Lokalzone.com - Sebanyak enam tersangka kasus pencurian kabel di Jalan Medan Merdeka Selatan baru saja melakukan rekonstruksi. Reka adegan pencurian ini dilakukan di 3 lokasi berbeda. Yakni di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Agus Salim, dan Jalan Abdul Muis.
Dalam melancarkan aksinya, memiliki modus tersendiri. Kasubdit Sumdaling AKBP Adi Vivid mengatakan modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan menyamar menjadi pemulung, membawa gerobak hingga karung.
"Mereka modusnya membawa gerobak, ya ada mereka memang sebagai pemulung. Yang di Abdul Muis mereka membawa karung, kemudian yang di sini mereka membawa gerobak. Jadi kalau kita lihat mereka adalah seorang pemulung. Tapi mereka ternyata melakukan aktivitas di bawah," kata Adi di Jalan Medan Merdeka Selatan, samping Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/3).
Waktu eksekusi pun telah diatur, yaitu saat dini hari dan pagi hari. Alasannya, karena di jam-jam tersebut, mereka menganggap pengamanan sedang longgar untuk menjalankan niat jahat mereka.
"Mereka masuk pagi, ada yang jam 4 pagi, tadi Abdul Muis jam 8. Di sini kalau enggak salah pagi juga, jadi berbeda-beda. Ada juga masuk pagi keluar pagi, maksimal 1 hari. Artinya menurut mereka pengamanan pagi hari cukup kendor," terangnya.
Polisi sebelumnya sudah menetapkan 6 pelaku dalam kasus ini, adapun diantanya adalah STR alias BY (45), MRN alias N (34), SWY alias SM (45), AP alias UC (28), RHM alias GUN (43), dan AT alias TGL (48).
Atas perbuatan mereka, ke-enam pelaku akan dijerat oleh pasal 363 tentang pasal pencurian dengan pemberatan. Dengan hukuman penjara maksimal Maksimal 7 tahun.
Dalam melancarkan aksinya, memiliki modus tersendiri. Kasubdit Sumdaling AKBP Adi Vivid mengatakan modus yang dilakukan para pelaku adalah dengan menyamar menjadi pemulung, membawa gerobak hingga karung.
"Mereka modusnya membawa gerobak, ya ada mereka memang sebagai pemulung. Yang di Abdul Muis mereka membawa karung, kemudian yang di sini mereka membawa gerobak. Jadi kalau kita lihat mereka adalah seorang pemulung. Tapi mereka ternyata melakukan aktivitas di bawah," kata Adi di Jalan Medan Merdeka Selatan, samping Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (15/3).
Waktu eksekusi pun telah diatur, yaitu saat dini hari dan pagi hari. Alasannya, karena di jam-jam tersebut, mereka menganggap pengamanan sedang longgar untuk menjalankan niat jahat mereka.
"Mereka masuk pagi, ada yang jam 4 pagi, tadi Abdul Muis jam 8. Di sini kalau enggak salah pagi juga, jadi berbeda-beda. Ada juga masuk pagi keluar pagi, maksimal 1 hari. Artinya menurut mereka pengamanan pagi hari cukup kendor," terangnya.
Polisi sebelumnya sudah menetapkan 6 pelaku dalam kasus ini, adapun diantanya adalah STR alias BY (45), MRN alias N (34), SWY alias SM (45), AP alias UC (28), RHM alias GUN (43), dan AT alias TGL (48).
Atas perbuatan mereka, ke-enam pelaku akan dijerat oleh pasal 363 tentang pasal pencurian dengan pemberatan. Dengan hukuman penjara maksimal Maksimal 7 tahun.
Edukasi - Nasional - Pencurian
Bali, Lokalzone.com - Kendati tidak dipekerjakan sebagai pembantu, namun kesadaran Ni Made Sri Anjani bocah berumur 7 tahun terhadap kondisi ekonomi keluarga membuatnya ikut banting tulang. Dia edar dari rumah ke rumah menawarkan jasa bersih-bersih.
Kisah hidup bocah kelas 1 SD asal Banjar Sumampan, Kemenuh, Sukawati Gianyar, Bali ini benar-benar memilukan. Sejak usia satu tahunan, dia diasuh oleh kakek dan neneknya yang sudah renta. Itu setelah kedua orang tua bercerai dan justru menelantarkannya.
Di usia yang masih belia ini, Sri sudah menghadapi hidup yang sangat dalam. Tetangga Sri jika ditanya tentang kehidupan anak ini, selalu bercerita sambil menitikkan air mata.
Bahkan semangat anak ini bersekolah sangat tinggi, kendati mengenakan seragam sekolah bekas dan sepatu yang robek, tetap semangat menuju sekolah.
Untuk mendapatkan bekal sekolah, anak ini harus bekerja ke rumah tetangganya. Terkadang membantu menyapu, menyuci piring dan kegiatan lainnya.
"Saya tidak pernah tega izinkan Sri menyapu. Anak ini tidak mau dikasi uang cuma-cuma, kalau dipaksa dia selalu bilang bukan pengemis," ungkap salah seorang tetangga Sri di kampungnya di Gianyar.
Di rumah yang sudah tua, dia tinggal bersama neneknya Ni Made Salin (68) dan Kakeknya I Putu Pada (71). Tidak hanya menopang hidup dan sekolah sendiri, anak ini juga harus merawat kedua kakek dan neneknya.
"Kira-kira saat Sri berumur akan dua tahun, ibunya kawin lagi dan tidak pernah merawatnya lagi," ungkap I Putu Pada di Gianyar, Bali, Selasa (15/3).
Kata dia, Sri untuk sekolah sangat rajin. Kalau sakit dan masih bisa berjalan, Sri tetap sekolah. Tidak hanya itu selain banyak teman, Sri juga dikenal pintar di sekolahnya.
Hanya saja, Sri tidak memiliki waktu bermain, karena harus bekerja di tetangga untuk keperluan sekolah dan belanja.
"Saya tak mampu bayar pakaian dan buku-buku. Syukur ada tetangga yang berikan baju sekolah dan sepatu bekas, "tuturnya.
Di tengah kondisi serta terbatas, Sri tak bisa mendapatkan les pelajaran tambahan seperti kebanyakan teman sekolah. "Itu membuat dia mulai minder," pungkas kakeknya.
Dirinya berharap pemerintah dan dermawan bisa membantu memberikan beasiswa pendidikan untuk cucunya ini. Dirinya, mengaku justru takut dengan semangat sekolah dan kepintaran cucunya ini, lantaran tidak akan sanggup untuk terus menyekolahkannya.
Kisah hidup bocah kelas 1 SD asal Banjar Sumampan, Kemenuh, Sukawati Gianyar, Bali ini benar-benar memilukan. Sejak usia satu tahunan, dia diasuh oleh kakek dan neneknya yang sudah renta. Itu setelah kedua orang tua bercerai dan justru menelantarkannya.
Di usia yang masih belia ini, Sri sudah menghadapi hidup yang sangat dalam. Tetangga Sri jika ditanya tentang kehidupan anak ini, selalu bercerita sambil menitikkan air mata.
Bahkan semangat anak ini bersekolah sangat tinggi, kendati mengenakan seragam sekolah bekas dan sepatu yang robek, tetap semangat menuju sekolah.
Untuk mendapatkan bekal sekolah, anak ini harus bekerja ke rumah tetangganya. Terkadang membantu menyapu, menyuci piring dan kegiatan lainnya.
"Saya tidak pernah tega izinkan Sri menyapu. Anak ini tidak mau dikasi uang cuma-cuma, kalau dipaksa dia selalu bilang bukan pengemis," ungkap salah seorang tetangga Sri di kampungnya di Gianyar.
Di rumah yang sudah tua, dia tinggal bersama neneknya Ni Made Salin (68) dan Kakeknya I Putu Pada (71). Tidak hanya menopang hidup dan sekolah sendiri, anak ini juga harus merawat kedua kakek dan neneknya.
"Kira-kira saat Sri berumur akan dua tahun, ibunya kawin lagi dan tidak pernah merawatnya lagi," ungkap I Putu Pada di Gianyar, Bali, Selasa (15/3).
Kata dia, Sri untuk sekolah sangat rajin. Kalau sakit dan masih bisa berjalan, Sri tetap sekolah. Tidak hanya itu selain banyak teman, Sri juga dikenal pintar di sekolahnya.
Hanya saja, Sri tidak memiliki waktu bermain, karena harus bekerja di tetangga untuk keperluan sekolah dan belanja.
"Saya tak mampu bayar pakaian dan buku-buku. Syukur ada tetangga yang berikan baju sekolah dan sepatu bekas, "tuturnya.
Di tengah kondisi serta terbatas, Sri tak bisa mendapatkan les pelajaran tambahan seperti kebanyakan teman sekolah. "Itu membuat dia mulai minder," pungkas kakeknya.
Dirinya berharap pemerintah dan dermawan bisa membantu memberikan beasiswa pendidikan untuk cucunya ini. Dirinya, mengaku justru takut dengan semangat sekolah dan kepintaran cucunya ini, lantaran tidak akan sanggup untuk terus menyekolahkannya.
Bali - Edukasi
Buleleng, Lokal-zone.com - Nasib apes dialami sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta terlarang, sedang enak memadu kasih dalam sebuah kamar Hotel di Desa Anturan Kec. Kab. Buleleng tanpa diduga pihak keluarga bersama Polisi datang menggerebek.
Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun, aksi perzinahan antara Luh EH (36) dan Gede T (40) sudah terhendus oleh pihak keluarga sehingga melakukan pembuntutan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polisi untuk melakukan penggerebekan.
Pintu kamar hotel sempat beberapa kali di gedor dan tidak direspon, namun saat nama Luh EH dipanggil akhirnya pintu dibuka oleh Gede T yang keluar tanpa mengenakan baju.
"Kejadiaanya pada hari Sabtu (12/3/2016), anggota kami yang sedang jaga di Pos Lovina menerima laporan dari salah satu pihak keluarga dan bersama-sama melakukan pengecekan di Hotel Lilacita. Dan ternyata memang benar kami temukan Luh EH bersama Gede T dalam sebuah kamar," ujar Kasat Sabhara AKP I Wayan Parta atas seijin Kapolres Buleleng, membenarkan kejadian tersebut, Senin (14/3/2016).
Tidak terima, suami Luh EH atas nama Ketut Budi A (36) yang beralamat di Kelurahan Kalibubuk secara resmi melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Buleleng pada hari yang sama, sesuai dengan nomor LP/45/III/2016/Bali/Res BLL tanggal 12 Maret 2016 untuk ditindak lanjuti secara hukum oleh aparat Kepolisian.
"Tindak lanjut oleh anggota kami hanya melakukan pemeriksaan di Pos Lovina, selanjutnya diarahkan ke SPKT. Karena ini merupakan delik aduan tindak lanjutnya sepenuhnya dari pihak korban, pihak yang dirugikan," ujar Wayan Parta.
Buleleng - Peristiwa
Lokalzone.com - Baru beberapa bulan menikah, pasangan Dahlia Poland dan Fandy Christian kembali membawa kabar bahagia. Pasangan yang baru menikah 24 November 2015 silam ini sedang menantikan kehadiran anak pertama.
Kabar bahagia itu diungkapkan Fandy dan Dahlia pada Jumat (11/3/2016) lalu. Dahlia memberikan surprise saat sang suami sedang tidur.
"Lagi tidur terus dia (Dahlia) bilang, 'Baby, aku mau kasih surprise.' Terus nunjukin testpack garisnya dua, positif kan (hamil)," ujar Fandy Christian, saat ditemui di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Sontak saja kabar ini membuat pasangan ini melonjak kegirangan. Pasalnya, sejak menikah, keduanya memang tidak berencana menunda momongan. Meski demikian, keduanya didera kesibukan padat sehingga tidak sempat melakukan program kehamilan.
"Bahagia lah soalnya terbukti kemampuan gue. Soalnya kan step hidup pas masih single ditanya kapan nikah, pas nikah kapan punya anak, ya sekarang senang banget," lanjut Fandy.
Fandy Christian dan Dahlia Poland juga mengungkapkan bahwa anak pertama mereka ini berjenis kelamin laki-laki. Pasalnya, keduanya ingin anak pertama nanti bisa menjaga adik-adiknya.
"Lagi tidur terus dia (Dahlia) bilang, 'Baby, aku mau kasih surprise.' Terus nunjukin testpack garisnya dua, positif kan (hamil)," ujar Fandy Christian, saat ditemui di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Sontak saja kabar ini membuat pasangan ini melonjak kegirangan. Pasalnya, sejak menikah, keduanya memang tidak berencana menunda momongan. Meski demikian, keduanya didera kesibukan padat sehingga tidak sempat melakukan program kehamilan.
"Bahagia lah soalnya terbukti kemampuan gue. Soalnya kan step hidup pas masih single ditanya kapan nikah, pas nikah kapan punya anak, ya sekarang senang banget," lanjut Fandy.
Fandy Christian dan Dahlia Poland juga mengungkapkan bahwa anak pertama mereka ini berjenis kelamin laki-laki. Pasalnya, keduanya ingin anak pertama nanti bisa menjaga adik-adiknya.
Edukasi - Nasional
Kesehatan, Lokalzone.com - Ladies, tahu nggak kalau air beras sudah jadi rahasia kecantikan para wanita Asia selama berabad-abad? Beras sendiri kaya akan vitamin dan mineral. Tak hanya itu, beras juga mengandung pitera yang bermanfaat untuk meremajakan kulit dan membuat kulit lebih sehat.
Beras juga digunakan di sejumlah produk kecantikan perawatan kulit karena khasiatnya yang dipercaya bisa bikin kulit lebih bersinar. Dilansir dari 7beautytips.com, air beras tak hanya bisa bikin kulit lebih cantik tapi juga membuat rambut lebih cling. Bagaimana caranya? Simak infonya di bawah ini.
Bahan-Bahan yang Diperlukan
1/2 cangkir beras organik
air
stoples atau botol kaca
Cara Membuat
Campur beras dengan air secukupnya. Rendam beberapa menit hingga air berwarna putih keruh. Ambil airnya, simpan di dalam stoples atau botol. Toner air beras ini bisa disimpan di kulkas dan bertahan 4-5 hari.
Lebih disarankan menggunakan beras organik yang bebas pestisida, ya Ladies. Atau kalau air yang dihasilkan masih dipenuhi kotoran, bisa buang airnya lalu ganti dengan air baru.
Untuk mendapatkan kulit cantik, kamu bisa mencelupkan kapas di air beras lalu aplikasikan ke kulit wajah. Cara ini bisa membantu meringkas pori-pori kulit sekaligus membuat kulit lebih bersinar.
Air beras ini pun juga bisa digunakan sebagai conditioner rambut. Caranya setelah keramas, bilas rambut dengan air beras, diamkan beberapa menit, baru bilas lagi hingga benar-benar bersih.
Kalau digunakan secara rutin, bukan hal mustahil kamu bisa mendapatkan kulit dan rambut yang cantik serta sehat. Perlu digarisbawahi juga kalau hasilnya mungkin berbeda satu orang dengan lainnya, mengingat kondisi kulit dan rambut tiap orang bisa berbeda-beda.
Beras juga digunakan di sejumlah produk kecantikan perawatan kulit karena khasiatnya yang dipercaya bisa bikin kulit lebih bersinar. Dilansir dari 7beautytips.com, air beras tak hanya bisa bikin kulit lebih cantik tapi juga membuat rambut lebih cling. Bagaimana caranya? Simak infonya di bawah ini.
Bahan-Bahan yang Diperlukan
1/2 cangkir beras organik
air
stoples atau botol kaca
Cara Membuat
Campur beras dengan air secukupnya. Rendam beberapa menit hingga air berwarna putih keruh. Ambil airnya, simpan di dalam stoples atau botol. Toner air beras ini bisa disimpan di kulkas dan bertahan 4-5 hari.
Lebih disarankan menggunakan beras organik yang bebas pestisida, ya Ladies. Atau kalau air yang dihasilkan masih dipenuhi kotoran, bisa buang airnya lalu ganti dengan air baru.
Untuk mendapatkan kulit cantik, kamu bisa mencelupkan kapas di air beras lalu aplikasikan ke kulit wajah. Cara ini bisa membantu meringkas pori-pori kulit sekaligus membuat kulit lebih bersinar.
Air beras ini pun juga bisa digunakan sebagai conditioner rambut. Caranya setelah keramas, bilas rambut dengan air beras, diamkan beberapa menit, baru bilas lagi hingga benar-benar bersih.
Kalau digunakan secara rutin, bukan hal mustahil kamu bisa mendapatkan kulit dan rambut yang cantik serta sehat. Perlu digarisbawahi juga kalau hasilnya mungkin berbeda satu orang dengan lainnya, mengingat kondisi kulit dan rambut tiap orang bisa berbeda-beda.
Edukasi - Health
Langganan:
Postingan (Atom)











