LokalZone - Mengantisipasi hal-hal negatif yang mungkin dilakukan para remaja khususnya pelajar di Hari Suci Siwalatri yang jatuh pada hari ini, Jumat (8/1/2016) Kapolsek Singaraja Kompol Nyoman Suarnata menghimbau kepada pihak sekolah untuk lebih mengawasi anak didiknya mengingat persembahyangan akan dilakukan hingga larut malam bahkan sampai pagi.
Melalui surat edarannya Suarnata meminta kepada pihak sekolah untuk melakukan kegiatan di Internal Sekolah masing-masing, hal ini untuk memudahkan pengawasan terlebih saat itu mereka (anak-anak, red) tidak dalam pengawasan orang tuannya.
"Adapun maksud dibuat himbaun ini untuk mengantispasi hal-hal yg tidak kita inginkan dan apalagi mereka itu jauh dari pengawasan orang tua. Intinya jangan nodai agama kita yg tidak sesuai dengan ajaran dan larangannya," ujar Suarnata.
Hal ini juga bertujuan untuk meminimalkan adanya tindakan menyimpang dari anak-anak yang seyogyanya meminta ijin keluar untuk sembahyang namun kenyataanya justru memanfaatkan momen ini untuk pacaran.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Dipicu permasalahan utang piutang, Gede Juli Kariasa alias Loyo (25) yang beralamat di Dusun Ketug-ketug, Desa Jinangdalem, Buleleng nekat mencuri sepeda motor milik sepupunya sendiri.
Namun nahas, kurang dari 24 jam dirinya terpaksa dibekuk Sat Reskrim Polres Buleleng untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Dari laporan diterima, sekitar 14 jam. Antara pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga, sepupuan," ungkap Kasat Reskrim AKP T. Ricki Fadlianshah. SiK, Rabu (6/1/20196) di Mapolres Buleleng.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Senin (4/1/2016) sekitar pukul 18.00 wita dimana sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK 5711 UV milik Ketut Seni Tari (53) diparkir di pinggir jalan oleh anaknya dan ditinggal bermain sepak bola, namun usai bermain sepeda motor tersebut sudah raib entah kemana.
Mendapat laporan, Unit Reskrim langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa sebuah sepeda motor hasil curiannya.
Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Ricki Fadlianshah diketahui Loyo dengan mudah mengondol sepeda motor tersebut lantaran kunci dalam keadaan nyantol. "Modus Operandi
Motor diparkir dalam keadaan kunci nyantol,
motor rencananya akan digadaikan untuk menebus motor adiknya yang sebelumnya telah digadiakan. Pengembangan tersangka tidak terkait dengan sindikat, tujuannya untuk menebus motor adiknya," ujarnya.
Hal itu juga diungkapkan oleh Loyo yang kesehariannya bekerja sebagai buruh tani, "Kerja buruh, bertani.
Motor digadaikan Rp 1 juta,
karena pas ada kunci nyantol dan juga saya takut pulang," kata Loyo.
Akibat ulahnya kini Loyo harus berurusan dengan aparat hukum dan dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Buleleng - Hukum
LokalZone - Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. saat menggelar Release Akhir Tahun 2015, Rabu (30/12/2015) sebagai proyeksi dan pertanggung jawaban kinerja Polres Buleleng kepada masyarakat, sekaligus menggelar berbagai barang bukti seperti 754 liter arak bali, 43 buah lomloman, serta sejumlah sajam sitaan.
"Permasalahan ini sudah sampai taraf yang mengkhawatirkan, kenaikannya hampir
200%, saya harap ini menjadi perhatian kita bersama. Kami dari pihak
Kepolisian berpesan bahwa tanggung jawab anak tidak hanya menjadi
tanggung jawab Polisi, tetapi juga lingkungan dan orang tua, mari kita
bersama-sama menjaga anak-anak kita," ungkap Kapolres Harry Haryadi.
Dalam release tersebut terungkap angka kriminalitas secara umum di tahun 2015 mengalami penurunan sebanyak 48% dibandingkan tahun sebelumnya, dari 133 kasus menjadi 69 kasus. Namun demikian khusus kasus kekerasan dan pencabulan terhadap anak mengalami kenaikan, seperti kekerasan terhadap anak dari 3 kasus menjadi 8 kasus naik menjadi 166%, kekerasan dalam rumah tangga dari 35 menjadi 39 kasus naik sebesar 11%, begitu pula persetubuhan anak dari 6 kasus di tahun lalu menjadi 7 kasus ditahun ini atau naik sebesar 16%.
Namun demikian secara umum angka kriminalitas yang terjadi di Buleleng selama tahun 2015 mengalami penurunan yang signifikan, hal ini dipicu dengan peningkatan patroli jalan kaki yang merupakan program dari Polres Buleleng dan di tahun 2016 nanti Kapolres Harry Haryadi mengungkapkan akan memfokuskan kepada tindakan pencegahan atau preventif dengan mengedepankan fungsi Bhabinkamtibmas serta Intel sebagai ujung tombak.
Untuk kasus Narkoba mengalami penurunan sebesar 14%, dimana pada tahun lalu 28 kasus dan di tahun ini ada 24 kasus, begitu pula dengan kasus laka lantas juga mengalami penurunan sebesar 39%, dimana tahun lalu 434 kasus dan tahun ini terjadi 266 kecelakaan lalu lintas, namun
angka kematian naik sebesar 2%, di tahun 2014 korban meninggal 104 orang
dan di tahun ini 106 orang.
Untuk mengantisipasi hal ini, kedepannya pihaknya mengaku akan meningkatkan kehadiran
petugas di beberapa titik yang dianggap rawan dan apabila diperlukan mendirikan pos pantau, serta
melakukan rekayasa lantas karena beberapa tempat rawan memang karena ada tanjakan
atau tikungan tajam, ada pula yang kerena kondisi jalan, termasuk pengajuan pengaspalan.
"Untuk ini ada sedikit kesulitan nih, karena status jalannya ada jalan
kabupaten, Propinsi dan Nasional. Kita akan lihat dulu, kalau yang Nasional kami ajukan ke
Balai Jalan, Kalau Jalan Propinsi kita ke Propinsi kalau Kabupaten kita
akan berkoordinasi dengan kabupaten," ujar Kapolres Harry Haryadi.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Polres Buleleng laksanakan Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Lilin 2015, Rabu (23/12/2015) di Taman Kota, Jalan Ngurah Rai, Singaraja, 589 personil gabungan dari Polres Buleleng beserta Polsek Jajarannya, TNI, Linmas, Pemadam, Dishub hingga Pecalang siap amankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2015 di Buleleng.
Sejumlah titik rawan sudah dipetakan aparat Kepolisian dan mulai hari ini kedepannya pengawasan terhadap pintu masuk Buleleng akan ditingkatkan untuk mencegah barang berbahaya masuk ke wilayah Buleleng. "Pengawasan pintu masuk khususnya di wilayah Gerokgak, kita tingkatkan razia dengan sasaran mobil box, jam berikutnya truk, dan berikutnya bisa roda dua. Mengingat Gerokgak juga rawan laka karena jalannya lebar dan sepi," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. usai memimpin Apel Gelar Pasukan.
Sedangkan untuk pengamanan 47 Gereja yang tersebar di wilayah Buleleng, pihaknya mengungkapkan sudah melakukan pengamanan sejak beberapa hari sebelumnya, mengikuti jadwal yang telah diberikan dari pihak Gereja dan puncaknya pada tanggal 25 Desember nanti.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya Apel Gelar Pasukan Ops Lilin kali ini juga disertai dengan pemusnahan barang bukti berupa minuman keras dan lomloman yang sebelumnya disita aparat Kepolisian.
"489 liter arak,
lomloman 7 buah, anggur 8 buah, ini belum digabung dengan operasi pekat
sebelumnya. Sebelumnya kami juga melakukan penyitaan kembang api hampir 1
gudang, dan operasi ini akan terus berlanjut hingga menjelang malam
tahun baru apabila ditemukan kami tidak akan segan-segan untuk menyita, lebih baik mencegah dari pada mengobati," papar Kapolres Harry Haryadi.
Untuk diketahui terkait perayaan malam tahun baru 2015 nantinya akan dipusatkan di Eks Pelabuhan Buleleng dan Kapolres Harry Haryadi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
Buleleng - Hukum - Kamtibmas
LokalZone - Pasca kerusuhan di LP Kerobokan, Pagi ini Senin (21/12/2015) Aparat Kepolisian dari Polres Buleleng, Kodim 1609 Buleleng dan Pegawai Lapas secara bersama-sama melakukan sweping di Lapas IIB Singaraja, hasilnya cukup mengecutkan pasalnya sejumlah barang yang ditemukan tergolong berbahaya dan dilarang.
Dalam sweping yang dilakukan sekitar 2 jam dari pukul 08.30 wita tersebut Polisi berhasil mengamankan sejumlah pisau cuter, ikat pinggang, gunting, potong kuku, penggaris berbahan besi, tongkat kayu yang dibuat menyerupai tombak, sejumlah pipet, kertas timah serta korek gas yang dimodifikasi sehingga aparat Kepolisian memperkirakan bahwa alat tersebut digunakan untuk menghisap narkoba.
"Seperti yang teman-teman saksikan, itu termasuk kategori barang-barang yang dilarang atau membahayakan, termasuk bekas-bekas alat hisap sabu-sabu, ada bekas kertas timah, pipet ada sendok dan juga koreknya. Kami meyakini sebelumnya itu pasti digunakan untuk Narkoba," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. didampingi Dandim 1609 Buleleng Letkol inf Budi Prasetyo Dandim 1609/Buleleng.
Kapolres Harry Haryadi juga mengungkapkan rasa kekecewaannya dengan adanya temuan berbagai benda yang dapat digunakan sebagai senjata tajam bahkan diduga kuat di dalam lapas juga tersedia alat komunikasi berupa HP.
"Termasuk senjata tajam, apapun ceritanya sebenarnya itu dilarang dan pak Kalapas sendiri sudah mengakui, ada gunting, ada cuter dan itu bisa digunakan sebagai senjata,
seandainya terjadi sesuatu di LP ini tentunya sangat menghawatirkan.
Termasuk disini ada charger, ada baterai, ada kartu perdana ini menandakan ada
alat komunikasi di dalam kawasan lapas ini," tegasnya.
Selain itu didalam lapas juga ditemukan 4 buah kerajinan tangan berupa senjata laras panjang yang dibuat dari kertas, menurut Kapolres Harry Haryadi walau sepintas terlihat sepele namun hal ini sangat membahayakan. "Ini ada senjata berupa kerajinan tangan, ini bisa juga sangat
berbahaya dan rawan karena tidak menutup kemungkinan bisa untuk
membiasakan diri atau bisa juga digunakan untuk sarana latihan, " katanya.
Selain itu terungkap pula bahwa Lapas IIB Singaraja sudah over kapasitas dan sangat rawan apabila terjadi sesuatu. "Saat ini ada 129, sedangkan kapasitas hanya 78 orang jadi over kapasitas hingga 65%. Sudah beberapa kali kita sampaikan ke Pemda hal ini untuk di relokasi, kemarin
ada satu tempat yang bisa digunakan di Kubutambahan namun terlalu jauh
dari pusat kota," ujar Kalapas IIB Singaraja Sutarno, Bc.IP, SH, MH.
Terhadap temuan tersebut pihak Kepolisian langsung melakukan penyitaan, serta akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap para pemiliknya.
Buleleng - Kamtibmas - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)







