LokalZone - International Lunar Observatory Association (ILOA) punya rencana mendirikan observatorium atau wahana pengamatan benda langit di bulan. Observatorium di bulan dinilai bagus karena satelit alami bumi itu tak punya atmosfer, sehingga pengamatan bisa lebih jernih. Pembangunannya memerlukan kerja sama antarnegara.
Dalam Forum Galaxi gagasan Institut Teknologi Bandung di kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung, rencana tersebut dipaparkan, Sabtu, 21 Februari 2015. Forum astronom itu melibatkan kerja sama antarnegara. "Gagasan dan usaha observatorium di bulan itu merupakan mimpi jangka panjang yang menarik," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin seusai acara.
Observatorium di bulan itu direncanakan berupa wahana tetap. Lokasinya di kutub selatan bulan. Alasannya, ujar Djamaluddin, area pengamatan galaksi di sana lebih baik dan bisa untuk mengamati bumi. Di kutub selatan bulan, juga dilaporkan ada lapisan es yang bisa diolah untuk pasokan air minum astronaut yang membangun observatorium.
Gagasan asosiasi observatorium itu, pengamatan dilakukan secara robotik yang bisa dikendalikan dari bumi. Selain pengamatan galaksi, observatorium bulan bisa dimanfaatkan untuk mengawasi obyek benda langit yang mengancam bumi. "Contoh, debu antarplanet juga bisa dikumpulkan untuk diteliti," ucapnya.
Saat ini pengamatan benda langit dari luar bumi bisa mengandalkan satelit yang dikendalikan dari bumi. Soal peran Indonesia sendiri untuk mewujudkan wahana antariksa tersebut belum diketahui bentuknya. "Pada masa depan, Indonesia perlu ikut aktif dalam pengamatan antariksa itu," ujarnya.
Sejauh ini, belum diketahui biaya untuk mewujudkan gagasan tersebut. Menurut Djamaluddin, ada baiknya penggalangan dukungan observatorium di bulan melibatkan organisasi dunia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). (tempo)
Dalam Forum Galaxi gagasan Institut Teknologi Bandung di kantor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bandung, rencana tersebut dipaparkan, Sabtu, 21 Februari 2015. Forum astronom itu melibatkan kerja sama antarnegara. "Gagasan dan usaha observatorium di bulan itu merupakan mimpi jangka panjang yang menarik," kata Kepala Lapan Thomas Djamaluddin seusai acara.
Observatorium di bulan itu direncanakan berupa wahana tetap. Lokasinya di kutub selatan bulan. Alasannya, ujar Djamaluddin, area pengamatan galaksi di sana lebih baik dan bisa untuk mengamati bumi. Di kutub selatan bulan, juga dilaporkan ada lapisan es yang bisa diolah untuk pasokan air minum astronaut yang membangun observatorium.
Gagasan asosiasi observatorium itu, pengamatan dilakukan secara robotik yang bisa dikendalikan dari bumi. Selain pengamatan galaksi, observatorium bulan bisa dimanfaatkan untuk mengawasi obyek benda langit yang mengancam bumi. "Contoh, debu antarplanet juga bisa dikumpulkan untuk diteliti," ucapnya.
Saat ini pengamatan benda langit dari luar bumi bisa mengandalkan satelit yang dikendalikan dari bumi. Soal peran Indonesia sendiri untuk mewujudkan wahana antariksa tersebut belum diketahui bentuknya. "Pada masa depan, Indonesia perlu ikut aktif dalam pengamatan antariksa itu," ujarnya.
Sejauh ini, belum diketahui biaya untuk mewujudkan gagasan tersebut. Menurut Djamaluddin, ada baiknya penggalangan dukungan observatorium di bulan melibatkan organisasi dunia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). (tempo)
Edukasi - Tekno
LokalZone - Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) Naek Tigor Sinaga mengatakan, harga beras jenis premium untuk golongan menengah ke atas atau berkualitas mengalami kenaikan sejak Februari 2015, antara 5-10 persen.
Sementara harga beras jenis beras medium untuk masyarakat kelas menengah ke bawah naiknya bervariasi antara dua hingga tiga persen dari harga sebelumnya, yaitu RpRp 9.000 menjadi Rp 10.000, dan Rp 10.500 menjadi R p12.000 atau Rp 13.500," katanya di Kupang, Jumat (27/2).
Dia mengatakan, persentase itu diperoleh dari hasil survei yang dilakukan BI NTT terhadap 46 komoditas sekali dalam sepekan. "Beras sebagai salah satu komponen utama yang dipantau mengalami kenaikan harga, akibat distribusi yang tidak lancar dan ketersediaan stok di sentra-sentra produksi padi mengalami kekurangan," katanya.
Menurut dia, tidak lancarnya distribusi komoditi ini bisa dimaklumi karena cuaca ektrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang sejak Januari hingga Februari mengakibatkan sarana transportasi memutuskanuntuk tidak berlayar.
Demikian pula, katanya, persediaan disentra-sentra produksi beras juga mengalami penurunan karena belum musim panenan dan karena itu sangat berpengaruh.
"Kenaikan harga beras ini telah menyumbang infalsi sekitar 0,4 persen sehingga masih dikatakan relatif stabil. Selain itu ada beberapa kebutuhan yang mengalami penurunan harga seihingga kami dari BI menargetkan pada bulan Februari 2015 NTT akan deflasi sebesar 0,3-0,5 persen," katanya.
Solusinya, kata dia, adalah penghematan dan oprasi pasar dari Budan Uursan Logistik untuk menanggulangi kelangkaan dan tingginya harga beras di pasaran umum, sehingga tidak menimbulkan keresahan.
Dia mengatakan, Pemerintah setempat harus meminta Bulog untuk terus melakukan operasi pasar hingga Maret 2015 atau hingga harga beras di pasaran menjadi normal untuk membantu meredam gejolak kenaikan harga beras di beberapa daerah produsen.
Kepala Bulog Divre NTT Miftahul Adha mengatakan telah menggelar operasi pasar secara serentak di seluruh wilayah NTT dengan pagu yang disediakan secara keseluruhan berjumlah 500 ton. Untuk Kota Kupang, katanya, disediakan 100-200 ton. Dan sedang dilaksanakan dibeberapa titk pasar tradisional yang ada di Kota Kupang dan di depan Perum Bulog Divre NTT.
"Harga beras untuk operasi pasar tetap pada harga Rp 7.400 per kilogram. Tidak ada batasan. Jika masih belum cukup akan kami distribusikan lagi," ujarnya.
Hingga akhir Februari, stok beras masih cukup untuk tiga bulan ke depan, yaitu sebanyak 25.500 ton tersedia di gudang dan 12.000 masih dalam proses perjalanan. Sehingga, bisa dikatakan stok beras miskin lebih dari aman dan dilakukan sampai dengan musim panen tiba, tegasnya. (republika)
Sementara harga beras jenis beras medium untuk masyarakat kelas menengah ke bawah naiknya bervariasi antara dua hingga tiga persen dari harga sebelumnya, yaitu RpRp 9.000 menjadi Rp 10.000, dan Rp 10.500 menjadi R p12.000 atau Rp 13.500," katanya di Kupang, Jumat (27/2).
Dia mengatakan, persentase itu diperoleh dari hasil survei yang dilakukan BI NTT terhadap 46 komoditas sekali dalam sepekan. "Beras sebagai salah satu komponen utama yang dipantau mengalami kenaikan harga, akibat distribusi yang tidak lancar dan ketersediaan stok di sentra-sentra produksi padi mengalami kekurangan," katanya.
Menurut dia, tidak lancarnya distribusi komoditi ini bisa dimaklumi karena cuaca ektrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang sejak Januari hingga Februari mengakibatkan sarana transportasi memutuskanuntuk tidak berlayar.
Demikian pula, katanya, persediaan disentra-sentra produksi beras juga mengalami penurunan karena belum musim panenan dan karena itu sangat berpengaruh.
"Kenaikan harga beras ini telah menyumbang infalsi sekitar 0,4 persen sehingga masih dikatakan relatif stabil. Selain itu ada beberapa kebutuhan yang mengalami penurunan harga seihingga kami dari BI menargetkan pada bulan Februari 2015 NTT akan deflasi sebesar 0,3-0,5 persen," katanya.
Solusinya, kata dia, adalah penghematan dan oprasi pasar dari Budan Uursan Logistik untuk menanggulangi kelangkaan dan tingginya harga beras di pasaran umum, sehingga tidak menimbulkan keresahan.
Dia mengatakan, Pemerintah setempat harus meminta Bulog untuk terus melakukan operasi pasar hingga Maret 2015 atau hingga harga beras di pasaran menjadi normal untuk membantu meredam gejolak kenaikan harga beras di beberapa daerah produsen.
Kepala Bulog Divre NTT Miftahul Adha mengatakan telah menggelar operasi pasar secara serentak di seluruh wilayah NTT dengan pagu yang disediakan secara keseluruhan berjumlah 500 ton. Untuk Kota Kupang, katanya, disediakan 100-200 ton. Dan sedang dilaksanakan dibeberapa titk pasar tradisional yang ada di Kota Kupang dan di depan Perum Bulog Divre NTT.
"Harga beras untuk operasi pasar tetap pada harga Rp 7.400 per kilogram. Tidak ada batasan. Jika masih belum cukup akan kami distribusikan lagi," ujarnya.
Hingga akhir Februari, stok beras masih cukup untuk tiga bulan ke depan, yaitu sebanyak 25.500 ton tersedia di gudang dan 12.000 masih dalam proses perjalanan. Sehingga, bisa dikatakan stok beras miskin lebih dari aman dan dilakukan sampai dengan musim panen tiba, tegasnya. (republika)
Ekonomi - Nasional
LokalZone - Kisruh pemasangan jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dari
PLTU Celukan Bawang ke jaringan koneksi PLN di Desa Celukan Bawang,
Kecamatan Gerogak mulai ada titik temu. Pihak PLN akan tetap memasang
kebel jaringan melintang di atas pemukiman warga Kampung Barokah,
Celukan Bawang selama setahun. Selama kurun waktu itu, pihak PLN akan
membangun tower pengganti untuk pindahkan jaringan kabel yang melintang di Kampung Barokah.
Untuk sosialisasikan jalan tengah tersebut, Bupati Putu Agus
Suradnyana mengundang warga Kampung Barokah, Desa Celukan Bawang
Kecamatan Gerokgak besok Jumat (27/2/2015) ke Kantor Bupati Buleleng.
Pertemuan nanti akan melibatkan pihak PLN, Muspida dan pimpinan SKPD
terkait lingkup Pemkab Buleleng. Pangdam IX/ Udayana Mayor Jendral TNI
Torry Djohar Banguntoro informasinya juga akan hadir dalam pertemuan
tersebut. “Besok (Jumat) saya selaku Bupati Buleleng akan fasilitasi
pertemukan warga dengan pihak PLN, bapak Pangdam juga dikabarkan akan
hadir. Kita harapkan Buleleng kondusif” ungkap Bupati Buleleng Putu
Agus Suradnyana dalam keterangan persnya, Kamis (26/2/2015).
Menurut Bupati Putu Agus Suradnyana, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan pejabat terkait di PLN dan rekanan pemasang kabel jaringan SUTT dari PT Waskita Karya di Jakarta membahas persoalan SUTT tersebut, pada Jumat (20/2) pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengintruksikan agar kabel jaringan SUTT dari PLTU Celukan Bawang ke koneksi PLN tetap dipasang pada jaringan Tower yang sudah dibangun. Solusinya, pemasangan kabel jaringan SUTT tersebut hanya kurun waktu setahun, karena pihak PLN sendiri akan membangun kembali Tower jaringan SUTT di sebelah Kampung Barokah. “Pertemuan nanti agar warga Kampung Barokah bisa memahami sudah ada win-win solution, dan nanti warga saya minta harus bisa menerima, ini untuk kebaikan bersama dan Buleleng tetap aman dan kondusif” tegasnya.
Ditanya apakah solusi itu akibat krisis listrik yang dialami Bali mengingat sedang terjadi pemadaman listrik bergiliran? Bupati murah senyum asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini menyatakan, tidak akan mengomentari persoalan pemadaman listrik bergiliran tersebut. “Saya tidak komentar soal listrik padam. Pada intinya saya harapkan tidak ada gejolak, situasi kondusif ini harus sama-sama kita jaga,” ujarnya.
Menurut Bupati Putu Agus Suradnyana, dirinya sudah bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan pejabat terkait di PLN dan rekanan pemasang kabel jaringan SUTT dari PT Waskita Karya di Jakarta membahas persoalan SUTT tersebut, pada Jumat (20/2) pekan lalu. Dalam pertemuan itu, Menteri ESDM Sudirman Said mengintruksikan agar kabel jaringan SUTT dari PLTU Celukan Bawang ke koneksi PLN tetap dipasang pada jaringan Tower yang sudah dibangun. Solusinya, pemasangan kabel jaringan SUTT tersebut hanya kurun waktu setahun, karena pihak PLN sendiri akan membangun kembali Tower jaringan SUTT di sebelah Kampung Barokah. “Pertemuan nanti agar warga Kampung Barokah bisa memahami sudah ada win-win solution, dan nanti warga saya minta harus bisa menerima, ini untuk kebaikan bersama dan Buleleng tetap aman dan kondusif” tegasnya.
Ditanya apakah solusi itu akibat krisis listrik yang dialami Bali mengingat sedang terjadi pemadaman listrik bergiliran? Bupati murah senyum asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini menyatakan, tidak akan mengomentari persoalan pemadaman listrik bergiliran tersebut. “Saya tidak komentar soal listrik padam. Pada intinya saya harapkan tidak ada gejolak, situasi kondusif ini harus sama-sama kita jaga,” ujarnya.
Buleleng - Seremonial
LokalZone - Satuan Narkoba Polres Buleleng lagi-lagi melakukan penangkapan yang kesekian kalinya terhadap penyalah guna Narkoba. Kali ini Wayan Dastra alias Brocong (40) yang beralamat di Desa Giri Mas, Kecamatan Sawan teridentifikasi menguasai narkoba dan hal tersebut terbukti saat dilakukan pemberhentian dan penggeledahan badan di wilayah Desa Sangsit, Senin (23/2/2015).
Berdasarkan release dari Kasat Narkoba AKP Agus Dwi Wirawan, Kamis (26/2/2015) di Mapolres Buleleng mengungkapkan penangkapan Brocong merupakan buah kerjasama Sat Narkoba yang dipimpinnya dengan Mapolsek Sawan.
"Atas kerjasama dari Polsek Sawan, kami mendapat info bahwa Wayan D sedang membawa Narkoba. Ketika kami berhentikan dan melakukan penggeledahan di saku celananya kami temukan lima paket sabu-sabu dengan berat total satu gram bruto," ungkap Agus Dwi.
Selain itu Polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa sebuah korek api dan alat bakar, pipet, plastik yang juga ditempatkan dalam bungkusan rokok bersama lima paket sabu-sabu.
Kepada Polisi Brocong yang bekerja sebagai buruh tajen ini mengaku baru sebulan ini mulai mengenal dan mengkonsumsi Narkoba. "Baru sebulan, belinya 1 g sengaja saya split supaya gampang diambil. Kerja di judi, buruh di tajen, belinya kadang ngebon, berapa punya uang segitu saya bayar dulu," katanya.
Namun hal tersebut dibantah oleh Kasat Narkoba yang menyatakan bahwa informasi pelaku sebagai penyalah guna narkoba sudah masuk sejak tahun lalu dari hasil interograsi penyalahguna Narkoba yang berhasil diciduk Satuannya.
Untuk diketahui selain melakukan tindakan tegas berupa penangkapan terhadap penyalahguna narkoba pihak Kepolisian juga telah mengencarkan tindakan preemtif."Preemtif, sosialisasi ini merupakan hujud komitmen kita untuk memberantas Narkoba, dengan preemtif dan prepentif untuk penindakan," papar Agus Dwi.
Buleleng - Narkoba - Ungkap Kasus
LokalZone - Menyikapi hasil pembinaan Menteri Agama Republik Indonesia pada tanggal 21 Pebruari 2015 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Rebublik Indonesia, Bapak Lukman Hakim Saifuddin yang menyatakan bahwa Pejabat harus memahami secara utuh dan detail tugas dan fungsi jabatannya sehingga akan bekerja secara profesional dan bertanggung jawab (responsibility), serta mampu berinovasi(innovation)melahirkan terobosan cermerlang yang dilandasi integritas (integrity) sehingga akan menjadi tauladan (role model) bagi bawahan dan masyarakat yang dilayani.
Berangkat dari arahan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem I Wayan Serinada, S.Pd, M.Si atas seijin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem berinisiatif melaksanakan kegiatan belajar bersama tiap ada waktu luang pada jam kerja atau hari libur bagi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Konsep belajar bersama dalam rangka memahami tugas dan fungsi serta memecahkan masalah-masalah secara terbuka sehubungan pelaksanaan tugas sehari-hari serta mengupdate perkembangan teknolagi informasi terkini tentang aplikasi manajemen perkantoran agar tidak terkesan monoton dan ketinggalan zaman .
“Sebagai aparatur pemerintah harus selalu belajar, belajar dan belajar untuk bisa kerja, kerja dan kerja dalam rangka mewujudkan budaya kerja“, demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu selaku inisiator kegiatan tersebut. Ditambahkan pula bahwa tanpa belajar mengikuti perkembangan kekinian tentang sistem aplikasi manjemen perkantoran (keuangan, kepegawaian, pendataan dll), regulasi dan kebutuhan pelayan terkini bagi masyarakat maka kerja, kerja dan kerja yang dilakukan akan terkesan lamban, monoton tidak efektif, tidak efesien dan bias sehinga dapat dipastikan hasilnya tidak optimal, tidak tepat sasaran dan tidak bermanfaat. “untuk profesional pejabat harus memiliki capabilities dan expertise, sense of responsibility, ability to innovate, sebagai role model serta integrity, semua itu hanya bisa diperoleh dengan konsep belajar sepanjang hayat (life long learning), lanjut beliau.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu disela-sela kegiatan belajar yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 22 Pebruari 2015 yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem yang diwakili Kepala Sub Bag TU, Para Kepala Seksi dan Pejabat Pengelola dengan fasilitator I Komang Berata SE selaku PPK sekaligus Koordinator Urusan Keuangan pada Sub Bagian Tata Usaha.
Berangkat dari arahan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem I Wayan Serinada, S.Pd, M.Si atas seijin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem berinisiatif melaksanakan kegiatan belajar bersama tiap ada waktu luang pada jam kerja atau hari libur bagi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Konsep belajar bersama dalam rangka memahami tugas dan fungsi serta memecahkan masalah-masalah secara terbuka sehubungan pelaksanaan tugas sehari-hari serta mengupdate perkembangan teknolagi informasi terkini tentang aplikasi manajemen perkantoran agar tidak terkesan monoton dan ketinggalan zaman .
“Sebagai aparatur pemerintah harus selalu belajar, belajar dan belajar untuk bisa kerja, kerja dan kerja dalam rangka mewujudkan budaya kerja“, demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu selaku inisiator kegiatan tersebut. Ditambahkan pula bahwa tanpa belajar mengikuti perkembangan kekinian tentang sistem aplikasi manjemen perkantoran (keuangan, kepegawaian, pendataan dll), regulasi dan kebutuhan pelayan terkini bagi masyarakat maka kerja, kerja dan kerja yang dilakukan akan terkesan lamban, monoton tidak efektif, tidak efesien dan bias sehinga dapat dipastikan hasilnya tidak optimal, tidak tepat sasaran dan tidak bermanfaat. “untuk profesional pejabat harus memiliki capabilities dan expertise, sense of responsibility, ability to innovate, sebagai role model serta integrity, semua itu hanya bisa diperoleh dengan konsep belajar sepanjang hayat (life long learning), lanjut beliau.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu disela-sela kegiatan belajar yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 22 Pebruari 2015 yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem yang diwakili Kepala Sub Bag TU, Para Kepala Seksi dan Pejabat Pengelola dengan fasilitator I Komang Berata SE selaku PPK sekaligus Koordinator Urusan Keuangan pada Sub Bagian Tata Usaha.
Bali - Karangasem - Seremonial
Langganan:
Postingan (Atom)










