Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Menyikapi hasil pembinaan Menteri Agama Republik Indonesia pada tanggal 21 Pebruari 2015 di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Rebublik Indonesia, Bapak Lukman Hakim Saifuddin yang menyatakan bahwa Pejabat harus memahami secara utuh dan detail tugas dan fungsi jabatannya sehingga akan bekerja secara profesional dan bertanggung jawab (responsibility), serta mampu berinovasi(innovation)melahirkan terobosan cermerlang yang dilandasi  integritas (integrity)  sehingga akan menjadi tauladan (role model) bagi bawahan dan masyarakat yang dilayani.

Berangkat dari arahan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem I Wayan Serinada, S.Pd, M.Si atas seijin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem berinisiatif melaksanakan kegiatan belajar bersama tiap ada waktu luang pada jam kerja atau hari libur bagi seluruh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Konsep belajar bersama dalam rangka memahami tugas dan fungsi serta memecahkan masalah-masalah secara terbuka sehubungan pelaksanaan tugas sehari-hari serta mengupdate perkembangan teknolagi informasi terkini  tentang aplikasi manajemen perkantoran agar tidak terkesan monoton dan ketinggalan zaman .

“Sebagai aparatur pemerintah harus selalu belajar, belajar dan belajar untuk bisa kerja, kerja dan kerja dalam rangka mewujudkan budaya kerja“, demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu selaku inisiator kegiatan tersebut. Ditambahkan pula bahwa tanpa belajar mengikuti perkembangan kekinian tentang sistem aplikasi manjemen perkantoran (keuangan, kepegawaian, pendataan dll), regulasi dan kebutuhan pelayan terkini bagi masyarakat  maka kerja, kerja dan kerja yang dilakukan akan terkesan lamban, monoton tidak efektif, tidak efesien dan bias  sehinga dapat dipastikan hasilnya tidak optimal, tidak tepat sasaran dan tidak bermanfaat. “untuk profesional pejabat harus memiliki capabilities dan expertise, sense of responsibility, ability to innovate, sebagai role model  serta integrity, semua itu hanya bisa diperoleh dengan konsep belajar sepanjang hayat (life long learning), lanjut beliau.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Agama Hindu disela-sela kegiatan belajar yang dilaksanakan hari Minggu tanggal 22 Pebruari 2015 yang dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem yang diwakili Kepala Sub Bag TU, Para Kepala Seksi dan Pejabat Pengelola dengan fasilitator I Komang Berata SE selaku PPK sekaligus Koordinator Urusan Keuangan pada Sub Bagian Tata Usaha.
- -
LokalZone - Salak Karangasem di Provinsi Bali kini menjadi salah satu wine andalan yang sudah merambah kota-kota besar di Indonesia. Bahan dasar yang dipilihnya harus salak yang berasal dari Kabupaten Karangasem. Harganya sekitar Rp 200.000,-

“Harus salak Karangasem. Salak dari Karangasem itu memiliki ciri khas sendiri. Kandungan airnya banyak, perpaduan manis dan asam di kandungan salak Karangasem cocok untuk dibuat wine,” kata pemilik Baliwein, Gek Ayu Rusmini Lokika Wati, di Denpasar, Bali, Jumat (30/1/2015).

Gek Ayu mengaku, sebelum memilih salak Karangasem untuk dijadikan wine, juga sempat mencoba membuat wine dengan bahan salak Pondoh, akan tetapi tidak sesuai dengan harapan karena salak Pondoh kandungan airnya sedikit. Begitupun terhadap salak kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. “Wah, saya sudah banyak mencoba berbagai salak, dari mulai salak Pondoh dan salak Negara. Ya memang tidak sebagus salak Karangasem,” katanya.

Gek Ayu juga menyampaikan bahwa Wine Salak Bali miliknya sudah mendapat pesanan dari beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya. Sementara untuk pemasaran di Bali bisa didapatkan ditoko-toko yang sudah mempunyai izin penjualan minuman keras, karena wine Salak ini mengandung alkohol sekitar 12 persen. Stok juga cukup terpenuhi.

“Kami tidak kehabisan stok. Sudah diperhitungkan dalam setahun memproduksi berapa dan penjualannya mencapai berapa. Proses pembuatan wine dari mulai fermentasi hingga pengolahannya kan tiga bulan, kami sudah hitung-hitungan,” ujarnya. Karena produk wine Salak terbilang baru, saat ini pemasarannya masih di dalam negeri. (tribunnews)
-