Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone -  Seorang pencuri yang membobol sebuah rumah di Desa Panji akhirnya ditangkap Polisi setelah melakukan penelusuran dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi yang akhirnya menjurus kepada pelaku,  Gede Budi Adnyana alias Dudi (34) karena sering nangkring di lokasi sambil menjajakan bata. 

Berdasarkan release dari Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra didampingi Kasat Reskrim AKP Ketut Adnyana TJ, Kamis (20/03/2014). "Pelaku ditangkap berdasarkan keterangan salah satu saksi, hingga akhirnya unit opsnal Reskrim melakukan penahanan disertai barang bukti hasil pencurian tersebut," papar Agus Widarma.

Ketika ditanyakan kepada pelaku alasannya melakukan pencurian tersebut, Dudi mengaku lantaran tertekan dengan pembayaran cicilan hutangnya di bank yang mencapai Rp 30 juta.

Sedangkan berdasarkan keterangan Adnyana TJ diketahui bahwa pelaku sudah memantau rumah korban sebelum beraksi, "Salah satu modus pelaku dengan memantau rumah korban terlebih dulu, setelah kosong baru masuk" ungkapnya.

Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti berupa : 2 kalung emas, 1 cincin permata kuning, 1 cincin emas bermata biru bulu safir, 2 cincin emas permata putih, 4 liontin, 1 sumpel berlian, 1 sumpel celuk, 2 set sumpel permata putih, 1 sumpel mutiara, 1 jam tangan, 1 HP merek Blackberry putih, 1 HP merek Smart, 1 Tablet samsung, 1 buah tas kecil, dan uang tunai sebesar Rp 7.500.000,- dengan total kerugian mencapai Rp 30 juta.

Akibat perbuatannya kini Dudi dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
- -
Lokalzone - Ada saja ulah penipu untuk membohongi orang supaya diberikan sejumlah uang dengan sukarela. Bahkan mengatasnamakan sumbangan renovasi Pura pun dilakukan mengingat banyak umat yang rela menyumbangankan sejumlah uang tanpa berpikir panjang. 

Aksi penipuan ini tergolong apik dan terencana pasalnya sebelum melakukan aksinya, pelaku lebih dulu menyambangi Sekretariat PHDI Buleleng di Singaraja. Untuk menyakinkan pengurus PHDI Buleleng, kedua pelaku menunjukkan susunan Panitia Pembangunan Pura Ngesti Wungu Lumanajang, Jawa Timur. Mereka juga menunjukkan kartu tanda tugas dari pihak panitia, berisi foto diri mengenakan udeng layaknya orang Hindu.

Dengan membawa surat rekomendasi dari PHDI Buleleng dan kartu tanda tugas, Kedua pelaku baik Slamet Sugiarto (38) yang berasal dari Dusun Karangsari, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuuwangi, Jawa Timur dan M. Hison (49) dari Dusun Curah Banteng, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember, Jawa Timur melanjarkan aksinya dan berhasil mengunpulkan sumbangan sebanyak Rp 11.339.000,- dari perorangan maupun kantor Instansi di Kota Singaraja.

Polisi mulai mencium modus pelaku ketika mendapat informasi dari masyarakat karena terdapat kejanggalan di dalam penyusunan panitian pembangunan Pura Ngesti Wunguyang dibawa keduaanya. Cek dan ricek dari unit Reskrim Polsek Singaraja ke Lumajang ternyata pembangunan yang dimaksud dalam proposal juga tidak ada.

"Saat kami datangi ke Lumajang, ternyata puranya sudah selesai direhab dan tidak ada permintaan sumbangan melalui proposal. ini jelas penipuan,” ungkap Kompol Agung Purnama selaku Kapolsek Singaraja, Senin (17/03/2014).

Alhasil keduannya di tanggap di tempat yang berbeda dan kini diamankan di Mapolsek Singaraja guna pengusutan lebih lanjut. 

Dalam penyidikan oleh Kepolisian diketahui uang hasil penipuan tersebut sebanyak Rp 8 juta sudah digunakan untuk kebutuhan hidup selama di Bali, bahkan keduanya tetap bersikukuh hanya membantu penggalangan dana punia atas permintaan seseorang yang bernama Suto Suwijo di Lumajang.
- -
Lokalzone - Sejumlah aksi curanmor di Kabupaten Buleleng sepertinya mulai menemui titik terang, pasalnya dari hasil penyelidikan, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku yang akhirnya mengantarkan pada penyitaan 11 sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan. 

Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ, Minggu (06/03/2014) di Mapolres Buleleng, pelaku atas nama Kadek Saraswatika alias Bobo (24) berhasil diendus Polisi lantaran menggadaikan dua sepeda motor hasil curiannya kepada Nyoman Damek (43) yang beralamat di Desa Sidatapa.

"Sementara pelaku hanya mengakui dua sepeda motor hasil curiannya, tetapi kami masih melakukan penyelidikan mengingat BB yang kami dapatkan sebanyak 11 unit," papar Adnyana TJ.

Dengan banyaknya barang bukti yang disita, Mapolres Buleleng sudah bersurat kepada Polres lain mengingat tidak menutup kemungkinan sepeda motor tersebut juga merupakan hasil tindak kejahatan di daerah lain.

Bahkan lantaran berusaha kabur ketika dilakukan pengembangan di daerah Banyuning Polisi terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas. "Kami terpaksa melakukan penembakan, dan itu sudah sesuai protap dengan memberikan tembakan peringatan terlebih dulu," ungkap Adnyana TJ.

Akibat perbuatannya itu kini Bobo dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
- -
Lokalzone - Dua Belas Partai Politik dan Calon DPD menandatangani kesepakatan damai untuk Pemilu 2014 dalam Deklarasi Kampanye Berintegritas “Suara Untuk Indonesia” di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja untuk Mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil demi menjungjung nilai-nilai dekokratisasi Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, serta menciptakan Pemilu yang aman di Buleleng.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng, Sabtu (15/3/2014) bersama 12 Parpol dan 3 Calon DPD melakukan kesepakatan melalui Deklarasi Kampanye Berintegritas “Suara Untuk Indonesia”. 12 Pimpinan Parpol peserta Pemilu seluruhnya hadir dan melakukan penandatanganan, sedangkan tiga Calon DPD, diantaranya Dewa Putu Budarsa, I Gede Dharma Wijaya dan I Made Sundayana. Deklarasi itu juga disaksikan Jajaran Muspida Kabupaten Buleleng bersama Pimpinan DPRD Buleleng tanpa kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dan diwakili Asisten II Setda Buleleng, Nyoman Gede Suryawan.

“Kami, partai politk dan calon DPD Peserta Pemilu tahun 2014, dengan semnagat persatuan dan persaudaraan, menyatakan siap menciptakan Pemilu yang aman, tertib, damai, berkualitas dan berintegritas demi terwujudnya kemajuan kesejahteraan bangsa serta terpeliharanya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR). Kami, partai politk dan calon DPD Peserta Pemilu tahun 2014 menyatakan siap untuk mewujudkan pemilu yang jujur dan adil demi menjungjung nilai-nilai dekokratisasi Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” demikianlah petikan Deklarasi yang diucapkan Ketua KPU Buleleng dan diikuti para peserta Pemilu.

Dalam penandatanganan kesepakatan itu, Calon DPD I Made Sundayana tidak hadir, sedangkan Calon DPD I Gede Dharma Wijaya diwakili Relawannya, sementara Dewa Putu Budarsa, selain sebagai calon DPD juga menandatangani kesepakatan itu sebagai Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabupaten Buleleng.

Kegiatan Deklarasi Kampanye Berintegritas “Suara Untuk Indonesia” diakhiri dengan pelepasam burung merpati dan balon didepan Tugu Singa Ambara Raja hingga kemudian dilanjutkan dengan Karnaval berkeliling Kota Singaraja dengan mengunakan kendaraan bermotor. (bru)
Lokalzone - Pengamanan pemilu 2014 yang diawali dengan Pileg dan Pilres sepertinya mandapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Selain sudah memetakan potensi konflik aparat yang akan dilibatkan mencapai 1000 orang lebih.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres AKBP Beny Arjanto, seusai Apel Gelar Pasukan di lapangan Ngurah Rai / Taman Kota Singaraja, Jumat (14/03/2014). "Personil yg dilibatkan berjumlah 1000 orang lebih yang yang merupakan gabungan dari Polisi, TNI dan Pam Swakarsa," papar Beny Arjanto.

Dalam melakukan pengamanan nantinya Dalmas, Brimob dan TNI akan standby dan selalu siap membackup apabila eskalasi gangguan keamanan meningkat. Tidak hanya itu satu hari sebelum dan sesudah hari pencoblosan seluruh personil Polres Buleleng disiagakan tanpa kecuali mengingat tingkat kerawanan yang terjadi saat itu.

Sedang di tempat terpisah Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang juga sebagai Irup dalam Apel Gelar Pasukan Mantap Brata Agung 2014 itu meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan lebih selektif dalam menyaring informasi yang dihembuskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat Buleleng harus sadar, menciptakan suasana aman damai itu mahal sekali nilainya untuk itu perlu pemahaman dan kesadaran bersama,” tegas Bupati Pas.

Dalam Gelar Operasi tersebut juga ditampilkan atraksi show of force dengan melibatkan Polri, TNI, Sat Pol PP sampai dengan Pemadam kebakaran yang berkonvoi mengelilingi jalan seputar kota singaraja. "Ini merupakan kesiapsiagaan Polri, TNI, Pemkab serta peralatan dan kendaraan pendukung dalam mengamankan Pemilu 2014 nanti," papar Beny Arjanto.