Lokalzone - Sungguh nahas bagi Putu Agus Darmayasa alias Leong (22), beralamat di Banjar DInas Tenaon, Desa Alasangker, pasalnya dirinya yang selama ini melenggang bebas membeli barang haram itu di Denpasar ketika pulang ke Buleleng malah diciduk Polisi.
Dari tangan tersangka Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa dua paket sabu-sabu. Masing-masing seberat 0,9
gram yang disimpan di saku kiri celananya dan satunya seberat 0,1 gram
digenggaman tangannya hendak dibuang.
"Kami masih melakukan pengembangan, semalam di lokasi penangkapan kami masih nyanggong, rumah kostnya juga kami geledah. Tetapi tersangka lupa wajah pelaku sehingga cukup menyulitkan kami," ungkap Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan, Kamis (04/12/2014) di Mapolres Buleleng.
Sedangkan Leong sendiri mengakui sudanh mengkonsumsi Narkoba sejak tiga tahun lalu, mengaku membeli dua paket sabu itu seharga Rp 2 juta untuk digunakan sendiri. "Saya biasa menggunakan narkoba untuk menjaga stamina supaya fit bekerja, saya gunakan setiap hari pak," kata Leong.
Akibat perbuatannya itu kini Leong harus mendekam di ruang tahanan Polres Buleleng dengan dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
Akibat perbuatannya itu kini Leong harus mendekam di ruang tahanan Polres Buleleng dengan dijerat pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
Buleleng - Narkoba - Ungkap Kasus
Lokalzone - Dalam rangka Operasi Zebra 2014, jajaran Polres Buleleng bekerjasama dengan Polisi Militer (PM), Dishub, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Singaraja melaksanakan Razia kendaraan bermotor disertai membagikan sejumlah stiker kesadaran berlalu lintas dan juga sidang ditempat bagi para pelanggar, Kamis (04/12/2014) di depan Mix Max, Kelurahan Banyuasri.
Sedikitnya dalam kegiatan tersebut puluhan orang terjaring dalam razia dan sebagian besar langsung disidangkan ditempat. "Ini merupakan program dari Kapolri dalam rangka menertibkan pelanggaran-pelanggaran lalu lintas, ini cukup efektif untuk dilakukan di lapangan," ujar Ketua Pengadilan Negeri Singaraja I Wayan Merta, SH. MH.
Di tempat yang sama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Singaraja Somarjo,SH juga mengungkapkan kegiatan sangat efektif untuk menekan pelanggaran lalu lintas, sekaligus memberikan edukasi atau pengalaman dalam proses hukum terhadap pelanggaran lalu lintas dan berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin. "Kalau tertib lalu lintas keselamatan pasti terjaga itu satu, selain itu masyarakat juga bisa belajar untuk melek hukum sehingga kesadaran terhadap hukum juga bisa dijaga. Nanti kita lakukan ini secara rutin," kata Somarjo.
Secara detail dalam kegiatan itu aparat gabungan berhasil menindak 49 orang pelanggar yang terdiri dari 27 pelanggaran tanpa SIM, STNK Mati, 7 muatan (tonase), 11 penggunaan helm tidak SNI yang langsung disidangkan di tempat dan dua orang lainnya hanya diberikan sanksi berupa teguran simpatik.
Kasat Lantas AKP I Nengah Patrem, SH mengungkapkan tujuan utama dari razia sidang ditempat ini selain memberikan efek jera juga mengedukasi masyarakat sehingga tidak timbul kesan atau image bahwa uang tilang itu masuk ke kas negara.
"Tujuan dari sidang ditempat ini kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat beginilah proses hukum terhadap pelanggaran lalu lintas jika tiga aparat penekak hukum bekerja bersama. Denda tilang masuk ke kas negara sehingga tidak ada image dana tilang itu masuk kedalam kantong pribadi atau siapapun. Dalam Operasi Zebra ini kita memang menjadwalkan sekali, saya sudah berkoordinasi dengan Bapak Kajari dan Ketua Pengadilan sehingga nantinya dapat lebih sering dilakukan, minimal sebulan sekali," ungkap Patrem.
Buleleng - Kamtibmas
Lokalzone - Berselisih paham Komang S (35) seorang PNS di Kantor Camat Banjar tertembak senapan angin pelaku Putu S (48), orang sekampunya sendiri, Dusun Daging
Margi Desa Tampekan, Kecamatan Banjar yang juga disebut-sebut pernah menjabat sebagai Perbekel Desa
Tampekan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sebelum terjadi aksi penembakan, siang harinya, Selasa (2/12/2014) pelaku sempat mendatangi korban di Kantor Camat Banjar dengan membawa senjata tajam berupa pisau dan kampak. Diantara keduannya sempat terjadi pertengkaran mulut namun berhasil dilerai oleh sejumlah pegawai disana.
Jam pulang kantor korban pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor, namun ternyata pelaku sudah menunggu disana dan langsung melakukan pencegatan dengan menodong dan menembakan senapan angin kearah paha kiri korban. Akibat kejadian tersebut sebuah peluru bersarang di paha korban dan pelaku langsung kabur setelah melakukan penembakan.
Kapolsek
Banjar Kompol Hendrik PB seizin Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi saat
dihubungi via telepon, Rabu (03/12/2014) membenarkan telah terjadi kasus pengancaman yang
disertai penembakan dengan senapan angin. Dan mengatakan,
setelah mengevakusi korban, anggotanya langsung diterjunkan untuk
mengejaran dengan mendatangi rumah pelaku, namun yang
bersangkutan berhasil kabur. Hingga saat ini informasi terkait keberdaan pelaku yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi masih simpang siur, ada yang mengatakan berada di Denpasar dan ada pula yang menyebut sedang berada di Jembrana.
Buleleng - Penganiayaan
Lokalzone - Walau telah mengadakan sosialisasi secara gencar baik melalui media cetak, elektronik, pemasangan spanduk maupun pembagian brosur sebelum Operasi Zebra 2014 yang diadakan secara serentak di seluruh Indonesia dari tanggal 26 Nopember s/d 9 Desember 2014 nanti, ternyata dalam waktu sepekan diadakannya operasi sedikitnya 226 orang pelanggartelah terjarin dalam serangkaian razia terhadap pengguna kendaraan bermotor di Kabupaten Buleleng.
Kasatlantas
Polres Buleleng AKP. I Nengah Patrem memaparkan, dari 226 pelanggar
yang ditindak tersebut, sebanyak 125 pelanggar dinyatakan melanggar
karena tanpa menggunakan helm sesuai standar SNI, kemudian sebanyak 38
pelanggar dinyatakan melanggar karena kelengkapan kendaraannya tidak
memenuhi standar, lalu sebanyak 27 pelanggar dinyatakan melanggar karena
tanpa memiliki SIM dan STNK, terus pelanggaran rambu lalulintas
sebanyak 20 pelanggar, dan pelanggaran melebihi batas muatan sebanyak 13
pelanggar, kemudian pelanggaran marka dan kecepatan laju kendaraan
sebanyak 3 pelanggar.
“Sebenarnya
operasi ini kami lakukan, sasaran utamanya adalah menyasar pengendara
kendaraan yang menggunakan helm tidak sesuai standar, dan kendaraan yang
melebihi muatan. Namun, apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran
lainnya diluar sasaran dalam operasi ini, tentunya juga akan kami tetap
tindak sesuai aturan,” kata AKP. Patrem atas seizin Kapolres Buleleng, Selasa (3/12/2014) di Mapolres Buleleng.
Dalam Operasi Zebra ini Polisi melakukan penegakan disiplin dalam berkendara dengan menggunakan sistem Stasioner (mengadakan razia di tempat) dan Hunting (patroli mobile) yang langsung menindak tegas pelanggar yang ditemukan di jalan raya. Dari data sementara para pelanggar yang terjaring masih di dominasi dari kalangan remaja usia 15-25 tahun dengan pelanggaran helm yang tidak standar serta tidak memiliki SIM.
Secara teori tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah tertentu sangat berpengaruh terhadap jumlah angka kecelakaan yang nantinya akan kembali berimbas terhadap angka korban meninggal dunia secara sia-sia di jalan raya. “Setiap kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalan raya, itu pasti selalu diawali dari adanya pelanggaran lalulintas. Maka dari itu saya sarankan kepada masyarakat, kalau kita ingin selamat di jalan saat berlalulintas, agar taatilah semua aturan-aturan yang berlaku dalam berlalulintas, sehingga tingginya angka kecelakaan di Buleleng dapat kita minimalisir,” saran AKP Patrem.
Buleleng
Lokalzone - KH Fakhrurozy resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh presidium penyelamat Jakarta di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/12/2014). Dia disebut "Gubernur Tandingan DKI Jakarta" padahal saat ini sudah ada gubernur DKI Jakarta yang resmi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Walaupun dirinya dideklarasikan oleh aliansi Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menjadi gubernur,Fakhrurozy mengaku terpilih karena rakyat yang memilih.
"Saya dipilih rakyat kok. Memang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI belum mengutus saya menjadi gubernur. Cuma, kalau si Ahok, kan dilantik di DPRD oleh presiden. Nah, DPRD itu menurut saya ya rakyat," ucapnya di depan Balaikota.
Ia juga menuturkan, dirinya akan mengedepankan kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, rencananya ia akan blusukan di beberapa tempat mulai besok, Selasa (2/12/2014).
"Soal program-program saya, nanti sajalah dibahas. Tapi, kalau ditanya kenapa saya yang jadi Gubernur, toh tukang becak aja bisa kok jadi gubernur," tuturnya. (tribunnews)
Walaupun dirinya dideklarasikan oleh aliansi Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menjadi gubernur,Fakhrurozy mengaku terpilih karena rakyat yang memilih.
"Saya dipilih rakyat kok. Memang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI belum mengutus saya menjadi gubernur. Cuma, kalau si Ahok, kan dilantik di DPRD oleh presiden. Nah, DPRD itu menurut saya ya rakyat," ucapnya di depan Balaikota.
Ia juga menuturkan, dirinya akan mengedepankan kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, rencananya ia akan blusukan di beberapa tempat mulai besok, Selasa (2/12/2014).
"Soal program-program saya, nanti sajalah dibahas. Tapi, kalau ditanya kenapa saya yang jadi Gubernur, toh tukang becak aja bisa kok jadi gubernur," tuturnya. (tribunnews)
Nasional
Langganan:
Postingan (Atom)








