Lokalzone - Surat Edaran Bupati Buleleng No. 4306 tahun 2012 tanggal 2 November 2012
tentang larangan untuk mengambil dan memungut daun cengkeh serta
kebijakan penutupan investasi dibidang usaha Industri Penyulingan
Daun Cengkeh sepertinya kembali mendapat perlawanan dari sejumlah warga yang dirugikan.
Pagi tadi, Senin (16/12/2013) sekitar dua puluh lima orang yang bergelut di bidang usaha penyulingan daun cengkeh dengan dikomandoi oleh Made Sumardin dan Jro Made Sudana mendatangi kantor DPRD Kabupaten Buleleng untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Kedatangan sejumlah pengusaha daun cengkeh tersebut diterima oleh ketua komisi B DPRD Kabupaten Buleleng Mangku Budiasa. Dalam pertemuan tersebut diketahui perwakilan pengusaha penyulingan cengkeh singaraja menginginkan agar pihak DPRD mengkaji ulang Perda No. 2 tahun
2012 Kabupaten Buleleng tentang Perizinan serta melakukan kajian teknis dan akademis terhadap JAP (Jamur
Akar Putih) yang menyerang pohon cengkeh.
Aksi demontrasi sejumlah warga tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian hingga akhirnya membubarkan diri setelah mendapat penjelasan dari pihak DPRD.
Buleleng - Demontrasi
Lokalzone -KPU Kabupaten Buleleng mengundang partai politik untuk melakukan
parafing spesimen surat suara pemilihan umum anggota DPRD Kabupaten
Buleleng. Surat suara akan segera dicetak.
Parafing spesimen surat suara pileg 2014 dilakukan di kantor KPU
Buleleng, Senin (16/12/2013). proses parafing mengundang pengurus dan
petugas penghubung partai politik.
“Proses parafing spesimen surat suara pileg 2014 berdasarkan Daftar
Calon Tetap(DCT) anggota DPRD Kabupaten Buleleng masing-masing partai
politik pada enam (6) daerah pemilihan telah selesai. Nantinya, surat
suara akan dicetak,” kata Ketua KPU Kabaupaten Buleleng Gede Suardana.
Dalam proses parafing tersebut, pengurus partai politik mengecek
nomor urut partai, nama dan nomor urut caleg, serta daerah pemilihan
(dapil) masing-masing caleg.
Dari proses tersebut, Suardana mengatakan bahwa nama-nama yang
tercantum dalam spesimen surat suara pileg 2014 DPRD Kabupaten Buleleng
telah benar dan sesuai dengan Daftar Calon Tetap (DCT) yang telah
ditetapkan .
“Spesimen surat suara pileg 2014 Kabupaten Buleleng telah mendapat
persetujuan dan parafing pimpinan partai politik atau petugas
penghubung,” kata Gede Suardana lebih lanjut.
Parafing tersebut merupakan kelanjutan dari proses validasi surat
suara yang telah dilakukan di KPU RI. “Setelah proses parafing maka
surat suara akan dicetak. Tidak ada lagi protes dari partai politik jika
terjadi kesalahan dalam surat suara karena proses parafing dilakukan
secara teliti dan telah mendapatkan persetujuan dari partai politik,”
kata Suardana.
Diketahui, KPU RI telah menentukan ukuran surat suara pileg 2014,
yaitu lebar 42 cm dan panjang 52 cm. Dalam surat suara terdapat nomor
urut partai, nama dan nomor urut caleg sesuai dapil. (kpu)
Buleleng
Lokalzone - Tidak terima kepala Desanya, I
Putu Wibawa menjadi tersangka atas dugaan korupsi Prona Desa Sumberkima, sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat dari Desa Sumberkima mendatangi Mapolres Buleleng, Kamis (12/12/2013) untuk menyatakan aspirasinya dan meminta supaya yang bersangkutan tidak ditahan.
Belasan warga Desa Sumberkima tersebut diterima langsung oleh Kapolres Buleleng Beny Arjanto yang ditemani sejumlah pejabat di Mapolres Buleleng dengan mendengarkan sejumlah keluhan dari warga yang menyatakan beberapa aspirasinya yang beberapa diantaranya menyatakan bahwa permasalahan prona ini sudah disepakati oleh warga saat diadakan rapat dan dipicu karena permasalahan politik.
"Prona ini jelas menimbulkan biaya dan dari Desa tidak ada anggaran untuk itu. Sedangkan enam Desa lainnya di Kecamatan Gerokgak yang juga mendapatkan Prona juga melakukan pungutan yang sama, lantas kenapa hanya perbekel kami saja yang dipermasalahkan" kata Gede Ngurah Widiada Yadnya selaku BPD Desa Sumberkima.
Selain itu dari warga yang berjumlah belasan orang tersebut juga mengungkapkan bahwa I Putu Wibawa selaku perbekel di Desa Sumberkima tidak melakukan korupsi untuk memperkaya dirinya sendiri, hal ini terlihat dari kemenangannya saat pemilihan perbekel untuk yang kedua kalinya dan permasalahan ini murni karena politik.
Mendapatkan masukan seperti itu, Beny Arjanto memberikan jawaban bahwa Polisi sangat menghargai masukan dan informasi dari masyarakat. "Saya sangat menghargai masukan masyarakat tetapi masalah penyidikan tidak bisa dihentikan, kalu tidak diteruskan justru kita yang salah. Berkaitan dengan dugaan Politik saya berani jamin tidak ada interfensi kepada penyidik", papar Beny.
Sedangkan mengenai informasi adanya enam Desa lain di Gerokgak yang diduga melakukan korupsi Prona dari pihak Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan guna mengetahui sampai sejauh mana kebenaran dari informasi tersebut.
Sedangkan mengenai informasi adanya enam Desa lain di Gerokgak yang diduga melakukan korupsi Prona dari pihak Kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan guna mengetahui sampai sejauh mana kebenaran dari informasi tersebut.
Hingga saat ini proses penyidikan dari pihak kepolisian sudah mencapai P19 dan masih melengkapi beberapa berkas dengan memeriksa sejumlah saksi.
Buleleng - Korupsi
Lokalzone - Lakukan persiapan dalam rangka menyongsong pemilihan legislatif dan presiden di tahun 2014 nanti, Polres Buleleng mengojlok anggotanya dalam hal pengendalian masa.
Bertempat di Eks Pelabuhan Buleleng, Kamis (12/12/2013) sejumlah personil dari Polres Buleleng beserta Polsek melakukan serangkaian latihan formasi pengendalian massa yang dipimpim oleh Kasat Shabara AKP Kutut Juli.
Ditemui di sela-sela latihan Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Riza Faisal mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk penyegarkan kepada anggota karena sudah cukup lama tidak melaksanakan latihan.
"sudah cukup lama anggota kita tidak latihan, diantara mereka juga banyak yang pindah tugas karena mutasi", papar Riza Faisal.
Pihaknya juga menambahkan kegiatan ini merupakan langkah awal dalam rangka persiapan pengamanan Pileg dan Pilpres 2014 dengan mengkonsolidasi personil dengan peralatan yang ada, dan kedepan seperti ini akan kembali dilaksanakan.
Buleleng
Lokalzone - Tidak mau kecolongan dalam hal perayaan hari Natal dan Tahun Baru 2013 nantinya, Jajaran Polres Buleleng sepertinya akan semakin genjar dalam melakukan sweping-sweping.
Adapun yang menjadi sasaran sweping dari aparat Kepolisian yakni Mercon, Penduduk pendatang dan tentunya miras yang seringkali menimbulkan permasalahan berupa bentrok antar warga lantaran tidak sadar akibat mengkonsumsi miras secara berlebihan.
"Walau tidak bisa menyetop seluruh peredaran mercon, minimal kita bisa miminimalisir penggunaannya" papar Beny Arjanto selaku Kapolres Buleleng, Kamis (12/12/2013) di Mapolres Buleleng.
Besok, Jumat (13/12/2013) rencanannya seluruh Bhabin Kamtibmas sejajaran Polres Buleleng akan dikumpulkan dalam rangka sosialisasi pengamanan Natal dan Tahun Baru termasuk Pileg dan Pilpres.
Dalam kesempatan tersebut Kapolres Buleleng juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Buleleng agar tidak sembarangan membakar mercon maupun kembang api karena dapat menimbulkan bahaya tidak hanya kepada mereka yang menyalakan mercon tetapi juga dapat melukai orang lain belum lagi ancaman kebakaran yang dipicu percikan api mercon.
Buleleng
Langganan:
Postingan (Atom)








