LokalZone - Kadang diperlukan waktu lama untuk memperbaiki celah keamanan pada sebuah peranti lunak (software), bisa berbulan-bulan, bahkan mencapai hitungan belasan tahun seperti pada contoh kasus yang menimpa Microsoft berikut.
Raksasa software tersebut minggu ini merilis patch untuk menambal serangkaian celah keamanan di sistem operasi Windows. Salah satunya yang disebut "Jasbug" sudah ditemukan sejak Januari 2014, tetapi Microsoft butuh waktu setahun penuh untuk membuat perbaikan.
Menurut laporan The Next Web, Kamis (12/2/2015), lamanya waktu untuk mengatasi Jasbug disebabkan oleh sifatnya yang bukan sekadar masalah coding, melainkan cacat desain yang sudah berakar sejak 15 tahun lalu, pada tahun 2000.
Padahal, Jasbug termasuk berbahaya. Microsoft menerangkan bahwa celah keamanan yang mengeksploitasi kelemahan service Active Directory ini bisa digunakan oleh hacker untuk mengambil alih sistem Windows melalui teknik man-in-the-middle.
Jasbug ditemukan di semua versi Windows mulai Windows Server 2003 hingga Windows 8.1. Patch untuk semua sistem operasi sudah bisa diunduh, kecuali Windows Server 2003 yang tak memperoleh update walaupun masih tercakup dalam masa dukungan hingga lima bulan ke depan.
Pengguna rumahan agaknya tak tepengaruh langsung oleh Jasbug karena Active Directory biasanya digunakan di lingkungan korporat, tetapi tak ada salahnya menambal celah keamanan ini, siapa tahu bisa mencegah sakit di kemudian hari.
Raksasa software tersebut minggu ini merilis patch untuk menambal serangkaian celah keamanan di sistem operasi Windows. Salah satunya yang disebut "Jasbug" sudah ditemukan sejak Januari 2014, tetapi Microsoft butuh waktu setahun penuh untuk membuat perbaikan.
Menurut laporan The Next Web, Kamis (12/2/2015), lamanya waktu untuk mengatasi Jasbug disebabkan oleh sifatnya yang bukan sekadar masalah coding, melainkan cacat desain yang sudah berakar sejak 15 tahun lalu, pada tahun 2000.
Padahal, Jasbug termasuk berbahaya. Microsoft menerangkan bahwa celah keamanan yang mengeksploitasi kelemahan service Active Directory ini bisa digunakan oleh hacker untuk mengambil alih sistem Windows melalui teknik man-in-the-middle.
Jasbug ditemukan di semua versi Windows mulai Windows Server 2003 hingga Windows 8.1. Patch untuk semua sistem operasi sudah bisa diunduh, kecuali Windows Server 2003 yang tak memperoleh update walaupun masih tercakup dalam masa dukungan hingga lima bulan ke depan.
Pengguna rumahan agaknya tak tepengaruh langsung oleh Jasbug karena Active Directory biasanya digunakan di lingkungan korporat, tetapi tak ada salahnya menambal celah keamanan ini, siapa tahu bisa mencegah sakit di kemudian hari.
Edukasi - Tekno
LokalZone - Segelas teh adalah minuman favorit banyak orang setelah makan. Sebagian
orang ada juga yang punya kebiasaan langsung merokok setelah makan,
sementara sebagian lagi memilih tidur. Kebiasaan-kebiasaan tersebut
tidak semuanya baik karena bisa menghambat kerja organ pencernaan.
Ketahui apa saja kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah makan:
- Tidur
Tidur setelah makan besar bisa memperlambat organ pencernaan sehingga kita akan merasa kembung dan tidak nyaman saat bangun. Tidur telentang juga akan menyebabkan makanan langsung masuk ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada. Sebaiknya tunggu setidaknya satu jam setelah makan sebelum tidur, sehingga organ pencernaan telah memecah makanan.
- Makan buah
Kecepatan tubuh dalam mencerna makanan ternyata berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Buah dicerna dengan cepat, sehingga jika kita mengonsumsinya langsung setelah makan, mereka akan diam lama, terfermentasi dan menyebabkan gas. Konsumsilah buah satu atau dua jam sebelum makan. Kebiasaan ini juga membantu kita makan berlebihan di waktu makan.
- Minum teh
Minum teh setelah makan akan mengganggu organ pencernaan karena daun teh bersifat asam sehingga memengaruhi kemampuan tubuh mencerna makanan. Asam dari teh juga membuat protein yang kita asup lebih sulit dicerna. Teh juga mengandung polifenol dan tanin yang mengikat zat besi dalam makanan dan membuatnya sulit diserap tubuh. Padahal, bagi ibu hamil dan anak-anak zat besi adalah mineral penting.
- Minum banyak air
Hindari minum terlalu banyak air saat sedang makan atau setelah makan karena bisa membuat asam lambung dan enzim lebih encer sehingga harus bekerja keras mencerna makanan.
Menurut ilmu Ayurveda, minum teh jahe setelah makan justru bisa membantu kerja organ pencernaan. Kandungan dalam jahe bisa mempercepat pergerakan makanan dari lambung ke usus halus, merangsang produksi enzim pencernaan dan meredakan kram perut.
- Merokok
Ada pendapat yang mengatakan bahwa merokok satu batang setelah makan setara dengan merokok 10 batang. Walau hal itu masih diperdebatkan, tapi merokok pada waktu apa pun sebenarnya memang buruk bagi kesehatan.
- Olahraga
Setelah makan, fokus utama tubuh adalah mencerna makanan. Jika Anda langsung berolahraga setelah makan berat, organ pencernaan akan kekurangan daya untuk mencerna. Efek yang bisa kita rasakan antara lain kram perut, pusing, atau diare.
Sebagai gantinya, lakukan olahraga ringan seperti berjalan santai sekitar 30 menit setelah makan. Selain membantu kerja organ pencernaan, aktivitas ini juga membantu menurunkan berat badan.
Ketahui apa saja kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan setelah makan:
- Tidur
Tidur setelah makan besar bisa memperlambat organ pencernaan sehingga kita akan merasa kembung dan tidak nyaman saat bangun. Tidur telentang juga akan menyebabkan makanan langsung masuk ke kerongkongan dan menyebabkan rasa terbakar di dada. Sebaiknya tunggu setidaknya satu jam setelah makan sebelum tidur, sehingga organ pencernaan telah memecah makanan.
- Makan buah
Kecepatan tubuh dalam mencerna makanan ternyata berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Buah dicerna dengan cepat, sehingga jika kita mengonsumsinya langsung setelah makan, mereka akan diam lama, terfermentasi dan menyebabkan gas. Konsumsilah buah satu atau dua jam sebelum makan. Kebiasaan ini juga membantu kita makan berlebihan di waktu makan.
- Minum teh
Minum teh setelah makan akan mengganggu organ pencernaan karena daun teh bersifat asam sehingga memengaruhi kemampuan tubuh mencerna makanan. Asam dari teh juga membuat protein yang kita asup lebih sulit dicerna. Teh juga mengandung polifenol dan tanin yang mengikat zat besi dalam makanan dan membuatnya sulit diserap tubuh. Padahal, bagi ibu hamil dan anak-anak zat besi adalah mineral penting.
- Minum banyak air
Hindari minum terlalu banyak air saat sedang makan atau setelah makan karena bisa membuat asam lambung dan enzim lebih encer sehingga harus bekerja keras mencerna makanan.
Menurut ilmu Ayurveda, minum teh jahe setelah makan justru bisa membantu kerja organ pencernaan. Kandungan dalam jahe bisa mempercepat pergerakan makanan dari lambung ke usus halus, merangsang produksi enzim pencernaan dan meredakan kram perut.
- Merokok
Ada pendapat yang mengatakan bahwa merokok satu batang setelah makan setara dengan merokok 10 batang. Walau hal itu masih diperdebatkan, tapi merokok pada waktu apa pun sebenarnya memang buruk bagi kesehatan.
- Olahraga
Setelah makan, fokus utama tubuh adalah mencerna makanan. Jika Anda langsung berolahraga setelah makan berat, organ pencernaan akan kekurangan daya untuk mencerna. Efek yang bisa kita rasakan antara lain kram perut, pusing, atau diare.
Sebagai gantinya, lakukan olahraga ringan seperti berjalan santai sekitar 30 menit setelah makan. Selain membantu kerja organ pencernaan, aktivitas ini juga membantu menurunkan berat badan.
Edukasi - Health - Lifestyle
LokalZone - Kecelakaan maut yang diakibat kelalaian supir truck memakan korban jiwa di Jalan jurusan Singaraja - Busungbiu KM 23-24 tepatnya di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Rabu (11/2/2015) kemarin.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres Buleleng, kejadian tersebut bermula dari kedatangan truck DK 9528 SFyang dikemudikan oleh Nyoman Ruka (55) yang beralamat di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan dari arah selatan dengan mengambil haluan terlalu kekanan hingga menghantam sepeda motor Vario DK 7505 UR yang dikendarai oleh Gusti Made Sukata (25) yang beralamat di Desa Mayong, Kecamatan Seririt yang datang dari arah berlawanan.
Akibat kerasnya benturan sepeda motor Vario beserta pengemudinya terseret oleh truck hingga menabrak mobil Avanza DK 1589 FD yang dikendarai oleh Wayan Mandia (49) yang beralamat di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansema, Badung.
Sebelumnya Made Sukata yang mengalami luka serius berupa patah pada kedua pergelangan tangan, dan patah tulang di kedua kaki sempat dilarikan kerumah sakit Santi Graha Seririt namun akhirnya menghembuskan nafas terakhir, sementara pengemudi truck dan avansa dalam keadaan sehat.
"Memang benar kemarin terjadi kecelakaan di wilayah Seririt, tepatnya
Desa Bubunan. Korban satu orang meninggal dunia atas nama Gusti Made
Sukata di rumah sakit setempat karena luka-luka yang cukup parah," papar
Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra membenarkan
kejadian tersebut, Kamis (12/2/2015) di Mapolres Buleleng.
Buleleng - Laka Lantas - Peristiwa
LokalZone - Pada hari kedelapan pelaksanaan operasi Pekat, yang berlangsung selama 21 hari, dari tanggal 5 s/d 25 pebruari 2015, Polres Klungkung berhasil ungkap 9 kasus tindak pidana yang sudah menjadi target operasi (TO), atau sudah mencapai 90 %, dari 10 kasus yang menjadi TO.
Demikian dikatakan Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawatiu SiK, di Mapolres KJlungkung, Kamis, (12/2/2015).
Menurut Kapolres Klungkung, sembilan kasus yang berhasil diungkap dan saat ini pelakunya diamankan adalah dua kasus narkoba, tiga kasus miras, dua kasus Prostitusi dan dua kasus gepeng.
Dua kasus Narkoba tersebut dengan tersangka I wayan Wirdana alias bengking, karena kedapatan memiliki barang haram diduga jenis Shabu-shabu, dengan berat 0,18 gram brutto atau 0,12 gram netto, tersangka ditangkap di dirumahnya di Banjar Gingsir, Desa Akah, pada hari Kamis, 5 pebruari 2015, sikira pukul 10.00 wita dan tersangka I Wayan Sudarma karena pada saat digeledah kedapatan sedang membawa narkotika jenis shabu, dengan berat 0,38 gram brutto atau 0,14 gram netto, tersangka ditangkap di di jalan raya menuju pantai Klotok, Desa Tojan, Kec/Kab Klungkung, pada hari Kamis, tanggal 5 pebruari 2015, pukul 12.00 Wita.
Tiga kasus Miras dengan tersangka Ketut Madiasa (45) alamat Banjar Dinas Delod Yeh Kawan, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Karangasem, karena kedapatan membawa satu jirigen yang berisi 30 liter jenis arak di jalan Paksebali, Dawan, Klungkung. Tersangka Ketut Alit Putra (29) alamat Dususn Telun Ayah, Kecamatan Sidemen, Karangasem, kerana kedapatan membawa 9 jirigen dengan total keseluruhan 270 liter miras jenis arak di Desa Banjarangkan, Kecamatan banjarangkan, Klungkung, dan tersangka I Wayan Sadra (31), alamat Banjar Dinas telunwayah, Betenan, Desa Tri Ekabuana, Sidemen, Karangasem.
Dua kasus Prostitusi dengan tersangka Sup, (31), alamat Dibedeng Galian C, Desa Tangkas, Dawan Klungkung, karena kedapatan sedang menjajakan diri kepada lelaki hidung belang di Galian C Desa Tangkas, dan Tersangka Sum alias Sr, (45), alamat Dusun Krajan, Desa Sragi, Kecamatan Songon, Kabupaten banyuwangi, karena kedapatan sedang menjajakan diri di Galian C, Desa Gunaksa, Dawan.
Dua Kasus Gepeng dengan tersangka Pak Doel, (60), alamat Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember dan Fatimah, (58), alamat Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, keduanya ditangkap sedang meminta-minta di Pasar Senggol Klungkung.
Menurut Kapolres, Terhadap tersangka kasus miras, kasus prostitusi dan Gepeng sempat dibawa ke Mapolres Klungkung, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan tindak pidana ringan setelah penyidikan selesai semuanya dikembalikan, namun kesemuanya akan menjalani sidang dipengadilan setelah kasusnya dilimpahkan nanti. Sedangkan terhadap Kasus Narkoba, kedua tersangka masih diamankan di Mapolres Klungkung, untuk penyidikan lebih lanjut.
Demikian dikatakan Kapolres Klungkung AKBP Ni Wayan Sri Yudayatni Wirawatiu SiK, di Mapolres KJlungkung, Kamis, (12/2/2015).
Menurut Kapolres Klungkung, sembilan kasus yang berhasil diungkap dan saat ini pelakunya diamankan adalah dua kasus narkoba, tiga kasus miras, dua kasus Prostitusi dan dua kasus gepeng.
Dua kasus Narkoba tersebut dengan tersangka I wayan Wirdana alias bengking, karena kedapatan memiliki barang haram diduga jenis Shabu-shabu, dengan berat 0,18 gram brutto atau 0,12 gram netto, tersangka ditangkap di dirumahnya di Banjar Gingsir, Desa Akah, pada hari Kamis, 5 pebruari 2015, sikira pukul 10.00 wita dan tersangka I Wayan Sudarma karena pada saat digeledah kedapatan sedang membawa narkotika jenis shabu, dengan berat 0,38 gram brutto atau 0,14 gram netto, tersangka ditangkap di di jalan raya menuju pantai Klotok, Desa Tojan, Kec/Kab Klungkung, pada hari Kamis, tanggal 5 pebruari 2015, pukul 12.00 Wita.
Tiga kasus Miras dengan tersangka Ketut Madiasa (45) alamat Banjar Dinas Delod Yeh Kawan, Desa Talibeng, Kecamatan Sidemen, Karangasem, karena kedapatan membawa satu jirigen yang berisi 30 liter jenis arak di jalan Paksebali, Dawan, Klungkung. Tersangka Ketut Alit Putra (29) alamat Dususn Telun Ayah, Kecamatan Sidemen, Karangasem, kerana kedapatan membawa 9 jirigen dengan total keseluruhan 270 liter miras jenis arak di Desa Banjarangkan, Kecamatan banjarangkan, Klungkung, dan tersangka I Wayan Sadra (31), alamat Banjar Dinas telunwayah, Betenan, Desa Tri Ekabuana, Sidemen, Karangasem.
Dua kasus Prostitusi dengan tersangka Sup, (31), alamat Dibedeng Galian C, Desa Tangkas, Dawan Klungkung, karena kedapatan sedang menjajakan diri kepada lelaki hidung belang di Galian C Desa Tangkas, dan Tersangka Sum alias Sr, (45), alamat Dusun Krajan, Desa Sragi, Kecamatan Songon, Kabupaten banyuwangi, karena kedapatan sedang menjajakan diri di Galian C, Desa Gunaksa, Dawan.
Dua Kasus Gepeng dengan tersangka Pak Doel, (60), alamat Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember dan Fatimah, (58), alamat Plerean, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, keduanya ditangkap sedang meminta-minta di Pasar Senggol Klungkung.
Menurut Kapolres, Terhadap tersangka kasus miras, kasus prostitusi dan Gepeng sempat dibawa ke Mapolres Klungkung, untuk dilakukan pemeriksaan dan penyidikan tindak pidana ringan setelah penyidikan selesai semuanya dikembalikan, namun kesemuanya akan menjalani sidang dipengadilan setelah kasusnya dilimpahkan nanti. Sedangkan terhadap Kasus Narkoba, kedua tersangka masih diamankan di Mapolres Klungkung, untuk penyidikan lebih lanjut.
Bali - Kamtibmas - Klungkung - Narkoba
Langganan:
Postingan (Atom)










