LokalZone - Batuk benar-benar dapat menganggu aktivitas. Selain menyebabkan nyeri dada, batuk juga memberi tekanan pada otak Anda.
Yang menjengkelkan, batuk seringkali datang di malam hari saat menjelang tidur. Nah, jangan cemas dulu karena batuk sebab pengobatan rumah jauh lebih baik daripada memilih obat. Coba saja beberapa cara alami ini, seperti dikutip Boldsky, Minggu (1/2/2015):
1. Madu, minyak kelapa dan Lemon
Panaskan sedikit minyak kelapa. Bila sudah panas, matikan api dan masukkan dalam mangkuk. Tambahkan madu dan tambahkan perasan jeruk nipis. Sirup ini bisa membantu Anda saat batuk.
2. Jus bawang
Campurkan bawang merah dan bawang putih secukupnya dengan air hangat dan tambahkan satu sendok madu.
3. Rebusan gula merah
Didihkan air kemudian tambahkan dua sendok gula merah. Tunggu hingga air mulai hangat dan minum campuran ini perlahan-lahan.
4. Jahe, bawang putih dan lada
Campurkan parutan jahe parut, bawang putih dan sedikit lada dalam satu cangkir air mendidih. Minum sirup ini dua kali dalam sehari untuk menyingkirkan batuk Anda.
5. Minyak zaitun, lada dan madu
Panaskan minyak zaitun, tambahkan lada dan aduk. Ketika campuran telah dingin, tambahkan madu.
6. Madu dan teh herbal
Minum dua cangkir teh herbal dengan madu dua kali sehari akan membantu untuk menyingkirkan batuk Anda. Perbanyak juga minum hangat untuk menghindari rasa gatal di tenggorokan Anda.
7. Perasan jeruk nipis
Jus lemon harus dikonsumsi jika Anda mulai merasa tenggorokan sakit.
8. Teh hijau dan madu
Teh hijau dengan madu adalah kombinasi terbaik untuk menyingkirkan batuk.
9. Air garam dan perasan jeruk nipis
Resep sirup obat batuk alami lainnya adalah campuran air garam dan perasan jeruk nipis. Sekali lagi, pastikan gunakan air hangat.
10. Jahe, bawang putih dan madu
Sirup obat batuk buatan sendiri lainnya adalah campuran jahe, bawang putih dan madu. Jahe dan bawang putih bisa dihancurkan dan dicampur air panas. Gunakan bahan ini untuk menyingkirkan batuk.
Yang menjengkelkan, batuk seringkali datang di malam hari saat menjelang tidur. Nah, jangan cemas dulu karena batuk sebab pengobatan rumah jauh lebih baik daripada memilih obat. Coba saja beberapa cara alami ini, seperti dikutip Boldsky, Minggu (1/2/2015):
1. Madu, minyak kelapa dan Lemon
Panaskan sedikit minyak kelapa. Bila sudah panas, matikan api dan masukkan dalam mangkuk. Tambahkan madu dan tambahkan perasan jeruk nipis. Sirup ini bisa membantu Anda saat batuk.
2. Jus bawang
Campurkan bawang merah dan bawang putih secukupnya dengan air hangat dan tambahkan satu sendok madu.
3. Rebusan gula merah
Didihkan air kemudian tambahkan dua sendok gula merah. Tunggu hingga air mulai hangat dan minum campuran ini perlahan-lahan.
4. Jahe, bawang putih dan lada
Campurkan parutan jahe parut, bawang putih dan sedikit lada dalam satu cangkir air mendidih. Minum sirup ini dua kali dalam sehari untuk menyingkirkan batuk Anda.
5. Minyak zaitun, lada dan madu
Panaskan minyak zaitun, tambahkan lada dan aduk. Ketika campuran telah dingin, tambahkan madu.
6. Madu dan teh herbal
Minum dua cangkir teh herbal dengan madu dua kali sehari akan membantu untuk menyingkirkan batuk Anda. Perbanyak juga minum hangat untuk menghindari rasa gatal di tenggorokan Anda.
7. Perasan jeruk nipis
Jus lemon harus dikonsumsi jika Anda mulai merasa tenggorokan sakit.
8. Teh hijau dan madu
Teh hijau dengan madu adalah kombinasi terbaik untuk menyingkirkan batuk.
9. Air garam dan perasan jeruk nipis
Resep sirup obat batuk alami lainnya adalah campuran air garam dan perasan jeruk nipis. Sekali lagi, pastikan gunakan air hangat.
10. Jahe, bawang putih dan madu
Sirup obat batuk buatan sendiri lainnya adalah campuran jahe, bawang putih dan madu. Jahe dan bawang putih bisa dihancurkan dan dicampur air panas. Gunakan bahan ini untuk menyingkirkan batuk.
Edukasi - Health - Lifestyle
Film ini menceritakan seorang pembunuh kejam bernama Fung datang ke Hongkong dan mulai
melakukan pembunuhan. Polisi yang mencoba menangkapnya tidak berhasil
sampai seorang terpidana pembunuhan dan juga ahli bela diri Ha
menawarkan jasanya kepada polisi untuk menangkap Fung dengan imbalan
kebebasannya.
Saat Ha semakin dekat dengan Fung, polisi mencurigai bahwa keduanya telah berkomplot demi kebebasan Ha. Misteri antara Ha dan Fung pun berlanjut saat keduanya memutuskan berduel sampai mati.
Saat Ha semakin dekat dengan Fung, polisi mencurigai bahwa keduanya telah berkomplot demi kebebasan Ha. Misteri antara Ha dan Fung pun berlanjut saat keduanya memutuskan berduel sampai mati.
Entertainment - Movie - Video
LokalZone - Salak Karangasem di Provinsi Bali kini menjadi salah satu wine andalan yang sudah merambah kota-kota besar di Indonesia. Bahan dasar yang dipilihnya harus salak yang berasal dari Kabupaten Karangasem. Harganya sekitar Rp 200.000,-
“Harus salak Karangasem. Salak dari Karangasem itu memiliki ciri khas sendiri. Kandungan airnya banyak, perpaduan manis dan asam di kandungan salak Karangasem cocok untuk dibuat wine,” kata pemilik Baliwein, Gek Ayu Rusmini Lokika Wati, di Denpasar, Bali, Jumat (30/1/2015).
Gek Ayu mengaku, sebelum memilih salak Karangasem untuk dijadikan wine, juga sempat mencoba membuat wine dengan bahan salak Pondoh, akan tetapi tidak sesuai dengan harapan karena salak Pondoh kandungan airnya sedikit. Begitupun terhadap salak kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. “Wah, saya sudah banyak mencoba berbagai salak, dari mulai salak Pondoh dan salak Negara. Ya memang tidak sebagus salak Karangasem,” katanya.
Gek Ayu juga menyampaikan bahwa Wine Salak Bali miliknya sudah mendapat pesanan dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya. Sementara untuk pemasaran di Bali bisa didapatkan ditoko-toko yang sudah mempunyai izin penjualan minuman keras, karena wine Salak ini mengandung alkohol sekitar 12 persen. Stok juga cukup terpenuhi.
“Kami tidak kehabisan stok. Sudah diperhitungkan dalam setahun memproduksi berapa dan penjualannya mencapai berapa. Proses pembuatan wine dari mulai fermentasi hingga pengolahannya kan tiga bulan, kami sudah hitung-hitungan,” ujarnya. Karena produk wine Salak terbilang baru, saat ini pemasarannya masih di dalam negeri. (tribunnews)
“Harus salak Karangasem. Salak dari Karangasem itu memiliki ciri khas sendiri. Kandungan airnya banyak, perpaduan manis dan asam di kandungan salak Karangasem cocok untuk dibuat wine,” kata pemilik Baliwein, Gek Ayu Rusmini Lokika Wati, di Denpasar, Bali, Jumat (30/1/2015).
Gek Ayu mengaku, sebelum memilih salak Karangasem untuk dijadikan wine, juga sempat mencoba membuat wine dengan bahan salak Pondoh, akan tetapi tidak sesuai dengan harapan karena salak Pondoh kandungan airnya sedikit. Begitupun terhadap salak kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. “Wah, saya sudah banyak mencoba berbagai salak, dari mulai salak Pondoh dan salak Negara. Ya memang tidak sebagus salak Karangasem,” katanya.
Gek Ayu juga menyampaikan bahwa Wine Salak Bali miliknya sudah mendapat pesanan dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya. Sementara untuk pemasaran di Bali bisa didapatkan ditoko-toko yang sudah mempunyai izin penjualan minuman keras, karena wine Salak ini mengandung alkohol sekitar 12 persen. Stok juga cukup terpenuhi.
“Kami tidak kehabisan stok. Sudah diperhitungkan dalam setahun memproduksi berapa dan penjualannya mencapai berapa. Proses pembuatan wine dari mulai fermentasi hingga pengolahannya kan tiga bulan, kami sudah hitung-hitungan,” ujarnya. Karena produk wine Salak terbilang baru, saat ini pemasarannya masih di dalam negeri. (tribunnews)
Bali - Karangasem
LokalZone - Kasus narkoba di Bali merupakan kasus
tertinggi dibandingkan dengan kasus kriminal lain. Kepala Divisi
Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Bali I Nyoman Putra Surya
menjelaskan, saat ini saja jumlah tahanan narkoba di LP Kerobokan
sekitar 450 orang.
Maraknya kasus narkoba selama ini dikarenakan jaringan narkoba di Bali semakin kuat. Bali merupakan daerah wisata sehingga menjadi sasaran empuk bagi pengedar narkoba. Bahkan, banyak warga negara asing yang menyelundupkan narkoba ke Bali.
"Saat ini kasus narkoba di Bali sangat meresahkan, bisa dibilang Bali juga daerah darurat narkoba," terangnya di Denpasar, Jumat (30/1/2015).
Menurutnya, sejauh ini pihak Kementerian Hukum dan HAM Bali berusaha memutus jaringan narkoba yang ada di Lapas Kerobokan.
Para napi narkoba di LP Kerobokan itu akan dipindahkan ke rumah tahanan di Bangli yang merupakan rumah rehabilitasi narkoba.
"Tidak semua tersangka kasus narkoba yang ditangkap di Denpasar ditahan di LP Kerobokan, sebagian besar mereka kami tempatkan di LP-LP daerah lain," tuturnya.
Dia mengakui, orang-orang yang menjenguk tahanan di LP Kerobokan juga berusaha menyelundupkan narkoba. Cara yang digunakan adalah dengan memasukkan narkoba dalam air mineral, dalam makanan nasi bungkus, bahkan dalam jajanan pasar seperti lemper.
Sementara itu Wakapolda Bali Brigjen Pol I Nyoman Suryasta menjelaskan, Polda Bali juga berusaha memberantas jaringan narkoba.
"Kami dari pihak kepolisian juga sudah berusaha untuk meringkus jaringan narkoba di Bali. Bahkan, setiap minggu selalu ada jaringan narkoba yang tertangkap."
Untuk menemukan jaringan narkoba, tidak semudah menangkap pencuri. Sebab, para pengguna maupun pengedar saling menjaga rahasia.
"Mereka ini diam-diam, tidak ada yang terbuka, sebab taruhannya nyawa. Semisal satu pengguna narkoba itu kami tangkap, belum tentu dia mengatakan dapat barang itu dari mana," ujarnya.
Menurutnya, untuk memberantas narkoba diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak BNN untuk memberantas peredaran narkoba di Bali." (sindonews)
Maraknya kasus narkoba selama ini dikarenakan jaringan narkoba di Bali semakin kuat. Bali merupakan daerah wisata sehingga menjadi sasaran empuk bagi pengedar narkoba. Bahkan, banyak warga negara asing yang menyelundupkan narkoba ke Bali.
"Saat ini kasus narkoba di Bali sangat meresahkan, bisa dibilang Bali juga daerah darurat narkoba," terangnya di Denpasar, Jumat (30/1/2015).
Menurutnya, sejauh ini pihak Kementerian Hukum dan HAM Bali berusaha memutus jaringan narkoba yang ada di Lapas Kerobokan.
Para napi narkoba di LP Kerobokan itu akan dipindahkan ke rumah tahanan di Bangli yang merupakan rumah rehabilitasi narkoba.
"Tidak semua tersangka kasus narkoba yang ditangkap di Denpasar ditahan di LP Kerobokan, sebagian besar mereka kami tempatkan di LP-LP daerah lain," tuturnya.
Dia mengakui, orang-orang yang menjenguk tahanan di LP Kerobokan juga berusaha menyelundupkan narkoba. Cara yang digunakan adalah dengan memasukkan narkoba dalam air mineral, dalam makanan nasi bungkus, bahkan dalam jajanan pasar seperti lemper.
Sementara itu Wakapolda Bali Brigjen Pol I Nyoman Suryasta menjelaskan, Polda Bali juga berusaha memberantas jaringan narkoba.
"Kami dari pihak kepolisian juga sudah berusaha untuk meringkus jaringan narkoba di Bali. Bahkan, setiap minggu selalu ada jaringan narkoba yang tertangkap."
Untuk menemukan jaringan narkoba, tidak semudah menangkap pencuri. Sebab, para pengguna maupun pengedar saling menjaga rahasia.
"Mereka ini diam-diam, tidak ada yang terbuka, sebab taruhannya nyawa. Semisal satu pengguna narkoba itu kami tangkap, belum tentu dia mengatakan dapat barang itu dari mana," ujarnya.
Menurutnya, untuk memberantas narkoba diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak BNN untuk memberantas peredaran narkoba di Bali." (sindonews)
Bali - Narkoba
LokalZone - Pemilik satu unit apartemen The Capital Regency, Supriansyah diminta
penyidik Bareskrim Polri, memberikan keterangan sebagai saksi dalam
aduan kasus 'Rumah Kaca Abraham Samad'. Supriansyah merasa terganggu
dengan panggilan Bareskrim Polri.
"Saya enggak tahu kalau pertemuan itu berbuntut seperti ini. Saya jadi susah, banyak kegiatan saya terbengkalai dengan menghadiri panggilan polisi ini. Saya dipanggil sebagai saksi," ujar Supriansyah di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2015).
Supriansyah menuturkan, Abraham Samad meminjam satu unit apartemennya sekitar bulan Maret-April 2014. Namun, ia tak tahu perihal apa bahasan dalam pertemuan tersebut. "Saya tidak ikut pertemuannya karena bukan urusan saya. Kebetulan saya tinggal di apartemen SCBD. Kebetulan Pak Abraham orang Makassar sama dengan saya. Tiba-tiba Pak AS tanya, apa boleh saya bertemu temannya? Saya jawab boleh dong, masa tidak boleh" tuturnya.
Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, Muhamad Yusuf Sahide melaporkan Ketua KPK Abraham Samad ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat Jumat 22 Januari 2015 lalu.
Berdasarkan laporan dalam surat pengaduan bernomor LP/75/I/2015/Bareskrim yang dilayangkan pada Jumat 22 Januari 2015, Yusuf menyebut Abraham Samad menjanjikan kemudahan perkara hukum yang tengah disidik KPK berkaitan dengan Emir Moeis.
Laporan ini berbekal dua saksi, yakni Plt Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan pengacaranya, serta tulisan berjudul Rumah Kaca Abraham Samad di sebuah blog.
Hasto Kristiyanto mengaku sudah bertemu Samad sebanyak enam kali. Di pertemuan awal, Hasto mengaku kaget. Itu karena Samad mengatakan berkat dirinya, hukuman seorang kader PDI Perjuangan yang terjerat kasus korupsi relatif ringan. Diduga yang dimaksud Samad adalah Emir Moeis yang divonis tiga tahun penjara.
"Ada saksi hidup yang menyertai saya. (Mendengar pernyataan Samad itu) ada kekagetan dalam diri saya," kata Hasto kepada Metro TV, Kamis 22 Januari lalu.
"Saya enggak tahu kalau pertemuan itu berbuntut seperti ini. Saya jadi susah, banyak kegiatan saya terbengkalai dengan menghadiri panggilan polisi ini. Saya dipanggil sebagai saksi," ujar Supriansyah di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2015).
Supriansyah menuturkan, Abraham Samad meminjam satu unit apartemennya sekitar bulan Maret-April 2014. Namun, ia tak tahu perihal apa bahasan dalam pertemuan tersebut. "Saya tidak ikut pertemuannya karena bukan urusan saya. Kebetulan saya tinggal di apartemen SCBD. Kebetulan Pak Abraham orang Makassar sama dengan saya. Tiba-tiba Pak AS tanya, apa boleh saya bertemu temannya? Saya jawab boleh dong, masa tidak boleh" tuturnya.
Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, Muhamad Yusuf Sahide melaporkan Ketua KPK Abraham Samad ke Bareskrim Mabes Polri, Jumat Jumat 22 Januari 2015 lalu.
Berdasarkan laporan dalam surat pengaduan bernomor LP/75/I/2015/Bareskrim yang dilayangkan pada Jumat 22 Januari 2015, Yusuf menyebut Abraham Samad menjanjikan kemudahan perkara hukum yang tengah disidik KPK berkaitan dengan Emir Moeis.
Laporan ini berbekal dua saksi, yakni Plt Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan pengacaranya, serta tulisan berjudul Rumah Kaca Abraham Samad di sebuah blog.
Hasto Kristiyanto mengaku sudah bertemu Samad sebanyak enam kali. Di pertemuan awal, Hasto mengaku kaget. Itu karena Samad mengatakan berkat dirinya, hukuman seorang kader PDI Perjuangan yang terjerat kasus korupsi relatif ringan. Diduga yang dimaksud Samad adalah Emir Moeis yang divonis tiga tahun penjara.
"Ada saksi hidup yang menyertai saya. (Mendengar pernyataan Samad itu) ada kekagetan dalam diri saya," kata Hasto kepada Metro TV, Kamis 22 Januari lalu.
Hukum - Nasional - Politik
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)








