LokalZone - Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalan Jurusan Singaraja - Kintamani Km 16-17 tepatnya di Banjar Dinas Kanginan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Lantaran adu jangkrik dengan mobil truck dua orang pemuda tewas ditempat dengan tubuh yang tidak utuh lagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kecelakaan tersebut terjadi pada hari Sabtu (20/6/2015) pukul 04.30 wita, sebuah sepeda motor DK 5411 UK yang dibawa oleh Wayan Budiarsa (21), membonceng Kadek Rupadia (18) keduannya beralamat di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, tanpa mengenakan helm dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju ke selatan.
Karena ngebut, saat menikung kekiri mengambil haluan terlalu kekanan, dan pada saat itu dari arah berlawanan muncul kendaraan Truck Isuzu dengan Nopol L 9087 UQ yang dikemudikan oleh Andi Wibowo (38), yang beralamat di Desa Sumengko, Kecamatan Waringin Anom, Kabupaten Gresik, Jatim, sehingga terjadi kecelakaan adu jangkrik.
Akibat kejadian tersebut pengemudi sepeda motor Wayan Budiarsa mengalami luka berat dan pergelangan tangan kanan putus, sedangkan Kadek Rupadia juga mengalami luka parah di sekujur tubuh serta mengalami patah tulang di bagian paha sebelah kanan, dan keduanya langsung meninggal dunia di tempat.
Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra ketika dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2015) membenarkan adanya kecelakaan berdarah tersebut. "Kejadiannya di Desa Bila, Kubutambahan. Korban atas nama Wayan Budiarsa, mahasiswa dan Kadek Rupadia yang dibonceng masih SMP, keduannya meninggal dunia di TKP," paparnya.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Nahas, Putu Nomer (58) tewas mengenaskan setelah ditimpa tembok bagunan miliknya sendiri yang masih dalam proses pembangunan, di Banjar Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (19/6/2015).
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian berawal dari korban membangun rumah bersama dgn Pekerjanya dengan ketingian tembok 2,40 m dan lebar 3m (berjumlah 3 blok) yang saat itu besi hendak mau di Cor.
Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian berawal dari korban membangun rumah bersama dgn Pekerjanya dengan ketingian tembok 2,40 m dan lebar 3m (berjumlah 3 blok) yang saat itu besi hendak mau di Cor.
Saat
pemasangan Begesting, seorang tukang bernama Ida Bgs Pt Bisma naik dengan tangga yang ditumpukan ke tembok sedangkan korban (Pemilik
bangunan) mengawasi dengan melihat kelurusan tembok yg akan di Cor,
bersama 1 orang buruh lainnya, Made Gatra (53).
Dan pada saat itu tiba-tiba tembok roboh dan menimpa 2 orang korban yaitu Putu Nomer
(Pemilik bangunan) Meninggal dunia lantaran mengalami luka pada bagian kepala belakang dan pada hidung mengeluarkan darah di Puskesmas Gerokgak 1 sedangkan Korban I
Made Gatra di rujuk ke RSUD Singaraja dengan kondisi mengalami patah tulang lengan kanan dan luka pada bibir.
Sementara itu dikonfirmasi terkait kejadian tersebut Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi menyebutkan kejadian tersebut murni merupakan kecelakaan kerja. "Hasil sementara, hingga saat ini kejadian tersebut kecelakaan kerja. Korban satu orang, pemilik bangunan meninggal dan satu lagi buruhnya luka-luka," ujarnya.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Setelah sempat menghilang selama sepuluh hari dan dilaporkan ke Mapolsek Seririt, Kadek Anggriani alias KA (23) bertempat tinggal di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, berhasil ditemukan dan dijemput paksa oleh Penyidik Polsek Seririt di wilayah Tanah Lot Kabupaten Tabanan bersama seorang pria idaman lain (PIL) yang bukan suaminya. (Ket Foto: Kadek Anggriani (23) dimintai keterangan atas laporan meninggalkan rumah)
Sebelumnya beredar kabar bahwa Anggriani sempat ditipu oleh oleh laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial, I Kadek Ediana asal Desa Unggahan Kecamatan Seririt dan memintanya menyetor uang senilai Rp. 15 juta. Namun belakangan terungkap diantara keduanya telah terjalin hubungan gelap selama suaminya bekerja di kapal pesiar, hingga akhirnya dijemput oleh keluarga dan Polisi di tanah Lot. (baca juga : Kenalan Dengan Pria di Medsos, Istri Pelaut Menghilang)
Kapolsek Seririt AKP Supriadi Rahman, dikonfrimasi, Kamis (18/6/2015)
malam di Mapolsek Seririt menerangkan, kedua pasangan tersebut langsung
dibawa ke Mapolsek Seririt, setelah dilakukan pencarian bersama kakak
kandung Anggriani, Wayan Suantika (27) asal Dusun Bantes Desa Bulian
Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Anggriani menikah setahun lalu dengan
suaminya Kadek Jaya Matsya (31), yang kini berlayar di kapal pesiar di
kawasan Laut Atlantik. Setelah diinterograsi mengaku memiliki hubungan
khusus, bahkan berpindah-pindah menginap di empat TKP penginapan di
wilayah Seririt, Jalan Pulau Obi Singaraja, Kerobokan Badung, dan
terakhir di Tanah Lot. “Ediana yang tidak bisa bayar sewa hotel, sempat
mengancam mau bunuh diri memakai racun potas, kalau Anggriani tidak
datang ke Hotel di Pulau Obi. Selasa (9/6/2015) lalu mereka berdua memutuskan
naik motor mencari dan menginap di kost-kostan di wilayah Tanah Lot,
saat itu keluarga bingung mencari di mana korban berada. Kami berhasil
ditemukan kedua pasangan ini Kamis (18/9/2015) sekitar pukul 16.00 Wita,”
ujar Supriadi Rahman.
Pihaknya menambahkan, hubungan asmara keduanya dijalin melalui medsos
Facebook, BBM, telepon. Selama menghilang mereka tidak canggung
melakukan hubungan badan layaknya suami istri di penginapan. “Setiap
balik ke kampung, KA mengaku sering ditanya kenapa belum punya anak.
Hubungan badan dilakukan beberapa kali. Kalau soal Kadek Ediana memakai
akun Facebook palsu, itu benar memang milik temannya yang sudah
meninggal. Memang hubungan asmara keduanya suka sama suka,” tambahnya.
Korban KA selama proses penyidikan lebih banyak berdiam diri, dan
hanya sesekali menjawab saat ditanya penyidik. Ketika disinggung mengapa
mengilang dari rumah, dia mengaku merasa ditipu Kadek Ediana, karena
uangnya senilai total Rp. 15 Juta diserahkan bertahap. “Merasa ditipu
dan takut kehilangan karena sudah serahkan uang Rp. 15 Juta itu,” ucap
KA.
Sementara itu, Wayan Suantika dengan sabar menunggu
adiknya diperiksa polisi. Dia bersama keluarga menyerahkan pemeriksaan
kasus ke kepolisian. Berikutnya berkomunikasi rembuk bersama kedua belah
keluarga, akan dilakukan mencari solusi terbaik. “Saya sempat
komunikasi lewat Facebook dengan suami KA, yang masih bekerja di Kapal
Pesiar. Kami memang sempat shock mencari KA sekala dan niskala, tapi
syukur sudah ditemukan,” pungkasnya.
Buleleng - Sosial
LokalZone - Penangkapan demi penangkapan yang terjadi lantaran narkoba sepertinya masih belum bisa membuat efek jera bagi penyalahguna narkotika di Buleleng. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada di Mapolres Buleleng, dalam waktu 21 hari ini saja empat orang telah diamankan karena kesandung Narkoba.
"Dari tangggal 26 Mei sampai 15 Juni, 21 hari Ops Antik. Kita awali dengan kegiatan preemtif mulai dengan penyuluhan-penyuluhan, tes urin, kerjasama dengan 16 sekolah dalam bentuk Kaspan, namun masih ada penyalahgunaan Narkoba. Kita mengamankan 4 orang pelaku, satu orang diduga sebagai pengedar dan 3 sudah dilimpahkan ke LP," ungkap Kabag Ops Kompol Ketut Gelgel didampingi Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan dalam release akhir Ops Antik kepada media, Kamis (18/6/2015).
Keempat orang tersebut adalah Yuli Yumiati alias Lala (31) danRisa Wulandari alias Caca (20) dengan barang bukti dua paket sabu seberat 0,2 gram, Yudha Prawira (26) dengan barang bukti empat paket sabu seberat 0,68 gram dan terakhir Wayan Ardika (38) dengan barang bukti tiga paket sabu seberat 2,17 gram yang ditangkap pada hari Minggu (14/6/2015).
Selain keempat orang penyalahguna Narkoba, dalam Operasi bersandi Antik Agung 2015 jajaran Polres Buleleng juga turut mengamankan tujuh jirigen arak bali yang didapatkan dari enam TKP yang tersebar di Kabupaten Buleleng.
Buleleng - Hukum - Narkoba - Ungkap Kasus
LokalZone - Warga di Desa Sumberklampok Kecamatan Gerokgak sejak beberapa hari terakhir
resah dengan kematian tujuh ekor domba yang dirasakan aneh dan
misterius, pasalnya kematian domba itu ditemukan nampak seperti dikuliti, bahkan satu
diantaranya bagian organ hatinya menghilang.
Bahkan berdasarkan pengakuan seorang warga sebelum kejadian tersebut sempat melihat bayangan hitam besar dan anjing-anjing yang ada disekitar tempat kejadian menggonggong seakan mencemaskan sesuatu.
Dikonfirmasi mengenai fenomena tersebut Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi, Selasa (16/6/2015) di Mapolres Buleleng mengungkapkan pihaknya tidak bisa berkata banyak terhadap beberapa penomena mistis yang terjadi dan akan tetap fokus berdasarkan pemikiran logis.
"Nah kalau dari segi Niskala kita tidak bisa jelaskan, Polisi berdasarkan
fakta yang ada dan dari pemikiran logis, kalau dari niskala kita tidak
bisa masuk kesitu," papar Kapolres Kurniadi.
Lebih lanjut pihaknya mengatakan saat ini sedang berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Pertanian Buleleng untuk mengetahui apa penyebab kematian dari beberapa domba tersebut.
"Kita masih berkoordinasi dengan dinas peternakan dan pertanian untuk
menjelasan jenis penyakit apa penyebabnya, dugaan awal karena
pencernaan, kemungkinan dari makanan, tapi nantilah kita simpulkan," jelas Kapolres Kurniadi.
Buleleng - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)









