LokalZone - Dalam rangka mengantisipasi kenakalan para remaja yang nantinya dapat membahayakan jiwanya maupun orang lain, anggota Kapolisian dari Polres Buleleng meningkatkan giat patroli sekaligus sweping di beberapa tempat yang kerap digunakan sebagai ajang balap liar dan juga minum minuman keras di pinggir jalan.
Setidaknya dua lokasi yang sering digunakan sebagai tempat balap liar telah disasar dengan hasil, 3 sepeda motor beserta 6 orang remaja terjaring saat melakukan balap liar di Jalan Raya seputaran Perum LC Desa Bakti Seraga dan di Penarukan, Sabtu (30/1/2016) dini hari 1 sepeda motor beserta 3 orang juga berhasil terjaring Polisi saat hendak melakukan taruhan balap liar.
Terhadap hasil temuan tersebut Kasat Sabhara Polres Buleleng AKP I Wayan Parta atas seijin Kapolres Harry Haryadi menggungkapkan akan menindak tegas para pelaku balap liar sesuai dengan prosedur. "Dipimpin Kanit Patroli Ipda I Made Purwantara, anggota kami melakukan patroli dan membubarkan aksi balap liar yang meresahkan pengguna jalan lainnya. Untuk sepeda motor yang digunakan kami amankan dan serahkan ke Sat Lantas untuk proses lebih lanjut," ujar Wayan Parta, Minggu (1/2/2016).
Tidak hanya balap liar Wayan Parta juga mengungkapkan bahwa Unit Patroli Sat Sabhara Polres Buleleng juga telah menyasar aksi minum minuman keras yang dilakukan sekelompok pemuda di Kelurahan Banjar Tegal tepatnya di belakang kantor Bupati pada hari Sabtu (30/1/2016).
"Crew 903, saat melakukan patroli menemukan sekelompok pemuda yang nongkrong dan minum miras di pinggir jalan. Kami lakukan dialog supaya mereka membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing, karena tempat itu merupakan pemukiman penduduk dan seyogyanya sedang beristirahat malam," papar Wayan Parta.
Setidaknya dua lokasi yang sering digunakan sebagai tempat balap liar telah disasar dengan hasil, 3 sepeda motor beserta 6 orang remaja terjaring saat melakukan balap liar di Jalan Raya seputaran Perum LC Desa Bakti Seraga dan di Penarukan, Sabtu (30/1/2016) dini hari 1 sepeda motor beserta 3 orang juga berhasil terjaring Polisi saat hendak melakukan taruhan balap liar.
Terhadap hasil temuan tersebut Kasat Sabhara Polres Buleleng AKP I Wayan Parta atas seijin Kapolres Harry Haryadi menggungkapkan akan menindak tegas para pelaku balap liar sesuai dengan prosedur. "Dipimpin Kanit Patroli Ipda I Made Purwantara, anggota kami melakukan patroli dan membubarkan aksi balap liar yang meresahkan pengguna jalan lainnya. Untuk sepeda motor yang digunakan kami amankan dan serahkan ke Sat Lantas untuk proses lebih lanjut," ujar Wayan Parta, Minggu (1/2/2016).
Tidak hanya balap liar Wayan Parta juga mengungkapkan bahwa Unit Patroli Sat Sabhara Polres Buleleng juga telah menyasar aksi minum minuman keras yang dilakukan sekelompok pemuda di Kelurahan Banjar Tegal tepatnya di belakang kantor Bupati pada hari Sabtu (30/1/2016).
"Crew 903, saat melakukan patroli menemukan sekelompok pemuda yang nongkrong dan minum miras di pinggir jalan. Kami lakukan dialog supaya mereka membubarkan diri dan pulang kerumah masing-masing, karena tempat itu merupakan pemukiman penduduk dan seyogyanya sedang beristirahat malam," papar Wayan Parta.
Buleleng - Kamtibmas - Peristiwa
LokalZone - Ungkapan tersebut diucapkan Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. saat melakukan serah terima jabatan (sertijab) Kasat Intel di Mapolres Buleleng, Jumat (29/1/2016) untuk menindak lanjuti sejumlah isu yang terjadi di Kabupaten Buleleng.
Lebih jauh dirinya mengungkapkan peran Intel sebagai mata dan telinga sangat penting bagi pimpinan agar dapat membuat keputusan yang terbaik, terlebih lagi dari Presiden Jokowi juga telah mengumandangkan penguatan Intelijen dengan memberikan peralatan yang semakin mumpuni.
"Ada beberapa hal yang perlu diantisipasi seperti isu teror, sutet dan yang paling penting Pilkada kedepan dimana semua mata akan tertuju ke Buleleng sebagai satu-satunya Kabupaten yang akan melangsungkan pemilu. Intelijen, pengumpul informasi. Ini yang sangat penting. Ibarat orang
ada pemandu jalan jadi kira-kira tahu harus kemana, belok atau tidak," ujar Kapolres Harry Haryadi B. didampingi Kabag Ops Kompol Ketut Gelgel usai melaksanakan upacara sertijab.
Dalam mutasi kali ini, Kasat Intel Polres Buleleng AKP I Ketut Darmita , S.S kini menjabat sebagai Kapolsek Melaya di Kabupaten Jembrana sedangkan jabatan Kasat Intel Polres Buleleng diduduki oleh AKP I Made Patra, S.Sos yang semula menjabat sebagai Kasat Intel di Polres Kelungkung.
Terhadap mutasi ini Kapolres Harry Haryadi berharap pejabat yang baru segera bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. "Harapan saya, secepatnya menyesuaikan diri, segera konsultasi ke dalam, langsung turun
ke lapangan, dengan cepat melihat permasalahan-permasahan kedepan dan
bertindak," paparnya.
Untuk menjaga situasi kamtibmas di Buleleng tetap kondusif pihaknya mengungkapkan telah meningkatkan pengawasan garis pantai sebagai pintu masuk Bali, peningkatan pengamanan Mako, serta memerintahkan anggota intel dan Babhinkamtibmas untuk lebih sering di lapangan. Sedangkan untuk Pilkada yang akan datang pihaknya akan melakukan pengamanan sesuai dengan jadwal yang nantinya diberikan oleh KPU.
"Kita mengikuti jadwal KPU, disana kita bisa perkirakan hambatan per tahapan. Selain itu kita juga akan lebih sering melakukan silaturahmi dengan para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan pemuda," ujar Kapolres Harry Haryadi B.
Buleleng - Kamtibmas - Seremonial
LokalZone - Antisipasi kenalakan remaja, khususnya para pelajar, hari ini Kamis (28/1/2016) Jajaran Polres Buleleng secara serentak melakukan sidak ke sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA se Buleleng dengan menyasar Handphone (HP) yang dibawa oleh pelajar kesekolah.
Sidak yang dipimpin langsung oleh masing-masing Kapolsek, bersama pihak sekolah ini dilakukan tidak hanya untuk mengantisipasi adanya kontens porno di kalangan pelajar tetapi juga menghindari candaan terkait masalah teror.
"Seijin Kapolres Buleleng, kami mekukan sweping menindaklanjuti peristiwa yang terjadi di SMA N 1 Denpasar. Dengan sasaran kontens porno dan penggunaan media sosial yang dapat meresahkan masyarakat, seperti candaan teror," ujar Kapolsek Sawan AKP Made Mustiada di SMA N 1 Sawan.
Hasil dari sidak mendadak di sejumlah sekolah oleh masing-masing Polsek cukup bagus pasalnya dari pihak sekolah memang melarang para siswanya untuk membawa HP ke sekolah kecuali di hari-hari tertentu.
Namun demikian Made Mustiada mengungkapkan akan tetap melaksanakan kegiatan ini secara terus-menerus bersama pihak sekolah hingga para remaja paham akan dampak negatif penggunaan media sosial dan HP apabila tidak digunakan dengan baik.
"Kita khususnya di Kecamatan Sawan, bekerjasama dengan Kepala Sekolah, dewan guru, dan pengawas kesiswaan akan tetap melakukan sweping bersama secara berkesinambungan hingga para pelajar memahami penggunaan media sosial secara positif, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih baik," papar Made Mustiada.
Menanggapi hal tersebut Made Sutawa Redina selaku Kepala Sekolah SMA N 1 Sawan sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan Kepolisian dan mengungkapkan pihaknya telah sejak awal bekerjasama dengan Polsek Sawan dalam mendidik para siswanya.
"Saya mengucapkan apresiasi kepada pihak Kepolisian sebagai antisipasi kita bersama-sama terhadap penggunaan medsos yang dapat meresahkan masyarakat. Hal ini sudah kita lakukan secara rutin dengan Polsek Sawan dari masalah tata tertib lalu lintas, penggunaan HP, Helm dan bagaimana anak-anak bisa terhindar dari bahaya narkoba dan HIV," kata Made Sutawa.
Buleleng - Kamtibmas - Peristiwa
LokalZone - Sat Narkoba Polres Buleleng Kembali melakukan penangkapan terhadap penyalah guna Narkotika, kali ini 3 orang diamankan dari TKP yang berbeda akibat mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.
Bahkan dua orang yang diamankan saat di grebek diketahui sedang mengkonsumsi narkoba bersama-sama. "TKP yg pertama di Lingkungan Banyuning Tengah, pada tanggal 20. Saat pengerebekan Ketut Suardika (40) dan Ketut Suardika alias Moleh (37) sedang mengkonsumsi narkoba bersama sama. Ini merupakan hasil penyelidikan anggota di lapangan," ungkap Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP Agus Dwi Wirawan atas seijin Kapolres Harry Haryadi, Kamis (28/1/2016).
Sedangkan penangkapan kedua dilakukan di Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan, yang bermula ketika pelaku, Komang Suardika alias Mang Dika (39) ngamuk-ngamuk lantaran dibawah pengaruh narkoba.
"Yang satu ini bermula dari laporan ada orang ngamuk-ngamuk dirumahnya,
setelah kami datangi, kita geledah rumahnya, kita temukan narkotika
jenis sabu di kamar tisurnya. Di taruh dalam kotak korek dengan berat
0,6 neto, yang ini sudah positif sabu-sabu. Kebetulan nama ketiganya sama,"
Moleh, salah satu dari ketika orang pelaku diketahui merupakan
seorang residifis penyalahguna narkoba bersikukuh mengatakan tidak
mengenal orang yang memberinya narkoba dan setiap berhubungan hanyalah
melalui telpon. "Namanya Iwan, ngambilnya dengan sistem tempel. Kenal
nama saja, beli lewat telpon, per paketnya Rp 500 ribu," kata Moleh yang
saat ini bekerja sebagai buruh lepas.
Akibat perbuatannya kini ketiganya dijerat dengan pasal yang sama yakni pasal 127 ayat 1 yo pasal 54 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara.
Melihat masih maraknya penyalah gunaan obat-obatan terlarang di Buleleng, Agus Dwi meminta kepada masyarakat untuk menjauhi Narkoba pasalnya tidak hanya melanggar hukum tetapi juga karena tindak pidana Narkotika ini dapat menimbulkan tindak pidana baru, seperti
kekerasan dalam rumah tangga atau bahkan pengerusakan akibat tidak bisa
mengkontrol diri.
Buleleng - Hukum - Narkoba
LokalZone - Pemulihan akibat bencana alam di Kabupaten Buleleng, diprediksi menghabiskan dana sedikitnya Rp 1,5 miliar. Pemulihan bencana itu akan diambil dari dana cadangan yang dialokasikan Pemkab Buleleng, pada APBD 2016.
Alokasi dana Rp 1,5 miliar itu hanya untuk memperbaiki infrastruktur di beberapa desa yang terdampak bencana alam. Seperti di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt yang jembatannya terputus, serta di Desa Musi dan Desa Penyabangan yang diterjang bencana banjir bandang.
“Sekarang kami masih hitung berapa total kerugiannya, dan mana yang akan diperbaiki. Tapi kami sudah siapkan dana cadangan Rp 1,5 miliar untuk bencana. Kebutuhannya sedang dihitung dan disusun skala prioritasnya,” ujar Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST disela-sela meninjau lokasi bencana di Desa Lokapaksa, Rabu siang (27/1/2016)
Bupati PAS mengatakan perbaikan paling mendesak saat ini adalah perbaikan akses jalan di Banjar Dinas Tri Amerta Desa Penyabangan, serta pembangunan jembatan dan jalan yang jebol di Banjar Dinas Tengah Desa Lokapaksa. Di Banjar Dinas Tri Amerta, pemerintah akan mengalokasikan dana sedikitnya Rp 500 juta untuk perbaikan akses jalan, yang mana nantinya dlam pengerjaan akan dilakukan melalui gotong royong bersama warga. Dana itu belum termasuk rehabilitasi saluran perpipaan air minum di desa setempat.
Selain di Desa Penyabangan, perbaikan paling mendesak juga harus dilakukan di Banjar Dinas Tengah Desa Lokapaksa. Disana jembatan yang berdiri diatas Pangkung Kompol, hilang tergerus banjir bandang. Sementara 3 kilometer dari jembatan Kompol yang hilang tersapu banjir juga diperparah dengan jebolnya sisi kanan jalan yang mengakibatkan lubang yang dalam dan membahayakan pengguna jalan terutama saat malam hari. Akibatnya sekitar 210 kepala keluarga terisolir. Lalu lintas warga hanya bisa menggunakan sepeda motor dan melalui jembatan darurat yang dibuat oleh warga.
“Saya sudah minta agar Kepala Dinas PU cepat menyelesaikan. Terutama di daerah yang terisolir seperti di Lokapaksa dan Penyabangan ini, termasuk sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana. ” imbuhnya.
Nantinya, menurut Bupati PAS, pemerintah akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pusdalops Bali dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, untuk proses rehabilitasi dan bantuan yang dibutuhkan para korban. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun mengklaim telah mengirim data kerusakan dan kerugian akibat bencana alam, kepada BPBD Bali.
Buleleng - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)








