Lokalzone - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana
menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba Desa Pakraman, Sekaa Teruna,
Subak dan Subak Abian Tingkat Kabupaten Buleleng di Desa Sidatapa
Kecamatan Banjar, Rabu (4/12).
Dalam penyerahan tersebut Desa Sidatapa
berhasil juara I dalam kategori Desa Pakraman dan Sekaa Teruna, atas
keberhasilan tersebut selain menerima uang pembinaan total sebesar 45
Juta sekaligus berhak mewakili Buleleng ke Tingkat Provinsi dalam
pembinaan dan evaluasi pada tahun 2014.
Bupati Buleleng dalam sambutannya menyatakan Desa Pakraman dan Subak merupakan benteng budaya Bali yang harus dilestarikan keberadaannya. Terlebih ditengah derasnya arus globalisasi kegiatan ini harus tetap agar keberadaan Desa Pakraman tetap lestari, “Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keajegan Bali, salah satunya melalui kegiatan lomba” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang dikenal murah senyum ini berharap bantuan yang diberikan pemerintah hendaknya dapat dimanfaatkan untuk pelestarian desa pakraman, subak dan memfaslitasi kegiatan sekaa teruna, khusus untuk Desa Sidatapa pihaknya berharap kawasan Desa Bali Aga yakni Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa (SCTP) dapat menjaga keamanan pasalnya Bupati sangat yakin kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai Desa Wisata.
Bupati Buleleng dalam sambutannya menyatakan Desa Pakraman dan Subak merupakan benteng budaya Bali yang harus dilestarikan keberadaannya. Terlebih ditengah derasnya arus globalisasi kegiatan ini harus tetap agar keberadaan Desa Pakraman tetap lestari, “Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keajegan Bali, salah satunya melalui kegiatan lomba” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang dikenal murah senyum ini berharap bantuan yang diberikan pemerintah hendaknya dapat dimanfaatkan untuk pelestarian desa pakraman, subak dan memfaslitasi kegiatan sekaa teruna, khusus untuk Desa Sidatapa pihaknya berharap kawasan Desa Bali Aga yakni Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa dan Pedawa (SCTP) dapat menjaga keamanan pasalnya Bupati sangat yakin kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai Desa Wisata.
“Yang terpenting dapat menjaga kemanan dan
ketertiban, dengan keunikan Bali Aga kami yakin kedepan kawasan ini
mampu menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati
wisatawan” pungkasnya. (hb)
Buleleng - HB
Lokalzone - Rencana Pemkab Buleleng untuk menata kawasan
pesisir Kampung Bugis sebagai salah satu kawasan penunjang ODTW
eks-Pelabuhan Buleleng tampaknya akan berjalan mulus, pasalnya dari
pertemuan antara tim penataan kawasan kampung bugis dengan tokoh
masyarakat di gedung serbaguna, Selasa (3/12), telah mendapatkan titik
temu tentang konsep penataan yang ideal dan tanpa adanya penggusuran
pemukiman.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Camat Buleleng Rika Nurhaeni dan Sekretaris Dinas PU Made Aryana, Tim Teknis secara rinci memaparkan hasil kajian dan proyeksi penataan yang akan dilakukan mengingat kondisi pemukiman yang semakin kumuh juga sangat berbahaya ketika terjadi gelombang pasang yang dapat berdampak pada rusaknya rumah-rumah di pinggir pantai.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Camat Buleleng Rika Nurhaeni dan Sekretaris Dinas PU Made Aryana, Tim Teknis secara rinci memaparkan hasil kajian dan proyeksi penataan yang akan dilakukan mengingat kondisi pemukiman yang semakin kumuh juga sangat berbahaya ketika terjadi gelombang pasang yang dapat berdampak pada rusaknya rumah-rumah di pinggir pantai.
“Nanti dalam penataan selain ada kawasan
pedestrian juga akan membuat breakwater sehingga gelombang besar tidak
merusak pemukiman warga” papar Gusti Bagus Surya Basudewa mewakili tim
teknis penataan.
Pihaknya juga berharap agar nantinya selama menyusun
Detail Engenering Desain (DED) masyarakat dapat pro aktif memberikan
data untuk penyempurnaan “rencananya tahun 2014 kita akan susun DED
kemudian aplikasi pembangunannya pada tahun 2015, untuk itu kami
berharap partisipasi warga” imbuhnya.
Bak gayung bersambut upaya Pemkab mendapat respon positif dari masyarakat, Lurah Kampung Bugis Edy Rahman mengatakan kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan informasi kepada masyarakatnya, pasalnya ada kekhawatiran beberapa warga yang bermukim di area pesisir pntai takut akan adanya isu penggusuran, “Kita akui sebelumnya ada beberapa warga yang resah akibat informasi yang simpang siur terhadap isu penggusuran, namun setelah pertemuan ini mudah-mudahan bisa paham” tegasnya. (hb)
Bak gayung bersambut upaya Pemkab mendapat respon positif dari masyarakat, Lurah Kampung Bugis Edy Rahman mengatakan kegiatan sosialisasi ini sangat penting untuk memberikan informasi kepada masyarakatnya, pasalnya ada kekhawatiran beberapa warga yang bermukim di area pesisir pntai takut akan adanya isu penggusuran, “Kita akui sebelumnya ada beberapa warga yang resah akibat informasi yang simpang siur terhadap isu penggusuran, namun setelah pertemuan ini mudah-mudahan bisa paham” tegasnya. (hb)
Buleleng - HB
Lokalzone - Dari pantauan reporter radio Guntur
Senin siang di kejaksaan negeri Singaraja, tampak tersangka Cening Arca
mengenakan pakaian adat madya dengan menggunakan kamen batik, jaket
warna hitam dan udeng putih. Cening tampak terpaku di sebuah pojok
ruangan dekat ruang Kasipidsus.
Setelah dilakukan penyidikan lanjutan
mantan bendahara UPP Kecamatan Buleleng ini selanjutnya dibawa ke
ruang kesehatan. Saat itu tersangka terlihat gelisah dan mencoba melobi
petugas agar tidak ditahan. Namun penahanan tidak bisa dibendung lagi.
Ia langsung dibawa menggunakan mobil tahanan dan dititipkan di Lapas
Singaraja. Pada saat penyidikan terakhir tersangka didampingi pengacara
Negara Nyoman Nika.
Kasipidsus Kejaksaan Negeri Singaraja,
Wayan Suardi seijin Kajari Cok Anom Susilayasa di ruang kerjanya
mengatakan perbuatan tersangka Cening Arca telah memenuhi unsure-unsur
dugaan korupsi sesuai pasal 3 dan 8 Undang-Undang Korupsi. Sementara ini
jaksa baru menyatakan jika tersangka secara sah dan meyakinkan menilep
dana sebesar Rp 124 juta mulai tingkat TK, SD, dan SMA.
Kasipidsus Kejaksaan Negeri Singaraja
Wayan Suardi menambahkan pasca penahanan tersangka, kejaksaan berencana
akan menyita sejumlah asset tersangka. Salah satunya berupa tanah milik
di kawasan kelurahan Banyuning seluas 2 are."Ya kita akan melakukan
penyitaan terhadap aset tersangka,"Ungkap Suardi.
Sementara itu dikonfirmasi sebelum
penahanan, tersangka Cening Arca mengatakan bahwa dirinya tidak pernah
berniat menilep uang milik para guru di Kabupaten Buleleng. Selama ini
mantan bendahara UPP kecamatan Buleleng ini justru mengaku uang tersebut
digunakan untuk membantu guru yang memiliki sisa gaji minus."Niki
sampun nasib tiang. Padahal tiang pingin membantu teman-teman guru.Tiang
nggak ada ngapling tanah hanya sebagai buruh maklar,"bebernya sembari
meminta agar kasus ini tidak dibesar-besarkan. (bulelengroundup)
Buleleng - Korupsi
Lokalzone - Korpri diminta bersikap netral dalam perhelatan pesta demkorasi 2014
mendatang. Demikian salah satu pesan Presiden SBY dalam pidato tertulis
yang dibacakan oleh Wakil Bupati Buleleng dr.Nyoman Sutjidra Sp.OG
dalam upacara apel peringatan Hut Korpri ke-42 di halaman kantor Bupati
Buleleng yang diikuti oleh semua PNS dan pegawai lainnya di lingkup
Pemkab Buleleng pada hari Jumat (28/11).
Pesan ini sesuai dengan tema
Hut Kopri yang menuntut profesionalisme dan netralitas Korpri dalam
melaksanakan tugasnya sehari-hari.
Dalam kesempatan ini Presiden SBY juga menyampaikan terimakasih kepada
semua anggota Korpri baik yang bertugas di dalam maupun di luar negeri.
Bahkan kepada PNS yang bertugas di pedalaman, diperbatasan dan di
pulau-pulau terpencil, Presiden menyampaikan apresiasi khusus serta
memuji dedikasinya.
Disisi lain diminta PNS sebagai anggota Korpri agar
meningkatkan dedikasi, profesionalisme, dan integritas dalam pengabdian
kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Dengan profesionalisme dan
netralitas, jelas Presiden, Korpri mendukung keberhasilan reformasi
birokrasi untuk menjaga stabiltas politik dan pertumbuhan ekonomi guna
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi isi pidato SBY, Wakil Bupati Buleelng juga menegaskan
Pemkab.Buleleng akan mengambil tindakan tegas kepada PNS yang terbukti
tidak bersikap netral dalam pileg 2014. Selain itu diminta juga PNS yang
bertugas di jajaran Pemkab.Buleleng untuk meningkatan pelayanan kepada
masyarakat sesuai tugasnya di tempatnya bekerja. (hb)
Buleleng - HB
Lokalzone - Kasus korupsi yang menjerat mantan Rektor IHDN Prof. Made Titib dkk ternyata berimbas kepada penerimaan mahasiswa baru yang melorot drastis di Buleleng.
Jika tahun-tahun sebelumnya IHDN menjadi sekolah tinggi favorit dalam bidang Agama maupun sastra Bali. Entah berkaitan atau tidak, predikat tersebut mulai pudar seiring gencarnya pemberitaan miring mengenai kampus yang berlokasi di Denpasar, Bangli, dan Singaraja tersebut. Di Singaraja, penerimaan mahasiswa mengalami penurunan yang sangat drastis.
Tahun ini, kampus IHDN cabang Singaraja hanya menerima mahasiswa sebanyak 18 orang dari semua fakultas dan jurusan yang ada. Sumber dari koran ini memaparkan keadaan kampus belakangan ini sedikit berbeda. Menurut dia, perbedaan di kampus cabang Singaraja sangat dirasakan sebelum dan sesudah berhembus kabar kasus korupsi yang menjerat beberapa petinggi IHDN. “Suasana sedikit berbeda terasa. Entah itu ada kaitannya dengan kasus korupsi yang menjerat pak Titib atau bukan, saya kurang tahu. Tapi satu hal pasti, di tahun ajaran baru ini IHDN cuman dapat 18 mahasiswa baru. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali yang biasanya mahasiswanya banyak sekarang cuman 2 orang. Mungkin ini buntut dari kasus-kasus korupsi yang terus berkembang atau karena hal lain,” ucapnya.
Sebelumnya IHDN menjadi favorit di Buleleng. Berstatus negeri sehingga banyak yang tertarik. Demikian juga biayanya tidak terlalu tinggi. Boleh dikatakan kampus IHDN di Singaraja ini adalah kampus Hindu yang terbaik di Buleleng. Sekarang cuman dapat 18 mahasiswa. ‘’Tahun-tahun sebelumnya minimal seratus orang bisa dapat mahasiswa dari semua jurusan yang ada,” tambah dia. “Saya berharap sih kasus ini bisa cepat selesai. Karena terus terang hal ini mengganggu proses perkuliahan yang ada. IHDN kampus bagus dan saya harapkan tidak akan ada lagi masalah-masalah berikut yang menyusul,” tegas dia.
Kasus korupsi di IHDN akhir-akhir ini memang kencang terdengar. Diawali dengan terciumnya kasus korupsi yang pada awalnya hanya menjerat Dr. Praptini sebagai tersangka. Masalah semakin panas dengan diseretnya mantan Rektor Prof Made Titib sebagai tersangka, bersama Dr. Praptini, Pembantu Rektor II IHDN toleh Penyidik Pidana Khusus Kejaksan Tinggi (Kejati) Bali serta Drs. Nyoman Suwica, staff Praptini di IHDN. Tidak hanya itu, dua orang rekanan proyek pengadaan barang dan jasa yang terindikasi korupsi senilai Rp25 miliar di lingkungan IHDN, Ni Putu Indra Maritin dan Wayan Sudiyasa juga ikut menjadi tersangka. (pb)
Jika tahun-tahun sebelumnya IHDN menjadi sekolah tinggi favorit dalam bidang Agama maupun sastra Bali. Entah berkaitan atau tidak, predikat tersebut mulai pudar seiring gencarnya pemberitaan miring mengenai kampus yang berlokasi di Denpasar, Bangli, dan Singaraja tersebut. Di Singaraja, penerimaan mahasiswa mengalami penurunan yang sangat drastis.
Tahun ini, kampus IHDN cabang Singaraja hanya menerima mahasiswa sebanyak 18 orang dari semua fakultas dan jurusan yang ada. Sumber dari koran ini memaparkan keadaan kampus belakangan ini sedikit berbeda. Menurut dia, perbedaan di kampus cabang Singaraja sangat dirasakan sebelum dan sesudah berhembus kabar kasus korupsi yang menjerat beberapa petinggi IHDN. “Suasana sedikit berbeda terasa. Entah itu ada kaitannya dengan kasus korupsi yang menjerat pak Titib atau bukan, saya kurang tahu. Tapi satu hal pasti, di tahun ajaran baru ini IHDN cuman dapat 18 mahasiswa baru. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Bali yang biasanya mahasiswanya banyak sekarang cuman 2 orang. Mungkin ini buntut dari kasus-kasus korupsi yang terus berkembang atau karena hal lain,” ucapnya.
Sebelumnya IHDN menjadi favorit di Buleleng. Berstatus negeri sehingga banyak yang tertarik. Demikian juga biayanya tidak terlalu tinggi. Boleh dikatakan kampus IHDN di Singaraja ini adalah kampus Hindu yang terbaik di Buleleng. Sekarang cuman dapat 18 mahasiswa. ‘’Tahun-tahun sebelumnya minimal seratus orang bisa dapat mahasiswa dari semua jurusan yang ada,” tambah dia. “Saya berharap sih kasus ini bisa cepat selesai. Karena terus terang hal ini mengganggu proses perkuliahan yang ada. IHDN kampus bagus dan saya harapkan tidak akan ada lagi masalah-masalah berikut yang menyusul,” tegas dia.
Kasus korupsi di IHDN akhir-akhir ini memang kencang terdengar. Diawali dengan terciumnya kasus korupsi yang pada awalnya hanya menjerat Dr. Praptini sebagai tersangka. Masalah semakin panas dengan diseretnya mantan Rektor Prof Made Titib sebagai tersangka, bersama Dr. Praptini, Pembantu Rektor II IHDN toleh Penyidik Pidana Khusus Kejaksan Tinggi (Kejati) Bali serta Drs. Nyoman Suwica, staff Praptini di IHDN. Tidak hanya itu, dua orang rekanan proyek pengadaan barang dan jasa yang terindikasi korupsi senilai Rp25 miliar di lingkungan IHDN, Ni Putu Indra Maritin dan Wayan Sudiyasa juga ikut menjadi tersangka. (pb)
Buleleng - Korupsi
Langganan:
Postingan (Atom)











