Lokalzone - Nasib apes menimpa seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Singaraja, pasalnya saat sedang asik berduaan di kost pacarnya tanpa sadar sepeda motor yang digunakannya dibawa kabur orang yang tidak dikenal.
Kejadian tersebut bermula dari korban, Pande Komang Sinar (24) pada hari minggu (9/11/2014) jalan-jalan dengan sang pacar dan pulang menuju rumah kost pacarnya di Jalan Abimanyu, Singaraja pukul 22.00 wita. Lantaran kelelahan korban menginap di kost tersebut dengan memarkir sepeda motornya di luar halaman rumah kost dan ditinggal tidur.
Namun saat terbangun keesokan harinya, Senin ( 10/11/2014) sepeda motor Vario Techno warna hitam DK 4684 MQ miliknya ternyata sudah raib dari tempat semula diparkir. "Berdasarkan laporan korban, sepeda motor diparkir diluar halaman dalam keadaan kunci masih nyantol sehingga memudahkan pelaku membawa kabur," ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra membenarkan kejadian tersebut, Selasa (11/11/2014) di Mapolres Buleleng.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp 16 juta dan Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan atas kasus curanmor tersebut.
Buleleng - Curanmor
Lokalzone - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat, produksi padi di
wilayah itu mengalami penurunan 17.172 ton, atau 1,95 persen dari
882.920 ton gabah kering giling (GKG) tahun lalu menjadi 864.920 ton
tahun ini.
"Penurunan produksi itu akibat berkurangnya luas panen dan pengaruh
musim kemarau," kata Kepala BPS Provinsi Bali Panusunan Siregar di
Denpasar, Minggu (9/11/2014) kemarin.
Dia menjelaskan, berkurangnya luas panen yang mencapai 6.704 hektare
sebagai akibat penundaan tanam karena adanya perbaikan sarana irigasi di
wilayah Kabupaten Badung dan Kabupaten Klungkung.
Selain itu, ada tanaman puso sebagai akibat musim kemarau, sehingga tanaman padi tidak mendapat pengairan sebagaimana mestinya.
Seluas 119 hektare tanaman padi di Bali mengalami gagal panen (puso)
dari total lahan pertanian yang mengalami kekeringan seluas 425,42
hektare hingga pertengahan September 2014.
Intensitas kekeringan paling luas terjadi di wilayah Kabupaten
Buleleng yakni 228,92 hektare, menyusul Tabanan seluas 101 hektare,
Jembrana 87,5 hektare dan Kota Denpasar delapan hektare.
Bali - Buleleng
Lokalzone - Nasib nahas menimpa seorang bule asal Australia dijalan raya Singaraja - Seririt KM 13-14 Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, lantaran sepeda motornya mengalami out of control hingga menyebabkannya meninggal dunia.
Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh di Mapolres Buleleng, Senin (10/11/2014) kejadian tersebut bermula dari korban, Austin Joseph Ryan (70) paspor n9292622 yang beralamat di Banjar Dinas Lebah Margi, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, mengendari sepeda motor Kymco DK 5055 VU pada akhir pekan lalu dari arah barat menuju ketimur seorang diri tiba-tiba mengalami slip dan tidak bisa menguasai sepeda motornya hingga terjatuh.
Usaha pemberian pertolongan sempat diberikan kepada Ryan, bahkan hingga dirujuk ke Rumah Sakit Denpasar. Namun apadaya upaya tersebut tidak berhasil dan Ryan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut.
Buleleng - Laka Lantas
Lokalzone - Petugas desa adat Kuta, Bali hari ini, Minggu (9/11/2014) berhasil
menggerebek gudang produksi mushroom atau jamur kotoran sapi yang
dikenal kerap membuat teler para wisatawan saat berlibur di Pulau Bali.
Terkuaknya usaha produksi minuman memabukkan di sebuah gudang wilayah
Kuta, berawal dari sidak kependudukan yang dilakukan secara rutin oleh
petugas desa Adat Kuta.
Gudang seluas 3 are yang seluruhnya berisi tanaman jamur 'mushroom'
itu ternyata dikontrak 3 orang yang tidak memiliki ijin tinggal
sementara. Petugas adat akhirnya meminta identitas ketiga orang
laki-laki yang seluruhnya berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Anehnya, petugas desa yang melakukan pengecekan ternyata gudang
musroom tersebut tidak masuk dalam data desa jika gudang tersebut
dikontrakkan.
"Mushroom atau jamur dari olahan kotoran sapi ini sudah siap panen.
Gudang seluas 3 are, seluruhnya berisi tanaman mushroom," Kata Dewa Made
Oka, Kelian Adat Banjar Jabe Jero Kuta, Minggu 9 November 2014.
Dari keterangan ketiga pelaku tersebut, dirinya sudah lebih dari 2
tahun berbisnis jualan mushoorm di wilayah kampung turis itu. Namun, ia
mengakui baru tiga bulan mulai menanam jamur kotoran sapi di gudang
dengan lahan seluas 3 are lingkungan Jaba jero Kuta.
Sementara itu, Komandan Peleton Hansip Kelurahan Kuta, Made Suardana
menyatakan jika Desa Adat Kuta menolak keras adanya mushroom untuk
dikonsumsi wisatawan karena itu setara dengan narkoba.
"Wisatawan kalau mengkonsumsi mushroom bisa sampai telanjang bulat
tak sadarkan diri. Bahkan kerap turis naik ke atas genteng dan susah
kalau diajak turun dan melempar genteng ketika mereka hendak diajak
turun. Dampak negatif musroom sangat besar bagi Kuta, jika mushroom
tetap dilegalkan," tegasnya.
Untuk pengembangan lebih lanjut, ketiga orang tanpa identitas itu kini dilimpahkan ke Polsek Kuta untuk dilakukan penyelidikan. (bb)
Bali
Lokalzone - Fosil pertama dinosaurus jenis amfibi dari ichthyosaurus ditemukan di
Cina oleh tim penelitian dari University of California Davis. Penemuan
ini membuktikan dinosaurus tersebut merupakan nenek moyang lumba-lumba.
Temuan ini dimuat dalam jurnal Nature pekan ini.
Ryosuke Motani, profesor di Departemen Kebumian dan Ilmu Planet UC Davis, mengatakan fosil ini merupakan siklus yang hilang dalam rantai evolusi ichthyosaurus. “Sampai saat ini belum ada fosil yang menandai masa transisi reptil darat menjadi amfibi air,” ujarnya seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat, 7 November 2014.
Motani, yang memimpin penelitian, dan timnya menemukan fosil ini di Provinsi Anhui, Cina. Dia menduga ichthyosaurus hidup sekitar 248 juta tahun lalu, atau semasa dengan periode Triassic.
Ryosuke Motani, profesor di Departemen Kebumian dan Ilmu Planet UC Davis, mengatakan fosil ini merupakan siklus yang hilang dalam rantai evolusi ichthyosaurus. “Sampai saat ini belum ada fosil yang menandai masa transisi reptil darat menjadi amfibi air,” ujarnya seperti dikutip dari Sciencedaily, Jumat, 7 November 2014.
Motani, yang memimpin penelitian, dan timnya menemukan fosil ini di Provinsi Anhui, Cina. Dia menduga ichthyosaurus hidup sekitar 248 juta tahun lalu, atau semasa dengan periode Triassic.
Dalam jurnal tersebut, Motani menulis fosil ichthyosaurus ini memiliki karakteristik yang luar biasa. Hewan tersebut, menurut dia, memiliki sirip fleksibel. Sirip tersebut seperti lengan yang dapat digunakan di darat. “Paruhnya tidak memanjang seperti moncong, tapi pendek seperti hewan darat.”
Hewan ini, Motani menambahkan, memiliki tulang lebih tebal dibandingkan fosil ichthyosaurus yang pernah ditemukan sebelumnya. Kondisi ini, menurut dia, mendukung teori tentang reptil darat yang beralih ke laut.
Implikasi studi ini, Motani mengklaim, melampaui teori evolusi. Hewan ini hidup sekitar 4 juta tahun setelah kepunahan massal terburuk dalam sejarah Planet Bumi.
Proses pemulihan kembali hewan dari bencana tersebut masih menjadi misteri bagi para ilmuwan, khususnya para paleontologi. Temuan fosil ini, kata Motani, dapat sedikit mengupas misteri tersebut.
Buleleng - Internasional
Langganan:
Postingan (Atom)











