Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Sebuah laporan yang kurang mengenakkan datang pada saat peluncuran smartphone Samsung Galaxy S6 dan S6 Edge di negara Cina. Laporan kurang sedap tersebut mengungkapkan kalau Samsung menggunakan fans bayaran dalam meramaikan acara peluncuran smartphone tersebut. Bahkan menurut laporan Watch China Times, 500 orang dari total 1000 pengunjung yang datang pada acara peluncuran tersebut adalah fans bayaran.

Dalam laporan tersebut dikabarkan kalau para fans bayaran tersebut mempunyai usia kurang dari 30 taun dan memiliki penampilan seperti seorang pelajar. Para fans bayaran tersebut pun dikabarkan bahkan memperoleh bayaran sebesar 30 RMB atau setara 60 ribu rupiah. Selain itu, para perekrut juga memperoleh bayaran sebesar 20 RMB (40 ribu rupiah) per orang yang berhasil dibawanya.

Selain itu, terdapat pula sekitar 20 hingga 30 orang yang disebut sebagai fans bayaran profesional. Para fans bayaran profesional ini bahkan dikabarkan terlebih dulu harus menyerahkan identitas asli pada saat pendaftaran. Bahkan pegawai Samsung pun terlibat secara langsung dalam perekrutan fans bayaran profesional ini.

Bayaran yang diterima oleh fans bayaran profesional inipun lebih tinggi dibandingkan fans bayaran lainnya. Terlebih mereka juga sebelumnya harus melakukan konfirmasi kedatangan terlebih dulu. Dan untuk waktu selama 15 menit di acara peluncuran Galaxy S6, para fans bayaran profesional ini memperoleh bayaran sebesar 50 RMB atau setara 100 ribu rupiah.

Kabar tak menyenangkan seperti ini bukanlah pertama kalinya menimpa Samsung. Beberapa waktu lalu, mereka juga pernah diduga melakukan praktek serupa. Ditambah lagi, pada saat ini popularitas smartphone Samsung mulai mengalami penurunan.

via Want China Times
LokalZone - Pada tahun 2016, Pemerintah Indonesia mempunyai rencana besar terkait pemakaian internet di tanah air. Program tersebut bernama program sejuta domain web .id. Dan untuk mendukung program tersebut, kini pemerintah menyiapkan dana sebesar 50 miliar rupiah.

Dana sebesar itupun rencananya akan dipakai untuk membeli sejuta domain .id. Selanjutnya, pihak Kementerian Kominfo akan membagi-bagikan domain tersebut secara gratis kepada para pemilik website di Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program peralihan dari domain .com ke domain .id. Dana inipun bakal disiapkan pada rencana anggaran tahun 2016 mendatang.

Lebih lanjut, Menteri Kominfo Rudiantara mengatakan kalau pembelian domain dalam jumlah besar bakal memperoleh harga yang lebih murah. Untuk harga normalnya, domain .co.id dipatok seharga 100 ribu rupiah, sementara domain .id sebesar 500 ribu rupiah. Namun, menurut Rudiantara, kalau pembelian dalam jumlah besar, harganya bakal bisa turun menjadi sebesar 50 ribu per domain.
-
LokalZone - Sadarkah anda jika hampir di setiap film animasi yang yang dibuat oleh Disney dan Pixar selalu muncul kode A113.?  Seperti yang terlihat di sebuah adegan film Toy Story kombinasi huruf dan angka ini rupanya telah muncul di berbagai film animasi bertahun-tahun. 

Namun ternyata pesan yang seharusnya hanya diketahui oleh orang-orang yang seharusnya berkecimpung di dunia animasi itu terbongkar oleh seorang penggila film yang secara tidak sengaja melihat adanya pola yang sama di setiap film. 
Di film Monster’s University
Di film Cars
Di film Ratatouille
Nomer ruang pengadilan di film Up
Di kamera di Finding Nemo
Di kerdus di film A Bug’s Life
Di plat mobil di film Lilo & Stitch
Kode pada bumi yang terlantar di film Wall-E
Ternyata A113 merupakan nomer ruangan kelas di California Institute of Arts dimana para animator belajar menciptakan karya mereka. Ruangan ini digunakan di tahun pertama bagi mahasiswa desain grafis dan karakter animasi, disitulah banyak animator Pixar dan Disney (dan juga dari studio lain) diajarkan. Dengan menaruh A113 di sebuah film, para animator ini menyapa orang-orang lain. Coba deh kamu lain kali perhatikan film animasi buatan Pixar dan Disney, pasti kamu akan menemukannnya.
-
LokalZone - Akibat hujan deras yang mengguyur Kota Singaraja dan sekitarnya disertai dengan adanya angin kencang, membuat pohon Santan setinggi setinggi 10 meter, depan Gang Nangka Jalan Srikandi Dusun Bangkang Desa Bhaktiserage Buleleng, yang menuju ke Desa Sambangan dan Desa Sangket, tumbang begitu saja.

Tumbangnya pohon ini, menutup sepanjang ruas jalan tersebut. Akibatnya, disepanjang jalan itu arus lalulintasnya menjadi macet total. Beruntung, dalam kejadian ini tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, pelinggih di depan gang itu harus hancur, karena tertimpa tumbangnya pohon itu.

Salah seorang warga Wayan Taman mengaku, tidak persis mengetahui kejadian ini. Sebab diakuinya, saat kejadian dirinya sedang berada didalam rumah, karena cuaca sedang buruk. Ia pun menjelaskan, kejadian pohon tumbang ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wita. "Itu terjadi pas hujan deras, untung gak ada yang melintas saat itu, cuma menimpa kabel listrik sama nimpa pelinggih ini saja dah sampai hancur, awalnya warga mau motong pohon ini, tapi tidak berani karena ada pelinggih," tutur Taman, Sabtu (4/3/2015) di lokasi.

"Ini pelinggih yang rusak, kami rencananya akan rembugkan dulu dengan warga lainnya, untuk perbaikannya sekaligus upacaranya seperti apa dan bagaimana, karena pelinggih ini merupakan milik semua orang," sambung Taman.

Puluhan warga, dibantu petugas BPBD Buleleng dan beberapa anggota Kepolisian, berusaha mengevakuasi pohon tumbang itu, agar tidak menimbulkan kemacetan yang semakin parah disepanjang jalan itu. Dengan dilengkapi 5 alat pemotong kayu, dan dibantu beberapa warga dan Polisi memindahkan kayu yang berhasil dipotong dari pohon tumbang itu, akhirnya proses evakuasi pohon berhasil dilakukan sekitar pukul 17.40 wita, dan arus lalulintas disepanjang jalan itu akhirnya kembali normal.
-
LokalZone - Gejolak di Yaman juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah Bali karena muncul kabar bahwa ada warga Bali yang hilang atau terjebak perang di sana. Isu ini ditindaklanjuti dengan upaya mencari kepastian.

"Untuk sementara, kami masih menelisik secara konkret secara spesifik warga Bali itu. Mudah-mudahan tidak benar," kata Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta di Denpasar, Rabu (1/4/2015).

Sudikerta juga belum bisa memastikan kebenaran isu yang santer tersiar, apakah warga Bali itu adalah sebagai TKI, sedang belajar, atau sedang melakukan perjalanan wisata. Sejauh ini, Pemerintah Daerah Bali melakukan penelusuran hingga bisa melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Yaman.

"Ditunggu dulu ya, setelah konkret datanya nanti kami akan beri tahu. Kami minta untuk mengoordinasikan dengan Duta Besar kita yang ada di Yaman agar kami dapat datanya. Kalau sudah yang kita lakukan langkah-langkah, seperti pemulangan, atau bagaimana nanti," ujar dia.

Sudikerta juga menyampaikan, Pemerintah Daerah Bali tidak akan tinggal diam jika mendengar ada warga Bali di mana pun yang mengalami kesulitan. (kompas)