LokalZone - Antisipasi perayaan Natal dan Tahun baru (Nataru) 2015 Jajaran Polres Buleleng sidak pedagang kembang api serta peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu keributan dan konflik di malam tahun baru.
Kasat Shabara Polres Buleleng AKP Wayan Parta atas seijin Kapolres Harry Haryadi, Jumat (18/12/2015) di Mapolres Buleleng mengungkapkan menekan penjualan miras dan kembang api merupakan salah satu prioritas dalam rangka menjaga situasi kamtibmas Buleleng tetap terjaga.
"Dalam rangka pengamanan Nataru, dimana jajaran Sat Sabhara Polres maupun Polsek dengan gencar-gencarnya melaksanakan Operasi miras sebagai tindakan preemtif atau pencegahan. Sedangkan untuk kembang Api kami lakukan sidak ke pedagang yang berjualan di seputaran Jalan Ponogoro, terkait ijin dan juga spesifikasinya. Yang tidak dibolehkan itu mercon dan kembang api ukuran diatas 2 inc keatas dan hasil pemeriksaan sementara belum kami temukan," ujar Wayan Parta.
Tidak hanya wilayah kota, unit Patroli Shabara Polres Buleleng bekerjasama dengan Polsek Jajaran juga melakukan sejumlah razia di wilayah pelosok dengan hasil 20 liter arak bali disita dari Made Tiarge (60) di Banjar Kanginan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, 2 botol aqua besar arak bali dari Ketut Sentana (43) di Dusun Yeh Panas,Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, 3 liter arak bali dari Made Sumanasa (38) di Banjar Kubuanyar, Desa Kubutambahan, setengah jirigen arak bali dari Kadek Sudarma (30) di Dusun Mekar Sari, Desa Patas, serta 3 liter arak bali dari Made Sumanasa (38) Banjar Kubuanyar, Desa Kubutambahan.
Lebih lanjut Wayan Parta mengungkapkan langkah ini merupakan langkah awal dari aparat Kepolisian dalam mengantisiasi malam perayaan tahun baru, sedangkan terkait lomloman spritus pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tidak membuat atau membunyikannya karena apabila ditemukan akan ditindak tegas.
"Lomloman kalau kami temukan pasti ditindak, barangnya kami sita dan orangnya kami beri pembinaan," ujar Wayan Parta seraya meminta kepada masyarakat untuk melaporkan apabila terdapat warga yang menggunakan lomloman kepada aparat Kepolisian melalui Humas.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Bukti keterbukaan informasi dan jalinan komunikasi yang dilakukan aparat Kepolisian terhadap awak media di Kabupaten Buleleng berbuah manis, hari ini Kamis (17/12/2015) Kapolsek Celukan Bawang AKP Ketut Adnyana TJ menerima penghargaan dari Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB) sebagai acara penutup diskusi akhir tahun dengan tema "Memelihara Demokrasi Menghindari Calon Tunggal" yang diadakan di Gedung Imaco Eks Pelabuhan Buleleng.
Menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Ketut Wiratmaja selaku Presiden KJB, Adnyana TJ nampak sangat terkejut dan terharu hingga berkaca-kaca pasalnya dirinya tidak pernah menyangka masuk dalam nominasi penerima KJB Award 2015 yang diberikan kepada seseorang yang memang menjalin komunikasi yang baik terhadap awak media serta menjungjung tinggi keterbukaan informasi.
"Saya sangat berterimakasih kepada rekan-rekan media atas penghargaan yang begitu besar ini, dan tentunya kedepannya tetap menjalin komunikasi yang baik karena keterbukaan informasi itu memang sudah semestinya dilakukan," ujar Adnyana TJ.
Adnyana TJ sendiri sebelumnya memang dikenal dekat dengan semua wartawan bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Buleleng selama dua setengah tahun lamanya. Hampir semua informasi kasus maupun perkembangannya selalu di buka ke publik berkat kerjasama awak media.
Dirinya mengungkapkan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi dirinya untuk tetap berkarya dan bekerja dalam membangun Buleleng terlebih dalam hal menjaga situsi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
"Dalam masa dinas saya yang masih 20 tahun lagi, saya yang juga merupakan putra daerah Buleleng akan tetap berkarya dan peduli terhadap daerah kita ini. Dan ayo kita bersama-sama membangun daerah kita yang kita cintai ini, membangun komunikasi sehingga Buleleng tetap kondusif seperti sekarang ini," papar Adnyana TJ seraya mengucapkan terimakasih di hadapan para tamu undangan yang hadir.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Walau perayaan malam tahun baru masih dua minggu lagi, aparat Kepolisian sudah mulai melakukan ancang-ancang untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat, terlebih anak muda dalam menyambut tahun baru 2016.
Seperti yang dilakukan oleh Kapolsek Celukan Bawang AKP Ketut Adnyana TJ, dalam rapat koordinasi pengamanan tahun baru 2016 yang diadakan di aula Mapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang bersama Instansi terkait, Perbekel, Kelian Desa Pakraman, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Ormas sepakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, salah satunya dengan tidak membuat posko di pinggir jalan.
"Dalam rakor kemarin ada 4 kesepakatan; 1) Bersama-sama menjaga kamtibmas, 2) Menghimbau kepada warga untuk tidak menjual atau mengkonsumsi miras pada saat malam tahun baru, 3) Tidak membuat posko di pinggir jalan, 4) Agar melaporkan kepada pihak berwajib setiap permasalahan sekecil apapun, serta diselesaikan secara musyawarah," ujar Adnyana TJ, Selasa (16/12/2015).
Dengan adanya kesepekatan tersebut pihaknya berharap dapat mengurangi potensi konflik atau gesekan antar warga yang biasanya kerap terjadi di malam tahun baru lantaran dipicu oleh sekelompok anak muda yang pesta miras di posko hingga meluber ke tengah jalan.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Kepolisian Resor Buleleng beri perhatian khusus kepada usaha yang menggelar transaksi hingga larut malam, mulai dari pedagang kaki lima, pasar tradisional hingga swalayan, pasalnya jam-jam tersebut merupakan jam yang rawan akan tindak kriminalitas.
Kasat Shabara Polres Buleleng AKP Wayan Parta atas seijin Kapolres Harry Haryadi, Senin (14/12/2015) mengungkapkan kegiatan perdagangan di malam hari memang secara khusus mendapat perhatian dari aparat Kepolisian dengan meningkatkan kegiatan patroli.
"Dalam hal ini, kami sambangi toko, pasar dan pedagang kaki lima, khususnya yang berjualan hingga larut malam untuk lebih waspada. Jangan sampai pada saat yang bersangkutan berjualan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan petugas kami juga menitipkan nomor tepon sehingga apabila membutuhkan kediran Polisi bisa dengan cepat menghubungi," ujar Wayan Parta.
Ibu Suminah (43) yang berjualan buah naga di seputaran Jalan Diponogoro, serta Putu Edi yang merupakan karyawan Toko Alfamart di jalan Ngurah Rai Singaraja mengungkapkan sangat mengapresiasi tindakan dari Aparat Kepolisian. "Dengan kehadiran Polisi kami merasa lebih aman, apalagi kami buka hingga larut malam," katanya.
Lebih lanjut Wayan Parta juga mengungkapkan kegiatan Patroli yang dilakukan Sat Shabara merupakan program dari Polres Buleleng dengan mengedepankan sistem PWT (parking, walk and talk) dimana personilnya tidak hanya sekedar lewat tetapi juga secara langsung berinteraksi dengan masyarakat.
"Kegiatan patroli jalan kaki merupakan program unggulan dari Kapolres Buleleng, dimana intinya petugas diharuskan untuk menghentikan kendaraan yang digunakan (parking), berjalan menyambangi masyarakat (walk), dan berinteraksi atau dialogis (talk) untuk memberikan himbauan kamtibmas sekaligus menerima informasi dari masyarakat," papar Parta.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Ratusan senjata milik Jajaran Polres Buleleng, Sabtu (12/12/2015) diupacarai sebagai salah satu ritual Hari Raya Tumpek Landep. Senjata seperti revolver hingga laras panjang diberi sesaji berupa banten dan diupacarai oleh jro mangku Polres Buleleng Ida Bagus Adnyana.
"Tidak hanya senjata saja tetapi juga kendaraan dinas, termasuk yang digudang. Hal ini merupakan kearifan lokal, serta diharapkan menjadi pengaruh yang baik bagi pengguna senjata itu nantinya dalam melaksanakan tugas," ujar Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel.
Tidak hanya di lingkungan Polres, kegiatan yang sama juga dilakukan di seluruh Polsek Jajaran Polres Buleleng dengan di pimpin oleh Kapolsek masing-masing, dimana hampir seluruh barang yang terbuat dari bahan besi dan logam diberikan persembahan suci.
Untuk diketahui, sejatinya Tumpek Landep merupakan sebuah wujud puji syukur orang Bali / Hindu ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan pengetahuan dan kemampuan merancang teknologi, hingga tercipta benda-benda hasil olahan logam yang dapat mempermudah manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Buleleng - Peristiwa
Langganan:
Postingan (Atom)









