Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Kelakuan pegawai bank yang satu ini benar-benar tidak patut ditiru, hanya dalam waktu sembilan bulan bekerja sebagai kolektor tabungan di BPR Suyajaya Kubutambahan Jhonieko Maralia Seden alias Joni tercatat telah melakukan penggelapan uang nasabah sebanyak Rp 200 juta.

Berdasarkan keterangan dari Kepolisian kasus ini terungkap lantaran adanya ketidak sinkronan data di lapangan dan data yang dimiliki oleh bank saat dilakukan audit oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) sehingga muncul dugaan adanya penyelewengan dana dan ditindak lanjuti dengan melaporkan temuan tersebut ke Polisi.

"Berdasarkan laporan, kami lakukan penyelidikan dan tersangka mengakui perbuatannya. Jumlah uang yang diambil sekitar Rp 200 juta. Modusnya macam-macam terutama dari rekening tabungan karena tersangka petugas lapangan," ungkap Kasat Reskrim AKP Adnyana TJ dalam releasenya kepada wartawan, Kamis (30/4/2015).

Sedangkan ketika ditanyakan kepada Joni, dirinya dengan gamblang mengakui perbuatannya dan mengatakan uang tersebut digunakan untuk keperluan sehari-hari termasuk untuk modis. 

"Bekerjanya sudah 3 tahun, ambil uangnya sejak 9 bulan yang lalu sedikit-sedikit, Rp 100 ribuan. Untuk keperluan sehari-hari, namanya anak muda ya beli celana dan pakaian," kata Joni.

Menerut catatan, Sat Reskrim Polres Buleleng sedikitnya sudah mengumpulkan 205 buku tabungan dari para nasabah dan masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini yang tidak menutup kemungkinan bisa berlanjut ke pasal pencucian uang

"Pasal yang dikenakan 374 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan. Ini masih pengembangan jika terbukti adanya penyelewengan hasil penggelapan tersebut bisa dibawa ke pasal pencucian uang," papar Adnyana TJ.
- -
LokalZone - Tingkatkan kinerja Polri, Jajaran Polres Buleleng bentuk sembilan Satgas yang teridri dari satgas rekrutmen/Pendidikan yang terbuka, satgas pemberantasan preman dan kejahatan jalanan, satgas pemberantasan terhadap tindak pidana korupsi, satgas pemberantasan narkoba dan perjudian, satgas penumpasan terorisme, satgas sikat ilegal fishing, satgas Polri bersih dan satgas revolusi mental. 

"Ada sembilan satgas yang kita bentuk sebagai jawaban implementasi daripada sebelas sasaran prioritas kepemimpinan bapak Kapolri yang baru," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi usai memimpin gelar pasukan dalam rangka pembentukan satgas tersebut, Rabu (29/4/2015) pagi di lapangan Polres Buleleng.

Selain melaksanakan tugas yang diemban, kedepannya para satgas ini juga diwajibkan untuk memberikan laporan hasil kepada komando. "Satgas ini tiap hari akan bergerak dan wajib ada hasil, ada fotonya, yang akan disampaikan kepada pimpinan diatas. Laporan akan dikonfulir secara berjenjang dari Polsek hingga Polres di Bagian Operasional (Bagops) sebelum nantinya ke Polda," kata Kapolres Kurniadi.

Menurut Kapolres yang akan menjadi prioritas jajarannya saat ini adalah kehadiran aparat Kepolisian ditengah-tengah masyarakat sekaligus memberikan rasa aman dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.

"Yang menjadi prioritas adalah satgas untuk penempatan personil, didalam nawacita kehadiran negara harus ada ditengah-tengah masyarakat. Jadi nanti kita akan perkuat posisi personil, pagi, siang dan malam, 1 x 24 jam personil kita ploting dilapangan. Yang dapat dilihat nanti personil yang jaga pagi, siang dan sore, setelah itu dilanjutkan ada patroli dan kring serse," ujarnya.

Selain itu pihaknya juga sedang mempersiapkan pengamanan di bulan Mei dalam rangka hari buruh dan Harkitnas namun demikian diakuinya pula dari informasi intelijen kecil kemungkinan akan ada gerakan dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Buleleng. "Kegiatan 1 mei dulu setelah itu harkitnas, biasanya ada kelompok-kelompok tertentu yang mempertanyakan kinerja pemerintahan yang baru. Mudah-mudahan kondusih, dari intelijen kami tidak ada kegiatan dari KSPI disini, yang ada hanya kegiatan seminar yang akan disampaikan oleh Gede Pasek di Sesetan," kata Kapolres Kurniadi.

Dari data yang ada di Mapolres Buleleng, tercatat terdapat 1.222 tenaga kerja dari 21 perusahaan yang sebagian besar dari industri pariwisata yang tersebar di Kabupaten Buleleng.
- -
LokalZone - Berawal dari pengungkapan kasus pencurian sebuah sepeda motor, Satuan Reskrim Polres Buleleng berhasil mengamankan puluhan sepeda motor yang diduga merupakan hasil kriminal pasalnya hingga kini pemilik belum bisa menunjukkan bukti kepemilikan kepada Polisi. 

Berdasarkan hasil release dari Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ, Senin (27/4/2015) mengungkapkan kedua pelaku yakni Putu Ari Lauttama alias Laut (20) dan Komang Agus Widiarta alias Mang Agus (19) warga Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt secara bersama-sama melakukan aksi curanmor di Diskotik Vulcano pada tanggal 11 Mei 2014 lalu dengan modus mendorong sepeda motor tersebut.

"Seijin bapak Kapolres, Kami telah mengamankan 2 tersangka curanmor yang terjadi pada tahun 2014 dengan TKP di Vulcano. Dari hasil lidik anggota dilapangan sepeda motor itu digadaikan di Kecamatan Pupuan, Digadaikan oleh Tersangkat Laut dan Agus," ungkap Adnyana TJ.

Untuk menutupi aksinya kedua pelaku sempat menukar nopol sepeda motor hasil curiannya yakni DK 7131 VK dengan yang palsu DK 8115 UV dan digadaikan kepada PT GO yang beralamat di DUsun Sinalut, Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada. Bahka dari tempat yang sama Polisi mengamankan 31 unit sepeda motor lantaran penggadai tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan.

"Hasil interograsi secara pasti baru satu unit di klarifikasi sebagai hasil curanmor sisanya dari penerima gadai belum bisa menunjukkan kepemilikan kendaraan tersebut, kami masih menunggu dari pemilik dan mencocokkan dalam data curanmor kami," kata Adnyana TJ.

Ketika dikonfirmasi Laut dan Agus tidak banyak bicara dan berkilah baru sekali ini melakukan aksi pencurian, didepan puluhan barang bukti sepeda motor yang digelar di lapangan Polres Buleleng. Namun hal itu dibantah oleh Kasat Reskrim Adnyana TJ pasalnya keduannya juga terlibat dalam aksi pencurian bebek yang sebelumnya terjadi di wilayah Seririt.

"Mereka ada kaitannya dengan kasus pencurian bebek yang sebelumnya terjadi di Seririt, tapi ini kasusnya beda karena kami mendapat informasi sepeda motor digadai. Ini berkaitan dengan Operasi Lilin yang memang menyasar salah satunya kasus Curanmor," papar Adnyana TJ.

Akibat perbuatannya tersebut kini Laut dan Agus harus berhadapan dengan aparat hukum dan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
- - -
LokalZone - Bupati Putu Agus Suradnyana, ST siapkan lahan milik pribadinya di Desa Munduk seluas 15 are kepada warga Tamblingan yang Sabtu lalu rumahnya dibongkar. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Suradnyana usai Sidang Paripurna di DPRD Buleleng, Senin (27/4/2015). 

Bupati PAS mengatakan, warga yang memiliki lahan akan diberikan bantuan bedah rumah, sementara warga yang tidak memiliki lahan akan diberikan tanah miliknnya dan dibantu bedah rumah. "Kini Dinas Sosial sedang mendata secepatnya kita akan berikan" ucapnya. 

Sementara itu, siangnya, Pemkab Buleleng, melalui Dinas Sosial Kabupaten Buleleng memberikan bantuan 44 paket sembako kepada warga Tamblingan yang kini telah menempati tempat tinggalnya, Senin (27/4/2015). 

Selain sembako juga diserahkan pakaian sekolah bagi anak anak. "Ini bentuk tanggunjawab kemanusiaan kami. Pemerintah tidak akan lepas tangan begitu saja dengan masalah yang dialami warga" ucap Kadis Sosial Gede Komang
- -
LokalZone - Pemkab Buleleng melalui kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Buleleng mengukir prestasi dengan memperoleh Penghargaan Perpamsi Award 2015 kategori Kabupaten di Bawah 50.000 pelanggan PDAM wilayah IV Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua. 

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia DR. Ir. Mochamad Basoeki Hadi Moeljono, M.Sc kepada Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka,MP mewakili Bupati Buleleng di Hotel Bidakara Jakarta pada acara Indonesia Water and Waste Water Expo & Forum (IWWEF) Selasa (21/4/2015) lalu.

Dalam agenda dua tahunan yang diselenggarakan Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (PERPAMSI) tersebut, PDAM Buleleng dinilai telah memberikan kinerja pelayanan terbaik air minum dan sanitasi. Data dalam penilaian ini diambil dari penilaian kinerja Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air (BPPSPAM) atas audit regular kinerja yang di laksanakan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Senin pagi (27/4/2015) Direktur Utama (Dirut) PDAM Buleleng Made Lestariana menyerahkan penghargaan tersebut kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana,ST di Kantor Bupati. Ditemui diruang kerjanya Bupati PAS menyampaikan terimakasih atas kinerja dari PDAM sehingga bisa merih penghargaan tersebut. 

Ia juga mengatakan penghargaan ini merupakan keberhasilan Pemkab Buleleng dalam memberikan pelayanan. “Penghargaan ini bukan penghargaan semu, melainkan ini merupakan kepuasan yang sangat luar biasa karena ini menyangkut pelayanan kepada public” katanya. Agus berharap agar upaya yang dilakukan oleh PDAM terus ditingkatkan.
-