saat hendak balik ke rumah, tiba-tiba RA, pemuda asal Bontang, menaiki motor dan membawanya kabur.
Korban dan petugas yang sedang melakukan kontrol keliling menangkapnya di jalan Raya Kerobokan. "Kami lakukan proses diversi, karena pelaku masih di bawah umur," ujar dia.
Bali - Pencurian
Bali, Lokalzone - Sekitar pukul 17.00 Wita, kecelakaan maut terjadi di Jalan Kepaon Indah, Pemogan, Denpasar, Rabu (26/10/2016).
Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah mobil Feroza DK 7120 yang menabrak dua pengendara motor di depannya.
Setelah menabrak, mobil berwarna gelap dengan ban besar layaknya ‘mobil monster’ itu tidak langsung memberhentikan mobilnya. Bahkan, seorang bocah ikut terseret di dalam kolong mobil.
Saksi mata, Marjono mengatakan kejadian ini bermula saat mobil Feroza yang dikemudikan oleh seorang pria (Belum diketahui identitasnya) itu menabrak Sujana.
Sujana saat itu membonceng Kelvin dan Komang, dengan mengendarai motor Xion DK 2251 AR dari arah belakang. Meskipun dalam kecepatan sedang, Feroza itu membuat Komang dan Sujana terpental dari motor.
Sedangkan Kelvin terseret di bawah kolong mobil bersama motor yang dikendarai ayahnya. “Motor dan seorang anak (Kelvin, red) terseret mobil sampai kurang lebih 5 meter,” tuturnya.
Setelah menabrak dan menyeret Kelvin, sopir mobil maut itu pun menabrak pengendara Vario DK 5076 DC yang dikendarai Indra bersama anaknya, Putri yang datang dari arah berlawanan.
“Setelah itu baru menabrak motor vario itu,” lanjutnya. Menurut kesaksian Marjono, setelah sempat terseret, Sujana kemudian bergegas menggendong Kelvin yang bersimbah darah di bawah kolong mobil.
“Bapaknya bersimbah darah sambil menggendong anak cowoknya (Kelvin, red). Terus dia berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” terangnya.
Akhirnya kelima korban laka lantas tersebut diangkut menggunakan mobil pick up, yang kebetulan melintas dan dilarikan ke RSUP Sanglah.
Marjono sama sekali tidak melihat sopir maut itu membuka pintu mobil, dan turun untuk menyelamatkan para korban yang ia tabrak.
“Buka pintu aja enggak mas, setelah kecelakaan kemudian mobil itu pergi ke arah Pemogan entah mau ke RSUP Sanglah atau kemana tidak tahu. Setelah itu, saya lihat lagi mobil itu balik ke arah sini (Jalan Kepaon Indah, red),” ungkapnya.
Selain itu, dia juga mengatakan, sopir maut sesaat sebelum menabrak dua pengemudi motor, sempat terlihat sedang memainkan handphone.
“Sopirnya tadi lagi main handphone,” tuturnya. Bahkan, menurut informasi di lokasi kejadian, sopir maut itu merupakan anggota ormas yang tinggal di sekitar lokasi kecelakaan.
Sementara itu, kedua motor korban mengalami rusak parah dan masih berada di lokasi kejadian. Sedangkan, kelima korban masih dirawat di IGD RSUP Sanglah.
Kecelakaan maut ini melibatkan sebuah mobil Feroza DK 7120 yang menabrak dua pengendara motor di depannya.
Setelah menabrak, mobil berwarna gelap dengan ban besar layaknya ‘mobil monster’ itu tidak langsung memberhentikan mobilnya. Bahkan, seorang bocah ikut terseret di dalam kolong mobil.
Saksi mata, Marjono mengatakan kejadian ini bermula saat mobil Feroza yang dikemudikan oleh seorang pria (Belum diketahui identitasnya) itu menabrak Sujana.
Sujana saat itu membonceng Kelvin dan Komang, dengan mengendarai motor Xion DK 2251 AR dari arah belakang. Meskipun dalam kecepatan sedang, Feroza itu membuat Komang dan Sujana terpental dari motor.
Sedangkan Kelvin terseret di bawah kolong mobil bersama motor yang dikendarai ayahnya. “Motor dan seorang anak (Kelvin, red) terseret mobil sampai kurang lebih 5 meter,” tuturnya.
Setelah menabrak dan menyeret Kelvin, sopir mobil maut itu pun menabrak pengendara Vario DK 5076 DC yang dikendarai Indra bersama anaknya, Putri yang datang dari arah berlawanan.
“Setelah itu baru menabrak motor vario itu,” lanjutnya. Menurut kesaksian Marjono, setelah sempat terseret, Sujana kemudian bergegas menggendong Kelvin yang bersimbah darah di bawah kolong mobil.
“Bapaknya bersimbah darah sambil menggendong anak cowoknya (Kelvin, red). Terus dia berteriak minta tolong kepada warga sekitar,” terangnya.
Akhirnya kelima korban laka lantas tersebut diangkut menggunakan mobil pick up, yang kebetulan melintas dan dilarikan ke RSUP Sanglah.
Marjono sama sekali tidak melihat sopir maut itu membuka pintu mobil, dan turun untuk menyelamatkan para korban yang ia tabrak.
“Buka pintu aja enggak mas, setelah kecelakaan kemudian mobil itu pergi ke arah Pemogan entah mau ke RSUP Sanglah atau kemana tidak tahu. Setelah itu, saya lihat lagi mobil itu balik ke arah sini (Jalan Kepaon Indah, red),” ungkapnya.
Selain itu, dia juga mengatakan, sopir maut sesaat sebelum menabrak dua pengemudi motor, sempat terlihat sedang memainkan handphone.
“Sopirnya tadi lagi main handphone,” tuturnya. Bahkan, menurut informasi di lokasi kejadian, sopir maut itu merupakan anggota ormas yang tinggal di sekitar lokasi kecelakaan.
Sementara itu, kedua motor korban mengalami rusak parah dan masih berada di lokasi kejadian. Sedangkan, kelima korban masih dirawat di IGD RSUP Sanglah.
Bali - Peristiwa
Bali, Lokalzone - Pencurian yang digagalkan oleh bocah SD ini benar-benar terjadi di Bali. Tepatnya di SDN 3 Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali. Kasus ini bermula Senin (24/10/2016) lalu.
Sang bocah yang jadi pahlawan ini menceritakan sendiri kronologinya. Ialah I Made Putra Wiguna (10), siswa kelas IV SDN 3 Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Ia menceritakan kejadian pencurian tersebut bersama rekan-rekannya, sekitar pukul 17.00 wita di sekolah.
Kejadian itu diketahui ketika Putra Wiguna bersama sekitar 15 orang temannya bermain sepeda di depan sekolah. Karena mendengar suara berisik dari dalam sekolah, anak-anak itu memberanikan diri melihat ke dalam sekolah. Kebetulan pintu gerbangnya tidak dikunci.
“Terdengar suara krosok-krosok dari dalam sekolah saat saya bermain sepeda, saya dan teman-teman lihat ke dalam ternyata jendela kantor guru terbuka. Setelah didekati ternyata ada maling dua orang,” kata Putra Wiguna, Selasa (25/10/2016).
Setelah melihat maling, anak-anak tersebut serempak berteriak maling. Karena mendengar suara itu, kedua maling akhirnya berusaha kabur melalui jendela.
“Saat kami berteriak ada warga yang menghampiri dan berhasil menangkap satu orang, yang satunya kabur,” jelasnya.
Maling satunya ditemukan berada di Balai Banjar Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar oleh siswa lain, yakni I Komang Arya Adi Wiguna (11), kelas V SDN 3 Banjar Anyar.
“Saya lihat bersembunyi dibalai banjar, akhirnya warga ada yang nangkap. Setelahnya diserahkan pada polisi. Polisi juga sempat menjitak kepala pencuri dan menyentil telinganya,” ujarnya.
Kepala sekolah SDN 3 Banjar Anyar, I Made Budana mengatakan akan memberi hadiah siswa yang berhasil menggagalkan pencurian hingga berhasil diringkus. Budana menyebutkan, sekolahnya kehilangan beberapa alat tulis dan uang Rp 30 ribu.
Sang bocah yang jadi pahlawan ini menceritakan sendiri kronologinya. Ialah I Made Putra Wiguna (10), siswa kelas IV SDN 3 Banjar Anyar, Kecamatan Kediri. Ia menceritakan kejadian pencurian tersebut bersama rekan-rekannya, sekitar pukul 17.00 wita di sekolah.
Kejadian itu diketahui ketika Putra Wiguna bersama sekitar 15 orang temannya bermain sepeda di depan sekolah. Karena mendengar suara berisik dari dalam sekolah, anak-anak itu memberanikan diri melihat ke dalam sekolah. Kebetulan pintu gerbangnya tidak dikunci.
“Terdengar suara krosok-krosok dari dalam sekolah saat saya bermain sepeda, saya dan teman-teman lihat ke dalam ternyata jendela kantor guru terbuka. Setelah didekati ternyata ada maling dua orang,” kata Putra Wiguna, Selasa (25/10/2016).
Setelah melihat maling, anak-anak tersebut serempak berteriak maling. Karena mendengar suara itu, kedua maling akhirnya berusaha kabur melalui jendela.
“Saat kami berteriak ada warga yang menghampiri dan berhasil menangkap satu orang, yang satunya kabur,” jelasnya.
Maling satunya ditemukan berada di Balai Banjar Banjar Pemenang, Desa Banjar Anyar oleh siswa lain, yakni I Komang Arya Adi Wiguna (11), kelas V SDN 3 Banjar Anyar.
“Saya lihat bersembunyi dibalai banjar, akhirnya warga ada yang nangkap. Setelahnya diserahkan pada polisi. Polisi juga sempat menjitak kepala pencuri dan menyentil telinganya,” ujarnya.
Kepala sekolah SDN 3 Banjar Anyar, I Made Budana mengatakan akan memberi hadiah siswa yang berhasil menggagalkan pencurian hingga berhasil diringkus. Budana menyebutkan, sekolahnya kehilangan beberapa alat tulis dan uang Rp 30 ribu.
Bali - Pencurian
Bali, lokalzone - Warga Australia Robert Andrew Fiddes Ellis dijatuhi vonis hukuman 15 tahun penjara setelah dinyatakan terbukti bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap 11 anak perempuan di Bali.
Pria berusia 70 tahun yang berasal dari Melbourne ini diadili karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan berusia 7 sampai 17 tahun selama dalam dua waktu berbeda di tahun 2014.
Dalam tuntutannya, jaksa mengatakan bahwa Ellis membujuk anak-anak perempuan tersebut bahwa mereka akan diberi uang dan barang, agar mereka mau ke rumah Ellis.
Di sana, anak-anak perempuan tersebut diajak mandi bersama dan kemudian dilecehkan.
"Maaf, saya tidak akan memberikan pernyataan lagi." kata Ellis kepada media seusai sidang.
"Saya sekarang berusia 70 tahun, 15 tahun berarti nanti saya akan berusia 85 tahun. Saya tidak tahu apakah saya akan hidup selama itu." katanya.
Hakim Wayan Sukanila dalam keputusannya hari Selasa (25/10/2016) mengatakan tindakan Ellis ini merusak citra Bali.
"Apa yang dilakukannya menghancurkan masa depan anak-anak korbannya, mereka adalah aset nasional yang akan membangun Indonesia di satu saat nanti." kata Wayan Sukanila.
"Dan kedua, kejahatannya bisa merusak citra pariwisata Indonesia, dan khususnya Bali," tambahnya.
Pengacara Ellis mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Minggu lalu, dalam sebuah jumpa pers di pengadilan Ellis bersikeras mengatakan tidak bersalah, dan mengatakan bahwa dia membayar para korban untuk mandi bersama dengannya.
"Coba wawancarai anak-anak perempuan tersebut, dan minta pendapat mereka apakah mereka meinginkan saya dihukum," kata waktu itu.
Pria berusia 70 tahun yang berasal dari Melbourne ini diadili karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak perempuan berusia 7 sampai 17 tahun selama dalam dua waktu berbeda di tahun 2014.
Dalam tuntutannya, jaksa mengatakan bahwa Ellis membujuk anak-anak perempuan tersebut bahwa mereka akan diberi uang dan barang, agar mereka mau ke rumah Ellis.
Di sana, anak-anak perempuan tersebut diajak mandi bersama dan kemudian dilecehkan.
"Maaf, saya tidak akan memberikan pernyataan lagi." kata Ellis kepada media seusai sidang.
"Saya sekarang berusia 70 tahun, 15 tahun berarti nanti saya akan berusia 85 tahun. Saya tidak tahu apakah saya akan hidup selama itu." katanya.
Hakim Wayan Sukanila dalam keputusannya hari Selasa (25/10/2016) mengatakan tindakan Ellis ini merusak citra Bali.
"Apa yang dilakukannya menghancurkan masa depan anak-anak korbannya, mereka adalah aset nasional yang akan membangun Indonesia di satu saat nanti." kata Wayan Sukanila.
"Dan kedua, kejahatannya bisa merusak citra pariwisata Indonesia, dan khususnya Bali," tambahnya.
Pengacara Ellis mengatakan mereka akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Minggu lalu, dalam sebuah jumpa pers di pengadilan Ellis bersikeras mengatakan tidak bersalah, dan mengatakan bahwa dia membayar para korban untuk mandi bersama dengannya.
"Coba wawancarai anak-anak perempuan tersebut, dan minta pendapat mereka apakah mereka meinginkan saya dihukum," kata waktu itu.
Bali - Pelecehan Seksual
Bali, Lokalzone - Ledakan terjadi di pertokoan Kuta Square di Jalan Dewi Sartika, Kuta, Bali, pada Selasa siang, 25 Oktober 2016. Ledakan tersebut mengakibatkan pengunjung dan pegawai di Kuta Square panik.
Dari informasi yang dihimpun, ledakan itu terjadi akibat gardu listrik di pertokoan Kuta Square meledak. Namun, belum diketahui penyebab ledakan. Dugaan sementara ledakan gardu listrik itu imbas dari korsleting listrik.
"Dugaannya karena korsleting listrik. Kita sudah meminta PLN mematikan aliran listrik. Tidak ada korban jiwa. Peristiwa terjadi pukul 10.00 WITA. Sekarang masih dalam proses penyelidikan penyebab terjadinya ledakan," kata Kapolsek Kuta, Komisaris I Wayan Sumara, Selasa (25/10/2016).
Informasi ledakan di Kuta ini beredar cepat di media sosial. Foto asap di lokasi membuat seram. Dari pantauan, asap tersebut imbas dari aksi pemadaman.
Dari informasi yang dihimpun, ledakan itu terjadi akibat gardu listrik di pertokoan Kuta Square meledak. Namun, belum diketahui penyebab ledakan. Dugaan sementara ledakan gardu listrik itu imbas dari korsleting listrik.
"Dugaannya karena korsleting listrik. Kita sudah meminta PLN mematikan aliran listrik. Tidak ada korban jiwa. Peristiwa terjadi pukul 10.00 WITA. Sekarang masih dalam proses penyelidikan penyebab terjadinya ledakan," kata Kapolsek Kuta, Komisaris I Wayan Sumara, Selasa (25/10/2016).
Informasi ledakan di Kuta ini beredar cepat di media sosial. Foto asap di lokasi membuat seram. Dari pantauan, asap tersebut imbas dari aksi pemadaman.
Bali - Peristiwa
Bali, Lokalzone - Dua anggota polisi Polda Bali dilaporkan istri aktor Jeremy Thomas ke Dit Propam Mabes Polri dengan dugaan adanya pemerasan sebesar Rp 2 miliar belum lama ini. Terkait hal ini, Kapolda Bali Irjen Sugeng Prinyanto mengaku terkejut adanya laporan tersebut.
"Saya malah belum tahu adanya laporan itu. Ya beginilah itu hak dia untuk melapor tidak hanya istrinya Jeremy Thomas tapi semua orang boleh melapor," ujar Sugeng di Polda Bali, Denpasar, Jumat (21/10).
Ditegaskan Sugeng, sekarang ini sudah transparan. Bahkan, kata dia, termasuk wartawan juga boleh melapor bila diperlakukan dengan tidak adil oleh aparat penegak hukum.
"Tidak hanya polisi saja, tapi semua aparat penegak hukum. Hak bagi masyarakat untuk melaporkan semuanya, juga wartawan. Tentunya nanti akan didalami laporan itu dicek semuanya, ujarnya.
Pihaknya menegaskan, bahwa laporan tersebut tidak menjadi masalah, pihaknya melalui Propam Polda Bali akan memeriksa siapa yang dilaporkan dan kesalahannya apa.
"Kita juga tidak pernah melindungi anggota kita yang bersalah. Kemarin sudah ada contoh Dirnarkoba di ganti ya diganti tidak masalah. Kita sangat terbuka, tidak ada masalah, katanya.
Informasi yang diterima bahwa Inna Thomas, istri aktor Jeremy Thomas telah melaporkan dua oknum anggota Polda Bali di Mabes Polri. Dilaporkannya dua anggota tersebut lantaran adanya dugaan pemerasan sebesar Rp 2 miliar untuk menutup kasus Jeremy Thomas di Bali tentang jual beli Villa di Ubud.
Seperti diketahui pula, aktor Jeremy Thomas telah dijadikan tersangka atas kasus penipuan salah satu villa di Ubud, Gianyar pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini artis tersebut belum juga ditahan. Namun, kasusnya sudah masuk tahap pertama sidang praperadilan di PN Denpasar.
"Saya malah belum tahu adanya laporan itu. Ya beginilah itu hak dia untuk melapor tidak hanya istrinya Jeremy Thomas tapi semua orang boleh melapor," ujar Sugeng di Polda Bali, Denpasar, Jumat (21/10).
Ditegaskan Sugeng, sekarang ini sudah transparan. Bahkan, kata dia, termasuk wartawan juga boleh melapor bila diperlakukan dengan tidak adil oleh aparat penegak hukum.
"Tidak hanya polisi saja, tapi semua aparat penegak hukum. Hak bagi masyarakat untuk melaporkan semuanya, juga wartawan. Tentunya nanti akan didalami laporan itu dicek semuanya, ujarnya.
Pihaknya menegaskan, bahwa laporan tersebut tidak menjadi masalah, pihaknya melalui Propam Polda Bali akan memeriksa siapa yang dilaporkan dan kesalahannya apa.
"Kita juga tidak pernah melindungi anggota kita yang bersalah. Kemarin sudah ada contoh Dirnarkoba di ganti ya diganti tidak masalah. Kita sangat terbuka, tidak ada masalah, katanya.
Informasi yang diterima bahwa Inna Thomas, istri aktor Jeremy Thomas telah melaporkan dua oknum anggota Polda Bali di Mabes Polri. Dilaporkannya dua anggota tersebut lantaran adanya dugaan pemerasan sebesar Rp 2 miliar untuk menutup kasus Jeremy Thomas di Bali tentang jual beli Villa di Ubud.
Seperti diketahui pula, aktor Jeremy Thomas telah dijadikan tersangka atas kasus penipuan salah satu villa di Ubud, Gianyar pada tahun 2014 lalu. Namun hingga saat ini artis tersebut belum juga ditahan. Namun, kasusnya sudah masuk tahap pertama sidang praperadilan di PN Denpasar.
Bali - Pemerasan
Bali, Lokalzone - GrabBike, layanan ojek on-demand dan GrabExpress, layanan kurir instan dari Grab, platform layanan pemesanan kendaraan terkemuka di Asia Tenggara, kini tersedia di Bali. Mulai 22 Oktober 2016, pengguna di area Denpasar dan Badung dapat menikmati layanan roda-dua Grab yang aman, terjangkau, dan dapat diandalkan, hanya melalui beberapa sentuhan di layar ponsel mereka.
Sejak diperkenalkan di Jakarta pada 2015, layanan GrabBike dan GrabExpress telah menjadi pilihan utama untuk layanan transportasi dan kurir. GrabBike dengan cepat telah menjadi salah satu layanan yang berkembang paling pesat di Indonesia berkat kemudahan layanan yang diberikan kepada pengguna guna menembus padatnya lalu lintas secara aman dan efisien. Pada 2016, GrabBike telah tumbuh 300% YTD di Indonesia, sementara subsidi per perjalanan telah dikurangi sebanyak 50%.
Sementara GrabExpress menjanjikan penjemputan serta pengantaran dokumen dan bingkisan kecil yang aman, andal juga cepat, yang sesuai untuk kebutuhan personal dan bisnis, penumpang GrabBike tidak perlu khawatir akan keselamatan dan keamanan mereka karena 100 persen pengendara GrabBike memiliki SIM yang valid, penumpang dapat mengakses informasi nomor plat motor di aplikasi dan seluruh pengendara diwajibkan untuk melalui pelatihan berkendara aman sebelum mereka dapat mengantar penumpang. Selain itu, baik pengendara dan penumpang juga dilindungi oleh asuransi yang diberikan secara gratis oleh Grab.
“Bali mendominasi pertumbuhan dan potensi pariwisata, sehingga kami melihat adanya peluang untuk meningkatkan kualitas perjalanan sehari-hari di kota Denpasar dan Badung yang padat. Peluncuran layanan roda dua di Bali ini akan melengkapi layanan GrabCar yang telah diluncurkan sebelumnya di Bali pada 2015. GrabBike beroperasi dalam platform yang sama dengan GrabCar, memberikan pengalaman mulus bagi siapapun yang ingin memilih antara penyewaan mobil pribadi atau ojek, dan memenuhi seluruh kebutuhan transportasi dengan satu aplikasi,” ujar Mediko Azwar, Marketing Director, Grab Indonesia.
Grab juga memberikan potongan harga sebesar Rp. 5.000 untuk setiap perjalanan dengan GrabBike dengan menggunakan kode promo ‘GRABBIKEBALI’ hingga 5 November 2016. Pengguna baru hanya perlu memasukkan kode ‘GRABBIKEBALI’ ke dalam kolom kode promo sebelum melakukan pemesanan untuk menikmati promosi tersebut.
Setiap pengguna baru dapat menggunakan promo tersebut hingga maksimal lima (5) kali perjalanan dengan GrabBike. Menjelajahi Pulau Dewata kini semakin mudah dengan layanan ojek paling efisien dengan tarif dasar sebesar Rp 1.800 per kilometer.
Untuk menggunakan aplikasi atau menikmati promosi, para penumpang hanya perlu mengunduh aplikasi baik melalui Google Playstore atau Apple Appstore dan mendaftarkan diri.
Sejak diperkenalkan di Jakarta pada 2015, layanan GrabBike dan GrabExpress telah menjadi pilihan utama untuk layanan transportasi dan kurir. GrabBike dengan cepat telah menjadi salah satu layanan yang berkembang paling pesat di Indonesia berkat kemudahan layanan yang diberikan kepada pengguna guna menembus padatnya lalu lintas secara aman dan efisien. Pada 2016, GrabBike telah tumbuh 300% YTD di Indonesia, sementara subsidi per perjalanan telah dikurangi sebanyak 50%.
Sementara GrabExpress menjanjikan penjemputan serta pengantaran dokumen dan bingkisan kecil yang aman, andal juga cepat, yang sesuai untuk kebutuhan personal dan bisnis, penumpang GrabBike tidak perlu khawatir akan keselamatan dan keamanan mereka karena 100 persen pengendara GrabBike memiliki SIM yang valid, penumpang dapat mengakses informasi nomor plat motor di aplikasi dan seluruh pengendara diwajibkan untuk melalui pelatihan berkendara aman sebelum mereka dapat mengantar penumpang. Selain itu, baik pengendara dan penumpang juga dilindungi oleh asuransi yang diberikan secara gratis oleh Grab.
“Bali mendominasi pertumbuhan dan potensi pariwisata, sehingga kami melihat adanya peluang untuk meningkatkan kualitas perjalanan sehari-hari di kota Denpasar dan Badung yang padat. Peluncuran layanan roda dua di Bali ini akan melengkapi layanan GrabCar yang telah diluncurkan sebelumnya di Bali pada 2015. GrabBike beroperasi dalam platform yang sama dengan GrabCar, memberikan pengalaman mulus bagi siapapun yang ingin memilih antara penyewaan mobil pribadi atau ojek, dan memenuhi seluruh kebutuhan transportasi dengan satu aplikasi,” ujar Mediko Azwar, Marketing Director, Grab Indonesia.
Grab juga memberikan potongan harga sebesar Rp. 5.000 untuk setiap perjalanan dengan GrabBike dengan menggunakan kode promo ‘GRABBIKEBALI’ hingga 5 November 2016. Pengguna baru hanya perlu memasukkan kode ‘GRABBIKEBALI’ ke dalam kolom kode promo sebelum melakukan pemesanan untuk menikmati promosi tersebut.
Setiap pengguna baru dapat menggunakan promo tersebut hingga maksimal lima (5) kali perjalanan dengan GrabBike. Menjelajahi Pulau Dewata kini semakin mudah dengan layanan ojek paling efisien dengan tarif dasar sebesar Rp 1.800 per kilometer.
Untuk menggunakan aplikasi atau menikmati promosi, para penumpang hanya perlu mengunduh aplikasi baik melalui Google Playstore atau Apple Appstore dan mendaftarkan diri.
Bali - Bisnis
Bali, Lokalzone - Wagini (44) Jumat (22/10/2016) siang menanti suaminya periksa jantung di Gedung Penyakit Jantung Terpadu (PJT) RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.
Saking lamanya menunggu, ia ketiduran. Dompet suaminya yang ditaruh di tas raib dicopet, mengetahui hal itu, ia histeris karena kehilangan banyak barang berharga.
Wanita kelahiran Desa Yabamaru Kec Distrik Merauke mengatakan sangat capek saat menunggu suaminya di lantai dua gedung hingga tertidur pulas di kursi ruang tunggu.
Wagini mengatakan dompet suaminya diletakkan di dalam tasnya dan tas dijadikan bantal tidur. Ia pun sempat terbangun saat teleponnya berbunyi karena ditelepon keluarganya.
Wagini menjelaskan saat mengambil HP ia membiarkan tasnya terbuka, namun ia lupa menutupnya lagi. Saat itulah ia tak menyadari ada orang lain yang mengambil dompetnya.
"Kayaknya pas saya tidur ada yang duduk di dekat saya, terus ambil dompet bapak," ujar Wagini sambil menangis.
"Saya langsung lemas begitu tahu dompet suami saya tidak ada," ujar Wagini yang mengatakan dompet itu berisi uang Rp 2,5 juta, kartu identitas, dan kartu BPJS.
Wagini sempat memeriksa jalanan yang ia lalui hingga kembali ke kursi tempatnya tidur, namun dompetnya tetap tak ditemukan.
Ia tak tahu harus bertanya dengan siapa karena orang yang menunggu ditempat itu sangat banyak dan sudah berbeda dengan pengunjung sebelumnya.
Ia juga sudah bertanya dan memberitahukan perihal dompetnya pada petugas keamanan, namun menurutnya dompet itu mustahil ditemukan.
"Saya bingung mau bilang apa sama suami kondisinya masih dipasang ring jantung, karena jantungnya melemah," akunya yang mengatakan suaminya sedang melakukan pemasangan ring jantung.
Saking lamanya menunggu, ia ketiduran. Dompet suaminya yang ditaruh di tas raib dicopet, mengetahui hal itu, ia histeris karena kehilangan banyak barang berharga.
Wanita kelahiran Desa Yabamaru Kec Distrik Merauke mengatakan sangat capek saat menunggu suaminya di lantai dua gedung hingga tertidur pulas di kursi ruang tunggu.
Wagini mengatakan dompet suaminya diletakkan di dalam tasnya dan tas dijadikan bantal tidur. Ia pun sempat terbangun saat teleponnya berbunyi karena ditelepon keluarganya.
Wagini menjelaskan saat mengambil HP ia membiarkan tasnya terbuka, namun ia lupa menutupnya lagi. Saat itulah ia tak menyadari ada orang lain yang mengambil dompetnya.
"Kayaknya pas saya tidur ada yang duduk di dekat saya, terus ambil dompet bapak," ujar Wagini sambil menangis.
"Saya langsung lemas begitu tahu dompet suami saya tidak ada," ujar Wagini yang mengatakan dompet itu berisi uang Rp 2,5 juta, kartu identitas, dan kartu BPJS.
Wagini sempat memeriksa jalanan yang ia lalui hingga kembali ke kursi tempatnya tidur, namun dompetnya tetap tak ditemukan.
Ia tak tahu harus bertanya dengan siapa karena orang yang menunggu ditempat itu sangat banyak dan sudah berbeda dengan pengunjung sebelumnya.
Ia juga sudah bertanya dan memberitahukan perihal dompetnya pada petugas keamanan, namun menurutnya dompet itu mustahil ditemukan.
"Saya bingung mau bilang apa sama suami kondisinya masih dipasang ring jantung, karena jantungnya melemah," akunya yang mengatakan suaminya sedang melakukan pemasangan ring jantung.
Bali - Copet
Bali, Lokalzone - Kepala Kepolisian Lalu Lintas (Kakorlantas) Mabes Polri Irjen Pol. Agung Budi Maryoto memantau atraksi pasukan polisi cilik (Polcil) Polda Bali guna dipersiapkan untuk acara Sidang Umum Interpol 2016, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (21/10).
Polcil Polda Bali akan diperkuat dengan Polcil Polda Papua dan Polcil Polda Papua Barat yang berjumlah total 35 Polcil.
Sidang Umum Interpol ke-85 sendiri akan digelar pada 7-10 November 2016, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.
"Semua persiapan telah dicek ulang secara periodik baik pelatihan maupun kesiapan lainnya harus sesuai dengan standar international," ujar Irjen Agung kepada wartawan di lokasi.
Menurut jenderal bintang dua ini, para Polcil akan kembali dilatih seminggu sebelum acara.
"Rencana latihan gabungan secara keseluruhan akan dilaksanakan satu minggu sebelum acara digelar," pungkas Irjen Agung dalam rilisnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menuturkan Bali siap menjadi tuan rumah pertemuan polisi seluruh dunia itu. Sidang Umum Interpol merupakan kesempatan Polri membuktikan diri mampu menjadi penyelenggara acara besar tersebut.
Polcil Polda Bali akan diperkuat dengan Polcil Polda Papua dan Polcil Polda Papua Barat yang berjumlah total 35 Polcil.
Sidang Umum Interpol ke-85 sendiri akan digelar pada 7-10 November 2016, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali.
"Semua persiapan telah dicek ulang secara periodik baik pelatihan maupun kesiapan lainnya harus sesuai dengan standar international," ujar Irjen Agung kepada wartawan di lokasi.
Menurut jenderal bintang dua ini, para Polcil akan kembali dilatih seminggu sebelum acara.
"Rencana latihan gabungan secara keseluruhan akan dilaksanakan satu minggu sebelum acara digelar," pungkas Irjen Agung dalam rilisnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menuturkan Bali siap menjadi tuan rumah pertemuan polisi seluruh dunia itu. Sidang Umum Interpol merupakan kesempatan Polri membuktikan diri mampu menjadi penyelenggara acara besar tersebut.
Bali - Polisi Cilik
Langganan:
Postingan (Atom)


























