Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos


Bali, Lokalzone - Kasus karang yang digurat atau dicoret turis di Nusa Penida, Bali bikin kesal banyak orang. Menteri Pariwisata Arief Yahya berjanji akan menindaklanjutinya. 


"Ya Allah, kejam sekali kalau itu memang benar," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya kepada awak media setelah acara launching Tour de Linggarjati di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Selasa (13/9/2016).



Arief sepertinya baru mendengar kasus tersebut. Namun dirinya menegaskan, pihak Kementerian Pariwisata akan menindaklanjuti dan pemerintah daerah setempat dalam hal ini Pemda Klungkung harus memberi peringatan.



"Kita lihat dulu case-nya seperti apa. Saya akan menindaklanjuti dan pasti saya akan bergerak," tegasnya.


Kasus karang yang digurat dengan aksara Mandarin di Nusa Penida, itu terungkap pada pekan lalu. Adalah OK Divers, operator tur yang melihatnya pertama kali dan menceritakannya di media sosial lalu menjadi viral.



Tentu saja ini jadi pelajaran, agar pelaku ditindak tegas dan para turis harus lebih menjaga sikap saat menyelam. 
-
Lokalzone - Dipicu suara musik keras dimalam hari warga Banjar Dinas Sekar, Kecamatan Banjar bentrok dengan saling lempar batu hingga berujung saling lapor ke Polisi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada pada malam hari sekitar pukul 23.00 wita yang dipicu suara musik keras dari rumah Jung Hong (46). Akibatnya tiga warga lainnya yakni Gede Intaryadi alias Yabog, Komang Adi Wisnawa, dan Kadek Cuplis datang menghampiri seraya menegurnya untuk mengecilkan suara musik dan langsung dijawab oleh Jung Hong "ini masih jam berapa".

Jawaban Jung Hong sepertinya memancing kesalahpahaman sehingga berujung aksi saling lempar menggunakan batu dan kayu yang mengakibatkan kedua belah pihak mengalami luka-luka serta kerusakan pada rumah dan kendaraan milik Jung Hong.

Sedangkan dari pihak Kepolisian yang menerima laporan dari kedua belah pihak yang bertikai mengungkapkan kasus tersebut akan ditindaklanjuti secara terpisah. "Kasusnya kita split, laporan yang satu si A jadi korban sedang B jadi pelaku dalam laporan yang lainnya terbalik. Jadi setiap orang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya," ungkap Agus Widarma Putra selaku Kasubbag Humas Polres Buleleng, Kamis (03/04/2014) di Mapolres Buleleng.

Terkait kejadian tersebut hingga saat ini pihak Kepolisian telah menerima 2 laporan pengaduan berupa Pengerusakan dan Penganiayaan dengan korban Jung Hong dan 3 orang menjadi pelaku, serta laporan pengaduan Penganiayaan dengan korban Komang Adi Wisnawa dan Jung Hong sebagai pelakunya.
- -
Lokalzone - Salah satu baliho milik caleg partai demokrat I Made Adi Purna Wijaya dirobek oleh oknum tak bertanggungjawab. Baliho yang dipasang pada telajakan milik Pak Sum di desa Poh bergong kecamatan buleleng diketahui robek dan hilang Senin(20/1/2014). Demikian disampaikan Ketut Sandiaka asal desa Alasangker  saat melaporkan kasus itu di Panwascam Buleleng Selasa (21/01/2014). 

Pelapor diterima Ketua Panwas Kecamatan Buleleng Dewa Nyoman Suweker didampingi anggotanya Gede Tantra. Keduanya didampingi divisi hukum dan penindakan pelanggaran Panwas kabupaten Buleleng Putu Sugiardana. Pelapor dan saksi mengaku tidak memiliki alat bukti mengingat baliho caleg terebut sudah tidak ada alias hilang. 

Tim sukses caleg ini menceritakan bahwa pada malam minggu istri Pak Sum selaku pemilik rumah sempat melihat sejumlah orang melakukan perobekan baliho. Namun demikian istri Pak Sum tidak tahu siapa pelakunya. Yang diingatnya hanya sekitar 3 orang pemuda melakukan aksi perobekan bendera. Saat ditegur pemuda bersangkutan lari tungang langgang.

Sementara saksi lainnya Made Sarta dari dsn Poh Bergong mengatakan info yang diterimanya masih simpang siur. Padahal  minggu siang dirinya masih melihat baliho tersebut sedangkan info yang diterimanya kehadian perobekan baliho itu terjadisabtu malam. “Ini masih simpang siur Pak. Yang saya lihat Minggu pagi masi ada. Terus yang melihat perobekan itu melihat malam minggu sekitar jam 22.00 wita,” ungkapnya.

Sementara itu panwas  kecamatan buleleng masih memiliki waktu paling lama limahari untuk merampungkan kasus tersebut. Apakah akan diteruskan ke penyidik kepolisian ataukah dihentikan karena tidak memenuhi unsure tindak pidana pemilu. (bru)
- -
Gerokgak – Kamis (29/08) sekitar pukul 23.45 wita sebuah kendaraan Truk dengan No Pol DK 9486 GO dilempari batu oleh orang tak dikenal hingga kaca bagian depan mengalami pecah hanya karena masalah sepele.
Ilustrasi
Banjar Bali - Sebuah bangunan sewa yang diperuntukkan sebagai kantor yang terletak di Jalan Gajah Mada No. 128 Kelurahan Banjar Bali rusak lantaran tertimpa pohon. Diduga kuat pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang tersebut melakukannya dengan sengaja.
Singaraja, ATM Bank CIMB yang terletak di Jalan A. Yani Singaraja No. 55 A Singaraja dirusak orang yang tidak dikenal. Aksi pelaku perusakan bahkan terekam dalam CCTV yang ada di ATM tersebut namun dengan cepat kabur dari lokasi diduga lantaran takut ketahuan.
Kedis, Pura sebagai tempat yang sakral bagi umat beragama hindu dicoreng oleh tangan - tangan yang tidak bertanggung jawab dengan cara melakukan aksi pengrusakan membabi buta di areal pura yang keramat tersebut.
- -
Pagi dini hari rumah seorang guru di Kecamatan Seririt di teror orang tak dikenal dengan melakukan pelemparan batu membabi buta dan langsung menghilang dikegelapan malam dengan menggunakan sepeda motor.
-
Sumber Google - Ilustrasi
Baru kemarin seorang anggota Purnawirawan Polri yang kena tipu oleh tukang bangunan, kini hal serupa kembali terjadi hanya saja kali ini Purnawirawan Polri tersebut bukan ditipu melainkan tanah miliknya justru diserobot oleh seorang petani.
- -
Memasuki pekarangantanpa ijin disertai dengan pengerusakan terjadi di Desa Kalibukbuk, anehnya kenapa Komang R (41) yang dilaporkan ke Mapolres Buleleng berani melakukan hal tersebut mengingat konsekuensi yang akan ditimbulkannya. Akibat kejadian tersebut kini dirinya harus berhadapan dengan pihak berwajib guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.
- -
Hari minggu tanggal 09 September 2012 sekitar pukul 23.30 wita, rumah yang ditempati oleh Khairul Abrori Saputro (23) dirusak oleh orang yang tidak dikenal. dalam keterangannya dia menyebutkan bahwa rumahnya dilempar dengan menggunakan batu sebanyak dua kali.
Entah mimpi apa yang dialami Made Suteja ( yang beralamat di Banjar Dinas Lebah Desa Dencarik Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng hingga mengalami pengerusakan yang dilakukan oleh
-