Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Lokalzone - Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, mengatakan, Bali telah menjadi destinasi luar biasa dengan diselenggarakannya KTT APEC di Nusa Dua. Menurutnya, KTT APEC telah menjadikan Bali memiliki banyak kemajuan.

"Bali kini memiliki airport terbagus di Indonesia, tol terindah, underpass dan banyak hotel baru," kata Pastika di Denpasar, Kamis (10/10).

Bali, kata dia, kini tidak perlu lagi keliling untuk berpromosi. Berkat APEC, kini seluruh dunia sudah tahu Bali.

Pastika mencatat, ada 3.000 jurnalis dari 800 kantor berita yang datang ke Bali meliput KTT APEC. "Mereka siaran tiap hari dari Bali dan ini promosi luar biasa," ujar dia.

Dari pertemuan dengan para delegasi, Pastika mengaku mereka akan datang lagi ke Bali, bukan untuk bekerja, tetapi liburan.

Berkat APEC, Bali telah punya pengalaman berharga untuk menggelar konferensi terbesar lainnya, terutama WTO yang akan digelar November mendatang. "Ini tidak sederhana, mahal harganya. Bagaimana kita terbukti bisa mengatur keamanan, logistik dan sebagainya," pungkas Pastika. (merdeka)
- -
(Gambar Ilustrasi)
Lokalzone - Wacana pembentukan Pansus (Panitia Khusus) Aset DPRD Bali untuk menginventarisasi aset Pemprov Bali telah bergulir sejak 2011. Sayangnya, hingga kini rencana itu hanya wacana. Sebab, berkali-kali sempat dibahas, namun Pansus Aset belum terbentuk. Bahkan, diduga ada konspirasi dari oknum tertentu untuk menghambat pembentukan Pansus Aset. ''Ada pihak-pihak tertentu yang tidak ingin Pansus Aset segera terbentuk. Sebab, ada yang ikut bermain dalam pengelolaan aset dan ikut menggunakan aset pemprov,'' kata salah seorang anggota Dewan yang enggan namanya dikorankan, Rabu (9/10) kemarin.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali Made Arjaya mengakui memang sulit membentuk Pansus Aset, kendati sudah diwacanakan dan diusulkan sejak lama. ''Komisi I sudah beberapa kali menyampaikan ke Banmus (Badan Musyawarah) Dewan, bahwa Pansus Aset urgen dibentuk. Tetapi kok tidak dijadwalkan sampai akhir tahun ini. Kami berharap Pansus Aset ini segera dibentuk, sebab kami ingin masalah aset diusut tuntas sampai 2013 ini,'' kata Arjaya lantas menambahkan, Komisi I akan bersurat lagi ke Banmus agar pembentukan Pansus Aset ini bisa segera dijadwalkan.

Apa kendalanya hingga Pansus Aset tak terbentuk? Ditanya begitu, Arjaya mengatakan mungkin banyak hal atau ranperda atau pansus lain yang masih harus dibahas lewat Banmus, sehingga pembentukan Pansus Aset molor. ''Di akhir tahun ini harus terbentuk Pansus Aset. Kalau kurang waktu, di APBD Induk 2014 harus dilanjutkan,'' tegas politisi asal Sanur itu.

Lebih lanjut dikatakan, banyak aset Pemprov Bali yang bermasalah, bahkan berpindah tangan ke pihak ketiga. Di antara aset pemprov yang bermasalah yakni 2,5 hektar di Hotel Bali Hyatt yang dikuasai sepenuhnya pihak Bali Hyatt, tanah di Sumberklampok Buleleng, 4,5 hektar aset di Bedugul, serta aset Pemprov Bali seluas sekitar 8 hektar di dalam kawasan GWK (Garuda Wisnu Kencana), Badung.

Sementara itu ketika ditanya soal adanya oknum-oknum di DPRD berkonspirasi menghambat pembentukan Pansus Aset, anggota Komisi I DPRD Bali Made Supartha juga menduga ada pihak yang sengaja mengulur-ulur waktu, bahkan berkonspirasi menggagalkan pembentukan Pansus Aset. ''Bisa saja ada dugaan konspirasi, ada oknum yang menghendaki Pansus Aset tak terbentuk, apakah oknum di Dewan ataukah di eksekutif,'' ujarnya.

Politisi PDI-P itu juga mendesak Pansus Aset segera dibentuk untuk kepentingan mendata aset pemprov serta mengungkap kongkalikong di dalamnya. ''Tidak ada alasan menunda-nunda lagi Pansus Aset. Unsur kongkalikongnya juga harus diusut,'' pungkas politisi asal Tabanan ini.

Kalau Pansus Aset tak dibentuk, imbuh Supartha, makin banyak pihak yang bisa bermain dalam pengelolaan aset pemprov, bahkan bisa banyak aset pemprov yang hilang. Buktinya dalam kasus berpindahtangannya 2,5 hektar aset di Hotel Bali Hyat, Sanur. ''Jangan sampai ada konspirasi untuk menggagalkan pembentukan Pansus Aset. Jangan sampai ada kepentingan pribadi untuk menggelapkan aset Pemprov Bali, memanipulasi data dan lainnya. Kepentingan mengamankan aset Pemprov Bali harus diutamakan,'' tandasnya. (balipost)
-
Lokalzone - Rabu (09/10) Polres Buleleng kembali merelease hasil ungkap kasus, kali ini unit Reskrim Polres Buleleng berhasil menciduk pelaku penggelapan mobil yang dimiliki oleh seorang anggota Polisi.

Dalam pres release yang dilakukan oleh Kabag Ops Kompol Riza Faisal yang didampingi Kasat Reskrim AKP Ketut Adnyana TJ diketahui pelaku bernama Gede Suta (61) yang beralamat di Banjar Dinas Lebah Siung, Desa Panji Anom, Sukasada menyewa kendaraan dari Gede Sri Bajra Adnyana pada tanggal 22 Maret 2013 lalu.

Namun alih-alih menggunakannya Suta justru langsung menggadaikan mobil Suzuki APV DK 1247 UF tersebut kepada pihak ketiga. "Pelaku menyewa mobil korban dan langsung digadaikan kepada pihak lain" papar Riza.

Polisi yang kini masih melakukan penyidikan terkait kasus ini telah menyita satu unit kendaraan Suzuki APV DLX DK 1249 UF warna merah berikut STNK dan kunci kendaraan tersebut. 

Dari hasil Interograsi singkat yang dilakukan oleh Adnyana TJ diketahui jika Suta bukan orang baru di dunia penggelapan termasuk penipuan dengan modus calo PNS. Namun demikian Suta menyangkal dan mengatakan kasus yang sebelumnya telah diselesaikan dengan jalan kekeluargaan.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan sejumlah barang bukti pelaku kini terancam meringkuk di tahanan selama 4 tahun. "Pelaku kami jerat dengan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana Penggelapan, yang ancaman hukumannya 4 tahun penjara" ungkap Adnyana TJ.
- -
Lokalzone - Dua kasus pencurian handphone di Pantai Penarukan Kelurahan Penarukan dan Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng, Rabu (9/10/2013) berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, dengan membekuk Komang Winasa alias Cuplis (28) dan Arsa Hermanto (26) secara terpisah. 

Cuplis yang beralamat di Lingkungan Pendes, Kelurahan Penarukan ditangkap dirumahnya, sedangkan Arsa Hermanto ditangkap ditempat kostnya di Gang Damarwulan Kelurahan Banyuning. “Cuplis terlibat mengambil handphone di Pantai Penarukan pada malam minggu lalu, dimana pelaku mengambil HP dengan mengendap-ngendap dan menyatroni tas korban. Sedangkan pelaku Arsa Hermanto beraksi mengambil HP yang diletakan korban diatas meja,” ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng, AKP. Made Mustiada. 

Penangkapan kedua pelaku yang langsung dipimpin Kanit Reskrim Polsek Kota Singaraja, Iptu. Doni Aryanto berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan sejak kedua kasus pencuriuan itu dilaporkan korban Risma Maulida Megantari (15) di Pantai Penarukan dan Dewa Gede Darmadi (36) di Perumahan Graha Asri Baktiseraga. 

“dua pelaku sudah diamankan di Mapolsek Kota Singaraja dan masih dalam proses pengembangan untuk memngungkap aksi-aksi serupa yang masih dalam penyelidikan,” papar Mustiada. Dari penangkapan dua pelaku pencurian spesialis HP tersebut, polisi mengamankan dua buah Hanphone, diantaranya HP merk LG type KF510 casing warna Hitam dan HP merek Samsung Galaxy S4 casing warna Putih. 

(Arsa Hermanto)
Sebelumnya, Risma Maulida Megantari yang beralamat di Kelurahan Kampung Bugis melaporkan kehilangan HP dimana pelaku mengambil HP korban di dalam tas yang ditaruh dipinggir pantai, pada saat korban sedang bercengkrama dengan temannya, pelaku mengendap-endap kemudian mengambil Hp yang ada di dalam tas korban, sedangkan Dewa Gede Darmadi dalam laporannya menyebutkan, saat berada di Perumahan Graha Asri LC 9 Blok B No.4 Desa Baktiseraga, HP yang diletakan di atas meja lanmgsung diambil pelaku saat korban keluar rumah untuk mengambil cucian loundrey, bahkan antara korban dan pelaku memang sudah saling mengenal.
- -
(Gambar Ilustrasi)
Lokalzone - Sebuah kecelakaan maut terjadi Jalan Jurusan Singaraja - Gerokgak, pada dini hari kemarin, Senin (7/10). Akibat kecelakaan tersebut salah seorang pengendara mengalami luka serius, bagian perut hancur dan langsung meninggal ditempat.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut berawal dari pengendara sepeda motor Yamaha DK 7984 VD yang dikendarai Rudiah (32) seorang ibu rumah tangga yang beralamat di Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak bersama Fatmawari (35) hendak mendahului kendaraan truc yang ada di depannya menuju kearah kebarat.

Namun saat itu justru dari arah barat muncul mobil truck dengan Nopol DK 9400 LZ yang dikendarai Sugito (53) dari arah yang berlawanan sehingga terjadi kecelakaan adu jangkrik yang fatal.

Akibat kecelakaan tersebut Rudiah mengalami patah pada kaki kanan dan kiri, bagian perut hancur, dan langsung meninggal dunia ditempat.

sedangkan Fatmawari yang berboncengan mengalami patah tulang pada bagian paha kiri, bengkak pada mata kanan, robek pada mata kiri dan saat ini sedang dirawat inap di RSU Santhigraha Seririt.

Kasubag Humas AKP Made Mustiada, Selasa (8/10) ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kecelakaan maut tersebut. "Kecelakaannya terjadi pada pukul 04.30 wita, dua orang pengendara sepeda motor mengalami luka serius, satu meninggal di tempat sedang yang berboncengan saat ini masih dirawat di RSU Santhigraha" jelas Made Mustiada.
-