Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

Bali, Lokalzone - Tim Jatanras Subdit III Direskrimun Polda Bali berhasil menggulung enam pemuda bau kencur. Enam pemuda ini diduga terlibat aksi pengeroyokan di Renon Denpasar hingga mengakibatkan seorang pemuda hampir kehilangan nyawanya.

Mereka diamankan di tempat terpisah dan masih dalam pengembangan. Informasi yang dihimpun di internal Direksrimum Polda Bali, bahwa yang melakukan pengamanan ialah anggota buser Subdit III Direskrimum Polda Bali.

Yang diamankan ialah sekitar 11 pemuda dan masih akan berkembang. Dugaannya, anggota Geng ini berjumlah sekitar 25 orang.

11 anggota itu diamankan oleh pihak Kepolisian hingga pukul 18.30 Wita, dan polisi masih memburu anggota geng lain.

Dan informasinya, bahwa polisi juga sedang melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pemuda. Pendek kata, polisi belum bisa menetapkan adanya tersangka. Untuk diketahui, Gusti Agung Krisna (19) hampir saja kehilangan nyawanya usai dikeroyok gerombolan geng motor, Senin (4/7/2016) pukul 02.54 WITA di Jalan Puputan Renon Denpasar. 

Beruntung saja, Gusti Agung segera ditolong warga dan petugas Ambulans BPBD Kota Denpasar Pos Juanda. Kondisinya ketika ditemukan sangat kritis, darah terus keluar dari bagian kepalanya. Korban diduga dipukul oleh pelaku yang keseluruhan berjumlah kurang lebih 10 orang.

Korban dipukul pada bagian wajah hingga terjatuh dan membentur aspal. Saat kejadian berlangsung, korban yang tinggal di Sanur, Denpasar Selatan, ini tengah menyaksikan balapan liar bersama 5 orang temannya. Kemudian dari arah Jalan Hayam Wuruk, datang segerombolan remaja dengan membawa batang bambu dan helm di tangan.
-
Peristiwa, Lokal-zone.com - Pertengkaran adu mulut dua pria yang sama-sama tinggal di Kelurahan Moodu, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo ini akhirnya berakhir dengan penikaman.

Akibatnya Risman Abdullah (21) mengalami luka bersimbah darah di punggung akibat ditikam rekannya, Boy Ali (23) Minggu (27/3) dinihari.

Beruntung nyawa Risman bisa diselamatkan, setelah pihak keluarga langsung melarikan pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo.

Menurut sejumlah saksi yang ditemui Gorontalo, kejadian ini bermula saat Risman dan Boy terlibat adu mulut soal pengalaman kerja mereka, di depan rumah Risman. Tiba-tiba aksi adu mulut berubah menjadi aksi baku hantam.

"Keduanya terlibat adu mulut yang kemudian berujung pada aksi baku pukul," ujar Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP S Bagus Santoso dilansir Gorontalo, Senin 28/3).

Tidak ingin berkelahi lantas Risman kemudian meninggalkan Boy. Namun demikian tiba-tiba, Boy mencabut sebuah pisau yang memang sudah dibawanya  dan langsung membacok Risman di bagian punggung belakang.

Akibat kejadian ini, Risman langsung roboh ke arah pintu rumahnya. Melihat kejadian ini, Darwin Abdullah, ayah Risman langsung menolong korban dan membawanya ke dalam rumah. Boy melarikan diri dari lokasi kejadian.

"Korban dan pelaku memang berteman, bahkan rumah keduanya hanya berjarak 200 meter," ujar mantan Wakapolres Gorontalo Kota itu.

AKBP Bagus menambahkan, pihak Kepolisian sendiri saat ini telah melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian, untuk mengantisipasi terjadinya bentrok susulan antar kedua keluarga.

"Pelaku sementara masih dalam proses pengejaran, namun kami sudah melakukan upaya preventif dengan cara melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian," tegasnya.
-
Sumber Google - Ilustrasi
Aksi penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam terjadi di Kecamatan Seririt tepatnya di Desa Joanyar. Akibat aksi brutal tersebut satu orang dilarikan kerumah sakit akibat luka serius akibat tebasan senjata tajam pada bagian kepala.
-
Manfaat atau efek positif dari jejaring sosial pasti sudah dirasakan oleh hampir setiap orang, apalagi saat ini hampir semua orang memiliki akun Facebook baik muda maupun tua. Hal ini biasanya digunakan untuk mempermudah komunikasi dan informasi bagi seseorang, bahkan online lewat HP’pun sekarang lumrah dilakukan.

Namun penggunaan Jejaring Sosial seperti Facebook juga terkadang mengarah ke hal negatif, seperti yang dialami oleh Panji Setyawan (14) yang berstatus masih pelajar gara – gara
-
Sabtu malam yang biasanya digunakan masyarakat untuk mencari hiburan guna menghilangkan penatnya kegiatan rutin di tempat kerja menjadi mimpi buruk bagi mereka yang menghabiskan waktu di Pasya Club Café. Pasalnya ditempat tersebut terjadi perkelahian yang melibatkan sedikitnya enam pengunjung yang tadinya ingin menghabiskan malam dengan minuman jadi saling baku hantam satu sama lainnya.
-