LokalZone - Upaya untuk menekan angka kecelakaan oleh Satuan Polres Buleleng terus digalakkan, setelah serangkaian Operasi Simpatik yang sebelumnya dilakukan dengan membagikan Helm, pemberian contoh dengan Polisi Wanita (Polwan) yang berpakaian sekolah hari ini, Sabtu (18/04/15) dalam rangka hari raya Tilem, Jajaran Polres Buleleng serentak melakukan pembagian Dupa dan Canang kepada pengguna jalan.
Kasat Lantas Polres Buleleng AKP I Nyoman Sugianyar Ardika ditemui di ruang kerjanya mengungkapkan kegiatan ini sengaja dilakukan untuk menggugah masyarakat untuk selalu berhati-hati di jalan raya serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Bertepatan dengan hari raya Tilem, kami menyediakan ratusan bungkus dupa kepada pengguna jalan. Selain untuk sarana bersembahyang, kami ingin menggugah masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan selalu berhati-hati dalam berkendara," ungkapnya.
Namun demikian Nyoman Ardika mengaku senang dengan hasil dari rangkaian Ops Simpatik yang telah dilaksanakan oleh Jajaran Polres Buleleng karena kesadaran masyarakat akan keselamatan dalam berkedaraan sudah semakin tinggi jika dilihat dari sedikitnya jumlah pelanggar yang terjaring namun demikian pihaknya akan tetap melakukan upaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Selain Polres Buleleng kegiatan yang sama juga dilakukan secara serentak oleh jajaran Polsek se Kabupaten Buleleng untuk menghormati hari raya tilem serta pemberian edukasi pentingnya keselamatan di jalan raya.
Buleleng - Kamtibmas - Seremonial
LokalZone - Setelah melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi akhirnya Polisi berhasil mengidentifikasi sekaligus mengamankan pelaku pencurian yang terjadi di Desa Cempaga, Kacematan Banjar, pelakunya tidak lain adalah tetangga korban.
Berdasarkan press release dari Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ, Selasa (14/4/2015) di ruang kerjanya mengungkapkan pelaku, I Made Karya (38) tidak bisa mungkir lagi lantaran Polisi berhasil mencari jejak keberadaan BPKB yang dicuri oleh pelaku dan ternyata digadaikan kepada Nyoman Suardana alias Mang Pik yang beralamat di Desa Tegeha, Kecamatan Banjar sedangkan Sertifikat tanah tetap disimpan dirumah.
"Setelah menerima laporan dari korban kita lidik dan didapat informasi BPKB yang dicuri itu digadaikan.Ditelusuri diketahui MK yang menggadaikan, setelah di intrograsi dia mengakui," papar Ketut Adnyana TJ.
Sedangkan Karya sendiri mengaku saat melakukan aksi pencuriannya itu, bulan lalu (26/3/2015) dapat dengan mudah masuk kedalam rumah dan kamar korban lantaran pintu tidak dalam keadaan terkunci.
Bahkan ketika ditanyakan alasan hanya mengambil sertifikat tanah dan BPKB sepeda motor dengan Nopol DK 3837 UM milik korban karena dianggap lebih mudah diuangkan dan berencana menggunakannya untuk membayar hutang.
"Karena kepentingan uang mendesak, untuk membayar hutang pak, digadaikan Rp 1,5 juta. Total hutangnya Rp 2 juta," Kata Karya.
Akibat ulahnya itu kini Karya harus berurusan dengan pihak Kepolisian dan dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Buleleng - Hukum - Pencurian - Ungkap Kasus
LokalZone - Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menyambut baik pelaksanaan ujian nasional (UN) yang menerapkan sistem online berbasis komputer CBT (computer Basd Test) guna mewujudkan transparansi serta melahirkan lulusan yang berkualitas. Menurutnya penerapan sistem ini dinilai sangat baik untuk meminimalisir terjadinya kecurangan saat pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Kedepan diharapkan seluruh sekolah di Bali khususnya SMA dan SMK sudah bisa menggunakan sistem tersebut. Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat melakukan pemantauan pelaksanaan UN ke SMK TI Bali Global-Singaraja, pada (14/4/2015).
Selain meminimalisir kecurangan, ditambahkan Wagub pada saat sistem down, data dipastikan masih tersimpan. Selain itu keunggulan dari sistem ini juga langsung menyimpan jawaban siswa tanpa adanya intervensi dari siapapun. Lebih lanjut, Sudikerta mengungkapkan apresiasinya kepada SMK TI Bali Gobal, atas usaha perdananya dalam pelaksanaan ujian menggunakan sistem CBT ini. Ia berharap SMK ini dapat menjadi pilot project bagi seluruh SMA/SMK di Bali, dalam mensosialisasikan sistem CBT ini.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Tia Kusuma Wardani, mengungkapkan bahwa SMK ini merupakan satu-satunya SMK yang menggunakan UN CBT di Bali. Sedangkan sekolah lain masih menggunakan Paper Based Test. Ia mengungkapkan bahwa, belum meratanya sekolah menggunakan CBT dikarenakan oleh kemampuan sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai, seperti kesiapan komputer dan internet. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Bali akan berusaha untuk memaksimalkan penggunaan sistem ini pada ujian selanjutnya, terlebih SMA/SMK di Bali mulai Oktober mendatang pengelolaanya akan berada dibawah Pemerintah Provinsi Bali.
Lebih lanjut Kepala Sekolah SMK TI Bali Global Ketut Widiastawan, mengungkapkan terimakasih kepada Wagub Sudikerta atas apresiasi yang diberikan kepada sekolahnya. Ia berharap dapat melaksanakan amanat dari orang nomor dua di Bali tersebut, terkait dengan mensosialisasikan sistem CBT ini. Pada kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa siswa kelas tiga yang mengikuti ujian berjumlah 26 orang, yang dibagi dalam dua ruangan yaitu ruangan 1 dan 2. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan dari tanggal 13-16 April ini adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Produktif. Ia berharap selama 4 hari kedepan pelaksanaan ujian perdana dengan sistem CBT ini dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.
Selain SMK TI Bali Global, Wagub Sudikerta juga melakukan sidak kesekolah SMK N 3 Singaraja yang masih menggunakan paper based test dengan jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 520 orang, oleh karenanya sarana dan prasarana untuk mengikuti sistem UN CBT belum memadai.
Selain meminimalisir kecurangan, ditambahkan Wagub pada saat sistem down, data dipastikan masih tersimpan. Selain itu keunggulan dari sistem ini juga langsung menyimpan jawaban siswa tanpa adanya intervensi dari siapapun. Lebih lanjut, Sudikerta mengungkapkan apresiasinya kepada SMK TI Bali Gobal, atas usaha perdananya dalam pelaksanaan ujian menggunakan sistem CBT ini. Ia berharap SMK ini dapat menjadi pilot project bagi seluruh SMA/SMK di Bali, dalam mensosialisasikan sistem CBT ini.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Tia Kusuma Wardani, mengungkapkan bahwa SMK ini merupakan satu-satunya SMK yang menggunakan UN CBT di Bali. Sedangkan sekolah lain masih menggunakan Paper Based Test. Ia mengungkapkan bahwa, belum meratanya sekolah menggunakan CBT dikarenakan oleh kemampuan sarana dan prasarana sekolah yang belum memadai, seperti kesiapan komputer dan internet. Oleh karenanya, Pemerintah Provinsi Bali akan berusaha untuk memaksimalkan penggunaan sistem ini pada ujian selanjutnya, terlebih SMA/SMK di Bali mulai Oktober mendatang pengelolaanya akan berada dibawah Pemerintah Provinsi Bali.
Lebih lanjut Kepala Sekolah SMK TI Bali Global Ketut Widiastawan, mengungkapkan terimakasih kepada Wagub Sudikerta atas apresiasi yang diberikan kepada sekolahnya. Ia berharap dapat melaksanakan amanat dari orang nomor dua di Bali tersebut, terkait dengan mensosialisasikan sistem CBT ini. Pada kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan bahwa siswa kelas tiga yang mengikuti ujian berjumlah 26 orang, yang dibagi dalam dua ruangan yaitu ruangan 1 dan 2. Sedangkan mata pelajaran yang diujikan dari tanggal 13-16 April ini adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Produktif. Ia berharap selama 4 hari kedepan pelaksanaan ujian perdana dengan sistem CBT ini dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan apapun.
Selain SMK TI Bali Global, Wagub Sudikerta juga melakukan sidak kesekolah SMK N 3 Singaraja yang masih menggunakan paper based test dengan jumlah siswa yang mengikuti ujian sebanyak 520 orang, oleh karenanya sarana dan prasarana untuk mengikuti sistem UN CBT belum memadai.
Bali - Seremonial
LokalZone - Polisi Pamong Praja merayakan hari jadinya yang ke-65, Selasa (14/4) kemarin. Peringatan hari jadi Polisi Pamong Praja dipusatkan di Lapangan Ngurah Rai Singaraja, dan dipadukan dengan HUT Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke-53.
Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta bertindak sebagai Inspektur Upacara pada apel HUT Satpol PP yang dihadiri 9 peleton dari 9 Kabupaten/Kota. Peringatan HUT Satpol PP ke 65 dan Linmas ke 53 dihadiri Bupati Buleleng,Putu Agus Suradnyana. ST, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, SE, Muspida, Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP, dan seluruh Kepala SKPD lingkup Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri, yang dibacakan Wagub Bali I Ketut Sudikerta menyampaikan aspresiasi yang setinggi – tingginya serta ungkapan terimakasihdan penghargaan yang tulus atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukan satuan penegak Perda. Ditambahkan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, kedepannya pemerintah akan melakukan pelatihan dan pendidikan terhadap personil Polisi Pamong Praja. Sehingga kedepannya mereka memiliki pemahaman yang dalam terhadap peraturan daerah.
Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST segera melakukan perubahan dan penataan di tubuh Polisi Pamong Praja khususnya di Kabupaten Buleleng. Sehingga, Bupati Agus Suradnyana mengharapkan Polisi Pamong Praja bisa benar-benar bisa melakukan penegakan perda, mengingat tugas Polisi Pamong Praja kedepannya semakin berat, terutama dalam hal penataan tata ruang.
Langkah awal penataan di tubuh satpol PP, Bupati Agus Suradnyana akan menambah personilnya sebanyak sepuluh orang tahun depan. Dalam rekrutmennya, anggota yang benar-benar qualified yang akan direkrut. "Kedepan anggota Satpol PP dituntut cerdas dan jangan lagi melakukan rekrutmen hanya melihat tampang sangar dan badan besar apalagi titipan. Polisi Pamong Praja itu mampu menjalankan tupoksinya dengan sebaik baiknya, Dulu kan Satpol PP sring dibawa untuk kepentingan tertentu dan menjadi kepentingan politik. Kedepan tidak lagi seperti itu," katanya.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Ulah sopir truk tangki yang satu ini benar-benar merugikan konsumen. Berharap mendapat keuntungan pribadi, ia nekat menggelapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dari mobil tangki yang dikemudikannya.
Sopir tangki itu berinisial I Komang Ard, 33, warga Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Sehari-harinya ia bekerja sebagai sopir truk tangki di Depo Pertamina Manggis.
Tersangka tertangkap tangan anggota Satuan Reskrim Polres Buleleng di Banjar Dinas Tembok, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kamis (9/4/2015) pekan lalu. Saat itu tersangka tengah menuangkan bensin premium dari tangki truk kedalam jerigen, yang ia simpan di salah satu rumah makan.
Saat itu tersangka berusaha menuangkan bensin sebanyak 105 liter kedalam tiga jerigen miliknya. Tersangka merusak segel selang, dan menuangkannya secara perlahan.
"Tersangka kami tangkap sekitar pukul 15.00 siang. Seharusnya dia mengangkut BBM ke SPBU Anturan, tapi bensinnya sempat dituang sebelum sampai ke tujuan. Istilahnya truk kencing sembarangan," kata Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, Senin (13/4) siang.
Sementara itu tersangka Komang Ard berdalih baru sekali melakukan perbuatan nakal itu. Alasannya, pendapatan sebagai sopir truk tak cukup membiayai keluarganya. "Maunya nanti saya segel lagi pakai kertas timah kalau sudah selesai," kata tersangka.
Setiap jerigen yang berisi premium penuh, tersangka berpotensi mendapat keuntungan Rp 140.000. Rencananya jerigen itu, akan dijual kepada pengecer bensin di setempat.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 372 dan 374 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Polisi juga menyita dua buah jerigen kosong dengan ukuran masing-masing 35 liter, sebuah jerigen penuh dengan ukuran 35 liter, serta sebuah truk tangki dengan nomor polisi DK 9455 AW.
Sopir tangki itu berinisial I Komang Ard, 33, warga Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem. Sehari-harinya ia bekerja sebagai sopir truk tangki di Depo Pertamina Manggis.
Tersangka tertangkap tangan anggota Satuan Reskrim Polres Buleleng di Banjar Dinas Tembok, Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Kamis (9/4/2015) pekan lalu. Saat itu tersangka tengah menuangkan bensin premium dari tangki truk kedalam jerigen, yang ia simpan di salah satu rumah makan.
Saat itu tersangka berusaha menuangkan bensin sebanyak 105 liter kedalam tiga jerigen miliknya. Tersangka merusak segel selang, dan menuangkannya secara perlahan.
"Tersangka kami tangkap sekitar pukul 15.00 siang. Seharusnya dia mengangkut BBM ke SPBU Anturan, tapi bensinnya sempat dituang sebelum sampai ke tujuan. Istilahnya truk kencing sembarangan," kata Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Ketut Adnyana TJ saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, Senin (13/4) siang.
Sementara itu tersangka Komang Ard berdalih baru sekali melakukan perbuatan nakal itu. Alasannya, pendapatan sebagai sopir truk tak cukup membiayai keluarganya. "Maunya nanti saya segel lagi pakai kertas timah kalau sudah selesai," kata tersangka.
Setiap jerigen yang berisi premium penuh, tersangka berpotensi mendapat keuntungan Rp 140.000. Rencananya jerigen itu, akan dijual kepada pengecer bensin di setempat.
Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni pasal 372 dan 374 KUHP, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Polisi juga menyita dua buah jerigen kosong dengan ukuran masing-masing 35 liter, sebuah jerigen penuh dengan ukuran 35 liter, serta sebuah truk tangki dengan nomor polisi DK 9455 AW.
Buleleng - Hukum - Ungkap Kasus
Langganan:
Postingan (Atom)









