Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Jakarta, Lokalzone.com - Suku Dinas Tata Air Jakarta Pusat kembali menemukan limbah kabel di hari kesepuluh pembersihan gorong-gorong di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Dinas Tata Air Jakarta Pusat hari ini mengerahkan sebanyak 120 personel yang di dalamnya termasuk petugas Aliran Barat, Aliran Tengah dan Aliran Timur, untuk membersihkan gorong-gorong tersebut.

"Yang sudah dibuka tiga bak kontrol saluran jalan (pagi ini). Bak kontrol dari awal sudah 15. Kita buka satu selesaikan, buka satu selesaikan," ujar Kasudin Tata Air Jakarta Pusat Dicky Suherlan di Jalan Medan Merdeka Selatan, Minggu (6/3).

Menurut Dicky, pembersihan gorong-gorong masih terus berjalan hingga waktu yang belum ditentukan selama masih ditemukan limbah kabel. Hari ini pembersihan akan dilanjutkan ke kawasan Budi Kemuliaan.

"Kemarin (limbah kabel) sudah 22 truk. Hari ini sudah disediakan dua truk lagi," tambah Dicky.

Terkait penemuan benda selain kulit kabel oleh Direktorat reserse kriminal khusus polda metro yakni sepasang sarung tangan, isi kabel-kabel, kulit kabel, sebuah gergaji besi, potongan kabel, paku-paku, 3 headlamp, sebuah linggis, bekas makanan dan minuman, 4 buah batre ABC dan kawat-kawat Sabtu malam (6/3), pihaknya menyerahkan seluruhnya kepada Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan. Sementara untuk temuan limbah kulit kabel sementara akan dibawa ke gudang Tata Air di danau Danplas Bendungan Hilir.

"Ada yang memang terkait penyelidikan dibawa ke polda metro jaya. (Penemuan) semalam dan malam sebelumnya," paparnya.
-
Klungkung. Lokalzone.com - Seorang bocah berumur 9 tahun bernama Anak Agung Gede Arimbawa meninggal diduga akibat rabies. Dia meninggal setelah dilarikan ke UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung, Senin (7/3).

Putra sulung dari Anak Agung Gede Putrawan dan Jero Seruli asal Banjar Koripan Tengah, Desa Banjarangkan, Klungkung tersebut digigit anjing liar sekitar dua minggu lalu. Kala itu, dia sedang asyik bermain di sekitar rumahnya.

Namun bocah yang akrab disapa Gungde Yoga itu tak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Hingga akhirnya muncul gejala-gejala seperti demam tinggi serta sesak napas.

"Saat pasien tiba di UGD kondisinya demam tinggi dan sesak napas," ujar salah seorang petugas di UGD RSUD Klungkung yang enggan disebutkan namanya.

Agung Bagi, salah seorang kerabat korban menuturkan bahwa sebelum meninggal korban memang menunjukkan gejala-gejala rabies.

"Kondisinya bisa dibilang sudah parah, sudah tidak berani saat melihat lampu dan air," ungkap Agung, ditemui di Rumah sakit.

Saat ini jenazah siswa kelas IV di SDN 2 Banjarangkan tersebut sudah berada di rumah duka dan akan dikubur pada sore hari nanti.
-
Kesehatan, Lokalzone.com - Para ilmuwan memperingatkan bahwa menghabiskan terlalu banyak waktu untuk online dapat meningkatkan risiko flu dan pilek. Menurut studi terbaru, orang yang kecanduan internet cenderung lebih gampang sakit, dibanding mereka yang menghabiskan lebih sedikit waktu untuk online.

Para ilmuwan yang berasal dari universitas-universitas di Swansea dan Milan percaya penyebabnya terletak pada kegiatan mereka (para pecandu internet) yang sangat terisolasi. Dan sebagai akibatnya, hal itu telah melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kurangnya interaksi dengan orang lain dan minimnya waktu yang dihabiskan di luar ruangan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi. Studi terdahulu juga menemukan bahwa orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk online memiliki kualitas tidur yang buruk, kebiasaan makan yang buruk, kurang olahraga, cenderung merokok dan minum lebih banyak alkohol.

Perilaku ini tentu dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. Profesor Phil Read dari Swansea University, mengatakan: "Orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk online memiliki risiko flu sekitar 30 persen lebih besar dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit."

Tim ilmuwan menemukan bahwa kebanyakan orang menggunakan internet rata-rata selama enam jam sehari. Sementara itu, sebagian mengaku online selama lebih dari 10 jam sehari - biasanya menggunakan situs media sosial. Dan peneliti pun mencatat perbedaan antara cara pria dan wanita menggunakan internet.

Perempuan menunjukkan kecenderungan untuk menggunakan situs media sosial dan berbelanja online, sedangkan pria lebih sering menggunakan internet untuk bermain game dan pornografi.
-
Kesehatan, Lokalzone.com - Bagi Anda yang kini sedang menjalani program diet, salah satu kuncinya adalah mengurangi porsi makan. Tak jarang diet gagal disebabkan porsi makan mereka malah semakin bertambah karena belum merasa kenyang.

Seperti dilansir dari time.com pada Sabtu (5/3/2016), mengonsumsi protein, seperti daging, telur, dan tahu lebih cepat menimbulkan perasaan kenyang. Protein sendiri disebut sebagai kunci sukses bagi mereka yang sedang melakukan diet dengan cara sehat.

Sebuah jurnal yang diterbitkan the Academy of Nutrition and Dietetics menemukan fakta bahwa menyantap makanan yang memiliki kandungan protein tinggi bisa lebih cepat membuat orang kenyang. Jika seseorang lebih cepat merasa kenyang, maka diet yang ia jalani cenderung mencapai keberhasilannya.

Namun, konsumsi protein berlebih juga memiliki efek negatif, sehingga harus sesuai dengan porsi dan kapasitasnya. Dengan temuan tersebut, para peneliti berniat untuk melakukan eksperimen lebih lanjut untuk melihat jenis protein apa yang mendukung program diet seseorang.

Jadi, menambahkan protein yang lebih banyak ketimbang karbohidrat mungkin bisa jadi agenda program diet Anda selanjutnya. Hal tersebut dilakukan lakukan sambil menunggu bahan apa lagi yang buat Anda lebih cepat kenyang..
- -
Lokalzone.com - Fenomena alam gerhana matahari total (GMT) yang akan melintasi Indonesia pada 9 Maret 2016 diperkirakan mampu menyedot lebih dari 5.000 wisatawan mancanegara (wisman) dari berbagai negara. Para turis ini penasaran menonton peristiwa langka itu karena membutuhkan waktu selama 350 tahun bagi GMT kembali berlangsung di tempat yang sama.

Wakil Ketua Umum Destinasi Wisata Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Johnnie Sugiarto mengatakan, lebih dari 5.000 wisman akan memadati dan menyebar ke Provinsi atau daerah yang dilintasi GMT pada Rabu pekan depan (9/3/2016).

"Perkiraan kami total lebih dari 5.000 turis datang ke Indonesia hanya untuk event ini saja," katanya saat dihubungi Minggu (6/3/2016).

Ada 11 provinsi yang dilintasi GMT 2016. Ke-11 provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.

Informasi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyebut, jalur GMT 2016 akan bermula di Palembang, Bangka Belitung, Sampit dan Palangkaraya (Kalimantan Tengah), Balikpapan (Kalimantan Timur), Palu, Poso, Luwuk (Sulawesi Tengah), Ternate dan Halmahera (Maluku Utara), Sulawesi Barat, Bengkulu, Jambi, Kalimantan Barat.

Sedangkan orang-orang yang berada di Kota Padang, Jakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, Pontianak, Denpasar, Banjarmasin, Makassar, Kupang, Manado dan Ambon hanya bisa menikmati fenomena gerhana matahari sebagian.

Menurut Johnnie, turis yang berkunjung ke Indonesia untuk menyaksikan GMT berasal dari Jepang, China, Australia, dan negara lainnya. Terbanyak dari Jepang dengan ribuan orang. "Saya dapat informasi ada 3.000 wisman Jepang datang ke sini hanya untuk melihat GMT," terangnya.

Diakui Johnnie, wisatawan lokal atau nusantara (wisnus) rela mengambil cuti untuk ikut menikmati GMT. "Banyak orang Indonesia yang mengambil libur di hari Senin-Selasa, Rabu siang menonton GMT, lalu sore atau malam balik dan Kamis baru masuk kantor," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, turis hanya mendatangi dan menginap di daerah-daerah yang dilintasi GMT. Sehingga memang ada daerah yang diakuinya sepi kunjungan turis saat momen GMT berlangsung. "Ramai wisman di semua daerah lintasan. Kalau tidak, ya mereka tidak akan ke sana," ucap Johnnie.
-