![]() |
| (Gambar Ilustrasi) |
Lokalzone - Jika atasan Anda terlalu “ramah” dan melakukan beberapa hal yang tak pantas atau cabul, berikut cara mengatasinya.
Jaga Jarak
Apakah sikap ramah atasan Anda membuat Anda tidak nyaman? Misalnya saja, dengan mencondongkan tubuhnya dekat ke layar komputer Anda saat Anda sedang mengetik (alih-alih ingin mendekati Anda). Jika Anda membiarkannya, ia akan menganggap itu sinyal kalau Anda membuka diri. Menjauhlah dari kursi sebagai tanda Anda tidak mentolerir perilakunya.
Kontrol Bahasa Tubuh
Gunakan ekspresi wajah, gerak tubuh, postur, dan reaksi nonverbal umum yang biasa dilakukan sehari-hari. Coba ingat, apakah ada gerak-gerik yang tanpa sadar Anda lakukan untuk “mengundang” dia? Misalnya saja, gerakan mata atau senyum centil. Jika iya, hentikan segera.
Tetap Profesional
Berperilaku dan berpakaianlah yang lugas juga sopan. Jika atasan sering sekali memanggil Anda ke ruangannya untuk hal-hal yang tak terlalu penting, lebih baik ajak teman lain saat masuk ke ruangannya. Jangan menerima begitu saja ajakannya untuk “rapat” di luar kantor jika agendanya tak jelas.
Hindari Permainan Kekuasaan
Alih-alih menolak atasan, Anda membuatnya cemburu dengan menggoda atau mendekati rekan kerja pria di kantor. Ditakutkan, atasan tidak bersikap fair dan merugikan keberadaan teman kerja Anda itu.
Petunjuk Suami atau Pacar
Jika Anda sudah punya suami atau pacar, secara tak langsung tunjukkan itu pada atasan. Misalnya, dengan memuat foto pasangan di meja kerja, mengatakan dengan lantang nanti sore Anda akan dijemput oleh pasangan, memakai cincin tunangan atau kawin, atau juga memasang foto bersama pasangan di jejaring sosial.
Laporkan!
Tindakan atasan sudah tidak bisa ditolerir. Banyak tugas yang diberikan atasan lebih karena subjektifitas perasaannya. Bicarakan hal ini dengan bagian HRD. Katakan saja, kalau Anda sudah
Jaga Jarak
Apakah sikap ramah atasan Anda membuat Anda tidak nyaman? Misalnya saja, dengan mencondongkan tubuhnya dekat ke layar komputer Anda saat Anda sedang mengetik (alih-alih ingin mendekati Anda). Jika Anda membiarkannya, ia akan menganggap itu sinyal kalau Anda membuka diri. Menjauhlah dari kursi sebagai tanda Anda tidak mentolerir perilakunya.
Kontrol Bahasa Tubuh
Gunakan ekspresi wajah, gerak tubuh, postur, dan reaksi nonverbal umum yang biasa dilakukan sehari-hari. Coba ingat, apakah ada gerak-gerik yang tanpa sadar Anda lakukan untuk “mengundang” dia? Misalnya saja, gerakan mata atau senyum centil. Jika iya, hentikan segera.
Tetap Profesional
Berperilaku dan berpakaianlah yang lugas juga sopan. Jika atasan sering sekali memanggil Anda ke ruangannya untuk hal-hal yang tak terlalu penting, lebih baik ajak teman lain saat masuk ke ruangannya. Jangan menerima begitu saja ajakannya untuk “rapat” di luar kantor jika agendanya tak jelas.
Hindari Permainan Kekuasaan
Alih-alih menolak atasan, Anda membuatnya cemburu dengan menggoda atau mendekati rekan kerja pria di kantor. Ditakutkan, atasan tidak bersikap fair dan merugikan keberadaan teman kerja Anda itu.
Petunjuk Suami atau Pacar
Jika Anda sudah punya suami atau pacar, secara tak langsung tunjukkan itu pada atasan. Misalnya, dengan memuat foto pasangan di meja kerja, mengatakan dengan lantang nanti sore Anda akan dijemput oleh pasangan, memakai cincin tunangan atau kawin, atau juga memasang foto bersama pasangan di jejaring sosial.
Laporkan!
Tindakan atasan sudah tidak bisa ditolerir. Banyak tugas yang diberikan atasan lebih karena subjektifitas perasaannya. Bicarakan hal ini dengan bagian HRD. Katakan saja, kalau Anda sudah
tidak nyaman dan kelakuannya sudah
di luar batas profesionalisme kerja. (tabloidnova)
Lifestyle
![]() |
| (Kantor DPRD Buleleng) |
Lokalzone - DPRD Kabupaten Buleleng, Bali, diterpa isu perjokian dalam kegiatan bimbingan teknis di Jakarta pada 17-20 Oktober 2013.
Informasi yang beredar di kalangan wartawan di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Senin, menyebutkan bahwa sejumlah anggota Dewan dari beberapa fraksi mengirimkan joki pada kegiatan tersebut agar uang saku sebesar Rp4 juta per orang tidak hangus.
Selain itu, joki yang dikirimkan anggota DPRD Kabupaten Buleleng untuk ikut bintek di Jakarta itu juga mendapatkan tiket pesawat gratis pergi-pulang dan akomodasi selama kegiatan berlangsung.
Namun Sekretaris DPRD Kabupaten Buleleng Ida Bagus Made Geriastika saat dimintai konfirmasi membantah isu yang berhembus di kalangan wartawan itu.
"Itu hanya isu. Tidak benar ada perjokian seperti itu," kata mantan Kepala Kesbang Linmas Pemkab Buleleng itu.
Ia malah menduga isu perjokian itu bermuatan politis menjelang Pemilu 2014. "Saya rasa isu itu beraroma rivalitas politik menjelang Pemilu. Biasa kan, antarcaleg saling sodok," ujarnya.
Meskipun demikian, pihaknya akan mengecek kebenaran isu itu dengan memanggil pegawai di Sub-Bagian Perjalanan DPRD Kabupaten Buleleng.
Kejaksaan Negeri Singaraja pernah melakukan pengusutan atas perjalanan fiktif anggota DPRD Kabupaten Buleleng pada tahun anggaran 2011.
Namun kasus yang diselidiki pada saat Kepala Kejari Singaraja dijabat oleh I Gusti Nyoman Subawa itu sampai sekarang belum ada tindak lanjut. (antarabali)
Selain itu, joki yang dikirimkan anggota DPRD Kabupaten Buleleng untuk ikut bintek di Jakarta itu juga mendapatkan tiket pesawat gratis pergi-pulang dan akomodasi selama kegiatan berlangsung.
Namun Sekretaris DPRD Kabupaten Buleleng Ida Bagus Made Geriastika saat dimintai konfirmasi membantah isu yang berhembus di kalangan wartawan itu.
"Itu hanya isu. Tidak benar ada perjokian seperti itu," kata mantan Kepala Kesbang Linmas Pemkab Buleleng itu.
Ia malah menduga isu perjokian itu bermuatan politis menjelang Pemilu 2014. "Saya rasa isu itu beraroma rivalitas politik menjelang Pemilu. Biasa kan, antarcaleg saling sodok," ujarnya.
Meskipun demikian, pihaknya akan mengecek kebenaran isu itu dengan memanggil pegawai di Sub-Bagian Perjalanan DPRD Kabupaten Buleleng.
Kejaksaan Negeri Singaraja pernah melakukan pengusutan atas perjalanan fiktif anggota DPRD Kabupaten Buleleng pada tahun anggaran 2011.
Namun kasus yang diselidiki pada saat Kepala Kejari Singaraja dijabat oleh I Gusti Nyoman Subawa itu sampai sekarang belum ada tindak lanjut. (antarabali)
Buleleng - Politik
Lokalzone - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buleleng menemukan sebanyak 322 nama pemilih dalam Pileg 2014 yang tercatat ganda. Nama itu tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Buleleng dan di DPT kabupaten lain di Bali.
Untuk itu, sesuai surat edaran KPU Pusat, sebanyak 322 nama tersebut langsung dihapus dalam rapat pleno KPU Buleleng, Minggu (20/10) pagi kemarin. Dengan dihapusnya 322 nama tersebut, maka jumlah DPT Buleleng menjadi berkurang dari DPT yang sudah ditetapkan tanggal 13 Oktober lalu.
Ketua KPU Buleleng Gede Suardana usai rapat pleno kemarin mengatakan, sebenarnya DPT Buleleng sudah ditetapkan dalam rapat pleno KPU tanggal 13 Oktober lalu. Namun belakangan terbit surat edaran dari KPU Pusat yang memerintahkan KPU kabupaten dan kota se-Inodnesia melakukan verifikasi kembali karena ditemukan banyak pemilih yang tercatat di dua kabupaten atau kota.
Setelah ada edaran tersebut, KPU Buleleng dengan komisioner yang baru dilantik langsung melakukan verifikasi mulai Sabtu (19/10) malam hingga Minggu pukul 03.00 wita kemarin. Dalam verifikasi itu ditemukan 322 nama pemilih ganda, yakni tercatat di Buleleng dan tercatat juga di kabupaten lain. "Yang paling banyak itu tercatat di Denpasar," katanya.
Menurut Suardana, pemilih ganda terbanyak ditemukan di Kecamatan Buleleng yakni 114 pemilih, Kecamatan Banjar 25 pemilih, Busungbiu 20, Gerokgak 20, Kubutambahan 17, Sawan 62, Seririt 38, Sukasada 16, dan Kecamatan Tejakula 10 pemilih.
Dengan dihapuskannya pemilih ganda tersebut, maka jumlah DPT di Buleleng otomatis berkurang. Pada saat ditetapkan 13 Oktober lalu jumlahnya 532.892, kini setelah dikurangi menjadi 532.570.
Menurut Suardana, nama yang tercatat ganda tersebut diharapkan untuk mendaftar kembali sebagai pemilih. Pasalnya, nama pemilih ganda itu bukan hanya dihapus di Buleleng, namun juga dihapus di kabupaten lain. Sehingga nama pemilih itu tidak muncul dalam DPT di Buleleng maupun di DPT di kabupaten lain.
Mulai Senin (21/10) ini, KPU langsung mengirimkan softcopy DPT yang sudah diperbaiki tersebut kepada Panwas dan parpol di Buleleng. Parpol kemudian bertugas untuk memberitahukan kemungkinan ada nama konstituen parpol tersebut yang namanya terhapus. "Jika ditemukan ada nama yang terhapus, warga tersebut diminta untuk segera mendaftar kembali agar bisa menggunakan hak pilihnya," kata Suardana. (balipost)
Untuk itu, sesuai surat edaran KPU Pusat, sebanyak 322 nama tersebut langsung dihapus dalam rapat pleno KPU Buleleng, Minggu (20/10) pagi kemarin. Dengan dihapusnya 322 nama tersebut, maka jumlah DPT Buleleng menjadi berkurang dari DPT yang sudah ditetapkan tanggal 13 Oktober lalu.
Ketua KPU Buleleng Gede Suardana usai rapat pleno kemarin mengatakan, sebenarnya DPT Buleleng sudah ditetapkan dalam rapat pleno KPU tanggal 13 Oktober lalu. Namun belakangan terbit surat edaran dari KPU Pusat yang memerintahkan KPU kabupaten dan kota se-Inodnesia melakukan verifikasi kembali karena ditemukan banyak pemilih yang tercatat di dua kabupaten atau kota.
Setelah ada edaran tersebut, KPU Buleleng dengan komisioner yang baru dilantik langsung melakukan verifikasi mulai Sabtu (19/10) malam hingga Minggu pukul 03.00 wita kemarin. Dalam verifikasi itu ditemukan 322 nama pemilih ganda, yakni tercatat di Buleleng dan tercatat juga di kabupaten lain. "Yang paling banyak itu tercatat di Denpasar," katanya.
Menurut Suardana, pemilih ganda terbanyak ditemukan di Kecamatan Buleleng yakni 114 pemilih, Kecamatan Banjar 25 pemilih, Busungbiu 20, Gerokgak 20, Kubutambahan 17, Sawan 62, Seririt 38, Sukasada 16, dan Kecamatan Tejakula 10 pemilih.
Dengan dihapuskannya pemilih ganda tersebut, maka jumlah DPT di Buleleng otomatis berkurang. Pada saat ditetapkan 13 Oktober lalu jumlahnya 532.892, kini setelah dikurangi menjadi 532.570.
Menurut Suardana, nama yang tercatat ganda tersebut diharapkan untuk mendaftar kembali sebagai pemilih. Pasalnya, nama pemilih ganda itu bukan hanya dihapus di Buleleng, namun juga dihapus di kabupaten lain. Sehingga nama pemilih itu tidak muncul dalam DPT di Buleleng maupun di DPT di kabupaten lain.
Mulai Senin (21/10) ini, KPU langsung mengirimkan softcopy DPT yang sudah diperbaiki tersebut kepada Panwas dan parpol di Buleleng. Parpol kemudian bertugas untuk memberitahukan kemungkinan ada nama konstituen parpol tersebut yang namanya terhapus. "Jika ditemukan ada nama yang terhapus, warga tersebut diminta untuk segera mendaftar kembali agar bisa menggunakan hak pilihnya," kata Suardana. (balipost)
Buleleng - Politik
Lokalzone - Sebanyak 25 operator website sub domain SKPD lingkup Pemerintah
Kabupaten Buleleng mendapatkan pembinaan di bidang jurnalistik. Kegiatan
ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan SDM di bidang jurnalistik,
terutama yang terlibat langsung dalam pengisian konten website SKPD.
“Kegiatan ini sebagai langkah awal atau pengenalan awal di bidang
jurnalistik kepada operator website sub domain SKPD, dan untuk
kedepannya, kegiatan seperti ini akan lebih diintensifkan lagi,”.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kominfo, Drs. I Ketut Suweca, M.Si, saat
memberikan sambutan pada acara pembinaan jurnalistik operator website
di Gedung Dekopinda (17/10/13).
Sementara itu, wartawan senior Bali Post, Made Adnyana Ole yang
dihadirkan sebagai narasumber memberikan pemaparan tentang pengetahuan
dasar jurnalistik. Salah satu yang ditekankan dalam penulisan sebuah
berita adalah menentukan lead berita.
Menurutnya Lead berita sangat
penting. Lead adalah sebuah tulisan pembuka yang dianggap paling penting
dari sebuah peristiwa atau kejadian dan merupakan titik penting bagi
pembaca, sehingga pembaca akan tertarik untuk membaca berita yang kita
dibuat.
Selain itu juga, Ole menjelaskan bahwa pendidikan menulis tidak
bisa dipelajari hanya di kelas atau di bangku perkuliahan saja,
melainkan sangat baik dipelajari dengan terjun langsung ke lapangan,
sehingga hasil yang didapat akan lebih baik.
Acara ini ditutup oleh Kabid Sistem Informasi Manajemen, Putu Oka
Sastra, SP.MMA dan dalam pesan penutupnya, dia menegaskan kepada petugas
operator untuk lebih giat lagi menulis, baik menulis berita ataupun
artikel, sehingga akan lebih mengasah kemampuan dan mendapatkan hasil
yang baik dan maksimal.
Diharapkan setelah pembinaan ini, operator
website akan lebih aktif untuk mengisi konten sub domain websitenya,
utamanya informasi tentang kegiatan yang dilaksanakan untuk menunjang
pembangunan di Buleleng oleh masing-masing SKPD. (hb)
Buleleng - HB
Lokalzone - Penguatan Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas menjadi program yang
paling diunggulkan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Buleleng. Salah satu
caranya adalah dengan melaksanakan kegiatan workshop bagi guru, kepala
sekolah dan pengawas.
Program penguatan ini akan mulai dianggarkan dan
dilaksanakan secara konsisten di tahun 2014, namun di tahun 2013 sudah
mulai diperkenalkan di 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Buleleng, Sukasada,
Kubutambahan, dan Tejakula. Workshop diadakan selama 2 hari dengan
mendatangkan narasumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Propinsi
Bali.
“Dari program penguatan ini, diharapkan dampaknya adalah terbinanya
siswa-siswa secara baik yang akhirnya menuju pada peningkatan mutu dan
prestasi”, ujar Drs. Dewa Ketut Manuaba, Kepala Dinas Pendidikan
Kabupaten Buleleng saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/10).
Selain program penguatan guru, kepala sekolah dan pengawas, program
lain yang tak kalah unggulnya adalah program pemanduan bakat dan minat
bagi siswa. Program ini dilaksanakan dengan cara mengadakan lomba
akademis dan non akademis. Lomba akademis meliputi lomba-lomba bidang
studi seperti Olimpiade MIPA di tingkat Kabupaten, sedangkan lomba non
akademis contohnya adalah lomba olahraga dan lomba kesenian seperti
baleganjur. “Pada bulan Oktober ini rencananya akan diadakan Gelar
Prestasi Pelajar yang menampilkan siswa, guru dan kepala sekolah yang
berprestasi”, kata Manuaba.
Manuaba menambahkan, di tahun 2014 nanti akan digalakkan lagi Diklat
Cakep (calon kepala sekolah) dan Cawas (calon pengawas) yang
dilaksanakan selama 300 jam. Sebagai penutup sesi wawancara, kepala
dinas yang berasal dari Desa Panji ini mengungkapkan harapannya, agar
masyarakat bisa memahami bahwa pendidikan bukan hanya menjadi tanggung
jawab pemerintah melainkan juga tugas para orang tua dan juga
masyarakat. “Marilah kita membangun pendidikan dengan penuh tanggung
jawab”, tutup Manuaba. (hb)
Buleleng - HB
Langganan:
Postingan (Atom)











