Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Subak adalah warisan leluhur kita sebagai masyarakat  Bali yang kita  warisi hingga saat ini Subak juga dikenal dimanca Negara sebagai sistim pembagian air dalam Pola pertanian di Bali yang saat ini Subak di Bali  sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

Dengan berkembangnya jaman dan  situasi dalam kehidupan social diMasyarakat sehingga lahirlah Subak Abian yaitu Subak tidak hanya dipertanian yang menyangkut pengairan disawah juga perkumpulan petani kebun   menjadi Subak sehingga pada tanggal 22 April 1991 lahirlah Subak Abian Sangkanbhogana di Desa Nagasepaha, Kecamatan dan Kabupaten Buleleng.

Subak Abian sangkan bhogana Desa Nagasepaha dengan jumlah anggotanya sebanyak 46 orang dengan luas garapan sekitar 45 Ha dengan batas-batas sebelah Timur Desa Pegadungan, sebelah selatan Desa Padangbulia, sebelah Barat Desa Padangbulia, dan di sebelah utaranya Desa Petandakan.

Struktur organisasi Subak Abian Sangkanbhogana Desa Nagasepaha :
  1. Pelindung : Kelian Desa Adat Nagasepaha (I Gusti Ngurah Supena)
  2. Pemangku : I Ketut Redana
  3. Kelian Subak Abian : I Putu Sumardika
  4. Sekretaris : I Gede Ardika
  5. Bendahara : I Nyoman Subaya
Lokalzone - Dipicu suara musik keras dimalam hari warga Banjar Dinas Sekar, Kecamatan Banjar bentrok dengan saling lempar batu hingga berujung saling lapor ke Polisi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada pada malam hari sekitar pukul 23.00 wita yang dipicu suara musik keras dari rumah Jung Hong (46). Akibatnya tiga warga lainnya yakni Gede Intaryadi alias Yabog, Komang Adi Wisnawa, dan Kadek Cuplis datang menghampiri seraya menegurnya untuk mengecilkan suara musik dan langsung dijawab oleh Jung Hong "ini masih jam berapa".

Jawaban Jung Hong sepertinya memancing kesalahpahaman sehingga berujung aksi saling lempar menggunakan batu dan kayu yang mengakibatkan kedua belah pihak mengalami luka-luka serta kerusakan pada rumah dan kendaraan milik Jung Hong.

Sedangkan dari pihak Kepolisian yang menerima laporan dari kedua belah pihak yang bertikai mengungkapkan kasus tersebut akan ditindaklanjuti secara terpisah. "Kasusnya kita split, laporan yang satu si A jadi korban sedang B jadi pelaku dalam laporan yang lainnya terbalik. Jadi setiap orang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," ungkap Agus Widarma Putra selaku Kasubbag Humas Polres Buleleng, Kamis (03/04/2014) di Mapolres Buleleng.

Terkait kejadian tersebut hingga saat ini pihak Kepolisian telah menerima 2 laporan pengaduan berupa Pengerusakan dan Penganiayaan dengan korban Jung Hong dan 3 orang menjadi pelaku, serta laporan pengaduan Penganiayaan dengan korban Komang Adi Wisnawa dan Jung Hong sebagai pelakunya.
- -
Lokalzone - Sudah bukan rahasia lagi jika penggunaan kenalpot brong kerap memancing kesalahpahaman dan tindak kekerasan terlebih dikalangan anak muda. Bahkan kali ini seorang pemuda terpaksa menjadi bulan-bulanan hanya karena diduga mengenal seseorang pengendara sepeda motor yang menggunakan kenalpot brong yang kebetulan melintas di jalan.

Aksi kekerasan yang menimpa  Putu Jaka Anjasmara (14) dipicu kesalahpahaman ketika sedang bermain bersama temannya di pinggir jalan yang kebetulan dilalui seseorang yang menggunakan sepeda motor dengan menggunakan kenalpot brong. Tidak lama kemudian datang pelaku yang diketahui bernama Moyot (26) yang beralamat di Jalan P. Obi Kelurahan Banyuning menanyakan identitas pengendara sepeda motor tersebut.

Rupanya jawaban Jaka yang menyatakan tidak mengenal pengendara tersebut tidak diterima Moyot dan langsung menendang sebanyak dua kali yang mengenai bagian dada Jaka. Aksi kejar-kejaran pun terjadi saat Jaka lari menuju Jalan P. Obi Banyuning dan ketika tersusul dirinya kembali dipukul secara bertubi-tubi pada bagian wajah dan dada.

Aksi Moyot rupanya tidak berhenti disana, dengan perasaan jengah dia merampas motor Jaka dan dipaksa berkeliling kota untuk mencari pengendara sepeda motor berkenalpot brong tersebut dengan dibonceng oleh Moyot. Lantaran tidak menemukan hasil Jaka kembali dipukul secara bertubi-tubi pada bagian wajah dan dada serta diinjak-injak di Desa Sambangan.

Akibat Penganiayaan tersebut Jaka mengalami luka pada bagian bibir, memar pada bagian dada yang juga disertai rasa sakit. Tidak terima dengan ulah Moyot, pada hari itu juga Ibu Jaka langsung mendatangi Mapolres Buleleng guna melaporkan penganiayaan yang menimpa anaknya.

"Kejadiannya dipicu kesalahpahaman karena korban dianggap mengetahui identitas pengguna sepeda motor berkenalpot brong yang kebetulan lewat dijalan. Saat ini kasusnya masih ditindak lanjuti Unit Reskrim dengan memeriksa sejumlah saksi disertai visum dari medis," papar Agus Widarma Putra selaku Kasubbag Humas Polres Buleleng, Kamis (03/04/2014).
-
Lokalzone - Hanya karena ketersinggungan saat berpapasan menggunakan sepeda motor seorang pemuda warga Desa Suwug Kecamatan Sawan dianiaya dipinggir jalan Desa Kerobokan. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, diketahui kejadian tersebut berawal ketika korban, I Ketut Suarjana (24) yang mengendarai sepeda motor berpapasan dengan Nyoman Ariasa alias Yet (30) san saling beradu tatap mata.

Diduga lantaran tersinggung Yet langsung mengentikan sepeda motornya dan berkata “ngengken cai ngeneng neng awake“, yang diserta dengan melayangkan dua buah pukulan kearah wajah Suarjana.

Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra ketika dikonfirmasi, Kamis (03/04/2014) mengungkapkan aksi penganiayaan tersebut dipicu lantaran salah paham semata. "Sesuai dengan laporan korban kejadiannya hari senin lalu dan dipicu masalah sepele adu tatap mata saat berpapasan dijalan," papar Agus.

Akibat dua pukulan tersebut Suarjana mengalami luka robek pada bagian bibir serta sara sakit pada bagian pipi kanan. Tidak terima dengan ulah Yet, Suarjana akhirnya melaporkan aksi kekerasan yang menimpanya kepada Polisi dan saat ini sedang ditindak lanjuti dari oleh Unit Reskrim polsek Sawan.
-
Lokalzone - Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1936 yang jatuh pada tanggal 31 Maret 2014 (besok) nampaknya mendapatkan perhatian serius dari pihak Kepolisian. Hal ini nampak dari serangkaian penertiban mulai dari minuman keras, perjudian, meriam bambu, bahkan senjata tajam dan norkoba melalui sejumlah razia jalanan yang dilakukan serentak di pelosok Buleleng sejak awal bulan lalu. 

Adapun personil pengamanan akan dititikberatkan pada saat penggarakan ogoh-ogoh dan malam pengerupukan yang sering kali memicu sedikit gesekan antar warga termasuk bunyi petasan maupun lomloman yang dibunyikan dipinggir jalan.

Sedangkan pada saat perayaan Nyepi besok pengamanannya lebih ditekankan dilakukan oleh pecalang, Polri sebagai penegak Hukum dibebaskan untuk melaksanakan tugasnya keluar mako.

"Polri pada hari H memang berada di dalam mako, tetapi apabila terjadi tindak pidana diluar, kami sudah berkoordinasi dengan tokoh adat dan tokoh agama karena tugas kami diberi keleluasaan untuk bisa menindak lanjuti laporan masyarakat di luar," papar Beny Arjanto selaku Kapolres Buleleng saat bincang-bincang ringan di ruang kerjanya.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Buleleng juga memberikan himbauan khususnya kepada para pemuda yang nantinya akan mengarak ogoh-ogoh supaya tidak mengkonsumsi minuman keras karena bisa memicu kesalahpahaman maupun tindak kekerasan yang nantinya dapat mencederai perayaan suci ini.