LokalZone - Pasca bencana banjir bandang di Desa Musi, Kecamatan Gerokgak, Buleleng yang menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan diantaranya di Desa Musi, Penyabangan,
Sanggalagit, Banyupoh dan Pemuteran serta cuaca yang saat ini masih kurang bersahabat dikarenakan hujan lebat dan angin kencang yang menerpa Kabupaten Buleleng, Polres Buleleng tetap mensiagakan personilnya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Seluruh Kapolsek harus tanggap bencana, sampai saat ini cuaca masih kurang bersahabat kita tidak tahu kapan dan dimana akan terjadi bencana," ujar Wakapolres Buleleng Kompol Michael R. Risakotta didepan para Kapolsek yang hadir di Mapolres Buleleng, Rabu (27/1/2016).
Dirinya mengingatkan bahwa Polri yang juga bagian dari Badan SAR bersama TNI dan Pemerintah Daerah memang sudah semestinya bahu-menbahu dalam menolong dan mengevakuasi korban bencana alam.
"Kita (Polri, red) dan TNI sebagai bagian dari Badan SAR, bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memang sudah tugas kita untuk membantu dan mengevakuasi para korban. Hingga saat ini Sat Shabara dan Polsek masih melakukan kurve dilokasi bencana banjir bandang," ujar Wakapolres Michael R. Risakotta.
Namun demikian Wakapolres Michael R. Risakotta juga mengingatkan kepada anggota Dalmas dan Polsek yang masih melakukan kurve di lokasi banjir bandang, Gerokgak agar lebih berhati-hati terhadap kemungkinan banjir susulan yang bisa datang kapan saja di saat hujan deras.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Kemunculan sosok jihadi John jilid dua menghantui Inggris. Serupa dengan yang lain, Siddharta Dhar dibesarkan dengan nilai Eropa, tapi mengobarkan jihad atas nama agama. Apa yang menggerakkan mereka untuk berjihad?
Cuma beberapa bulan setelah kematian jagal Islamic State asal Inggris, Jihadi John, negeri kepulauan itu kembali dihantui kemunculan sosok serupa. Siddharta Dhar yang telah melarikan diri ke Suriah kini menjadi buronan nomer wahid pemerintah di London.Dhar dilahirkan beragama Hindu. Setelah menikahi seorang perempuan muslim, pria berdarah India itu masuk Islam dan menjadi radikal dalam waktu cepat. Ia menutup usahanya dan bergabung dengan kelompok ekstremis.
Pria yang lalu menamakan diri Abu Rumaysah bahkan mewakili kelompoknya ketika diundang wawancara oleh stasiun televisi BBC. Kendati relatif terkenal, pria berusia 32 tahun itu mampu lolos dari cengkraman aparat keamanan dan kabur ke Suriah.
Bersama pakar terorisme, Olivier Roy, Deutsche Welle membahas pesona kematian yang menyirap kaum muda muslim di Eropa. Berikut kutipannya:
DW: Ada banyak gerilayawan IS yang dibesarkan di lingkup budaya Eropa. Apa yang mendorong mereka menjadi radikal dan lalu mengobarkan jihad?
Olivier Roy: Mereka punya rasa frustasi terhadap masyarakatnya. Dalam hal ini kita berhadapan dengan remaja yang sedang aktif memberontak dan mencari identitas baru. Terkadang jihad menjadi pilihan yang sempurna. Anda berjihad, lalu dianggap sebagai pahlawan. Anda masuk dalam halaman muka surat kabar. Semua orang membicarakan anda. Bahwa masyarakat membenci anda, anda tidak peduli karena anda juga membenci mereka.
Jihad telah berjejak dalam budaya pemberontakan kaum muda muslim Eropa. Sesuatu yang 30 tahun lalu diisi oleh kaum kiri revolusioner. Tapi buat kaum muda ini, ideologi kiri terlalu intelektual. Mereka ingin yang lebih gamblang dan ingin berperang.
Apakah ada kelompok masyarakat yang berpotensi besar menjadi jihadis?
Kaum muslim Perancis misalnya merupakan generasi kedua dari para pendatang. Mereka lahir dan dibesarkan di barat. Tapi orangtuanya berasal dari negara muslim. Mereka ini yang punya masalah besar dengan transmisi budaya dan tradisi.
Sebab itu mereka harus memulai pencarian identitas dari awal. Dan di dalam ideologi salafisme mereka menemukan faham yang sederhana. Salafisme hidup dari norma halal dan haram, serta batas jelas antara kaum muslim dan kaum kafir, yang baik dan yang jahat. Buat mereka Salafisme menjadi ideologi cepat saji yang tinggal dipakai. Ini memberikan mereka perasaan, seakan termasuk kelompok elit yang menyelamatkan dunia.
![]() |
| Pakar terorisme asal Perancis, Olivier Roy |
Radikalisme agama tidak secara otomatis menggiring pemeluknya ke arah jihad. Cuma minoritas kecil yang melakukannya. Mereka terpesona oleh kekerasan dan kematian. Ada dimensi nihilistik dan kesyahidan di dalamnya. Di Eropa mereka tidak benar-benar berusaha kabur setelah melakukan tindak terorisme. Kebanyakan mati di lokasi kejadian. Kalau mereka pergi ke Suriah, mereka secara sukarela meminta dijadikan pelaku bom bunuh diri. Atau mereka rela dijadikan pagar manusia oleh Islamic State. Orang-orang ini tentunya mengimani budaya kematian. (dw)
Internasional - Nasional
LokalZone - Pasca bencana puting beliung di Desa Sulanyah dan Kelurahan Seririt,
Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG membantu para warga
korban yang menjadi korban bencana tersebut. Wabup Sutjidra menyerahkan
bantuan berupa sembako kepada 33 kepala keluarga yang menjadi korban
bencana puting beliung. Bantuan ini diserahkan di Lapangan Umum Seririt,
Senin (25/1/2016).
Pada kesempatan ini Wabup Sutjidra didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Komang, M.Si, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Ketut Yasa, ST, Kepala Satpol PP, Drs. Made Budi Astawa, M.Si dan Camat Seririt, I Nyoman Riang Pustaka, SIP.
Pada kesempatan ini Wabup Sutjidra didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Komang, M.Si, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, I Ketut Yasa, ST, Kepala Satpol PP, Drs. Made Budi Astawa, M.Si dan Camat Seririt, I Nyoman Riang Pustaka, SIP.
Ditemui usai penyerahan bantuan, Wabup Sutjidra mengungkapkan bantuan
ini bertujuan untuk meringankan beban para warga yang menjadi korban
bencana puting beliung. Menurutnya, kerusakan yang ditimbulkan oleh
puting beliung ini telah diinventarisir dan ditangani oleh BPBD. “Dengan
kriteria yang ada kita akan memberikan bantuan perbaikan rumah para
warga yang tertimpa bencana puting beliung,” ungkap Sutjidra.
Sementara itu, Riang Pustaka menjelaskan sesaat setelah kejadian puting beliung, pihaknya bersama babinsa dan babinkamtibmas membantu para warga membersihkan kayu pohon yang tumbang akibat bencana tersebut. Pihaknya juga mengakui Kelurahan Seririt dan Desa Sulanyah merupakan alur puting beliung di Kecamatan Seririt. “Tahun-tahun sebelumnya dua wilayah ini juga dilanda puting beliung. Bencana ini sangat berdampak kepada masyarakat di Kelurahan Seririt dan Desa Sulanyah,” jelasnya.
Bencana puting beliung ini menyebabkan 18 rumah di Kelurahan Seririt mengalami kerusakan. Sedangkan di Desa Sulanyah sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan. Selain rumah warga, bencana puting beliung ini mengakibatkan kerusakan di Mapolsek Seririt.
Sementara itu, Riang Pustaka menjelaskan sesaat setelah kejadian puting beliung, pihaknya bersama babinsa dan babinkamtibmas membantu para warga membersihkan kayu pohon yang tumbang akibat bencana tersebut. Pihaknya juga mengakui Kelurahan Seririt dan Desa Sulanyah merupakan alur puting beliung di Kecamatan Seririt. “Tahun-tahun sebelumnya dua wilayah ini juga dilanda puting beliung. Bencana ini sangat berdampak kepada masyarakat di Kelurahan Seririt dan Desa Sulanyah,” jelasnya.
Bencana puting beliung ini menyebabkan 18 rumah di Kelurahan Seririt mengalami kerusakan. Sedangkan di Desa Sulanyah sebanyak 15 rumah mengalami kerusakan. Selain rumah warga, bencana puting beliung ini mengakibatkan kerusakan di Mapolsek Seririt.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Antisipasi adanya jembatan jebol di Kabupaten Jembrana, Polres Buleleng siapkan tiga jalur alternatif bagi para pengemudi kendaraan yang akan bepergian ke Jembrana atau melewati wilayah tersebut.
"Kita sudah antisipasi sejak ada info jembatan putus, pengalihan arus ada 3
jalur, pertama lewat Busungbiu - pupuan (Tabanan), Pancasari, dan
ketiga di Karangasem. Yang ringan bisa lewat Sukasada, Pancasari, kendaraan berat lewat Karangasem, mobil kecil dan truk sedang bisa lewat
Busung biu, serta kita juga sudah memasang rambu dalam rangka pengalihan
arus lalin," ungkap Kabag Ops Ketut Gelgel atas seijin Kapolres Harry Harry Haryadi B. Senin (25/1/2016) di Mapolres Buleleng.
Untuk mengantisipasi kemacetan lalulintas akibat pengalihan arus ini pihaknya juga telah mengerahkan sejumlah personil di beberapa titik yang dianggap rawan kemacetan seperti yang saat ini terjadi di daerah Sukasada baik dari personil Sat Lantas Polres maupun Polsek.
"Sejumlah personil Lantas Polres maupun Polsek sudah dikerahkan untuk mengatur arus lalulintas juga mengantisipasi dan mengurai kemacetan," ujar Kompol Ketut Gelgel.
Dalam kesempatan tersebut Kabag Ops Ketut Gelgel juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada bencana dan berhati-hati di jalan karena sudah musim penghujan dan beberapa hari ini secara berturut-turut di Buleleng mengalami hujan deras disertai angin kencang. Selain itu dirinya juga meminta masyarakat untuk segera memberikan informasi apabila terjadi bencana alam kepada aparat Kepolisian agar dengan cepat bisa ditanggapi ke lokasi kejadian serta menyiapkan langkah-langkah selanjutnya.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Aksi vandalisme atau mural dengan menggunakan cat semprot di sejumlah tembok perkantoran, pertokoan, perumahan hingga fasilitas lalulintas berupa rambu-rambu yang semula hanya dianggap kenakalan kini semakin menjadi-jadi dan mulai membuat geram sejumlah warga.
Sejumlah kritikan dilayangkan oleh masyarakat Buleleng melalui media sosial atas tindakan para pelaku vandalisme itu disebutkan tidak memiliki etika dan merusak lingkungan di
beberapa sudut Kota Singaraja, bahkan beberapa dari warga berhasil mengambil foto dua remaja yang masih berstatus pelajar di sebuah Sekolah Negeri Singaraja yang diduga sebagai pelaku vandalisme.
Tembok utama dan pagar di Kawasan Gedung GOR Bhuwana Patra hampir
sebagian dipenuhi dengan aksi semprotan cat dengan berbagai bentuk
tulisan, selain itu juga mereka menyasar Sekretariat Pramuka dan Orari
dengan mencoret tembok pada sisi utara bangunan termasuk tembok
pertokoan di Jalan Hassanudin Kelurahan Kampung Kajanan, bahkan
sebelumnya Dinas Perhubungan Buleleng dibuat pusing tujuh keliling
lantaran rambu-rambu dan marka jalan tidak luput dari aksi creative para
pelaku vandalisme.
Entah disadari atau tidak tindakan ini dapat membuat pelaku berurusan dengan aparat hukum dan dari Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. sudah menyatakan akan menindak tegas para pelaku apabila tertangkap tangan.
![]() |
| Dugaan pelaku vandalisme |
"Apabila kami temukan para pelaku vandalisme ini tentu akan kami tindak tegas, namun terlebih dahulu kita upayakan pembinaan dari pihak sekolah, terutama anak-anak yang
masih berstatus sebagai pelajar. Kalau tidak mempan terpaksa proses hukum akan dilakukan
dengan tegas," ujar Kapolres Harry Haryadi, Minggu (24/1/2016).
Dari pengakuan sejumlah pemuda yang mengetahui pelaku yang teridentifikasi sebagai bagian dari kelompok MARK, diketahui bahwa sejumlah nama-nama yang di coret itu merupakan sebuah nama perkumpulan para remaja dan mereka berlomba-lomba untuk melakukan aksi vandalisme sebagai bentuk eksitensi mereka di kota Singaraja.
Buleleng - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)













