Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Ratusan senjata milik Jajaran Polres Buleleng, Sabtu (12/12/2015) diupacarai sebagai salah satu ritual Hari Raya Tumpek Landep. Senjata seperti revolver hingga laras panjang diberi sesaji berupa banten dan diupacarai oleh jro mangku Polres Buleleng Ida Bagus Adnyana.

"Tidak hanya senjata saja tetapi juga kendaraan dinas, termasuk yang digudang. Hal ini merupakan kearifan lokal, serta diharapkan menjadi pengaruh yang baik bagi pengguna senjata itu nantinya dalam melaksanakan tugas," ujar Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel.

Tidak hanya di lingkungan Polres, kegiatan yang sama juga dilakukan di seluruh Polsek Jajaran Polres Buleleng dengan di pimpin oleh Kapolsek masing-masing, dimana hampir seluruh barang yang terbuat dari bahan besi dan logam diberikan persembahan suci.
 
Untuk diketahui, sejatinya Tumpek Landep merupakan sebuah wujud puji syukur orang Bali / Hindu ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan pengetahuan dan kemampuan merancang teknologi, hingga tercipta benda-benda hasil olahan logam yang dapat mempermudah manusia dalam kehidupan sehari-hari.
-
LokalZone - Polsek Celukan Bawang galakkan Operasi Duktang, sejumlah rumah kost dan warung pojok menjadi sasaran razia untuk mengantisipasi praktek prostitusi terselubung maupun masuknya penduduk pendatang tanpa dilengkapi identitas diri.

Operasi yang berlangsung, Jumat (11/12/2015) dari pukul 08.30 wita tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawang AKP Ketut Adnyana TJ beserta 10 orang anggotanya, sedikitnya telah memeriksa 3 rumah kost dan sebuah warung pojok di wilayah Gerokgak.

"Di kost milik Siti Jamilah, 6 orang semua lengkap dengan identitas diri, berikutnya milik Mek Kompyang, Banjar Dinas Bubunan, Desa Tinga-tinga, memeriksa pendatang sebanyak 9 orang dan ditemukan satu orang tanpa identitas atas nama Kadek Sudiani yang diketahui lahir di Banjar Dinas Pejeng, Desa Besakih, Kabupaten Karangasem. lalu di rumah kost Bu Dayu, Jalan Malvinas, Banjar Dinas Tegallantang, Desa Pengulon tidak ditemukan penduduk pendatang dan berikutnya di warung pojok kami temukan 1 orang tidak dilengkapi identitas diri atas nama Siti Fatimah yang beralamat di Dusun Pesisir Barat, Desa Klatakan, Kec.Kendit Kab.Situbondo, Jawa Timur," ujar Adnyana TJ melalui pesan singkat.

Terhadap temuan tersebut pihaknya memberikan teguran simpatik terhadap Kadek Sudiani dan memintanya untuk segera mengurus surat-surat sedangkan Siti Fatimah yang terjaring di warung pojok dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Celukan Bawang.
-
LokalZone - Serangkaian kegiatan sosial dilakukan oleh Sat Binmas Polres Buleleng bersama sejumlah Satpam yang bertugas di Kabupaten Buleleng dalam rangka memperingati Hut Satpam yang ke 35 yang jatuh pada tanggal 30 Desember 2015 nantinya.

"Kagiatan hari ini merupakan serangkaian acara dalam rangka menyambut HUT Satpam ke-35, tadi kita melaksanakan kerja bakti di Pura Jagatnatha dan juga di Gereja GPIB, Jalan Ngurah Rai singaraja, mengingat sebentar lagi sodara kita dari umat Kristini akan merayakan Natal," ujar Kasat Binmas AKP Wayan Sartika, SH, Jumat (11/12/2015) di sela-sela kegiatan tersebut.

Selain kerja bakti di kedua tempat ibadah tersebut rombongan juga melakukan anjang sana ke Panti Asuhan "Dana Punia" yang terletak di Kelurahan Banyuning untuk memberikan sumbangan berupa sembako serta memotivasi anak-anak panti dalan menjalani hidup dengan cara berinteraksi dan bernyanyi bersama-sama.

"Kegiatan kedua kita ke panti asuhan, dalam kaitannya untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan sedikit sumbangan kepada anak-anak yatim piatu. Kita motivasi, kita gugah supaya tidak melakukan hal-hal yang tidak semestinya serta belajar untuk meraih prestasi, bahkan beberapa dari mereka sudah berprestasi malah," papar Sartika.

Gede Arbadana selaku Ketua Yayasan Dana Punia mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Polri dan Satpam tersebut, dan mengungkapkan sejumlah prestasi telah berhasil diraih oleh beberapa anak asuhannya meski dalam kondisi yang serba terbatas. 

"Dua orang mendapat juara umum di sekolahnya, dan di Bulan September kemarin 25 diundang ke Jepang namun karena kendala administrasi akhirnya yang berangkat hanya 10 orang, dengan alat-alat yang sangat minim, penari dua orang serta penabuhnya. Kebanyakan anak SMP yang berangkat, kami disana selama 10 hari dan di undang oleh Wali Kota Takasago," ujar Arbadana.
-
LokalZone - Untuk mengantisipasi perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2015, Polres Buleleng dengan mengedepankan Polsek Jajarannya sebagai ujung tombak melakukan antisipasi dini dengan meningkatkan pengawasan jalur tikus serta kegiatan yang akan diselenggarakan warga dalam rangka perayaan Nataru.

Hal tersebut diungkapkan Kapolsek Sawan AKP Made Mustiada atas seijin Kapolres Harry Haryadi, Kamis (10/12/2015) saat ditemui di Mapolsek Sawan. "Kita lakukan langkah-langkah antisipasi, karena Polsek merupakan ujung tombak, khususnya yang wilayah yang memiliki pelabuhan rakyat. 25 Personil kita terjunkan untuk pengawasan jalur tikus untuk mencegah masuknya bahan peledak (handak) serta barang-barang berbahaya lainnya masuk ke wilayah Buleleng," ujar Made Mustiada.

Tidak hanya itu, untuk mengantisipasi kegiatan para jamaah pada perayaan Natal dan aksi minum-minuman keras para remaja di pinggir jalan pihaknya mengungkapkan sudah melakukan maping tingkat kerawanan serta berkomunikasi dengan Instansi terkait.

"Untuk perayaan natal kita sudah ploting personil sedangkan untuk pesta miras, aksi tutup setegah jalan, bersama Kepala Desa dan unsur Tripika kita sepakat untuk sama-sama menjaga keamanan serta memberikan himbauan. Sedangkan untuk antisipasi perkelahian atau konflik antar pemuda atau Desa kita siapkan Pos Sekat di beberapa titik yang perlu mendapat perhatian khusus," ungkap Made Mustiada.

Hal senada juga diutarakan oleh Kapolsek Kawasan Laut Celukan Bawan AKP Ketut Adnyana TJ saat dihubungi melalui telpon. "Kita baru saja melaksanakan operasi di pelabuhan rakyat Celukan Bawang dengan melakukan pemeriksaan kepada ABK kapal yang menyandar, serta melakukan pemeriksaan identitas dan barang bawaannya. Hal ini untuk mengantisipasi masuknya orang tanpa identitas terlebih pelaku teror masuk ke wilayah Celukan Bawang," papar Adnyana TJ.

Selain itu pihaknya juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan tim Kesatuan Penjaga Laut & Pantai (KPLP), Kantor Syahbandar & Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo angkatan laut, serta Polisi Perairan (Satpolair) untuk melakukan operasi gabungan dalam rangka menjagaan wilayah Celukan Bawang tetap aman dari masuknya orang maupun barang-barang berbahaya.
-
LokalZone - Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan, ditemukan disebuah bedeng warung kecil berukuran 4 X 4 Meter, yang berada di Gang Gagak, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, pada Rabu (9/12/2015) sekitar pukul 12.00 wita. Diketahui mayat tersebut bernama Nitiye (72) seorang Gepeng atau pengemis dari Desa Mimbaan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, mayat Nitiye pertama kali ditemukan oleh warga setempat bernama Supatiah (67). Supatiah sendiri adalah nenek pemelik bedeng yang mengajak Nitiye tinggal karena memang tinggal sendiri dan kasihan dengan kondisi Nitiye, dan korban ditemukan meninggal saat saksi hendak membangunkannya namun tidak merespon sehingga meminta bantuan kepada temannya Anggela Merti (50) untuk mengecek keadaan korban.

“Saya temukan sudah dalam kondisi meninggal. Sebelumnya, saya memang sempat dikasik tahu Supatiah untuk ngecek kondisi buk Nitiye, setelah saya lihat ternyata sudah meninggal, ada sekitar jam 12 siang itu saya tahu sudah meninggal,” ujar Anggel dilokasi kejadian.

Atas penemuan mayat ini, warga melaporkan kejadian ini kepada pihak Kepolisian Polsek Kota Singaraja melalui telepon seluler sehingga langsung mengirimkan sejumlah personil dilokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP serta memintai keterangan sejumlah saksi-saksi dilokasi kejadian sekaligus mengevakuasi mayat ke RSUD Buleleng.

“Kami awalnya terima laporan melalui telepon dari warga, yang kemudian kami tindaklanjuti dan benar memang ada penemuan mayat dilokasi dan diketahui identitas mayat itu seorang Gepeng. Upaya-upaya penanganan sudah kami lakukan, termasuk menghubungi pihak keluarga korban, untuk segera mengambil jenazahnya di RSUD Buleleng,” ujar Kaposlek Kota Singaraja AKP Nyoman Suarnata, di Mapolsek Kota Singaraja.

Sementara Supatiah mengaku sebelum korban ditemukan tewas, korban memang sebelumnya sempat mengeluh sakit sejak 5 hari belakangan ini. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya banyak obat di meja tempat korban tidur. “Memang dia sudah sakit sejak 5 hari lalu, sakitnya memang keras dibokongnya ada luka parah sampai berlubang itu kalau tidak salah saya sempat lihat,” kata Supatiah.
-