Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

» » » Ibu Presiden Soekarno Asal Buleleng Bali Kawin Lari, Pendeta Percikan Tirta ke Janin Soekarno!
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama


Bali, Lokalzone - Sang Proklamator sekaligus Presiden RI Pertama, Soekarno lahir dari seorang rahim ibu bernama Rai Srimben yang merupakan seorang wanita asal Banjar Bale Agung, Kelurahan Paket Agung, Buleleng.

Ada beragam kisah dramatis saat Rai Srimben menjalin asmara dengan Rade Soekemi, seorang guru asal Blitar, Jawa Timur hingga melahirkan Soekarno. Suasana klasik masih terlihat saat memasuki pemukiman rumah yang menjadi tempat lahir Srimben.

Beberapa bangunan lama masih dipertahankan, satu di antaranya yang paling terlihat adalah lima bangunan Jineng atau lumbung padi yang masih berdiri kokoh.

Di satu sudut bale, siang itu Made Hardika (72) sedang serius melukis potret Soekarno di atas kanvas. Pria ini adalah cucu dari generasi keempat keturunan Nyoman Rai Srimben. Di usia senjanya Hardika lebih banyak menghabiskan waktunya dengan melukis. Sesekali ia menulis naskah cerita drama tentang Rai Srimben.

Hardika menceritakan, Srimben kecil tidak banyak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Srimben dirawat kakeknya sampai usia remaja. Layaknya gadis Bali pada umumnya kala itu, ia mengisi hari-harinya dengan menenun.

Saat ada upacara-upacara ia juga membantu kakeknya ngayah di Pura dengan membuat canang ataupun bebantenana.Srimben remaja juga pandai menari. Keluwesannya dalam menari inilah yang membuat Rade Soekemi jatuh hati kepadanya.

Ketika itu Soekemi seorang Jawa yang menyukai adat dan budaya Bali tertarik menyaksikan Srimben menari tarian rejang saat ada upacara piodalan di pura desa. Soekemi merupakan seorang guru di Sekolah Rakyat (SR) yang kini bernama SDN 1 Paket Agung.

“Kala itu minta anak-anak untuk sekolah masih kurang. Soekemi mencari murid-murid sampai ke banjar-banjar dan sejak itu dia sering main ke Bale Agung,” kata Hardika. 

Sampai suatu hari Srimben yang kala itu masih berusia 18 tahun nekat menuruti ajakan Soekemi untuk kawin lari tanpa sepengetahuan keluarga.

Keputusan kawin lari ini karena keduanya meyakini pernikahannya tidak akan disetujui orangtua karena berbeda adat dan agama.

“Sampai sore Rai Srimben tidak pulang ke rumah, semua orang sebanjar mencari-cari sambil membunyikan kentongan, ternyata setelah beberapa hari diketahui kawin lari dengan Soekemi dan tinggal di rumah kerabatnya yang seorang polisi masih di Singaraja,” ungkapnya.

Hardika tidak menampik jika pernikahan Srimben dengan Soekemi mendapat pertentangan dari keluarga besarnya.

“Dia secara adat Bali dikatakan mekutang atau dibuang, tetapi tidak dibuang dalam arti harfiah melainkan terputus secara adat dan agama. Keluarga akhirnya mengatakan sebagai wanita yang baik ikutilah suamimu,” tuturnya.

Pernikahan keduanya melahirkan anak pertama bernama Soekarni Wardooyo selama setahun tinggal di Buleleng.

Sampai pada akhirnya pasangan ini memutuskan untuk pergi ke Surabaya, dan saat berangkat ke Surabaya itulah tanpa sepengetahuannya Srimben sedang hamil seorang bayi yang kelak bernama Soekarno. Keduanya pergi ke Surabaya dengan jalur laut menaiki kapal dari Pelabuhan Buleleng.

Ada kisah misterius saat kapal akan berangkat ke Surabaya.

Konon kapal tidak bisa bergerak padahal saat dicek nahkoda dan anak buah kapal tidak ada kerusakan mesin , dan kapal dalam kondisi normal.

“Di dalam kapal ada seorang pendeta, dia lihat satu per satu penumpang sampai matanya tertuju pada Rai Srimben. Dia bilang Srimben sedang mengandung, pendeta itu membaca mantra dan memercikkan tirta ke Srimben. Beberapa saat kemudian mesin kapal hidup dan bisa berjalan,” ujarnya.
Pagi hari saat matahari mulai terbit, 6 Juni 1901 di Surabaya, Soekarno dilahirkan.

Ketika itu ia lahir bertepatan dengan tragedi melestusnya Gunung Kelud.

“Karena lahir pada pagi hari ada tetetenger, dia disebut sebagai putra sang fajar. Ada seorang pintar meramalkan jika anak itu kelak akan menjadi seorang besar yang berguna bagi masyarakat luas dan negara,” ungkapnya.


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama