Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Bali, Lokal-zone.com - Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta melarang mendirikan warung remang-remang. Dia meminta kepada para perangkat desa pakraman memperbaiki awig-awignya (peraturan) tentang larangan pembuatan tempat hiburan malam tersebut.

“Desa pakraman ini harus memperbaiki awig-awignya tentang larangan mendirikan kafe remang-remang,” ujar Ketut di Forum Podium Bali Bebas Bicara.

Dia menjelaskan, pendirian warung remang-remang ini tidak menimbulkan dampak yang baik, justru memiliki efek yang negatif.

Politisi Golkar Bali ini juga menjelaskan bahwa warung remang-remang tersebut biasanya dijadikan tempat mabuk-mabukkan, berkelahi, hingga saling bunuh.

“Kafe (warung remang-remang) yang menimbulkan dampak negatif ini harus dilarang. Mereka memiliki efek yang negatif,” katanya.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali sudah berkoordinasi dengan para perangkat desa pakraman sudah sejak lama. Ketut menerangkan, ia sudah memantau warung ramang-remang yang ada di Denpasar, salah satunya di Glogor Carik.
-
LokalZone - Kondisi Danau Buyan di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada sangat memprihatinkan hingga terancam hilang 20 tahun mendatang dan hanya tinggal kenangan saja apabila tidak dilakukan langkah-langkah perlindungan melalui konservasi akibat ancaman pedangkalan.

Hal itu diungkapkan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Jumat pagi (10/5/2015) dalam Gerakan Danau Bersih di Danau Buyan dalam rangka Hari Air dan Hari hutan Internasional yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2015 yang diikuti oleh PNS,TNI, Polri, Pelajar, Pramuka dan Warga setempat.  

"Kondisi Danau Buyan saat ini sudah sangat memprihatinkan, bahkan bila tidak dilakukan langkah-langkah penyelamatan seperti kegiatan Gerakan Danau Bersih Lestari, Danau Buyan akan tinggal nama saja dan Bali tidak lagi memiliki kantong-kantong sumber air untuk kehidupan," papar Gubernur Mangku Pastika.

Gubernur Pastika juga mengatakan untuk menyikapi permasalahan yang dihadapi Danau Buyan harus dilakukan penelitian ahli danau untuk memastikan agar Danau Buyan tetap lestari sembari melakukan aksi konservasi terhadap lingkungan disekitar Danau Buyan. 

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa Pemkab Buleleng sudah berupaya untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan pelestarian dari Danau Buyan. "Salah satu upaya penyelamatan Pemkab dengan menyelenggaran kegiatan Festival Lake Buyan yang mampu menggugah kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan kebersihan Danau Buyan," kata Bupati yang murah senyum itu.

Untuk diketahui bersama, berdasarkan data dari Badan Lingkungan Hidup Propinsi Bali menyebutkan, Danau Buyan secara visual telah mengalami tekanan yang sangat berat dan mengarah pada degradasi termasuk mengalami pedangkalan, dimana pada tahun 1987 kedalamannya diperkirakan 86,7 meter dengan luas 3,7 Kilometer dan saat ini kedalaman Danau Buyan mencapai 79,7 meter dengan seperempat permukaannya ditutupi gulma atau enceng gondok.
- -