Lokalzone - Untuk menjaga solidaritas dan sinergitas Polri, TNI, Kejaksaan, Pemkab, beserta penyelenggara pemilu 2014 baik KPU dan Panwaslu, Jumat (07/03/2014) di Mapolres Buleleng diselenggarakan olah raga bersama sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam memberikan rasa aman selama pesta Demokrasi 2014 yang segera akan berlangsung.
Kegiatan tersebut dimulai dengan acara jalan santai, disusul senang bersama yang secara spesial dipimpin oleh ketua Panwaslu Ni Ketut Ariyani di lapangan Polres Buleleng, dilanjutkan makan snack ringan bersama yang disertai pengundian ratusan hadiah doorprize dengan hadiah utama satu buah sepeda motor yamaha mio.
"Ini acaranya apel bukan, jalan santai bukan, olah raga juga bukan, campur-campur ini. Acara ini juga menjadi simbul sinergitas kita dan saya sangat berharap kegiatan ini tidak hanya terselenggara sebelum pemilu saja tetapi secara rutin bergantian, setelah ini giliran Pemkab," celoteh Bupati Putu Agus Suradnyana saat memberi sambutan.
Di tempat lain Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto ketika ditanyakan mengenai kesiapannya dalam mengamankan Kabupaten Buleleng dalam rangka pemilu 2014 mengungkapkan dirinya sudah mulai mempersiapkan pengamanan pada setiap tahapan pemilu nantinya.
"Kita sudah ploting personil yang akan ditempatkan pada setiap tahapan pemilu. Khusus pada tanggal 9 April kita akan di backup satu kompi BKO Brimob Polda Bali," papar Beny Arjanto.
Buleleng
Lokalzone - Hanya karena masalah sepele dua orang remaja di Desa Pedawa saling berjibaku, bahkan lantaran peristiwa tersbut satu orang mengalami luka akibat tusukan dan tebasan pisau dapur.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut bermula dari ejekan korban, Kadek Arta Dwi putra (18) kepada pelaku, Putu Darma (16) antara saat bermain sepak bola.
Setelah kejadian tersebut Darma pulang kerumah dan mengambil pisau dapur yang hendak digunakannya untuk mencari makanan babi. Siapa sangka dirinya justru bertemu Dwi Putra dalam perjalanan sehinga kalap dan langsung membacok nyasebanyak dua kali dengan pisau yang dibawanya.
Akibat kejadian tersebut Dwi Putra mengalami luka tusuk dan tergores pada bagian punggung. Tidak terima dengan kejadian tersebut dirinya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polisi.
Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustriada ditemui saat acara olah raga bersama di Mapolres Buleleng, Jumat (07/03/2014) membenarkan adanya laporan penusukan yang dilakukan oleh remaja di Desa Pedawa tersebut.
"Kejadiannya kemarin (Kamis, 06/03/2014) di Desa Pedawa, kami masih melakukan penyidikan dengan barang bukti berupa pisau dapur kecil yang digunakan untuk menyerang korban," papar Mustiada. (lz1)
"Kejadiannya kemarin (Kamis, 06/03/2014) di Desa Pedawa, kami masih melakukan penyidikan dengan barang bukti berupa pisau dapur kecil yang digunakan untuk menyerang korban," papar Mustiada. (lz1)
Buleleng - Penganiayaan
Lokalzone - Lantaran membawa kabur gadis remaja yang masih dibawah umur untuk dinikahi seorang remaja yang tinggal di Desa Tegallenge, Kecamatan Seririt kini harus berurusan dengan aparat Kepolisian, pasalnya orang tua si wanita yang tidak terima anaknya bibawa lari.
Ketut Sudika (49) pertama kali mengetahui anaknya, Ni Kadek L (17) menghilang dari rumahnya di Desa Tukad Sumaga, Kecamatan gerokgak pada hari Minggu (02/03/2014) sejak pagi hari.
Setelah menghilang seharian pada malam harinya sekitar pukul 23.00 wita Kepala Dusun Tegallenge mendatanginya sembari memberitahukan prihal perkawinan putrinya dengan I Ketut Suderda. Tidak Terima dengan perkawinan anaknya yang dilakukan secara diam-diam tanpa memohon persetujuannya akhirnya Sudika melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bueleleng.
Dikonfirmasi terkait adanya laporan tersebut, Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada, Jumat (07/03/2014) mengatakan dipicu lantaran ketersinggungan orang tua terhadap cara pelaku mengawini anaknya. "Ini dipicu karena tidak adanya komunikasi dari pelaku kepada orang tua korban, dan juga umur anaknya yang masih 17 tahun," papar Made Mustiada. (lz1)
Buleleng - Melarikan Gadis Dibawah Umur
Lokalzone - Polisi sebagai garda terdepan dalam rangka memberikan rasa aman bagi masyarakat untuk mengikuti Pemilu 2014 yang diawali dengan Pemilihan Legislatif serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tidak hanya dituntut untuk bisa mengendalikan masa yang anarkis tetapi juga personilnya ketika bergesekan dengan masyarakat.
Nampak dalam Simulasi pengendalian masa yang dilakukan di lapangan Mayor Metra Singaraja, Kamis (05/03/2014) personil Dalmas yang juga di backup anggota Polsek tidak hanya dituntut melakukan pengamanan kantor KPUD, Panwaslu, TPS, Surat Suara, maupun masyarakat yang tidak puas saja. Tetapi pasukan Dalmas yang merupakan ujung tombak dan yang paling sering bergesekan dengan masyarakat diawasi ketat oleh anggota Propam agar tidak terpancing dan emosional dalam bertugas.
"Kita memang dituntut untuk dapat mengendalikan masa sekaligus menjaga anggota kami (Dalmas) untuk tidak terpancing hingga melakukan kekerasan. Karena itu peran serta Propam sebagai pengawas pasukan sangat berperan penting," ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada di sela-sela acara olah raga bersama di Mapolres Buleleng, Jumat (07/03/2014).
Dengan adanya Propam dalam pasukan Dalmas diharapkan pelanggaran dari anggota Polri dapat ditekan mengingat situasi panas yang sering kali muncul lantaran gesekan dari masyarakat yang tidak puas akan hasil pemilu. (lz1)
Buleleng
Lokalzone - Dari hasil pertemuan yang digagas Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat, Kesbangpollinmas Kabupaten Bueleng, dalam rangka kegiatan Forum Komunikasi dan Konsultasi, Rabu (5/3/2014) di Hotel Banyualit. Berbagai komponen masyarakat di Buleleng yang tergabung dalam berbagai
Organisasi Kemasyaratan, Lembaga Swadaya Masyarakat, partai Politik dan
sejumlah Tokoh Masyarakat sepakat untuk menjaga kondusifitas Buleleng selama Pemilu 2014.
Bupati Agus Suradnyana selaku pembuka kegiatan tersebut berpesan agar dalam kegiatan kampanye para Caleg harus mampu memberikan pembelajaran politik yang cerdas kepada pemilih sehingga mampu terdidik dan tidak berpikir negatif terhadap kegiatan politi. “Idealnya para caleg harus menujukan kualitasnya pada saat kampanye sehingga darisana pemilih bisa menilai kualitas dari calon, berkualitas atau tidak untuk mewakili suara masyarakat,” papar Bupati.
Sedangkan Kapolres Buleleng AKBP Benny Arjanto yang juga menjadi narasumber kegiatan menyatakan pihaknya saat ini sudah memetakan daerah rawan konflik di Kabupaten Buleleng. Namun dirinya juga ini sangat berharap langkah preventif seperti kegiatan Forkomkon antar Partai Politik mampu menekan potensi konflik.
“Kita sudah polakan sistem pengamanan terpadu untuk menciptakan pesta politik yang sehat, besar harapan kita Partai politik dan Caleg mampu saling menjaga simpatisannya agar tidak memunculkan konfik“ Beny Arjanto seraya menambahkan harus siap menang dan kalah.
Buleleng - Politik
Langganan:
Postingan (Atom)








