Lokalzone - Jelang perhelatan pemilihan umum legeslatif (Pileg) tahun
2014, tiga Perwira di Jajaran Polres Buleleng kena mutasi. Dua orang diantaranya merupakan jabatan Kapolsek yakni Kapolsek Banjar AKP Made Sanjaya dan
Kapolsek Busungbiu AKP Hendrik Pradinatha. Selain Kapolsek, pada mutasi
kali ini, Kasat Intelkam Polres Buleleng Kompol Sudiro juga terkena
mutasi.
”Mutasi di lingkungan Polri, merupakan hal biasa. Selain promosi
jabatan, juga untuk kepentingan operasi pengamanan jelang pemilu tahun
2014,” tandas Kapolres AKBP Beny Arjanto SiK saat memimpin serah terima di Mapolres Buleleng, Selasa (04/03/2014).
Sesuai dengan Skep Kapolda Bali, Kapolsek Banjar AKP Made Sanjaya
mendapat tugas baru di Ditsabhara Polda Bali, dan posisinya digantikan
oleh AKP Hendrik Pradinatha yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek
Busungbiu. Jabatan Kapolsek Busungbiu, selanjutnya diisi oleh AKP Made
Sudirga yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit Sabhara Polsek Seririt. Jabatan Kasat Intel yang ditinggal AKP Sudiro, diisi AKP I Ketut Darmita
yang sebelumnya menjabat Panit I Subdit III Ditintelkam Polda Bali.
Sedangkan posisi Kasubbag Humas Polres Buleleng yang semula
dijabat Kasatpol Air Polres Buleleng, AKP Made Mustiada selaku pelaksana
tugas (Plt), kini dijabat oleh AKP Agus Widarma Putra yang sebelumnya bertugas di Mapolda Bali.
"Kepada pejabat baru saya harap sudah siap dengan tugas yang dibebankan, Pemilu sudah didepan mata tidak ada waktu untuk belajar, semua harus bisa beradaptasi dengan cepat," Kata Kapolres Buleleng kepada para pejabat baru.
Buleleng
Lokalzone - Dalam melakukan pengamanan terkait Pemilu 2014 yang dimulai dengan Pemilihan Legislatif serta diikuti Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden nantinya Kapolres Buleleng AKBP Beny Arjanto, SiK meminta seluruh personil untuk bertindak sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan (Jaklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) Polri.
Hal tersebut diungkapkannya saat membuka pelaksanaan Latihan Pra Operasi Mantap Brata Agung 2014, Selasa (04/03/2014) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Polisi sebagai garda terdepan dalam memberikan rasa aman selama pemilu nanti diharapkan tidak main-main dalam memberikan pengamanan mengingat Buleleng marupakan barometer keamanan di Bali.
Keberhasilan dalam melaksanaan pilkada dan pilgub lalu dengan aman tidak menjadi tolak ukur bahwa Pemilu 2014 ini akan berjalan aman dan landai. "Tidak ada anggota Polisi yang boleh underestimate kegiatan ini, jika dulu Pilgub kita hanya mengamankan 2 tim sukses calon sekarang ada banyak caleg dan tim sukses," papar Beny.
Kapolres Buleleng juga mewanti-wanti kepada anggotanya agar berani bertindak tegas apabila ada yang ingin mengacau Buleleng saat pemilu nanti.
"Buleleng masuk dalam zone merah, tapi Buleleng harus tetap aman apabila ada yang berani macam-macam di Buleleng kita sapu, kita harus tegas, harus berani, tidak ada Polisi bencong di Polres Buleleng," Teriak Beny Arjanto menyemangati personilnya.
Kegiatan ini rencanaya akan dilaksanakan selama empat hari dan sebagai penutup jajaran Polres Buleleng akan mengadakan simulasi terkait pengamanan masa dilapangan.
Buleleng
Lokalzone - Kasus persetubuhan anak kembali terjadi di Buleleng, Kali ini korbannya yang bahkan masih duduk di bangku kelas VI SD pada salah satu sekolah di Kecamatan Banjar diketahui pertama kali dirayu dan disetubuhi oleh pelaku yang sudah berumur 21 tahun pada saat Valentine, 14 Pebruari 2014 lalu.
Berdasarkan release dari Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Made Mustiada didampingi Kasat Reskrim AKP Ketut Adnyana TJ, Senin (03/03/2014) di Mapolres Buleleng, diketahui kejadian tersebut mencuat lantaran dilaporkan oleh orang tua korban, Komang MR (13) yang tidak terima lantaran anaknya yang masih SD disetubuhi oleh pelaku.
Pelaku yang belakangan diketahui bernama Komang Suartika alias Mang Tul (21) mengaku berkenalan dengan Komang MR melalui HP dan mulai pacaran sejak 21 hari yang lalu. Dia pertama kali mengajak Komang MR pulang kerumahnya serta melakukan hubungan layaknya suami istri pada tanggal 14 Pebruari 2014.
"Yang pertama mengajak korban kerumah saya pak setelah itu korban datang sendiri, tidak ada paksaan," kata Mang Tul seraya mengungkapkan sudah melakukan hubungan badan sebanyak 3 kali selama pacaran.
Sedangkan dari pihak Kepolisian mengungkapkan sampai saat ini memang belum menemukan indikasi pemaksaan. "Dari hasil pemeriksaan korban dan pelaku belum ada indikasi pemaksaan, hubungan dilakukan atas dasar suka sama suka. Tetapi karena ini menyangkut perlindungan anak dibawah umur sesuai undang-undang kami tetap proses," papar Ketut Adnyana TJ.
Akibat perbuatannya nge "jost" anak SD sebanyak 3 kali Mang Tul kini dijerat dengan pasal 81 ayat (2) UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun dengan denda maksimal Rp 300 juta dan minimal Rp 60 juta.
"Yang pertama mengajak korban kerumah saya pak setelah itu korban datang sendiri, tidak ada paksaan," kata Mang Tul seraya mengungkapkan sudah melakukan hubungan badan sebanyak 3 kali selama pacaran.
Sedangkan dari pihak Kepolisian mengungkapkan sampai saat ini memang belum menemukan indikasi pemaksaan. "Dari hasil pemeriksaan korban dan pelaku belum ada indikasi pemaksaan, hubungan dilakukan atas dasar suka sama suka. Tetapi karena ini menyangkut perlindungan anak dibawah umur sesuai undang-undang kami tetap proses," papar Ketut Adnyana TJ.
Akibat perbuatannya nge "jost" anak SD sebanyak 3 kali Mang Tul kini dijerat dengan pasal 81 ayat (2) UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan minimal 3 tahun dengan denda maksimal Rp 300 juta dan minimal Rp 60 juta.
Buleleng - Peristiwa - Persetubuhan anak dibawah umur - Sosial
Lokalzone - Lantaran out of control sebuah kendaraan truck Mitsubhisi 190 PS DK 9533 AI terjungkal di km 22 Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Sabtu (01/02/2014) pukul 07.45 wita yang menyebabkan kemacetan selama setengah hari.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut namun karena mobil truck yang jatuh melintang di tengah jalan terlebih dengan kondisi jalan yang menanjak sehingga menyebabkan kemacetan hampir sepanjang 1 kilo meter.
Pihak kepolisian dari Polsek Sukasada dibantu unit Lantas Polres Buleleng langsung turun kelapangan untuk mengurangi kemacetan dengan mengambil langkah sistem buka tutup. Bahkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang melakukan kunjungan kerja di daerah tersebut turut serta turun kejalan membatu melakukan pengaturan lalu lintas.
Arus lalu lintas baru kembali lancar ketika bangkai kendaraan truck tersebut dapat dipindahkan dengan menggunakan alat berat pada pukul 14.45 wita.
Ada Dogen - Peristiwa
Lokalzone - Ada yang unik di gedung serba guna Desa
Gitgit, Kecamatan Buleleng Sabtu (1/3/2014). Ratusan anak SD 1 dan SD 2 di
Desa Gitgit dengan seksama mendengarkan dan menjawab pertanyaan yang
diberikan Bupati Putu Agus Suradnyana.
Suasana akeakraban pun terlihat jelas di Desa berhawa sejuk tersebut.
Pagi itu merupakan agenda pemaparan bahaya sampah plastik oleh Bupati
Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dihadapan anak-anak, guru dan masyarakat
setempat, Bupati Suradnyana mengkampanyekan budaya mencintai
lingkungan, terutama pemahaman tentang sampah plastik, yang dikenal
sulit untuk diuraikan itu. Menurutnya, hampir setiap hari, dirinya
selalu mengingatkan para staf dan masyarakat untuk lebih sadar
lingkungan, terutama perihal bagaimana menghadapi banyaknya sampah
plastik, yang tersebar di mana-mana.
Dilibatkannya anak-anak menurutnya
akan semakin efektif dan efisien. Karena secara langsung setelah
diberikan pemahaman akan bahaya sampah plastic, anak-anak ketika sampai
dirumahnya dia akan memberitahu orangtuanya,. “Setelah anak-anak paham
mulai dari lingkungan keluarga mereka akan saling mengingatkan. Bahkan
bisa saja mengkoreksi kakeknya jika cucunya melihat banyak sampah
plastic dirumahnya” katanya.
Sampah plastik di mata Bupati Suradnyana adalah benda yang sangat sulit untuk diurai, di mana untuk satu plastik, baru dapat diuraikan dalam kurun waktu antara 7-9 tahun lebih. Bahkan usai Pemilihan Legislatif, Bupati Suradanyana berinisiatif mengajak anggota dewan mengeluarkan kebijakan desa mana yang tidak mendukung bebas sampah plastic tidak akan diberikan dana hibah atau bansos. Dijelaskan, untuk mewujudkan Buleleng bebas sampah plastic selain dituntut kesadaran masyarakat juga harus diikuti dengan regulasi. (hb)
Buleleng - HB
Langganan:
Postingan (Atom)








