Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Walau perayaan malam tahun baru masih dua minggu lagi, aparat Kepolisian sudah mulai melakukan ancang-ancang untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat, terlebih anak muda dalam menyambut tahun baru 2016. 

Seperti yang dilakukan oleh Kapolsek Celukan Bawang AKP Ketut Adnyana TJ, dalam rapat koordinasi pengamanan tahun baru 2016 yang diadakan di aula Mapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang bersama Instansi terkait, Perbekel, Kelian Desa Pakraman, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Pemuda dan Ormas sepakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, salah satunya dengan tidak membuat posko di pinggir jalan.

"Dalam rakor kemarin ada 4 kesepakatan; 1) Bersama-sama menjaga kamtibmas, 2) Menghimbau kepada warga untuk tidak menjual atau mengkonsumsi miras pada saat malam tahun baru, 3) Tidak membuat posko di pinggir jalan, 4) Agar melaporkan kepada pihak berwajib setiap permasalahan sekecil apapun, serta diselesaikan secara musyawarah," ujar Adnyana TJ, Selasa (16/12/2015). 

Dengan adanya kesepekatan tersebut pihaknya berharap dapat mengurangi potensi konflik atau gesekan antar warga yang biasanya kerap terjadi di malam tahun baru lantaran dipicu oleh sekelompok anak muda yang pesta miras di posko hingga meluber ke tengah jalan.
-
LokalZone - Kepolisian Resor Buleleng beri perhatian khusus kepada usaha yang menggelar transaksi hingga larut malam, mulai dari pedagang kaki lima, pasar tradisional hingga swalayan, pasalnya jam-jam tersebut merupakan jam yang rawan akan tindak kriminalitas.

Kasat Shabara Polres Buleleng AKP Wayan Parta atas seijin Kapolres Harry Haryadi, Senin (14/12/2015) mengungkapkan kegiatan perdagangan di malam hari memang secara khusus mendapat perhatian dari aparat Kepolisian dengan meningkatkan kegiatan patroli. 

"Dalam hal ini, kami sambangi toko, pasar dan pedagang kaki lima, khususnya yang berjualan hingga larut malam untuk lebih waspada. Jangan sampai pada saat yang bersangkutan berjualan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan petugas kami juga menitipkan nomor tepon sehingga apabila membutuhkan kediran Polisi bisa dengan cepat menghubungi," ujar Wayan Parta. 

Ibu Suminah (43) yang berjualan buah naga di seputaran Jalan Diponogoro, serta Putu Edi yang merupakan karyawan Toko Alfamart di jalan Ngurah Rai Singaraja mengungkapkan sangat mengapresiasi tindakan dari Aparat Kepolisian. "Dengan kehadiran Polisi kami merasa lebih aman, apalagi kami buka hingga larut malam," katanya.

Lebih lanjut Wayan Parta juga mengungkapkan kegiatan Patroli yang dilakukan Sat Shabara merupakan program dari Polres Buleleng dengan mengedepankan sistem PWT (parking, walk and talk) dimana personilnya tidak hanya sekedar lewat tetapi juga secara langsung berinteraksi dengan masyarakat.

"Kegiatan patroli jalan kaki merupakan program unggulan dari Kapolres Buleleng, dimana intinya petugas diharuskan untuk menghentikan kendaraan yang digunakan (parking), berjalan menyambangi masyarakat (walk), dan berinteraksi atau dialogis (talk) untuk memberikan himbauan kamtibmas sekaligus menerima informasi dari masyarakat," papar Parta.
-
LokalZone - Ratusan senjata milik Jajaran Polres Buleleng, Sabtu (12/12/2015) diupacarai sebagai salah satu ritual Hari Raya Tumpek Landep. Senjata seperti revolver hingga laras panjang diberi sesaji berupa banten dan diupacarai oleh jro mangku Polres Buleleng Ida Bagus Adnyana.

"Tidak hanya senjata saja tetapi juga kendaraan dinas, termasuk yang digudang. Hal ini merupakan kearifan lokal, serta diharapkan menjadi pengaruh yang baik bagi pengguna senjata itu nantinya dalam melaksanakan tugas," ujar Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel.

Tidak hanya di lingkungan Polres, kegiatan yang sama juga dilakukan di seluruh Polsek Jajaran Polres Buleleng dengan di pimpin oleh Kapolsek masing-masing, dimana hampir seluruh barang yang terbuat dari bahan besi dan logam diberikan persembahan suci.
 
Untuk diketahui, sejatinya Tumpek Landep merupakan sebuah wujud puji syukur orang Bali / Hindu ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan pengetahuan dan kemampuan merancang teknologi, hingga tercipta benda-benda hasil olahan logam yang dapat mempermudah manusia dalam kehidupan sehari-hari.
-
LokalZone - Polsek Celukan Bawang galakkan Operasi Duktang, sejumlah rumah kost dan warung pojok menjadi sasaran razia untuk mengantisipasi praktek prostitusi terselubung maupun masuknya penduduk pendatang tanpa dilengkapi identitas diri.

Operasi yang berlangsung, Jumat (11/12/2015) dari pukul 08.30 wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Ketut Adnyana TJ beserta 10 orang anggotanya, sedikitnya telah memeriksa 3 rumah kost dan sebuah warung pojok di wilayah Gerokgak.

"Di kost milik Siti Jamilah, 6 orang semua lengkap dengan identitas diri, berikutnya milik Mek Kompyang, Banjar Dinas Bubunan, Desa Tinga-tinga, memeriksa pendatang sebanyak 9 orang dan ditemukan satu orang tanpa identitas atas nama Kadek Sudiani yang diketahui lahir di Banjar Dinas Pejeng, Desa Besakih, Kabupaten Karangasem. lalu di rumah kost Bu Dayu, Jalan Malvinas, Banjar Dinas Tegallantang, Desa Pengulon tidak ditemukan penduduk pendatang dan berikutnya di warung pojok kami temukan 1 orang tidak dilengkapi identitas diri atas nama Siti Fatimah yang beralamat di Dusun Pesisir Barat, Desa Klatakan, Kec.Kendit Kab.Situbondo, Jawa Timur," ujar Adnyana TJ melalui pesan singkat.

Terhadap temuan tersebut pihaknya memberikan teguran simpatik terhadap Kadek Sudiani dan memintanya untuk segera mengurus surat-surat sedangkan Siti Fatimah yang terjaring di warung pojok dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Celukan Bawang.
-
LokalZone - Serangkaian kegiatan sosial dilakukan oleh Sat Binmas Polres Buleleng bersama sejumlah Satpam yang bertugas di Kabupaten Buleleng dalam rangka memperingati Hut Satpam yang ke 35 yang jatuh pada tanggal 30 Desember 2015 nantinya.

"Kagiatan hari ini merupakan serangkaian acara dalam rangka menyambut HUT Satpam ke-35, tadi kita melaksanakan kerja bakti di Pura Jagatnatha dan juga di Gereja GPIB, Jalan Ngurah Rai singaraja, mengingat sebentar lagi sodara kita dari umat Kristini akan merayakan Natal," ujar Kasat Binmas AKP Wayan Sartika, SH, Jumat (11/12/2015) di sela-sela kegiatan tersebut.

Selain kerja bakti di kedua tempat ibadah tersebut rombongan juga melakukan anjang sana ke Panti Asuhan "Dana Punia" yang terletak di Kelurahan Banyuning untuk memberikan sumbangan berupa sembako serta memotivasi anak-anak panti dalan menjalani hidup dengan cara berinteraksi dan bernyanyi bersama-sama.

"Kegiatan kedua kita ke panti asuhan, dalam kaitannya untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan sedikit sumbangan kepada anak-anak yatim piatu. Kita motivasi, kita gugah supaya tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya serta belajar untuk meraih prestasi, bahkan beberapa dari mereka sudah berprestasi malah," papar Sartika.

Gede Arbadana selaku Ketua Yayasan Dana Punia mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Polri dan Satpam tersebut, dan mengungkapkan sejumlah prestasi telah berhasil diraih oleh beberapa anak asuhannya meski dalam kondisi yang serba terbatas. 

"Dua orang mendapat juara umum di sekolahnya, dan di Bulan September kemarin 25 diundang ke Jepang namun karena kendala administrasi akhirnya yang berangkat hanya 10 orang, dengan alat-alat yang sangat minim, penari dua orang serta penabuhnya. Kebanyakan anak SMP yang berangkat, kami disana selama 10 hari dan di undang oleh Wali Kota Takasago," ujar Arbadana.
-