Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone -  Kapolres Klungkung AKBP FX. Arendra Wahyudi SiK, Waka Polres Kompol. AA. Gede Mudita, bersama-sama dengan pecinta motor tua Kabupaten Klungkung, melakukan anjangsana kepada orang yang tidak mampu dengan menyerahkan bantuan beras, indomie, dan kebutuhan lainnya kepada orang yang tidak mampu secara materiil, dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-69, Sabtu, (27/6/2015).
.
Orang yang patut mendapatkan uluran tangan dan yang pertama kali dikunjungi Kapolres dan rombongan adalah Ni Made Raji alias Men Ampel, dan I Ketut Tamben, bertempat di Banjar Babung, Desa Gunaksa, Kecamatan dawan.

Kemudian romboingan melanjutkan perjalanan menuju Banjar Nyamping, Desa Gunaksa, Kecamatan dawan, disini Kapolres dan rombongan menyerahkan bantuan kepada Made Tangeb dan I Ketut Tulus, kedua orang ini bersaudara kandung.

Ke empat orang yang dikunjungi Kapolres Klungkung dan rombongan ini patut diberi bantuan karena semuanya menempati rumah yang tidak layak huni.

Sementara Kapolres Klungkung pada kesempatan tersebut mengatakan, Kami ada sedikit bingkisan yang dapat dimanfaatkan para orang tua yang kurang beruntung ini, berupa beras, indomie dan kebutuhan lainnya, yang mungkin nantinya bisa sedikit membantu.

Menurut Kapolres, kegiatan ini merupakan salah satu wujud kepedulian aparat kepolisian khususnya Polres Klungklung pada masyarakat yang kurang mampu dan lingkungan sekitarnya.
- -
LokalZone - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) A.A.Ngurah Puspayoga, Sabtu (27/6/2015) pagi melakukan kunjungan kerja ke Gumi Makepung Kabupaten Jembrana. Dalam kunjungannya itu Menkop UKM Puspayoga memberikan sejumlah kemudahan dan bantuan kepada kelompok usaha kecil menengah dan mikro di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana.

Kemudahan tersebut diantaranya pemberian kemudahan ijin bagi usaha kecil, pemberian hak cipta dan akte notaris gratis. Selain itu Puspayoga juga memberikan bantuan perbaikan tempat idabah baik Hindu, Islam dan Kristen. Ia mengungkapkan saat dirinya menjabat Walikota Denpasar untuk mengurus Hak Cipta waktu bisa berbulan-bulan dan bayarnya cukup mahal, tapi sekarang hanya bisa diselesaikan satu jam dan gratis.

Meski memberikan kemudahan, Puspayoga juga melakukan tindakan tegas terhadap koperasi-koperasi yang tidak aktif. “ Koperasi yang hanya punya cap dan mengandalkan bantuan pemerintah saya hapus saja, supaya tidak mengganggu koperasi yang lain “ tegas Puspayoga. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dilakukan oleh tiga pilar yaitu BUMN, Swasta dan Koperasi. Hanya saja koperasi selama ini seolah tersisih, untuk itu sebagai Menteri, Puspayoga bertekad mensejajarkan koperai dengan BUMN dan Swasta. “ Saya sangat optimis itu berhasil, sebab setelah saya data semua koperasi ternyata omsetnya ada yang mencapai trilyunan, mengapa yang lain tidak bisa, inilah yang saya ingin capai terhadap koperasi-koperasi yang lain “ kata Puspayoga.

Dari 209 juta koperasi yang terdata di Indonesia, 62 ribu diantaranya tidak aktif dan sudah dibekukan. Bahkan kini sebanyak 147 ribu koperasi mampu aktif dengan online sistem. Selama ini lanjut Puspayoga yang menjadi persoalan usaha kecil dan koperasi adalah permodalan. Banyak usaha kecil yang tidak mampu mengambil modal di Bank karena bunga kreditnya sangat tinggi yaitu mencapai 22%. “ Saya usulkan ke Pak Presiden supaya bunga kredit diturunkan, karena tidak memberikan rasa adil terhadap pengusaha kecil, dan usulan itu sudah disetujui Presiden menjadi 12% “ terang Puspayoga.

Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha menjelaskan, kemudahan yang telah diberikan Kemenkop kepada pengusaha kecil menengah dan mikro di Jembrana sudah dirasakan manfaatnya mulai dari kemudahan memperoleh perijinan, peningkatkan sumberdaya manusia, kemudahan sarana dan prasarana produksi termasuk fasilitasi akses pemasaran. Di Jembrana sendiri kata Bupati Artha, terdapat 249 koperasi yang telah berbadan hukum dengan jumlah masyarakat yang terlibat didalamnya mencapai 54.995 orang. Sementara itu terdapat 19 koperasi yang sakit kronis dan segera dibekukan. “ Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan perhatian dan bantuan yang luar biasa kepada usaha kecil mikro dan koperasi di Jembrana, saya berharap pengusaha yang diberikan bantuan menggunakan bantuannya dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat “ kata Artha.

Dalam kunjungan pertama kalinya sebagai Menteri di Jembrana, Puspayoga mengaku paling senang bila berkunjung ke Jembrana. Pasalnya partisipasi masyarakatnya sangat tinggi, hal itu terbukti dengan hadirnya ribuan masyarakat di GKBK Jembrana. “ Ini menunjukkan bahwa Bupati dan Wakilnya rajin turun ke masyarakat “ terang Puspayoga. Selain dihadiri Bupati dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan, Menteri Puspayoga juga mengajak seluruh Deputinya ke Jembrana.
- -
LokalZone - Dua orang wanita paro baya, yakni Saniah, 42, dan Suniah, 45, keduanya warga Dusun Kranjan, Kelurahan Dadakan, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, kini harus berurussan dengan polisi. Keduanya ditangkap atas tuduhan penipuan, dengan modus mencatut nama yayasan difabel (penyandang cacat, Red) di Surakarta, Jawa Tengah.

Keduanya ditangkap Kamis (25/6/2015) lalu di wilayah Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Sebelumnya, kedua wanita itu dilaporkan I Wayan Sumadi, 26, warga Desa Erdhi Buana, Kecamatan Mengwi yang indekos di Desa Sambangan, pada Selasa (24/6/2015) lalu.

Dalam laporannya, korban menyebutkan ada dua wanita paro baya dengan perawakan tambun, yang berkeliling meminta bantuan untuk membiayai anak-anak difabel. Keduanya membawa sejumlah dokumen atas nama Himpunan Penyandang Cacat Seluruh Indonesia (HPCSI) Kusuma Bangsa yang berkedudukan di Kabupaten Banyuwangi.

Saat itu korban memberikan uang bantuan sebesar Rp 10ribu. Namun setelah dicek di internet, ternyata keberadaan yayasan itu fiktif, dan ternyata berkedudukan di Surakarta, Jawa Tengah. Korban pun langsung melaporkannya ke polisi atas tuduhan penipuan.

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ mengatakan, keduanya diduga sudah beraksi cukup lama di Buleleng sejak bulan April lalu. Dalam praktiknya, mereka melakukan modus menjual stiker atau buku, yang diklaim hasil buatan anak penyandang disabilitas.

“Tapi tidak banyak yang dijual. Mereka biasanya meminta sumbangan, tanpa menawarkan stiker atau buku itu. Sehari-hari mereka menginap di Hotel Sakawindu,” jelas Adnyana TJ, saat merelease kasus tersebut kepada awak media, Jumat (26/6/2015) di Mapolres Buleleng.

Sementara itu, tersangka Saniah membantah jika ia sudah lama beroperasi di Buleleng. Ia mengaku memiliki cabang tersendiri di Kabupaten Banyuwangi. “Saya ini baru tiga hari di Singaraja pak,” kilah Saniah.

Akibat perbuatannya, keduanya dijerat pasal 378 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Mereka ditahan di Tahanan Perempuan Unit PPA Polres Buleleng.
- -
LokalZone - Kunjungan tiga anggota Polisi Australia atau lebih dikenal dengan Australian Federal Police (AFP) ke Mapolres Buleleng dengan tujuan untuk lebih mengenal Kepolisian lokal Bueleleng dan juga kerjasama sharing informasi mengenai keamanan Internasional mengungkap beberapa fakta mengejutkan salah satunya adanya seratus anggota ISIS yang telah masuk kenegara Australia yang bahkan dua diantaranya sempat transit ke Bali.

Tiga anggota AFP tersebut, Michael McTiernan (Perwira), Keaton Martino (penyidik), Nicholas Arley (Penasehat) diterima langsung oleh Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi didampingi Kanit PPA Iptu Gede Sumarjaya dan anggota Pam Obvit langsung di ruang kerja Kapolres membahas mengenai beberapa isu sentral seperti penyebaran anggota ISIS secara internasional, perlindungan anak dari pidofilia, kriminal, narkoba, hingga money laundry.

Selain adanya dua orang anggota ISIS yang disebut masuk melalui Bali dari total seratus orang yang telah berada di Australia juga terungkap bahwa pihaknya AFP telah mengagalkan masuknya tiga ratus orang Australia pelaku Pedofilia masuk ke Indonesia.

"Kabijakan negara kami kepada pelaku Pedofilia yang telah difonis hakim untuk diinformasikan ke pemerintah negara tujuan apabila akan pergi kenegara lain. Dan tahun lalu 300 orang telah gagal masuk ke Indonesia, Bali berkat informasi itu, mereka semua telah divonis," ungkap Michael McTiernan yang juga sangat konsern dengan adanya kasus Pedofilia dan perlindungan anak di Bali dan Buleleng pada khususnya mengingat banyaknya warga negara asing yang tinggal di Buleleng.

Dilain pihak Kapolres Kurniadi mengungkapkan selama kepemimpinannya belum menemukan adanya kasus Pedofilia yang dilakukan oleh warga negara asing dan pihaknya telah berupaya mengandeng lembaga swadaya untuk mengurangi tindakan menyimpang yang nantinya dapat membuat para remaja menjadi pelaku maupun korban tindak pidana.

"Selama saya disini belum ada kasus Pedofil yang melibatkan warga asing, yang ada pada tahun 2012 dan sudah divonis selama 8 tahun penjara. Mengenai perlindungan anak kami bekerjasama dengan lembaga swadaya, LBH APIK serta Forum Peduli Perempuan dan Anak selain memberlakukan jam malam khusus pada remaja juga mendorong pemerintah setempat menetapkan hal ini menjadi peraturan daerah. Kami mau Buleleng menjadi tempat yang aman bagi anak-anak," ujar Kapolres Kurniadi.

Dari pertemuan tersebut kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama melakukan tindakan pencegahan, pasalnya walau sudah memiliki aturan yang jelas dengan adanya larangan kepada mereka yang telah divonis sebagai pelaku Pedofilia namun untuk mereka yang baru terindikasi masih bisa bebas berkeliaran keluar masuk Bali. Untuk itu AFP bersedia mengirimkan data orang-orang Australia yang terindikasi sebagai pelaku Pedofilia dan juga data kriminal lainnya yang masuk ke Bali, Buleleng apabila dibutuhkan oleh Kepolisian Polres Buleleng untuk memudahkan pemantauan lebih lanjut.
-
LokalZone - Lika-liku kasus menghilangnya KA, seorang perempuan istri pelaut yang akhirnya ditemukan kabur dan kost bersama laki-laki lain yang belakangan diketahui merupakan pria idaman lainnya (PIL) kini kembali mencuat, pasalnya KA melaporkan PIL nya, Putu Ediana (22) telah menipunya ke Mapolres Buleleng.  (baca juga : Suami di Goyang Ombak di Samudra Atlantik, Istri di Goyang Pil)

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ, Rabu (24/6/2015) seijin Kapolres Buleleng mengungkapkan korban yang tidak terima ternyata telah ditipu melaporkan kasus ini ke Mapolres Buleleng. "Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat, orang hilang. Setelah diselidiki ternyata ditemukan bersama PE di tanah lot. Setelah ditemukan korban melaporkan PE ke Polres Buleleng telah melakukan penipuan uang sebanyak 15 juta," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Polisi, awalnya Putu Ediana berkenalan dengan KA melalui Facebook dan mengaku sebagai anak dari Dokter Japa dan saat ini masih kuliah di Stikes Denpasar. Padahal faktanya Ediana selain bukan anak dari seorang Dokter juga hanya sekolah hingga kelas 1 SMA, namun berhasil memperdaya KA hingga memberikan sejumlah uang dengan alasan bayar SPP. (baca juga : Kenalan Dengan Pria di Medsos, Istri Pelaut Menghilang)

"Alasannya memincam uang untuk membayar kuliah transfer pertama sebanyak Rp 9 juta dan sisanya diberikan langsung kepada kepada pelaku. Uangnya digunakan untuk membayar uang muka sepeda motor Honda Scoopy dan kita sudah amankan kendaraan tersebut yang sebelumnya digadaikan di daerah Gianyar," ujar Ketut Adnyana TJ.

Ediana saat ditanya mengaku melakukan hubungan badan atas dasar saling suka dan pertama kali melakukannya di sebuah penginapan di pantai Kerobokan pada bulan Mei lalu. 

"Pertama di Penginapan Kerobokan, tanggal 9 Mei.Pertama ketemu di depan Bank BRI Seririt dikasi uang Rp 5 juta, kami menjalin asmara, sering ketemu dan tanggal 7 Juni nginep di P. Obi terus tanggal 9 kita berangkat karena hubungan selingkuh kami ketahuan oleh keluarga suaminya, akhirnya kita putuskan ke Tanah Lot untuk mencari kerja," kata Ediana.

Namun demikian Ediana juga mengaku telah melakukan kesalahan dengan serangkaian kebohongan untuk meminta sejumlah uang kepada KA dengan alasan untuk membayar SPP padahal uang tersebut digunakan selain untuk membayar uang muka sepeda motor juga digunakan untuk berjudi, bayar kost dan membeli kebutuhan sehari-hari sehingga harapannya untuk menikahi KA pun kini sirnah.

"Saya berbohong, meminta uang untuk bayar SPP, saya mengaku kulian di Stikes Bali. Saya merasa bersalah dan meminta maaf kepada keluarga perempuan. Awalnya ada niat menikah, tapi setelah ini dia tidak mau lagi menikah dengan saya," ujar Ediana yang juga mengaku telah memiliki seorang anak dari hubungannya tanpa pernikahan.

Kini akibat perbuatannya itu, Ediana ijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman masing-masing emat tahun penjara.
- -