Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Rangkaian Hut Bhayangkara ke-69 yang diadakan oleh jajaran Polres Buleleng pada tahun 2015 ini juga bertepatan dengan rangkaian perayaan hari raya Galungan, Kuningan dan Idul Fitri 1436 H. Selain diadakan dengan penuh kesederhanaan juga peringatan tahun ini juga diwarnai dengan pekan disiplin anggota. 

Dengan menggusung tema "Melalui Revolusi Mental Polri Siap Memantapkan Soliditas dan Profesionalisme Guna Mendukung Pembangunan Nasional" perayaan Hut Bhayangkara ke-69 selain mengadakan kegiatan olah raga bersama untuk menumbuhkan jiwa kebersamaan juga diisi dengan kegiatan sosial seperti anjang sana, kerja bakti ke membersihkan tempat ibadah (pura jagatnatha, wihara, mesjid) dan donor darah.

"Tahun ini masih dihiasi lomba-lomba internal, kegiatan sosial, kemudian untuk peraayaan Hut Bhayangkara sendiri paradenya hanya ada di Polda. Kita di tingkap Polres sampai tingkat Polsek hanya melaksanakan syukuran saja, rencananya kami gunakan sebagai momen pendekatan kepada tokoh masyarakat yang ada di masing-masing Kecamatan termasuk di hari H tanggak 1 Juli kita akan rayakan dengan buka puasa bersama," ungkap Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi di ruang kerjanya, Sabtu (20/6/2015).

Selain itu pihaknya juga mengatakan tetap konsen dengan upaya peningkatan disiplin anggota dengan menggelar pekan disiplin yang tidak hanya memeriksa kelengkapan anggota tetapi juga dengan serangkaian bimbingan rohani.

"Penekanan anggota pasti ada, kita akan berupaya tingkatkan disiplin anggota, yang kami gelar dengan pekan disiplin," kata Kapolres kurniadi.
-
LokalZone - Sebuah kecelakaan tragis terjadi di jalan Jurusan Singaraja - Kintamani Km 16-17 tepatnya di Banjar Dinas Kanginan, Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Lantaran adu jangkrik dengan mobil truck dua orang pemuda tewas ditempat dengan tubuh yang tidak utuh lagi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun kecelakaan tersebut terjadi pada hari Sabtu (20/6/2015) pukul 04.30 wita, sebuah sepeda motor DK 5411 UK yang dibawa oleh Wayan Budiarsa (21), membonceng Kadek Rupadia (18) keduannya beralamat di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan,  tanpa mengenakan helm dengan kecepatan tinggi dari arah utara menuju ke selatan.

Karena ngebut, saat menikung kekiri mengambil haluan terlalu kekanan, dan pada saat itu dari arah berlawanan muncul kendaraan Truck Isuzu dengan Nopol L 9087 UQ yang dikemudikan oleh Andi Wibowo (38), yang beralamat di Desa Sumengko, Kecamatan Waringin Anom, Kabupaten Gresik, Jatim, sehingga terjadi kecelakaan adu jangkrik.

Akibat kejadian tersebut pengemudi sepeda motor Wayan Budiarsa mengalami luka berat dan pergelangan tangan kanan putus, sedangkan Kadek Rupadia juga mengalami luka parah di sekujur tubuh serta mengalami patah tulang di bagian paha sebelah kanan, dan keduanya langsung meninggal dunia di tempat.

Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra ketika dikonfirmasi, Sabtu (20/6/2015) membenarkan adanya kecelakaan berdarah tersebut. "Kejadiannya di Desa Bila, Kubutambahan. Korban atas nama Wayan Budiarsa, mahasiswa dan Kadek Rupadia yang dibonceng masih SMP, keduannya meninggal dunia di TKP," paparnya.
-
LokalZone - Nahas, Putu Nomer (58) tewas mengenaskan setelah ditimpa tembok bagunan miliknya sendiri yang masih dalam proses pembangunan, di Banjar Geria, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Jumat (19/6/2015).

Berdasarkan informasi yang dihimpun menyebutkan kejadian berawal dari korban membangun rumah bersama dgn Pekerjanya dengan ketingian tembok 2,40 m dan lebar 3m (berjumlah 3 blok) yang saat itu besi hendak mau di Cor. 

Saat pemasangan Begesting, seorang tukang bernama Ida Bgs Pt Bisma naik dengan tangga yang ditumpukan ke tembok sedangkan korban (Pemilik bangunan) mengawasi dengan melihat kelurusan tembok yg akan di Cor, bersama 1 orang buruh lainnya, Made Gatra (53). 

Dan pada saat itu tiba-tiba tembok roboh dan menimpa 2 orang korban yaitu Putu Nomer (Pemilik bangunan) Meninggal dunia lantaran mengalami luka pada bagian kepala belakang dan pada hidung mengeluarkan darah di Puskesmas Gerokgak 1 sedangkan Korban I Made Gatra di rujuk ke RSUD Singaraja dengan kondisi mengalami patah tulang lengan kanan dan luka pada bibir.

Sementara itu dikonfirmasi terkait kejadian tersebut Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi menyebutkan kejadian tersebut murni merupakan kecelakaan kerja. "Hasil sementara, hingga saat ini kejadian tersebut kecelakaan kerja. Korban satu orang, pemilik bangunan meninggal dan satu lagi buruhnya luka-luka," ujarnya. 
-
LokalZone - Setelah sempat menghilang selama sepuluh hari dan dilaporkan ke Mapolsek Seririt, Kadek Anggriani alias KA (23) bertempat tinggal di Desa Lokapaksa Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, berhasil ditemukan dan dijemput paksa oleh Penyidik Polsek Seririt di wilayah Tanah Lot Kabupaten Tabanan bersama seorang pria idaman lain (PIL) yang bukan suaminya. (Ket Foto: Kadek Anggriani (23) dimintai keterangan atas laporan meninggalkan rumah) 

Sebelumnya beredar kabar bahwa Anggriani sempat ditipu oleh oleh laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial, I Kadek Ediana asal Desa Unggahan Kecamatan Seririt dan memintanya menyetor uang senilai Rp. 15 juta. Namun belakangan terungkap diantara keduanya telah terjalin hubungan gelap selama suaminya bekerja di kapal pesiar, hingga akhirnya dijemput oleh keluarga dan Polisi di tanah Lot. (baca juga : Kenalan Dengan Pria di Medsos, Istri Pelaut Menghilang)

Kapolsek Seririt AKP Supriadi Rahman, dikonfrimasi, Kamis (18/6/2015) malam di Mapolsek Seririt menerangkan, kedua pasangan tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Seririt, setelah dilakukan pencarian bersama kakak kandung Anggriani, Wayan Suantika (27) asal Dusun Bantes Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. Anggriani menikah setahun lalu dengan suaminya Kadek Jaya Matsya (31), yang kini berlayar di kapal pesiar di kawasan Laut Atlantik. Setelah diinterograsi mengaku memiliki hubungan khusus, bahkan berpindah-pindah menginap di empat TKP penginapan di wilayah Seririt, Jalan Pulau Obi Singaraja, Kerobokan Badung, dan terakhir di Tanah Lot. “Ediana yang tidak bisa bayar sewa hotel, sempat mengancam mau bunuh diri memakai racun potas, kalau Anggriani tidak datang ke Hotel di Pulau Obi. Selasa (9/6/2015) lalu mereka berdua memutuskan naik motor mencari dan menginap di kost-kostan di wilayah Tanah Lot, saat itu keluarga bingung mencari di mana korban berada. Kami berhasil ditemukan kedua pasangan ini Kamis (18/9/2015) sekitar pukul 16.00 Wita,” ujar Supriadi Rahman.

Pihaknya menambahkan, hubungan asmara keduanya dijalin melalui medsos Facebook, BBM, telepon. Selama menghilang mereka tidak canggung melakukan hubungan badan layaknya suami istri di penginapan. “Setiap balik ke kampung, KA mengaku sering ditanya kenapa belum punya anak. Hubungan badan dilakukan beberapa kali. Kalau soal Kadek Ediana memakai akun Facebook palsu, itu benar memang milik temannya yang sudah meninggal. Memang hubungan asmara keduanya suka sama suka,” tambahnya.

Korban KA selama proses penyidikan lebih banyak berdiam diri, dan hanya sesekali menjawab saat ditanya penyidik. Ketika disinggung mengapa mengilang dari rumah, dia mengaku merasa ditipu Kadek Ediana, karena uangnya senilai total Rp. 15 Juta diserahkan bertahap. “Merasa ditipu dan takut kehilangan karena sudah serahkan uang Rp. 15 Juta itu,” ucap KA.

Sementara itu, Wayan Suantika dengan sabar menunggu adiknya diperiksa polisi. Dia bersama keluarga menyerahkan pemeriksaan kasus ke kepolisian. Berikutnya berkomunikasi rembuk bersama kedua belah keluarga, akan dilakukan mencari solusi terbaik. “Saya sempat komunikasi lewat Facebook dengan suami KA, yang masih bekerja di Kapal Pesiar. Kami memang sempat shock mencari KA sekala dan niskala, tapi syukur sudah ditemukan,” pungkasnya.
-
LokalZone - Penangkapan demi penangkapan yang terjadi lantaran narkoba sepertinya masih belum bisa membuat efek jera bagi penyalahguna narkotika di Buleleng. Hal ini dapat dilihat dari data yang ada di Mapolres Buleleng, dalam waktu 21 hari ini saja empat orang telah diamankan karena kesandung Narkoba.

"Dari tangggal 26 Mei sampai 15 Juni, 21 hari Ops Antik. Kita awali dengan kegiatan preemtif mulai dengan penyuluhan-penyuluhan, tes urin, kerjasama dengan 16 sekolah dalam bentuk Kaspan, namun masih ada penyalahgunaan Narkoba. Kita mengamankan 4 orang pelaku, satu orang diduga sebagai pengedar dan 3 sudah dilimpahkan ke LP," ungkap Kabag Ops Kompol Ketut Gelgel didampingi Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan dalam release akhir Ops Antik kepada media, Kamis (18/6/2015).

Keempat orang tersebut adalah Yuli Yumiati alias Lala (31) danRisa Wulandari alias Caca (20) dengan barang bukti dua paket sabu seberat 0,2 gram, Yudha Prawira (26) dengan barang bukti empat paket sabu seberat 0,68 gram dan terakhir Wayan Ardika (38) dengan barang bukti tiga paket sabu seberat 2,17 gram yang ditangkap pada hari Minggu (14/6/2015). 

Lebih lanjut Kabag Ops Ketut Gelgel mengungkapkan hasil pemeriksaan hingga saat ini tidak ada keterkaitan atas keempat orang yang telah diamankan oleh Satuan Narkoba Polres Buleleng tersebut. "Kronologi penangkapan, awalnya kita amankan Caca dan Lala di Anturan, ke dua YP di Baktiseraga, ketika WA kita amankan di seputaran Pulaki. Tidak ada keterkaitan, mereka ditangkap di tempat terpisah," ungkapnya.

Selain keempat orang penyalahguna Narkoba, dalam Operasi bersandi Antik Agung 2015 jajaran Polres Buleleng juga turut mengamankan tujuh jirigen arak bali yang didapatkan dari enam TKP yang tersebar di Kabupaten Buleleng.
- - -