Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Diduga lantaran salah paham dua orang teman yang semula minum miras bersama adu jotos, bahkan kasus ini dilaporkan ke kantor Polisi lantaran tidak terima wajahnya dibuat babak belur oleh temannya sendiri.

Kejadian tersebut bermula dari korban, Komang Sudarwan (23) dan pelaku, Lanying (27) yang beralamat di Kelurahan Barjar Tegal minum miras bersama beberapa teman-teman lainnya. Keributan dimulai saat Sudarwan mengolok-olok seorang perempuan dengan menyembunyikan kunci sepeda motornya.

Entah bagaimana Lanying yang melihat hal tersebut marah dan langsung melayangkan pukulan beberapa kali ke bagian wajah Sudarwan hingga tersungkur ke tanah. Akibat kejadian tersebut Sudarwan mengalami luka memar di bagian kening dan mengalami rasa sakit pada bagian belakang kepala.

Pertikaian antar teman ini makin meruncing pasalnya Sudarwan yang tidak terima dengan perlakuan pelaku melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, Selasa (11/02/2014).

"Ini dipicu karena salah paham dan juga karena pengaruh alkohol," papar Made Mustiada Selaku Kasubbag Humas Polres Buleleng membenarkan kejadian tersebut, Rabu (12/02/2014).
-
Lokalzone - Baru kemarin pihak Kepolisian merilis kasus persetubuhan anak dibawah umur hingga membuat pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Kini hal serupa kembali terjadi, bahkan akibat kejadian tersebut korban yang masih berumur 14 tahun dinyatakan telah hamil. 

Kehamilan Luh AP (14) pertama kali diketahui oleh pihak sekolahnya di salah satu SMP di Busungbiu dan akhirnya disampaiakan kembali kepada pihak keluarga oleh guru BK dan wali kelasnya. Usut punya usut setelah didesak oleh orang tuanya akhirnya LAP mengatakan pria yang menghamilinya bernama Ketut AR (19) yang tidak lain merupakan pacar korban. 

Tidak terima dengan kejadian tersebut, orang tua korban langsung melaporkan pelaku yakni Ketut AR yang telah mensetubuhi LAP hingga hamil ke Mapolres Buleleng, Senin (10/02/2014).

"Awalnya kehamilan korban diketahui pihak sekolah dan akhirnya memberitahukan hal tersebut kepada pihak keluarga. Sekarang pelaku sudah diamankan di Polres, dan saat ini sedang dimintai keterangan di umit PPA," papar Kasubbag Humas Polres Buleleng Made Mustiada ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut Selasa (11/02/2014) di Mapolres Buleleng.
-
Lokalzone - Lantaran sebuah statment yang dikeluarkan oleh Wira Sanjaya alias Congsan (42) dan dimuat di beberapa media akhirnya harus membuatnya berurusan dengan hukum lantaran dianggap telah melakukan penodaan Agama. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres Buleleng diketahui, Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Kabupaten Buleleng yang diwakilkan oleh Tjhie Suliong (56) tidak terima dengan ungkapan yang menyatakan bahwa Imlek bukanlah sebuah perayaan keagamaan dan hal ini bahkan sudah tersebar melalui media masa. 

"Imlek itu bukan Hari Raya Keagamaan, tetapi Hari Rayanya Orang Tiongkok maka semua orang Keturunan Tionghua bisa Merayakan, saya bukan Khonghucu tetapi saya beragama Budha" berikut isi ungkapan yang tidak diterima oleh Makin Kabupaten Buleleng hingga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polisi, Senin (10/02/2014).

Kasubbag Humas Polres Buleleng Made Mustiada, Selasa (11/02/2014) ketika ditemui di ruang kerjanya membenarkan adanya laporan penodaan agama tersebut. "Sesuai dengan laporan yang kami terima, kejadiannya Minggu (26/01/2014) saat itu terdapat ungkapan yang menyatakan bahwa Imlek bukan perayaan keagamaan," papar Made Mustiada.
-
Lokalzone - Keracunan masal yang terjadi di Desa Petemon nampaknya mendapat perhatian serius dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana maupun Gubenur Bali Made Mangku Pastika, keduannya secara langsung melihat kondisi warga yang dirawat di beberapa rumah sakit lantaran keracunan nasi bungkus. 

Keracunan yang terjadi pada Sabtu (08/02/2014), berawal dengan acara makan nasi bungkus di acara pemakaman salah satu warga Desa Petemon. Namun siapa sangka 67 orang yang menyantap nasi bungkus tersebut justru mengalami keracunan dan harus dilarikan kerumah sakit.

Data yang diperoleh sampai sabtu malam, 38 Pasien masih mendapatkan perawatan intensif dirumah sakit yang tersebar di Kabupaten Buleleng masing-masing 3 orang pasien di RSUD buleleng, 4 orang pasien RS Paramasidhi dan di RS Santhi Graha Seririt sebanyak 31 orang.  

Gubernur Bali ketika dikonfirmasi pasca kunjungan menyatakan musibah ini merupakan yang tidak disengaja, pasalnya tukang masak yang menyiapkan nasi bungkus pun juga terkena imbas keracunan makanan, Gubernur asal Buleleng pun mengapresiasi pelayanan rumah sakit yang telah memeberikan pertolongan dini sehingga para pasien mendapatkan perawatan yang baik.

“Kesimpulan sementara tidak ada unsur kesengajaan, kita berharap dengan perawatan yang maksimal para pasien segera bisa pulang,” papar Made Mangku Pastika.
-
Lokalzone - Setelah lulus dengan mengantongi gelar dalam ilmu administrasi bisnis dari FAAP (Fundao Armando Alvares Penteado) di tahun 1997 dan bekerja dalam bidang keuangan di Australia, Alexandre Hadade mengabaikan impiannya bekerja untuk bank besar dan kembali ke Brazil. Ia kemudian bergabung dalam departemen percetakan Cineral, sebuah perusahaan elektronik yang dipimpin sang ayah sebelum Alexandre banting stir menjadi entrepreneur. Ia memutuskan untuk memisahkan divisi percetakan itu menjadi perusahaan mandiri yang ia namai "Arizona Printing Company".

Alexandre kemudian mengajak saudaranya - Marcus - dengan misi gabungan untuk membawa layanan inovatif ke industri percetakan Brazil.

Terobosan awal Arizona ialah teknologi manajemen warna, yang masih belum banyak dikenal di negeri itu. Teknologi itu menjadi solusi masalah reproduksi warna yang masih belum akurat kala itu.
Tahun 2004, kedua bersaudara itu mencari alternatif untuk pencetakan dan menemukan peluang yang dapat dikembangkan dalam menyediakan solusi-solusi manajemen aset digital untuk korporasi-korporasi besar (file, gambar dan film). Mereka menjelajahi AS dan Jerman untuk mempelajari teknologi dan mendirikan departemen baru di Arizona yang bertanggung jawab atas pengembangan software.

Arizona kemudian berhenti menjadi perusahaan percetakan dan mengubah diri menjadi penyedia solusi teknologi untuk marketing.

Arizona berkembang dari startup di tahun 1998 hingga menjadi perusahaan lintas media terbesar di negeri samba Brazil. Kini, Arizona menyediakan layanan produksi lintas media dan solusi teknologi terintegrasi. Melalui desain internal dan atau dalam sistem kliennya sendiri, perusahaan ini meningkatkan efisiensi operasional dengan produksi gambar, editorial, video, pra cetak ), produksi/ adaptasi konten untuk media cetak) dan produksi digital (banner online, aplikasi mobile, marketing via email dan landing pages).

Arizona terus tumbuh menjadi perusahaan dengan 272 karyawan dengan 3 kantor di So Paulo, Rio de Janeiro, dan Buenos Aires dan diposisikan oleh CNBC sebagai salah satu dari 20 perusahaan paling inovatif di Amerika Selatan dan 8 perusahaan paling inovatif di Brazil.

Arizona memiliki lebih dari 100 klien, termasuk Carrefour, W/McCANN, Coca-Cola, Mitsubishi, Natura, Citroen, Pernambucanas, Santander, Adidas, Havaianas, Peugeot, Tam, Mabe, Lew'Lara TBWA, NBS, JWT, Almap, Talent, Taterka, Dentsu , QG dan Publicis.
- -