LokalZone - Situasi kamtibmas Kabupaten Buleleng mendapat perhatian khusus dari Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi, untuk itu pihaknya akan semakin meningkatkan peran satgas yang baru dibentuk untuk menekan aksi premanisme dan perjudian yang disinyalir marak terjadi.
"Masing-masing satgas ada tupoksinya, yang bisa dilihat pergelaran anggota dari pagi hingga malam hari baru dilanjutkan dengan reskrim dan intel. Satgas premanisme kita tempatkan di beberapa terminal dan pasar dan satgas judi kami telah mengamankan sembilan tersangka, lewat operasi balak anggota reskrim, termasuk tajen dengan dua TKP di daerah Sambangan dan Anturan," ungkap Kapolres Kurniadi, Jumat (8/5/2015).
Dari sepuluh satgas yang telah dibentuk, dirinya secara langsung juga terjun langsung dan memimpim satgas revolusi mental, salah satunya dengan memberikan memberikan penilaian secara terbuka akan lelang jabatan ala Polisi termasuk pemberian kotbah keagamaan di tempat ibadah.
"Sebelumnya ada empat orang berminat menjadi Kasi Propram, sehingga untuk memilih salah satu, saya melakukan uji kompetensi. Selain itu kita juga memberikan pesan-pesan kamtibmas di tempat ibadah, di masing agama ada yang memimpin," kata Kapolres Kurniadi.
Sedangkan untuk pengawasan kedalam anggota Propam setiap paginya menggelar razia terhadap kendaraan bermotor anggota kepolisian.
Buleleng - Kamtibmas
LokalZone - Penyidikan kasus pesta narkoba yang melibatkan salah satu anggota Polres Buleleng terus bergulir, Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi dalam press releasenya, Jumat (8/5/2015) sore mengungkapkan akan menindak tegas siapapun yang terlibat narkoba baik masyarakat maupun anggotanya sendiri meski hasilnya pemeriksaan urinnya negatif. (baca juga : Satgas Nawacita Amankan 3 Orang yang Sedang Pesta Narkoba)
"Tersangka Komang Dedy Puriawan dan Gede Seno Mahardika, positif
mengandung amphetamine. Sementara dari tersangka Kadek Budi Suarnaya dan
Putu Arya Wibawa, menunjukkan hasil negatif, bisa jadi saat itu tidak
menggunakan, tapi sebelum-sebelumnya menggunakan. Kami masih melakukan
forensik digital, untuk mengetahui komunikasi oknum anggota kami ini
dengan tersangka lainnya," ungkap Kapolres Kurniadi.
Kapolres Kurniadi didampingi Kabag Ops, Kompol I Ketut Gelgel dan Kasat Res Narkoba AKP Made Agus Dwi Wirawan mengungkapkan bahwa oknum anggota yang berada di TKP saat penggerebekan tidak hanya akan menjalani persidang di pengadilan umum saja tetapi juga sidang kode etik di lingkungan intern Polri.
"Pasal 131, ancaman hukumannya setahun, tapi kami tetap akan melakukan penahanan. Setelah tindak
pidananya selesai di pengadilan, kami akan lanjutkan ke Komisi Kode
Etik. Layak atau tidak yang bersangkutan dipertahankan sebagai anggota
Polri,” ungkap Kurniadi.
Dari Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan juga menghimbau kepada masyarakat agar jangan menghindari narkoba pasalnya jika dilihat dari data di Mapolres Buleleng di bulan jika dibandingkan dengan data bulan lalu maka peredaran narkoba di Kabupaten Buleleng bisa dikategorikan meninggkat.
"Sampai bulan Mei 2015, kami menangani sembilan laporan polisi dengan
jumlah tersangka berjumlah 13 orang. Dari sembilan laporan semuanya
sudah naik ke tingkat penyelidikan," ujar Dwi Wirawan," paparnya seraya mengingatkan akan pentingnya peran keluarga untuk menghindari para remaja berurusan dengan barang terlarang tersebut.
Buleleng - Narkoba - Ungkap Kasus
LokalZone - Ada orang yang tampaknya lebih sering digigit nyamuk dibanding orang lain. Kini para ilmuwan telah menunjukkan bahwa dugaan tersebut benar adanya, dan mereka mengatakan jawabannya ada pada gen manusia. Diharapkan riset dapat menghasilkan obat yang dapat mencegah penyakit seperti malaria.
"Kami memutuskan untuk melihat studi ini menggunakan pasangan kembar, di mana kami membandingkan siapa yang menarik menggunakan kembar identik dan kembar yang tidak identik," kata Dr. James Loga dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.
Dalam kerjasamanya dengan University of Florida, Logan dan timnya melangsungkan serangkaian percobaan menggunakan 18 pasangan kembar perempuan identik dan 19 non-identik.
Nyamuk dilepas dalam tabung berbentuk Y, dan memiliki siapa di antara pasangan kembar yang mereka ingin gigit, di kiri atau di kanan. Pasangan kembar identik memiliki daya tarik yang sama di mata nyamuk, sementara kembar non-identik, berbeda.
"Ini menunjukkan bahwa daya tarik manusia bagi nyamuk dikendalikan oleh gen kita," kata Logan.
"Kami tahu bahwa mereka yang tidak menarik bagi nyamuk, memproduksi zat penolak yang alami. Jadi tampaknya gen lah yang mengontrol seberapa menarik kita, dan mengendalikan aroma yang diproduksi oleh tubuh kita," katanya.
Para peneliti melakukan studi lebih lanjut, yang mereka harapkan dapat menghasilkan perawatan pencegah bagi penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.
"Begitu kami mengetahu bahwa ini melibatkan gen, kami kemungkinan akan dapat menilai tingkatan risiko populasi terhadap gigitan nyamuk dan kemudian risiko penyakit seperti malaria atau demam berdarah," kata Logan.
Obat yang dapat memicu tubuh untuk memproduksi penolak - yang membuat nyamuk tidak tertarik menggigit - kemudian dapat dikembangkan untuk mengusir nyamuk, tambahnya.
Nyamuk membawa berbagai penyakit seperti malaria, yang menewaskan ratusan ribu orang per tahun.
Berkat berbagai langkah pencegahan dan obat-obatan baru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penurunan 47 persen kematian akibat malaria dalam satu dekade terakhir, atau setara dengan pencegahan kematian 3,9 juta anak-anak di seluruh dunia.
"Saya bahkan dapat menyebutnya kemajuan yang melebihi perkiraan, dalam pemberantasan penyakit malaria. Tapi penyebaran parasit tetap berlangsung di 97 negara, yang berarti sekitar 3,2 miliar orang tetap berisiko terinfeksi," menurut Prof. Pedro L. Alonso, direktur program malaria WHO.
Banyak teori-teori berdasarkan anekdot mengenai bagaimana mencegah diri dari gigitan nyamuk, mulai dari memakan bawang putih, meminum bir, hingga mengkonsumsi vitamin B dalam dosis tinggi.
Tapi para ilmuwan ini mengatakan tidak ada bukti bahwa konsumsi makanan tertentu akan membuat nyamuk enggan menggigit.
"Kami memutuskan untuk melihat studi ini menggunakan pasangan kembar, di mana kami membandingkan siapa yang menarik menggunakan kembar identik dan kembar yang tidak identik," kata Dr. James Loga dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.
Dalam kerjasamanya dengan University of Florida, Logan dan timnya melangsungkan serangkaian percobaan menggunakan 18 pasangan kembar perempuan identik dan 19 non-identik.
Nyamuk dilepas dalam tabung berbentuk Y, dan memiliki siapa di antara pasangan kembar yang mereka ingin gigit, di kiri atau di kanan. Pasangan kembar identik memiliki daya tarik yang sama di mata nyamuk, sementara kembar non-identik, berbeda.
"Ini menunjukkan bahwa daya tarik manusia bagi nyamuk dikendalikan oleh gen kita," kata Logan.
"Kami tahu bahwa mereka yang tidak menarik bagi nyamuk, memproduksi zat penolak yang alami. Jadi tampaknya gen lah yang mengontrol seberapa menarik kita, dan mengendalikan aroma yang diproduksi oleh tubuh kita," katanya.
Para peneliti melakukan studi lebih lanjut, yang mereka harapkan dapat menghasilkan perawatan pencegah bagi penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk.
"Begitu kami mengetahu bahwa ini melibatkan gen, kami kemungkinan akan dapat menilai tingkatan risiko populasi terhadap gigitan nyamuk dan kemudian risiko penyakit seperti malaria atau demam berdarah," kata Logan.
Obat yang dapat memicu tubuh untuk memproduksi penolak - yang membuat nyamuk tidak tertarik menggigit - kemudian dapat dikembangkan untuk mengusir nyamuk, tambahnya.
Nyamuk membawa berbagai penyakit seperti malaria, yang menewaskan ratusan ribu orang per tahun.
Berkat berbagai langkah pencegahan dan obat-obatan baru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penurunan 47 persen kematian akibat malaria dalam satu dekade terakhir, atau setara dengan pencegahan kematian 3,9 juta anak-anak di seluruh dunia.
"Saya bahkan dapat menyebutnya kemajuan yang melebihi perkiraan, dalam pemberantasan penyakit malaria. Tapi penyebaran parasit tetap berlangsung di 97 negara, yang berarti sekitar 3,2 miliar orang tetap berisiko terinfeksi," menurut Prof. Pedro L. Alonso, direktur program malaria WHO.
Banyak teori-teori berdasarkan anekdot mengenai bagaimana mencegah diri dari gigitan nyamuk, mulai dari memakan bawang putih, meminum bir, hingga mengkonsumsi vitamin B dalam dosis tinggi.
Tapi para ilmuwan ini mengatakan tidak ada bukti bahwa konsumsi makanan tertentu akan membuat nyamuk enggan menggigit.
Edukasi - Health - Lifestyle
LokalZone - Twitter yang dikenal sebagai jejaring sosial populer dunia maya, nyatanya tengah mengalami penurunan pemasukan. Memiliki lebih dari 300 juta pengguna, Twitter kabarnya tengah mengalami kerugian. Meski jumlah penggunanya kian klama makin menjamur, namun soal pendapatan masih belum sesuai yang diharapkan.
Sebagaimana diwartakan Engadget, dari data kuartal pertama 2015, Twitter memiliki 302 juta pengguna. Apabila dibandingkan dengan kuartal sama di tahun sebelumnya, terjadi lonjakan jumlah pengguna yang naik 18 persen. Bagaimana dengan jumlah pendapatan mereka?
Twitter dikabarkan mampu meraup USD436 juta atau sekitar 5,6 triliun rupiah yang menurut analis jauh lebih sedikit dari angka perkiraan mereka sebelumnya yakni USD440 juta atau sekitar 5,7 triliun rupiah. Meski tetap naik dan memang cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang ada di angka 74 persen.
Jumlah pengguna naik dan pemasukan senada namun Twitter tetap saja rugi. Laporan menyebutkan bila jerjaring sosial itu mengalami rugi bersih di tiga bulan pertama tahun ini yang mencapai USD162 juta atau sekitar 2,1 triliun rupiah. Dengan terus mencetak pemasukan negatif, maka tidak heran bila Twitter terus melakukan inovasi pada layanannya.
Tidak hanya satu atau dua inovasi dilakukan terkait layanan namun juga pada strategi bisnis. Pada layanan Twitter belum lama ini melepas aplikasi Periscope dan fitur Highlight. Pada strategi bisnis, mikroblog itu telah menancapkan kuku di Tanah Air dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia.
Sebagaimana diwartakan Engadget, dari data kuartal pertama 2015, Twitter memiliki 302 juta pengguna. Apabila dibandingkan dengan kuartal sama di tahun sebelumnya, terjadi lonjakan jumlah pengguna yang naik 18 persen. Bagaimana dengan jumlah pendapatan mereka?
Twitter dikabarkan mampu meraup USD436 juta atau sekitar 5,6 triliun rupiah yang menurut analis jauh lebih sedikit dari angka perkiraan mereka sebelumnya yakni USD440 juta atau sekitar 5,7 triliun rupiah. Meski tetap naik dan memang cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang ada di angka 74 persen.
Jumlah pengguna naik dan pemasukan senada namun Twitter tetap saja rugi. Laporan menyebutkan bila jerjaring sosial itu mengalami rugi bersih di tiga bulan pertama tahun ini yang mencapai USD162 juta atau sekitar 2,1 triliun rupiah. Dengan terus mencetak pemasukan negatif, maka tidak heran bila Twitter terus melakukan inovasi pada layanannya.
Tidak hanya satu atau dua inovasi dilakukan terkait layanan namun juga pada strategi bisnis. Pada layanan Twitter belum lama ini melepas aplikasi Periscope dan fitur Highlight. Pada strategi bisnis, mikroblog itu telah menancapkan kuku di Tanah Air dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia.
Edukasi - Tekno
LokalZone - Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT) bersama kelompok peduli pengendalian tembakau lainnya mendesak pemerintah agar menolak segala bentuk intervensi industri rokok multinasional dalam mencegah kenaikan cukai rokok yang dilakukan dalam forum-forum yang mereka sponsori.
"Industri rokok bisa mengintervensi lewat berbagai bentuk, misalnya lobi tingkat tinggi lewat lembaga internasional," kata Ketua Umum Komnas PT Prijo Sidipratomo melalui siaran pers, Kamis (7/5/2015).
Karena itu, Komnas PT menyayangkan keterlibatan sejumlah pejabat Indonesia dari sektor keuangan dan fiskal dalam Asia Pasific Tax Forum yang diselenggarakan International Tax and Investment Center (ITIC) pada Selasa-Kamis (5-7/5/2015) di New Delhi, India.
Pasalnya, ITIC merupakan organisasi yang sudah masuk dalam daftar hitam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia karena disponsori empat perusahaan rokok multinasional seperti Philip Morris International, British American Tobacco, Imperial Tobacco, dan JTI.
Berbagai kritikan terhadap forum tersebut telah menyebabkan Bank Dunia menarik dukungan dan sejumlah pejabat keuangan dari berbagai negara memutuskan tidak ikut berpartisipasi.
Komnas PT menilai forum yang diselenggarakan tersebut merupakan bentuk intervensi industri rokok untuk mengagalkan kebijakan negara menaikkan cukai rokok. Apalagi, forum tersebut mendiskusikan kebijakan pajak.
Menurut Komnas PT, harga rokok di Indonesia masih sangat murah dan dapat dijangkau, termasuk oleh anak-anak. Karena itu, untuk membatasi konsumsi produk adiktif tersebut, perlu ada kenaikan cukai rokok semaksimal mungkin.
Kenaikan cukai rokok akan menyebabkan kenaikan harga rokok sehingga akses kelompok rentan seperti rakyat miskin dan anak-anak dapat dikendalikan.
"Indonesia seperti medan perang di mana pemilik industri menjadi orang-orang terkaya dari uang orang-orang miskin yang kecanduan rokok," kata guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Jakarta Prof Hasbullah Tabrani.
"Industri rokok bisa mengintervensi lewat berbagai bentuk, misalnya lobi tingkat tinggi lewat lembaga internasional," kata Ketua Umum Komnas PT Prijo Sidipratomo melalui siaran pers, Kamis (7/5/2015).
Karena itu, Komnas PT menyayangkan keterlibatan sejumlah pejabat Indonesia dari sektor keuangan dan fiskal dalam Asia Pasific Tax Forum yang diselenggarakan International Tax and Investment Center (ITIC) pada Selasa-Kamis (5-7/5/2015) di New Delhi, India.
Pasalnya, ITIC merupakan organisasi yang sudah masuk dalam daftar hitam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia karena disponsori empat perusahaan rokok multinasional seperti Philip Morris International, British American Tobacco, Imperial Tobacco, dan JTI.
Berbagai kritikan terhadap forum tersebut telah menyebabkan Bank Dunia menarik dukungan dan sejumlah pejabat keuangan dari berbagai negara memutuskan tidak ikut berpartisipasi.
Komnas PT menilai forum yang diselenggarakan tersebut merupakan bentuk intervensi industri rokok untuk mengagalkan kebijakan negara menaikkan cukai rokok. Apalagi, forum tersebut mendiskusikan kebijakan pajak.
Menurut Komnas PT, harga rokok di Indonesia masih sangat murah dan dapat dijangkau, termasuk oleh anak-anak. Karena itu, untuk membatasi konsumsi produk adiktif tersebut, perlu ada kenaikan cukai rokok semaksimal mungkin.
Kenaikan cukai rokok akan menyebabkan kenaikan harga rokok sehingga akses kelompok rentan seperti rakyat miskin dan anak-anak dapat dikendalikan.
"Indonesia seperti medan perang di mana pemilik industri menjadi orang-orang terkaya dari uang orang-orang miskin yang kecanduan rokok," kata guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Jakarta Prof Hasbullah Tabrani.
Ekonomi - Nasional
Langganan:
Postingan (Atom)









