Lokalzone - Buser Polres Buleleng kembali mengamankan seorang pelaku curanmor, bahkan lantaran mencoba kabur timah panas terpaksa disarangkan pada bagian kaki pelaku yang diketahui masuk dalam jaringan antar Kabupaten.
Berdasarkan keterangan pers yang diberikan Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra, SH, Minggu (25/5/2014) mengatakan hasil pengungkapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyelidikan Polisi terkait Operasi dengan sandi Jaran 2014 yang memang menyasar sejumlah pencurian.
"Ini merupakan hasil Operasi Jaran Polres Buleleng, berdasarkan penyelidikan curanmor di Jalak Putih yang terjadi pada tanggal 28 Pebruari lalu kami berhasil menangkap Gatot Setiawan alias Iwan (27)," papar Agus Widarma.
Sebelumnya Satuan Reskrim Polres Buleleng melakukan penyelidikan curanmor hingga ke Kintamani, Kabupaten Bangli dan mengarah kepada Iwan yang akhirnya mengakui mengambil sepeda motor pada sebuah rumah kost di Jalan Pulau Batam, Desa Banyuning dan juga di sejumlah tempat lainnya di Singaraja. Rupanya dengan berbekal keahliannya sebagai tukang kunci membuat iwan leluasa menjalankan aksinya.
Iwan yang yang diketahui merupakan komploton spesialis curanmor antar Kabupaten ini terpaksa dihadiahi sebuah peluru pada bagian kaki kanan lantaran dalam pengembangan kasus tersebut mencoba kabur dari Polisi.
"Dari hasil penyelidikan sementara pelaku membawa keluar sejumlah hasil curian keluar Kabupaten seperti Karangasem, Bangli dan Denpasar. Mengenai penembakan terpaksa kami lakukan karena pelaku berniat kabur, mungkin karena ketakutan," ungkap Kasat Reskrim AKP Ketut Adnyana TJ.
Iwan sendiri mengaku mulai mencuri sejak delapan bulan yang lalu, sedangkan hasil curiannya dijual dengan kisaran harga Rp 2 - 3,5 Juta dan digunakan untuk biaya menikah.
Akibat perbuataanya kini Iwan dijerat dengan pasal 363 KUHP dan diancam hukuman selama 7 tahun penjara sedangkan salah seorang temannya berinisial A menjadi DPO Polisi.
Hingga saat ini 18 buah unit sepeda motor masih diamankan di Mapolres Buleleng, 10 buah sudah diketahui TKP'nya sedangkan 8 sisanya belum diketahui dan diduga merupakan hasil curanmor di luar Kabupaten Buleleng sehingga perlu kerja sama dengan Polda maupun Polres lain untuk mengungkapnya. "kita sudah berkoordinasi dengan Polda dan Polres lain terkait hasil curian dan juga seorang pelaku yang masih DPO," kata Adnyana TJ.
Buleleng - Curanmor - Ungkap Kasus
Lokalzone - Sebuah aksi pencurian menyasar Kantor PMI Kabupaten Buleleng yang terletak di Jalan Yudistira No. 13 Singaraja yang mengakibatkan sejumlah barang elektronik raib digondol maling.
Berdasarkan keterangan Daud Puji Raharjo (29) kepada Polisi, pencurian tersebut terjadi pada hari Jumat (23/5/2014) dini hari. Pelaku juga diketahui mengambil sejumlah barang seperti dua buah laptop, satu samsung tablet, satu buah Handphone, helm ink fredoom beserta uang tunai Rp 300 ribu.
Dari hasil penyelidikan sementara oleh pihak Kepolisian, diduga pelaku masuk dengan cara membuka jendela yang tidak terkunci yang terletak pada bagian samping pintu belakang, sehingga dengan mudah membuka pintu yang dikunci dari dalam.
Akibat kejadian tersebut PMI Buleleng diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp 13.700.000 dan saat ini kasusnya masih dalam penanganan dari satuan Reskrim Polres Buleleng.
Buleleng - Pencurian
Lokalzone - Dalam rangka Operasi Simpatik Agung 2014, jajaran Polres Buleleng Buleleng tidak hanya melaksanakan kegiatan pemberian edukasi tentang pentingnya keamanan dalam berkendaraan baik kesekolah maupun kampus tetapi sejumlah razia juga digelar untuk menemukan beberapa pelanggar. uniknya selama operasi para pelanggar yang masih bisa ditolelir hanya diberi teguran simpatik bahkan ada yang diberi hadiah.
Hal ini nampak dalam giat Razia yang dilakukan Satuan Lantas Polres Buleleng, Jumat (23/5/2014) di seputaran Jalan Dipogoro Singaraja dimana beberapa orang pelanggar yang mengunakan helm Pogo dan tidak sesuai dengan
standar nasional malah diberi helm.
Karena kegiatan ini banyak yang menilai positif giat razia yang dilakukan oleh Polisi mengingat tindakan humanis yang lebih ditekankan oleh aparat dengan memberikan teguran simpatik. "Senang, kebetulan saya memakai helm
ini, tadi ditegur dan diberi helm, maunya ganti helm dan pas lewat
disini ada rahasia diberi hem," ungkap Arie Lestari yang kebetulan terjerat.
Walau demikian ada beberapa pelanggaran yang sepertinya tidak dapat ditolerir oleh aparat. Tercatat Sat Lantas Polres Buleleng memberikan 56 teguran sekaligus
lembaran simpatik terhadap penguna jalan khususnya sepeda motor, selain
itu juga melakukan tindakan langsung atau tilang terhadap Sembilan
pengendara sepeda motor yang diantaranya mengunakan knalpot brong dan
sepeda motor dalam kondisi tidal lengkap.
Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP. I
Nengah Patrem mengatakan, dalam operasi simpatik agung itu, polisi akan
mengedepan upaya peringatan secara dini, “Penindakan terhadap
pelanggaran juga disesuaikan dengan katagori tertentu, ada yang ringan,
sedang dan berat, nah yang katagori berat ini kita langsung lakukan
tilang,” tegas Patrem.
Buleleng
Lokalzone - Untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas yang akhir-akhir ini sempat meningkat dan sebagai antisipasi peningkatan arus lalu lintas selama hari raya Galungan dan Kuningan Jajaran Polres Buleleng melaksanakan operasi Simpatik yang menyasar pengguna kendaraan bermotor.
Operasi ini dimulai sejak hari ini, Senin (19/5/2014) dan rencanannya akan dilaksanakan selama dua puluh satu hari dengan melibatkan 100 orang personil inti dengan di backup dari polsek-polsek jajaran dimulai dengan membagikan sejumlah brosur yang berisi pesan-pesan keamanan berkedaraan di seputaran jalan Pramuka Singaraja yang dipimpin langsung Kasat Lantas AKP I Nengah Patrem.
Khusus terhadap para pelajar sepertinya pihak Kepolisian lebih cenderung untuk mengedepankan tindakan preemtif dengan memberikan edukasi ke sekolah maupun kampus. "Untuk pelajar sesuai arahan Kapolri kami melaksanakan Police go to school baik ke sekolah maupun kampus untuk memberikan edukasi terkait prilaku dan disiplin dalam mentaati peraturan lalu lintas," papar Wakapolres Kompol Bima Aria Viyasa di Mapolres Buleleng.
Pihaknya juga mengungkapkan tidak ada perlakuan istimewa terhadap pelajar mengingat penengakan hukum harus tetap dilaksanakan terhadap seluruh warga negara, meski demikian tindakan hukum adalah langkah terakhir yang akan diambil.
"Kami sebagai aparat mengerti bahwa penegakan hukum itu merupakan langkah yang keseribu satu, dan yang terpenting adalah kesadaran dari masyarakatnya," kata Bima.
Buleleng
Lokalzone - Adanya dugaan bocoran jawaban ujian nasional (UN) beberapa waktu lalu nampaknya menjadi salah satu agenda dalam pemeriksaan Polres Buleleng. Namun demikian keaslian dari kunci jawaban tersebut masih belum bisa dibuktikan, pasalnya pihak kepolisian masih berupaya untuk membandingkan kunci jawaban UN yang asli dengan kunci jawaban yang beredar.
Sampai saat ini Sat Reskrim Polres Buleleng masih mengumpulkan sejumlah bukti-bukti dan saksi di lapangan, meskipun demikian masih belum ada pihak yang dipanggil untuk memberikan keterangan secara resmi.
"Kasus Bocoran UN masih dalam lidik, kasus ini agak sulit karena sumber kunci jawaban pertama belum diketahui. Saat ini kita sedang menbandingkan antara kunci jawaban yang beredar dan yang asli, apakah ini merupakan kunci jawaban untung-untungan, asli atau memang disebarkan secara sistematis," ungkap Kapolres Beny Arjanto disela-sela memantau pengamanan Hari Raya Waisak, Kamis (15/5/2014).
Indikasi adanya bocoran kunci jawaban tersebut ditemukan di beberapa sekolah di Buleleng dengan jumlah mencapai puluhan. Namun demikian hungga saat ini belum diketahui keaslian dari kunci jawaban tersebut.
Buleleng
Langganan:
Postingan (Atom)








