Lokalzone - Lantaran anaknya yang tidak kunjung pulang setelah berpamitan untuk sekolah, Gede Sumiada (36) yang beralamat di Desa Banyuning lapor Polisi takut anaknya dibawa kabur orang yang tidak dikenal.
Berdasarkan laporan Gede Samiada, anaknya benama Luh Srigati (17) yang merupakan seorang pelajar itu terakhir kali berpamitan dengannya untuk pergi kesekolah pada hari Selasa (04/02/2014) pukul 12.00 wita.
Tetapi anaknya tidak kunjung pulang bahkan sampai keesokan harinya, Rabu (05/02/2014). Usaha pencarian pun sudah dilakukan pihak keluarga termasuk menghubungi anaknya melalui HP namun tidak mendapatkan hasil, hingga akhirnya dilaporkan ke kantor polisi.
Kasubbag Hmas Polres Buleleng Made Mustiada, mengungkapkan pihaknya masih melakukan pengejaran dan sudah mendapatkan informasi mengenai korban yang sempat dibonceng seorang seputaran Desa Kerobokan.
"Terakhir informasinya korban yang pelajar sempat dibonceng seorang laki-laki di daerah Kerobokan tetapi sampai saat ini belum juga pulang, dihubungi lewat HP nya juga tidak dijawab", ungkap Made Mustiada, Kamis (06/02/2014) di Mapolres Buleleng.
Mengenai dugaan penculikan pihaknya menjawab belum berani memastikan karena dari pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Ini kita masih dalam lidik, apa motifnya penculikan apa suka sama suka mengingat umur korban yang sudah berumur 17 tahun", papar Made Mustiada.
Buleleng - Peristiwa
Lokalzone - Nasip apes sepertinya sedang menghampiri Putu Enik Esmayanti (18) seorang pelajar yang beralamat di Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Pasalnya sepeda motor baru miliknya raib saat berbelanja di pasar Seririt.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Enik Esmayanti sedang memarkir sepeda motor Vario warna hitam DK 7895 VN yang baru dibelinya tahun 2014 di Jalan Gajah Seririt dan ditinggal berbelanja, Rabu (05/02/2014) jam 4 sore.
Namun ketika hendak kembali untuk mengambil dompet yang ditaruh di bawah jok, ternyata sepeda motornya yang diparkir dalam keadaan dikunci stang sudah tidak ada di tempat semula.
Kasubbag Humas Polres Buleleng Made Mustiada ketika dikonfirmasi membenarkan adanya aksi curanmor yang terjadi di siang bolong tersebut dan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif.
"Kami masih melakukan penyelidikan, apakah pelaku sudah mengintai sepeda motor korban atau menggunakan kunci T, ini masih diselidiki", ungkap Made Mustiada, Kamis (06/02/2014) di Mapolres Buleleng.
Buleleng - Curanmor
Lokalzone - Baterai merupakan komponen utama yang paling mendapat perhatian pada kategori weareable device
(perangkat yang bisa dikenakan di tubuh manusia). Perkembangan
teknologi komponen ini jauh tertinggal dibanding komponen penting lain
seperti prosesor maupun layar.
Apple sebagai salah satu perusahaan elektronik yang dirumorkan akan meluncurkan jam tangan pintar (smartwatch) juga mengalami kendala yang serupa. Tahun lalu Apple dilaporkan mengalami kesulitan kebutuhan daya listrik untuk perangkat weareable tersebut. Namun berdasarkan laporan terbaru yang dilansir New York Times, perusahaan asal Cupertino itu tengah menjajal beberapa teknologi baru untuk memecahkan masalah ini.
Salah satu solusi yang tengah diujicoba adalah dengan menggunakan teknologi solar-charging
(pengisian menggunakan tenaga surya). Disebutkan bahwa Apple sedang
merencanakan untuk memasang teknologi itu pada lapisan layarnya. Dengan
teknologi ini, perangkat smartwatch akan secara otomatis mengisi daya baterai ketika dikenakan di siang hari.
Solusi lain yang juga tengah diujikan adalah penggunaan wireless-charging (pengisian daya secara nirkabel). Menurut laporan tersebut, seorang sumber yang tak disebut namanya menggatakan bahwa smartwatch ini juga sedang diuji menggunakan teknologi pengisian nirkabel. Teknologi wireless-charging
ini sejatinya memang sudah diterapkan pada perangkat smartphone pesaing
Apple, namun belum diterapkan pada ponsel cerdas iPhone.
Pemanfaatan teknologi wireless-charging pada smartwatch Apple
memang sempat diragukan oleh VP Senior Pemasaran Phil Schiller.
Menurutnya, cara ini kurang tepat untuk kebanyakan penggunaan, sebab
tetap membutuhkan perangkat lain (charging-pad) untuk
mengisinya. "Untuk kebanyakan situasi, harus membuat perangkat tambahan
dan penggunaannya harus ditempel ke tempatnya itu lebih rumit," katanya
kepada All Things D saat peluncuran iPhone 5 tahun 2012.
Selain dua rencana diatas, perangkat smartwatch Apple juga dilaporkan
tengah diuji menggunakan baterai fleksibel. Bahkan, untuk mengembangkan
teknologi ini, Apple merekrut insinyur baterai dari Tesla dan Toyota
selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah kabar juga menyebut Apple
memiliki paten-paten terkait teknologi baterai fleksibel itu. Salah
satunya adalah adanya komponen kecil yang dapat menghasilkan listrik
ketika ada gerakan dari luar, seperti ditekuk atau digoyangkan.
Tekno
Lokalzone - Cuaca buruk di Buleleng masih tetap berlanjut yang mengakibatkan jembatan jebol dan seorang ABK (anak buah kapal) meninggal dunia akibat terjatuh dari palka kapal.
Hujan deras yang menguyur tidak hanya mengakibatkan longsor dan pohon tumbang di daerah Desa Wanagiri sehingga membuat kemacetan di sehingga hampir sepanjang 1 km, Senin (03/02/2014). Tetapi juga menyebabkan jembatan sepanjang 11 meter dengan lebar 3 meter yang menghubungkan Desa Petandakan
dengan Desa Nagasepaha jebol dan harus ditutup sementara karena kondisinya yang masih labil.
Tidak ada korban jiwa yang terjadi akibat jebolnya jembatan yang dibangun pada tahun 1963 tersebut sedangkan kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Sedangkan di Gerokgak, Budiarto (39) yang merupakan seorang ABK kapal Permata Sakti terjatuh ketika hendak melepas lampu penerangan palka diatas kapal setinggi 7 meter yang diduga akibat hempasan ombak besar. Padahal saat itu diketahui kapal tersebut sedang bersandar di Dermaga 2 Celukan Bawang.
Budiarto yang sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Seririt akhirnya meninggal dunia akibat luka serius yang dialaminya pada bagian kepala.
"Kejadian tersebut kecelakaan, dimana korban Budiarto terjatuh ketika melepas lampu penerangan palka di atas kapal", papar Kasubbag Humas Polres Buleleng Made Mustiada ketika dikonfirmasi, Rabu (05/02/2014).
Bencana Alam - Buleleng
Lokalzone - Kesendirian Pierce Brosnan dalam film Robinson Crusoe dan Tom Hanks dalam film Cast Away menjadi kenyataan. Seorang pria mengaku berhasil mengarungi Samudera Pasifik, seorang diri selama 13 bulan.
Persis seperti penampilan Brosnan dan Hanks, pria itu ditemukan dengan rambut gimbal, kumis, serta jenggot lebat.
Pria itu bernama Jose Salvador Alvarenga. Menurut pemerintah Meksiko, ia berasal dari El Salvador, dan selama ini tinggal di Tonala, Chiapas. Pria 37 tahun itu muncul dengan perahu rusak berat di karang atol terpencil Kepulauan Marshall.
Mengutip CNN, Jose bertahan hidup dengan menangkap ikan dan kura-kura untuk dimakan. Untuk minum, ia mengandalkan air hujan. Terkadang, menurut penuturan Jose, ia bahkan meminum air kencingnya sendiri.
Bagaimana ia bisa terbuang di laut lepas? Jose mengaku, ia seharusnya berada dalam ekspedisi memburu hiu pada 21 Desember 2012. Bersama seorang remaja kurus, ia berangkat dari Costa Azul, Meksiko.
Namun malang, kapal mereka terjebak badai. Mesin pun rusak. Remaja yang menemaninya, akhirnya memutuskan bunuh diri, karena tak mau bertahan hidup dengan makan makanan mentah. Jose sempat ingin melakukannya, tapi takut kesakitan.
Ia kemudian bertahan seorang diri. Perahunya terbanting badai dan ombak lautan, tapi Jose tetap bertahan. Jika dianalogikan, mungkin kondisinya saat itu seperti dalam film Life of Pie.
Hingga akhirnya, Kamis lalu, ia mendarat di sebuah karang atol yang jarang penduduknya. Daratan itu hanya 2,2 mil, tanpa saluran telepon, apalagi internet. Masyarakat setempat kaget saat menemukan kapalnya rusak berat, ia tak berbusana, dan bergelimang bangkai kura-kura.
Butuh sekitar 22 jam naik kapal dari ibu kota Kepulauan Marshall ke lokasi itu. Pesawat layanan sedang tak bekerja, sehingga baru Senin pagi Jose bisa ke Majuro, ibu kota Kepulauan Marshall. Ia kemudian dinaikkan kapal pemerintah, didampingi petugas medis.
Pada orang-orang yang berkumpul di dermaga, Jose melambaikan tangan dan memberi acungan jempol.
Petugas masih melakukan konfirmasi atas kebenaran kisah Jose. Yang jelas, bagaimana ia mampu bertahan di tengah ganasnya lautan selama 13 bulan, mengundang kekaguman sekaligus pertanyaan tersendiri.
Dianggap meninggal
Persis seperti penampilan Brosnan dan Hanks, pria itu ditemukan dengan rambut gimbal, kumis, serta jenggot lebat.
Pria itu bernama Jose Salvador Alvarenga. Menurut pemerintah Meksiko, ia berasal dari El Salvador, dan selama ini tinggal di Tonala, Chiapas. Pria 37 tahun itu muncul dengan perahu rusak berat di karang atol terpencil Kepulauan Marshall.
Mengutip CNN, Jose bertahan hidup dengan menangkap ikan dan kura-kura untuk dimakan. Untuk minum, ia mengandalkan air hujan. Terkadang, menurut penuturan Jose, ia bahkan meminum air kencingnya sendiri.
Bagaimana ia bisa terbuang di laut lepas? Jose mengaku, ia seharusnya berada dalam ekspedisi memburu hiu pada 21 Desember 2012. Bersama seorang remaja kurus, ia berangkat dari Costa Azul, Meksiko.
Namun malang, kapal mereka terjebak badai. Mesin pun rusak. Remaja yang menemaninya, akhirnya memutuskan bunuh diri, karena tak mau bertahan hidup dengan makan makanan mentah. Jose sempat ingin melakukannya, tapi takut kesakitan.
Ia kemudian bertahan seorang diri. Perahunya terbanting badai dan ombak lautan, tapi Jose tetap bertahan. Jika dianalogikan, mungkin kondisinya saat itu seperti dalam film Life of Pie.
Hingga akhirnya, Kamis lalu, ia mendarat di sebuah karang atol yang jarang penduduknya. Daratan itu hanya 2,2 mil, tanpa saluran telepon, apalagi internet. Masyarakat setempat kaget saat menemukan kapalnya rusak berat, ia tak berbusana, dan bergelimang bangkai kura-kura.
Butuh sekitar 22 jam naik kapal dari ibu kota Kepulauan Marshall ke lokasi itu. Pesawat layanan sedang tak bekerja, sehingga baru Senin pagi Jose bisa ke Majuro, ibu kota Kepulauan Marshall. Ia kemudian dinaikkan kapal pemerintah, didampingi petugas medis.
Pada orang-orang yang berkumpul di dermaga, Jose melambaikan tangan dan memberi acungan jempol.
Petugas masih melakukan konfirmasi atas kebenaran kisah Jose. Yang jelas, bagaimana ia mampu bertahan di tengah ganasnya lautan selama 13 bulan, mengundang kekaguman sekaligus pertanyaan tersendiri.
Dianggap meninggal
Sementara itu,
keluarganya di Garita Palmera, El Salvador, mengaku sudah bertahun-tahun
tak mendengar kabar dari Jose. Ibundanya, Julia Alvarenga bahkan
mengira putranya sudah meninggal. Sementara itu, putri Jose yang berusia
12 tahun, tak dapat mengingat ayahnya.
“Hati saya yakin, anak saya belum meninggal. Tapi, semakin lama saya kehilangan kepercayaan,” ujar Julia pada CNN.
“Hati saya yakin, anak saya belum meninggal. Tapi, semakin lama saya kehilangan kepercayaan,” ujar Julia pada CNN.
Keyakinannya tetap luntur, meski Ricardo Alvarenga, suaminya terus meyakinkan putra mereka belum meninggal.
“Saya sangat senang mengetahui dia masih hidup dan kami akan melihatnya pulang segera,” kata Ricardo. Jose saat ini masih dirawat di rumah sakit setempat. Kondisinya pun membaik.
“Saya sangat senang mengetahui dia masih hidup dan kami akan melihatnya pulang segera,” kata Ricardo. Jose saat ini masih dirawat di rumah sakit setempat. Kondisinya pun membaik.
Motivasi
Langganan:
Postingan (Atom)











