LokalZone - Ada pemandangan yang berbeda terjadi hari ini, Kamis (15/10/2015) di Mapolres Buleleng, pasalnya jika biasanya Polisi melakukan pemeriksaan kepada masyarakat saat ini anggota Polres Buleleng justru diperiksa oleh Propam mulai dari kelengkapan ranmor, surat ijin, KTA, hingga sikap tampang baik kepada anggota bintara maupun perwira.
Menurut Kasi Propam Ipda I Wayan Masa, hal ini dilakasanakan dalam rangka kontrol secara rutin dan mengingatkan kepada seluruh anggota akan jati diri sebagai insan Polri yang harus selalu taat kepada aturan. "Sebagai Polisi kita harus mentaati aturan, mulai dari hal yang terkecil. Salah satunya jangan terlambat apel, masuk dari pintu masuk mako, mari berikan contoh kepada masyarakat," ungkap Wayan Masa didepan peserta apel.
Lebih jauh dirinya juga menghimbau kepada seluruh anggota Polres Buleleng untuk mempertahankan apabila dimungkinakan untuk meningkatkan disiplin kerja sebelum didisiplinkan. "Jangan sampai setelah menjalani sidang disiplin baru merubah pola pikir, ikuti aturan sejak dini untuk menghindari tindakan disiplin. Apabila sudah ditindak jangan salahkan pimpinan, itu untuk membuat kita kembali ke jalan yang benar," ujar Masa.
Dalam pemeriksaan tersebut tidak ditemukan adanya pelanggaran baik dari kelengkapan surat maupun sikap tampang, namun demikian Kanit Propam I Wayan Masa mengingatkan akan kembali mengadakan pemeriksaan secara berkala tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng memiliki peranan penting dalam menjaga kerukunan umat beragama, mengingat sifat masyarakat Buleleng yang sangat terbuka dan heterogen.
Hal tersebut diungkapkan Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B, saat mengadakan tatap muka untuk yang pertama kalinya bersama FKUB, Rabu (6/10/2015) di ruang Rupatama Polres Buleleng. "Keanekaragaman dapat menjadi peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab, dan bapak-bapak ini lah garda terdepan untuk menangkal setiap isu yang entah disengaja maupun tidak diembuskan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial," ungkap Kapolres Harry Haryadi.
Salah satu hal yang dirasa cukup mengkhawatirkan adalah adanya "prilaku kelompok", pasalnya dalam kelompok seringkali akan menghilangkan identitas individu. "Contohnya begini, disaat jambret ditangkap warga, identitas individu seperti guru, pns buruh dan lain-lain terdapat kecenderugan akan terlupakan, hanyut dalam suasana, cukup satu orang berkata bakar, semua pasti ikut," kata Kapolres Harry Haryadi.
Untuk itu dirinya mengajak kepada semua pihak untuk tidak modah terprovokasi oleh isu-isu yang dihembuskan oleh pihak luar maupun pihak dalam, yang karena kepentingan pribadi maupun golongannya dapat merusak ketentraman masyarakat Buleleng.
Untuk itu Kapolres Buleleng berharap FKUB untuk berpartisipasi dan membatu pihak Kepolisian khususnya untuk memberikan pembinaan kepada masing-masing umatnya. "Segala sesuatu muncul dari niat, mohon kami dibantu, berikan saran dan masukan, dan juga mohon kerelaannya apabila nanti ada permasalahan umat / sosial kami akan menghubungi untuk menenangkan umat masing-masing," ujar Harry Haryadi.
Dalam pertemuan tersebut dari beberapa anggota FKUB juga memberikan beberapa informasi terkait situasi terkini yang dapat menjadi pemicu konflik sosial nantinya dan diharapkan dari informasi tersebut pihak Kapolisian akan segera melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Dalam rangka pemberian pelayanan secara maksimal oleh anggota Polri, Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi B. melakukan pengecekan ke Klinik Pratama Urkes Polres Buleleng, Rabu (6/10/2015) dengan agenda mengecek anggota yang dalam pengobatan maupun peralatan kesehatan yang telah tersedia.
Dalam kunjungannya, Kapolres Harry Haryadi tidak hanya mengecek peralatan serta perlengkapan yang ada namun juga meminta kepada tim Kesehatan Polres Buleleng untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan karena akan berimbas kepada peningkatan kinerja.
"Tadi ada salah satu personil yang diajak bincang-bincag, dimana kesehatan merupakan bagian terpenting dalam hal pelaksanaan tugas untuk melakukan pelayanan. Pak Kapolres meminta dari Poliklinik untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin, terkait pengecekan kesehatan maupun pembagian vitamin," ujar Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra.
Dengan ditambah dengan layanan BPJS diharapkan dapat meningkatkan kesehatan tubuhnya dengan pemeriksaan rutin baik melalui Poliklinik maupun dokter lainnya yang juga telah bekerjasama dengan BPJS.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setelah pengecekan tim Urkes Poliklinik Polres Buleleng hari ini langsung melaksanakan pemeriksaan kesehatan sesuai jadwal ke Polsek Gerokgak sekaligus pemberian vitamin untuk menjaga stamina anggota tetap prima sehingga dapat melaksanakan tugas dengan maksimal.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Kamis, (1/10/2015) SPKT Mapolres Buleleng dikejutkan dengan kedatangan seorang perempuan, Eka Suryani (32) yang beralamat di Jalan P. Obi Gang Nangka, Singaraja, dalam keadaan panik dan mengaku sepeda motornya yang diparkir di Pasar Anyar, Jalan Sawo, Singaraja dicuri seseorang.
Menindak lanjuti laporan tersebut, Unit Buser Reskrim langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP guna mengumpulkan informasi terkait keberadaan sepeda motor Honda Vario warna biru DK 5642 UU dilaporkan hilang oleh pemiliknya, namun fakta dilapangan justru berkata lain.
"Memang benar tadi ada masyarakat yang melapor kehilangan sepeda motor, tapi dari hasil olah TKP. Anggota menemukan adanya sepeda motor yang mirip baik dari merek, warna hingga nopolnya dan parkirnya tidak terlalu jauh. Dari sini anggota melakukan pengecekan identitas pemilik untuk menyelusuri dugaan salah ambil," ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra atas seijin Kapolres Buleleng.
Lebih lanjut dari data yang diperoleh di Samsat, beberapa petugas langsung menyambangi kediaman pemilik kendaraan DK 8642 UZ, yang diketahui dimiliki oleh Komang Budiarta di Lingkungan Tegal Mawar, Kelurahan Banjar Bali, Buleleng pemilik kendaraan tersebut dan benar saja sepeda motor yang dilaporkan hilang juga berada disana.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor DK 5642 UU mengalami kunci doll sehingga dapat dengan mudah dihidupkan walau dengan kunci yang berdeda.
"Sepeda motor yang hilang DK 5642 UU dan satunya lagi DK 8642 UZ, kebetulan juga yang satunya kuncinya doll sehingga bisa dihidupkan dengan kunci yang lain. Berkat kesigapan anggota dilapangan dalam menghimpun informasi, dalam hitungan jam sudah bisa terselesaikan," ujar Agus Widarma Putra.
Untuk menghindari hal yang sama kembali terjadi, Agus menghimbau kepada masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermotor untuk mengamankan kunci sepeda motornya jangan sampai rusak atau doll, pasalnya hanya akan memudahkan orang yang berniat tidak baik.
Buleleng - Peristiwa
LokalZone - Tingkatkan kemampuan masing-masing personil Shabara, Satuan Polres Buleleng mengadakan pelatihan Tindakan Pertama Di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) serta pemberian Pertolongan Pertama kepada korban apabila diperlukan, Selasa (29/9/2015) di Wantilan Mapolres Buleleng.
”Pelatihan ini dilakukan merujuk adanya Telegram Resmi dari Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyatno, terkait perintah kepada seluruh anggota Sabhara di jajaran Polda Bali untuk melaksanakan kegiatan latihan fungsi Sabhara TPTKP guna meningkatkan kemampuan personil,” ujar Kabag Ops Kompol Ketut Gelgel, seijin Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi B. usai membuka kegiatan pelatihan tersebut.
Walau materi yang diajarkan telah didapatkan oleh setiap anggota saat mengikuti pendidikan Bintara Polisi di SPN, menurut Gelgel kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan prima dari Kapolisian dalam melaksanakan TPTKP serta pertolongan pertama kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, mengingat salah satu tugas pokok Shabara adalah melaksanakan patroli rutin.
"Melalui kegiatan pelatihan ini kami berupaya untuk meningkatkan kemampuan anggota,
khususnya Sabhara yang rutin melakukan Patroli, untuk cepat melakukan
penanganan bila ada tindakan kriminal di Buleleng. Dan juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pertolongan pertama jika menemukan kecelakaan atau masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” papar Kompol Gelgel.
Dalam pelatihan tersebut sedikitnya 60 orang personil yang terdiri dari Kanit, Panit, dan anggota Satuan Sabhara di jajaran Polsek-Polsek yang ada di lingkungan Polres Buleleng secara langsung juga mengamati proses sekaligus praktek pemberian pertolongan pertama dari Dokter Poliklinik Polres Buleleng Ni Luh Ranti untuk kasus keracunan, kecelakaan patah tulang serta kasus lainnya yang memerlukan pertolongan pertama / P3K.
Buleleng - Seremonial
Langganan:
Postingan (Atom)








