Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Berawal dari informasi yang diberikan secara online oleh masyarakat, Sat Narkoba Polres Buleleng berhasil mengamankan dua orang penyalahguna Narkoba di wilayah Timur Kabupaten Buleleng. 

Berdasarkan release dari Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan didampingi oleh Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra, Senin (30/11/2015) di Mapolres Buleleng mengungkapkan penangkapan ini cukup mengejutkan pasalnya baru pertama kali bisa menyentuh wilayah perbatasan timur.

"Jaringan baru, cukup mengejutkan ini untuk pertama kalinya kita bisa sentuh wilayah timur berkat informasi masyarakat secara online. Setelah kami geledah di rumah Cen alias J di wilayah Desa Bondalem kami dapati 17 paket sabu, uang Rp 700 ribu hasil penjualan sabu, beserta perlengkapan alat hisap. Dan disana juga ada sodara Jantuk," ungkap Agus Dwi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian dijetahui, Nyoman Juarsana alias Cen (60) yang beralamat di Desa Bondalem memang beroperasi sebagai pengedar dengan wilayah Tejakula dan mendapatkan barang dari seseorang berinisial C yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian.

"Saat ditangkap sedang memisahkan atau sais dan rencananya akan dijual seharga Rp 300 Ribu per paket. Cen beroperasi di wilayah Tejakula, berdasarkan keterangan saksi Jantuk bahwa dia sudah menjual barang tersebut. Barangnya dari C yang sudah resmi kita jadikan DPO berdasarkan keterangan 2 tersangka dan 1 saksi atas nama Rendi transaksinya dengan tempel di jembatan Bondalem," ungkap Agus Dwi.

Akibat perbuatannya, kini  Nyoman Juarsana alias Cen dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 112 ayat (1) jo pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan terhadap Putu Selamat Riyadi alias Jantuk yang berada di TKP saat pengerebekan dijerat dengan pasal 127 ayat (1) dan atau pasal 131 ayat (1) UU RI no. 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 1 tahun lantaran mengetahui namun tidak melaporkan adanya penyalahgunaan narkotika.

Dengan adanya pengungkapan tersebut Kasat Narkoba AKP Agus Dwi mengungkapkan rasa terimakasih kepada masyarakat atas kerjasama dalam hal pemberian informasi. "Kepada setiap masyarakat yang memberikan informasi mohon dimaklumi karena setiap informasi yang masuk harus kami uji, cocokkan dengan alat bukti sehingga menjadi fakta hukum sesuai dengan UU yang kita gunakan. Kami sangat bersyukur serta berterimakasih kepada masyarakat atas peran serta dan kerjasamanya," katanya.
- -
LokalZone - Sejumlah kasus pelecehan seksual yang melibatkan para remaja, bahkan anak-anak dibawah umur yang terjadi selama dua bulan terakhir di Kabupaten Buleleng diduga kuat hanyalah penomena puncak gunung es yang hanya terlihat di permukaan saja, pasalnya tidak menutup kemungkinan masih banyak kasus serupa yang terjadi namun tidak dilaporkan kepada pihak berwajib.

"Saya sudah 2 bulan disini, yang menonjol itu ada 3, anak dan bapak, pelajar, ada anak 3 tahun ditambah yang terakhir ini, yang baru terjadi umur 14 tahun. Ini sangat memprihatinkan, karena dalam tempo 2 bulan sudah 4 kasus, itu yang ketahun. Saya yakin yang tidak ketahuan masih banyak lagi," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. Kamis (26/11/2015).

Menurutnya dalam hal memberikan keamanan khususnya terkait kekerasan dan seksual kepada anak-anak peran orang tua sangatlah penting karena waktu yang dihabiskan di rumah jauh lebih banyak, sedangkan dari sekolah sendiri anak-anak harusnya mendapat pendidikan budi pekerti, sehingga keduanya dapat menjadi pertahanan awal dalam berinteraksi di masyarakat. 

Pelajaran seksual awal juga semestinya diberikan oleh para orang tua kepada anak-anaknya, "Kalau dulu kita bicara masalah itu masih tabu, tapi sekarang tidak lagi. Sederhananya ajari dia bagian tubuh mana yang tidak boleh dipegang oleh siapa saja itu tidak perlu guru untuk memberitahu," ujarnya.

Namun demikian pihaknya juga meminta semua pihak untuk turut dalam menjaga anak-anak dari para predator seksual, terlebih peran serta pemerintah daerah. "Anak masa puber orang tua harus lebih berhati-hati, dan tentunya peran pemerintah tidak kalah pentingnya. Misalnya taman kota jangan dibiarkan gelap, itu kan memberikan peluang," ujar Kapolres Harry Haryadi B.

Dalam penanganan 4 kasus, termasuk yang terjadi kemarin dimana seorang pelajar SMP yang masih berumur 14 tahun diperkosa oleh seorang pemuda SMA berumur 17 tahun, dua berkas kasus sudah diserahkan ke Kekejaksaan sedangkan dua masih dalam proses penyidikan Polisi.
-
LokalZone -Dalam rangka mengantisipasi situasi kamtibmas Kabupaten Buleleng bebas dari teror menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2015 mendatang, Jajaran Polres Buleleng menggelar Operasi Terpadu bersama Kodim 1609 Buleleng dan Sub Detasemen Polisi Militer Singaraja dengan menyasar penduduk pendatang, razia kendaraan bermotor, miras, prostitusi, hinga patroli gabungan dilakukan anggota TNI dan Polri.

Kebag Ops Polres Buleleng Kompol I Ketut Gelgel, Senin (23/11/2015) usai memberikan pengarahan kepada personil yang akan melaksanakan operasi terpadu di Mapolres Buleleng mengatakan kegiatan ini dilakukan pada siang dan malam hari sebagai bagian dari tindakan cegah tanggal berbagai ancaman kamtibmas di Buleleng.

“Ada sejumlah sasaran yang kita lakukan secara bersama melalui patroli gabungan yang melibatkan Polisi, Kodim dan POM, ini sebagai pola cegah tangkal dan kita juga mengharapkan peran masyarakat untuk bersama-sama melakukan deteksi secara dini di masing-masing wilayahnya,” ungkap Ketut Gelgel. 

Sedangkan dari Komandan Sub Detasemen Polisi Militer Singaraja Kapten CPM Guntur Wiyono mengatakan bahwa Operasi Terpadu yang dilaksanakan secara bersama-sama ini akan lebih efektif dan juga tegas apabila menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kedua Institusi ini.

“Termasuk pelanggaran yang dilakukan anggota TNI dan Polri kita juga tindak nantinya bila menemukan,” tegasnya.

Selain untuk menjaga situasi Kamtibmas Buleleng, Operasi Terpadu ini juga diharapkan dapat meningkatkan soliditas antara Polri dan TNI di Buleleng serta menertibkan anggotanya masing-masing apabila ditemukan melakukan pelanggaran.
-
LokalZone - Maraknya kasus penyebaran kebencian melalui Media Sosial atau Hate Speech menjadi perhatian khusus semua pihak. Pasalnya dalam penyebaran media sosial tersebut banyak kata-kata negatif yang terlontar sehingga dapat merugikan banyak pihak dan dapat menimbulkan perpecahan hingga konflik sosial.

Untuk lebih memberikan pemahaman terkait kondisi ini kepada Anggota Kepolisian di Jajaran Polres Buleleng. Kasubdit Suluh Hukum Polda Bali, AKBP. Agustina Tareck didampingi, Kasubag Hukum Polres Buleleng AKP Wayan Sartika, menggelar sosialisasi penanganan permasalahan penyebaran kebencian melalui media sosial kepada seluruh Jajaran Kepolisian Polres Buleleng yang nantinya akan disebarkan kembali ke masyarakat.

“Di Bali, itu pasti saja ada terjadi penyebaran kebencian maupun fitnah lainnya, dan kami tidak memungkiri ini, baik itu dari Medsos ataupun media lainnya. Disini yang saya tekankan, agar Polisi ini mampu dalam menangani kasus itu, caranya yang paling efektif adalah melalui pendekatan-pendekatan langsung kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak merasa terganggu,” ujar Tareck, Senin (23/11/2015) usai kegiatan sosialisasi di Mapolres Buleleng.

Sementara itu dari Kasat Bimas Polres Buleleng AKP Wayan Sartika menambahkan kebencian yang dimaksud dalam hal ini yakni terkait kata-kata yang tidak semestinya dilontarkan dan dapat menyinggung perasaan orang secara umum. Kendati begitu pihak Kepolisian akan tetap berupaya melakukan penanganan terhadap penyebar kebencian baik melalui Medsos yang menggunakan akun palsu ataupun secara terang-terangan.

“Kami penanganannya itu berdasarkan laporan yang masuk, atas orang yang keberatan dan itu harus ada pembuktian. Kalau masalah menggunakan akun palsu itu, itu memang yang terjadi selama ini, maka dari itu kami akan melakukan pelacakan melalui Cybercrime di Polda Bali, untuk melacak keberadaannya itu,” pungkas Sartika.

Dengan dilakukannya sosialisasi ditingkat Anggota Kepolisian Polres Buleleng ini, nantinya sangat diharapkan, agar mampu disosialisasikan kembali oleh Anggota Kepolisian, khususnya Babinkamtibmas di setiap Desa-Desa di seluruh wilayah Buleleng, kepada masyarakat secara langsung.
-
LokalZone - Bali Road Show Gemstone 2015 Kapolres Buleleng Cup & Launcing logo "Polres Buleleng Sahabat Semua" yang dilaksanakan dengan meriah selama 5 hari dari tanggal 18 - 22 Nopember 2015 dinyatakan usai dengan ditutup dengan penyerahan hadiah utama sebuah sepeda motor kepada kelompok Bali 9 sebagai juara umum lomba batu akik dan batu mulia oleh Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. Minggu (22/11/2015) malam di lapangan Mapolres Buleleng. 

Tim panitia yang dikomando oleh Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan mengaku sempat ragu dengan pameran ini namun hal tersebut ditepis dengan tingginya minat dari masyarakat yang hadir berkunjung. "Ada 60 stan, belakangan 16 orang terpaksa ditolak. Awalnya kita kurang PD tetapi melihat antusias masyarakat yang tinggi akhirnya kita PD juga," ujar Agus Dwi.

Dalam pameran tersebut masyarakat tidak hanya dapat melihat atau membeli batu dari puluhan stan penjual batu tetapi juga dapat memeriksakan batunya di lab khusus untuk mendapatkan sertifikat keaslian batu yang tentunya secara otomatis dapat meningkatkan daya jual batu tersebut disertai hiburan yang setiap malam disuguhkan secara bergantian. Seperti saat malam penutupan masyarakat dihibur dengan aksi kocak Bondres Susi.

Pameran batu akik yang dikemas sebagai magnet dan hiburan masyarakat ini sukses menjalankan perannya untuk mendekatkan masyarakat dan Polri sehingga tidak canggung atau enggan untuk datang ke kantor Polisi. "Ini adalah rumah kita bersama, jangan kecanggungan, enggan atau yang lain silakan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan Polisi," ujar Agus Dwi.

Namun demikian pihaknya mengaku masih akan terus berbenah lantaran baru pertama kali mengadakan iven seperti ini, dan kedepannya akan kembali menggelar iven yang sama namun dengan tema yang berbeda.

"Masih ada beberapa yang akan kami perbaiki, seperti parkir dan pelayanan kami masih pelajari dan akan perbaiki terus. Kedepan kita lihat monumentalnya, saat ini mungkin batu akik mungkin kedepan bisa gebyar komputer atau apa yang saja, kita akan siapkan sihingga masyarakat merasa terlindungi dan terfasilitasi. Tentunya sifatnya menghibur dan positif," ujar Agus Dwi.
-