Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lifestyle, Lokalzone - Sebaiknya, Anda segera menyetop kebiasaan dalam menghukum anak dengan memukul bokong mereka. Walau 70 persen dari orangtua setuju, hukuman ini dianggap wajar untuk membuat anak lebih disiplin, namun studi terbaru menemukan, memukul bokong lebih buruk dari menendang anak.

Seperti dilansir dari Goodhousekeeping.com, penelitian di University of Texas di Austin, dan University of Michigan menggunakan data, 150.000 anak dalam periode 20 tahun memberikan kesimpulan: Memukul bokong dapat menjadi penyebab sifat agresif, antisosial, masalah kesehatan mental, kesulitan kognitif, kepercayaan diri yang rendah, dan berbagai sifat negatif lain. Dan sisi positifnya tidak ada sama sekali.

Dan yang paling menakutkan, mungkin saja sebagian besar anak kecil mendapatkan dampak negatif dari kebiasaan ini. "Pada saat anak-anak pergi ke sekolah tinggi, setidaknya 85 persen telah dipukul," jelas Elizabeth T. Gershoff, penulis utama penelitian kepada CBS News.

Banyak dari orangtua yang berpikir bahwa memukul tidak membuat anak menjadi penurut, namun membuat diri mereka terlihat tegas di depan anak-anak. Tapi ternyata, Anda tidak perlu memukul anak untuk menunjukkan Anda memiliki kekuatan. Sebaliknya, tetapkan batasan yang jelas tentang peraturan di rumah, konsisten terhadap peraturan tersebut, dan yang paling penting, bertindak sebagai panutan yang baik. Memberi hukuman fisik hanya akan memberikan perilaku agresif pada anak.
-
Kesehatan, Lokalzone - Jeruk bali sering dianggap baik untuk kesehatan karena buah ini dikemas dengan banyak nutrisi dan berbagai vitamin. Jeruk Bali juga mengandung jumlah yang kaya bioflavonoid yang berharga dan mencegah kanker  dan penyakit berat lainnya.

Jadi, bagi yang menjalani diet harian, mereka harus mencantumkan jeruk bali karena memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh kita.

Berikut adalah beberapa manfaat kesehatan dari buah jeruk bali:

1. Mengurangi kolesterol.

Jeruk bali mengandung senyawa tertentu yang membantu untuk mengurangi produksi kolesterol yang berlebihan dari hati.

2. Mencegah diabetes.

Konsumsi secara teratur buah jeruk bali membantu mengurangi pati dan permen dalam sistem. Jadi, jika Anda rentan terhadap diabetes maka mengkonsumsi jus jeruk lebih untuk mencegahnya.

3. Baik untuk pencernaan.

Buah jeruk bali mengandung jumlah yang kaya serat dan pulp vegetatif di dalamnya yang membantu untuk mempromosikan pencernaan dengan meningkatkan aliran cairan lambung.

4. Menyembuhkan insomnia.

Minum segelas jus jeruk bali sebelum tidur karena akan membantu Anda menyingkirkan insomnia karena mempromosikan tidur dan meredakan itu.

5. Membantu penurunan berat badan.

Jika anda mencoba untuk menurunkan berat badan maka mulai memakan buah jeruk bali atau minum jus jeruk bali karena memiliki enzim pembakar lemak yang membantu menyerap dan mengurangi pati dan gula dalam tubuh.
-
Bali, Lokalzone - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali melakukan test urine kepada seluruh jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran Pemprov Bali. Selain itu, BNN juga membidik lembaga legislatif dan yudikatif, termasuk aparat TNI/Polri.

Kepala BNN Provinsi Bali, Brigadir Jenderal Putu Gede Suastawa menyatakan test urine itu dilakukan sejak tahun lalu. Dan sebanyak 4.250 orang yang telah menjalani test urine. Dari jumlah itu, ternyata 77 orang positif menggunakan narkoba.

"Sebanyak 77 orang dinyatakan positif narkoba," ucap Suastawa di Denpasar, Kamis (26/5/2016).

Sayangnya, dari seluruh yang positif mengonsumsi narkoba tak bisa dijadikan tersangka. Hal itu berdasarkan assesment yang telah dilakukan semuanya adalah korban peredaran gelap narkotika.

Meski begitu, Suastawa mengaku mendapat banyak masukan dari puluhan orang tersebut. Kini mereka justru menjadi informan berharga bagi BNN untuk mengungkap jaringan narkoba di Bali.

"77 orang klien itu kini menjadi informan kami. Mereka menjelaskan dari mana pasokan narkoba itu didapat dan informasi berharga lainnya, berapa harganya, bagaimana caranya dan informasi berharga lainnya," ungkapnya.

Saat ini, 77 orang itu tengah menjalani proses rehalibitasi di beberapa lokasi yang telah ditetapkan lembaganya. Dari informasi 77 orang tersebut, hingga tahun ini telah berhasil dibongkar 373 orang jaringan bandar narkoba di Bali yang kini telah berhasil ditangkap petugas.
-
Singaraja, Lokalzone - Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Buleleng berhasil mengagalkan aksi penyelundupan puluhan penyu hijau di wilayah pesisir pantai Desa Tajakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Rabu (25/5/2016) dini hari. 

Berdasarkan informasi, penyu-penyu ini berasal dari Sepekan dan berniat untuk dijual ke Bali. 

"Info yang kami dapat ini dari Sepeken mau dibawa ke Bali. Sebenarnya info wilayah itu digunakan sebagai transit penyelundupan penyu sudah kami dapat, beberapa kali dilakukan penjagaan mereka lolos, nah kemarin malam mereka apes dan kami berhasil menyelamatkan penyu-penyu itu," ungkap Kanit Patroli Sat Polair Polres Buleleng Ipda Dewa Sadnyana atas seijin Kapolres Sukawijaya yang memimpin langsung penyelamatan tersebut.

Namun sayang pelaku penyelundupan hewan yang tergolong langka dan dilindungi itu cukup licin dan berhasil kabur lantaran menyadari kedatangan Polisi.

"Ketika kami mendekat ke dari arah pantai, satu kapal boat melacu dengan kenjang ke tengah laut. Mungkin karena situasi malam hari dan mereka melihat lampu kapal kami. Setelah di cek di pantai, 29 penyu hijau dibiarkan begitu saja dalam keadaan terbalik dan kaki terikat," ujar Dewa Sadnyana.

Polisi menduga, dalam kapal yang berhasil kabur tersebut masih terdapat beberapa penyu yang masih belum sempat diturunkan di TKP, pasalnya informasi yang didapat jumlah penyu yang dibawa oleh para pelaku lebih dari 29 ekor dan mereka kabur dengan tergesa-gesa menghindari Patroli Polisi.

Dari 29 yang berhasil diamankan, 1 penyu mati lantaran perlakuan buruk dari para penyelundup sedangkan 28 ekor sisanya dititipkan ke kolam nelayan di Sumberkima, Gerokgak sambil menunggu kondisi penyu yang diperkirakan berumur hingga 50 tahun tersebut pulih untuk dilepas ke tengah laut.
-
Singaraja, Lokalzone - Belum adanya kejelasan dari pihak Kepolisian, untuk bisa mengungkap indikasi pembunuhan Ketut Narinten (60) warga Dusun Pasar, Desa Anturan, membuat gerah warga Desa Anturan, sehingga warga didampingi Kepala Desa Anturan, Made Budi Arsana dan Kelian Desa Pakraman Anturan, Ketut Mangku, Rabu (25/5/2016) mendatangi Mapolsek Kota Singaraja. Kades Anturan Budi Arsana mengatakan, kedatangan dirinya bersama warganya ini hanya untuk menanyakan kasus indikasi pembunuhan Narinten. Ia pun mengaku, ingin mengetahui sejauh mana kasusnya dan seperti apa penanganan di Kepolisian.

“Kami hanya fasilitasi warga dan keluarga korban untuk mendapatkan informasi dari pihak Kepolisian, supaya tidak ada kesimpangsiuran informasi di lapangan. Makanya kami kesini untuk menanyakan sejauh mana penanganan kasusnya saat ini,” kata Budi Arsana, usai mendatangi Polsek Kota Singaraja.

Menurutnya, warga resah karena orang-orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan masih tinggal di Desa Anturan. Warga berharap kasus ini segera terungkap, sehingga pelaku dapat segera ditahan. Bahkan dijelaskannya pula, jika kasus pembunuhan ini tidak terungkap, warga khawatir orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan akan mengulangi perbuatan kejinya.

“Dengan belum terungkapnya kasus ini ada semacam ketakutan dari warga, karena dianggap pelaku masih berkeliaran. Kami berharap kasus ini bisa terungkap. Dari penjelasan tadi, kami sepakat mendukung Polisi untuk mengungkap kasus ini,” jelasnya.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. I Nyoman Suarnata menjelaskan, kasus dugaan pembunuhan ini diakuinya, memanv cukup sulit diungkap karena diduga pelakunya sudah sangat profesional. Namun menurutnya, mini kasus dugaan pembunuhan ini sudah dilimpahkan ke Polres Buleleng, yang bekerjasama dengan Polsek Kota Singaraja dalam penanganannya.

“Simpangsiur di masyarakat itu wajar, bahwa proses sampai mana kelanjutan kasus Narinten. Setelah kami berikan penjelasan, mereka jelas semua, karena itulah peran kepolisian. Persoalan ini merupakan kasus yang sulit. Penangan awal polsek sehingga kapolres kasihan sama kami, sehingga diback-up sama polres,” ujar Suarnata.

Kini polisi masih mencari barang bukti lain untuk memperkuat pelaku pembunuhannya. Sebab barang bukti yang sudah ditemukan sebelumnya dianggap lemah. Selain itu, polisi masih menunggu hasil Labfor Polda Bali atas pemeriksaan DNA bercak darah yang ditemukan pada bantal dan sarung bantal. Meski begitu, polisi optimis kasus ini dapat terungkap.
- -