LokalZone - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) A.A.Ngurah Puspayoga, Sabtu (27/6/2015) pagi melakukan kunjungan kerja ke Gumi Makepung Kabupaten Jembrana. Dalam kunjungannya itu Menkop UKM Puspayoga memberikan sejumlah kemudahan dan bantuan kepada kelompok usaha kecil menengah dan mikro di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana.
Kemudahan tersebut diantaranya pemberian kemudahan ijin bagi usaha kecil, pemberian hak cipta dan akte notaris gratis. Selain itu Puspayoga juga memberikan bantuan perbaikan tempat idabah baik Hindu, Islam dan Kristen. Ia mengungkapkan saat dirinya menjabat Walikota Denpasar untuk mengurus Hak Cipta waktu bisa berbulan-bulan dan bayarnya cukup mahal, tapi sekarang hanya bisa diselesaikan satu jam dan gratis.
Meski memberikan kemudahan, Puspayoga juga melakukan tindakan tegas terhadap koperasi-koperasi yang tidak aktif. “ Koperasi yang hanya punya cap dan mengandalkan bantuan pemerintah saya hapus saja, supaya tidak mengganggu koperasi yang lain “ tegas Puspayoga. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dilakukan oleh tiga pilar yaitu BUMN, Swasta dan Koperasi. Hanya saja koperasi selama ini seolah tersisih, untuk itu sebagai Menteri, Puspayoga bertekad mensejajarkan koperai dengan BUMN dan Swasta. “ Saya sangat optimis itu berhasil, sebab setelah saya data semua koperasi ternyata omsetnya ada yang mencapai trilyunan, mengapa yang lain tidak bisa, inilah yang saya ingin capai terhadap koperasi-koperasi yang lain “ kata Puspayoga.
Dari 209 juta koperasi yang terdata di Indonesia, 62 ribu diantaranya tidak aktif dan sudah dibekukan. Bahkan kini sebanyak 147 ribu koperasi mampu aktif dengan online sistem. Selama ini lanjut Puspayoga yang menjadi persoalan usaha kecil dan koperasi adalah permodalan. Banyak usaha kecil yang tidak mampu mengambil modal di Bank karena bunga kreditnya sangat tinggi yaitu mencapai 22%. “ Saya usulkan ke Pak Presiden supaya bunga kredit diturunkan, karena tidak memberikan rasa adil terhadap pengusaha kecil, dan usulan itu sudah disetujui Presiden menjadi 12% “ terang Puspayoga.
Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha menjelaskan, kemudahan yang telah diberikan Kemenkop kepada pengusaha kecil menengah dan mikro di Jembrana sudah dirasakan manfaatnya mulai dari kemudahan memperoleh perijinan, peningkatkan sumberdaya manusia, kemudahan sarana dan prasarana produksi termasuk fasilitasi akses pemasaran. Di Jembrana sendiri kata Bupati Artha, terdapat 249 koperasi yang telah berbadan hukum dengan jumlah masyarakat yang terlibat didalamnya mencapai 54.995 orang. Sementara itu terdapat 19 koperasi yang sakit kronis dan segera dibekukan. “ Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan perhatian dan bantuan yang luar biasa kepada usaha kecil mikro dan koperasi di Jembrana, saya berharap pengusaha yang diberikan bantuan menggunakan bantuannya dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat “ kata Artha.
Dalam kunjungan pertama kalinya sebagai Menteri di Jembrana, Puspayoga mengaku paling senang bila berkunjung ke Jembrana. Pasalnya partisipasi masyarakatnya sangat tinggi, hal itu terbukti dengan hadirnya ribuan masyarakat di GKBK Jembrana. “ Ini menunjukkan bahwa Bupati dan Wakilnya rajin turun ke masyarakat “ terang Puspayoga. Selain dihadiri Bupati dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan, Menteri Puspayoga juga mengajak seluruh Deputinya ke Jembrana.
Kemudahan tersebut diantaranya pemberian kemudahan ijin bagi usaha kecil, pemberian hak cipta dan akte notaris gratis. Selain itu Puspayoga juga memberikan bantuan perbaikan tempat idabah baik Hindu, Islam dan Kristen. Ia mengungkapkan saat dirinya menjabat Walikota Denpasar untuk mengurus Hak Cipta waktu bisa berbulan-bulan dan bayarnya cukup mahal, tapi sekarang hanya bisa diselesaikan satu jam dan gratis.
Meski memberikan kemudahan, Puspayoga juga melakukan tindakan tegas terhadap koperasi-koperasi yang tidak aktif. “ Koperasi yang hanya punya cap dan mengandalkan bantuan pemerintah saya hapus saja, supaya tidak mengganggu koperasi yang lain “ tegas Puspayoga. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dilakukan oleh tiga pilar yaitu BUMN, Swasta dan Koperasi. Hanya saja koperasi selama ini seolah tersisih, untuk itu sebagai Menteri, Puspayoga bertekad mensejajarkan koperai dengan BUMN dan Swasta. “ Saya sangat optimis itu berhasil, sebab setelah saya data semua koperasi ternyata omsetnya ada yang mencapai trilyunan, mengapa yang lain tidak bisa, inilah yang saya ingin capai terhadap koperasi-koperasi yang lain “ kata Puspayoga.
Dari 209 juta koperasi yang terdata di Indonesia, 62 ribu diantaranya tidak aktif dan sudah dibekukan. Bahkan kini sebanyak 147 ribu koperasi mampu aktif dengan online sistem. Selama ini lanjut Puspayoga yang menjadi persoalan usaha kecil dan koperasi adalah permodalan. Banyak usaha kecil yang tidak mampu mengambil modal di Bank karena bunga kreditnya sangat tinggi yaitu mencapai 22%. “ Saya usulkan ke Pak Presiden supaya bunga kredit diturunkan, karena tidak memberikan rasa adil terhadap pengusaha kecil, dan usulan itu sudah disetujui Presiden menjadi 12% “ terang Puspayoga.
Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha menjelaskan, kemudahan yang telah diberikan Kemenkop kepada pengusaha kecil menengah dan mikro di Jembrana sudah dirasakan manfaatnya mulai dari kemudahan memperoleh perijinan, peningkatkan sumberdaya manusia, kemudahan sarana dan prasarana produksi termasuk fasilitasi akses pemasaran. Di Jembrana sendiri kata Bupati Artha, terdapat 249 koperasi yang telah berbadan hukum dengan jumlah masyarakat yang terlibat didalamnya mencapai 54.995 orang. Sementara itu terdapat 19 koperasi yang sakit kronis dan segera dibekukan. “ Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan perhatian dan bantuan yang luar biasa kepada usaha kecil mikro dan koperasi di Jembrana, saya berharap pengusaha yang diberikan bantuan menggunakan bantuannya dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat “ kata Artha.
Dalam kunjungan pertama kalinya sebagai Menteri di Jembrana, Puspayoga mengaku paling senang bila berkunjung ke Jembrana. Pasalnya partisipasi masyarakatnya sangat tinggi, hal itu terbukti dengan hadirnya ribuan masyarakat di GKBK Jembrana. “ Ini menunjukkan bahwa Bupati dan Wakilnya rajin turun ke masyarakat “ terang Puspayoga. Selain dihadiri Bupati dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan, Menteri Puspayoga juga mengajak seluruh Deputinya ke Jembrana.
Bali - Jembrana - Seremonial
LokalZone - Sebanyak 41 Kepala Urusan (Kaur) di Pemerintahan Desa se- Kabupaten
Jembrana, mendapat pelatihan jurnalistik di Aula Gedung
Kesenian Bung Karno Jembrana, yang diselenggarakan oleh salah satu media
cetak di Bali bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana.
Pelatihan jurnalistik yang berlangsung selama sehari tersebut dibuka
langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawa. Selain dilatih
tentang tatacara pembuatan berita, Kaur
Desa yang baru kali pertama mendapat pelatihan jurnalistik tersebut juga
mendapat pengetahuan tentang kehumasan dan peran jurnalistik dalam
mensosialisasikan program pembangunan desa.
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut baik
pelaksanaan pelatihan jurnalistik bagi aparat di desa. Pasalnya menurut
Kembang, banyak potensi dan keunggulan desa yang selama ini belum
maksimal dipublikasikan. “Saya berharap aparat di desa lebih banyak
memberikan informasi tentang potensi dan keunggulan desanya,
kemampuannya nanti sebagai jurnalis desa hendaknya digunakan untuk
mencitrakan desa,“ kata Kembang.
Selain itu Kembang juga
menegaskan aparatur desa untuk lebih cermat mengetahui permasalahan yang
ada di desanya masing-masing. Jika terjadi permasalahan segera
diselesaikan dan dikoordinasikan dengan yang terkait. Bukan sebaliknya
permasalahan tersebut lebih dulu dipublikasikan, sehingga mengakibatkan
salah paham.
Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik
Putu Witari mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih kaur
menjadi wartawan desa yang nantinya mampu menulis berita tentang potensi
dan keunggulan yang dimiliki oleh desanya masing-masing. Sehingga
potensi tersebut lebih dikenal luas oleh masyarakat dan mampu mengangkat
perekonomian desa. Para Kaur Desa juga diberikan pengetahuan tentang
teknik photografi yang berperan penting dalam penulisan berita.
Bali - Jembrana - Seremonial
LokalZone - Namanya I Gede Ngurah Bagus Arthayasa, siswa yang kini duduk di
kelas lima SDK Marsudirini Kabupaten Jembrana ini, meraih prestasi
gemilang dalam Olympiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2015 khususnya
bidang study Matematika. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Senin
(4/5/2015) kemarin di Stadion Pecangakan, Bagus Arthayasa mendapat undangan khusus
dari Panitia Peringatan Hari-hari Besar Nasional Pemkab Jembrana untuk menerima Piagam Penghargaan Bupati Jembrana.
Pasalnya siswa kelahiran 28 Maret 2005 ini sukses meraih prestasi
gemilang sebagai juara pertama OSN Bidang Matematika mulai di tingkat
Kabupaten hingga Provinsi. Saat bertanding di tingkat kabupaten Jembrana
ia berhasil mengalahkan 25 orang, sedangkan saat mengikuti OSN di
tingkat Provinsi Bali, putra keempat dari Made Agus Supriatmaja dengan
Ni Ketut Sri Sukaningsih yang tinggal di Jalan Sudirman Negara ini
menyisihkan 63 siswa se-Bali yang ikut bertanding sains Matematika.
Prestasinya gemilang yang diraihnya ini, membawa Bagus Arthayasa
melenggang ke tingkat nasional di Jogjakarta pada pertengahan Mei ini.
Ditemui sebelum menerima penghargaan Bupati Jembrana saat Hardiknas,
Bagus Arthayasa yang hobby sepak bola ini menyebutkan telah
mempersiapkan diri untuk mengikuti OSN di Jogjakarta dengan belajar yang
tekun dan berdoa. Menurutnya pelajaran matematika pada umumnya dianggap
pelajaran yang paling sulit, namun kalau ditekuni dan dipelajari dengan
disiplin makan sejatinya pelajaran matematika sangat menyenangkan.
Keberhasilannya maju ke nasional baginya biasa-biasa saja, karena ia
sudah terbiasa mengikuti perlombaan sejenis. Banyak kompetisi yang
pernah diikutinya misalnya sebagai finalis Kompetisi Matematika Nalaria
Realistik tingkat nasional tahun 2013 di Bogor, memperoleh medali
perunggu Olympiade Matematika Kelas IV Tingkat Internasional Tahun 2014
dan banyak kompetisi lainnya.
Pria yang bercita-cita mengikuti
jejak ayahnya sebagai dokter ini, memiliki kiat khusus dalam meraih
prestasi. Secara rutin selain belajar di kelas, setiap hari ia
mengerjakan 10 soal matematika, tiga kali seminggu mengikuti bimbingan
belajar matematika di Jembrana dan sekali dua kali sebulan bimbingan
belajar di Denpasar. Selain berprestasi pelajaran matematika, Bagus
Arthayasa juga berprestasi di bidang olahraga timnya berhasil menjuarai
kompetisi sepak bola antar SSB (Sekolah Sepak Bola) se-Jembrana dan ia
bergabung dalam tim sepak bola Kecamatan Jembrana meraih medali perunggu
dalam Porsenijar Tahun 2015 ini.
Orang tuanya Made Agus
Supriatmaja mengharapkan anaknya Bagus Arthayasa menyeimbangkan antara
prestasi akademis, olahraga dengan pergaulan yang baik termasuk bermain
sebagai anak-anak.
Bali - Jembrana
LokalZone - Jembrana memiliki cukup banyak tradisi budaya yang terpendam, jika
gambelan dari bilah bambu ada seni Jegog, Bungbung dan Tingklik, maka
budaya Makepung yang telah menjadi ikon Bali Barat, Jembrana juga
memiliki varian lain yaitu Makepung Lampit.
Berbeda dengan Makepung yang kita kenal, Makepung Lampit ini dilakukan
ditengah petakan sawah yang berlumpur dan berair tanpa cikar seperti
Makepung didarat. Hanya menggunakan lampit yang biasa digunakan petani
untuk meratakan sawah yang akan ditanami benih padi.
Makepung
Lampit sejatinya telah ada sejak lama, bahkan konon sebelum Makepung di
darat. Entah apa penyebabnya Makepung Lampit atau Makepung di Betenan
ini tidak berlanjut. Kini Makepung Lampit yang hanya ada di Jembrana ini
dibangkitkan kembali, oleh anak-anak muda Jembrana yang tergabung dalam
Komunitas Fotografer Jembrana (KFJ).
Minggu (26/4/2015) kemarin, di hamparan
sawah berlumpur di Banjar Peh Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten
Jembrana, Bali mereka (KFJ:red) mempertunjukkan keunikan Makepung
Lampit kepada ratusan fotografer dari berbagai daerah di nusantara
termasuk fotografer asing.
Para penggiat seni fotografi ini
sengaja diundang untuk hunting keunikan Makepung Lampit, selain itu
tradisi budaya Makepung Lampit makin dikenal dan juga lebih terkenal di
nusantara bahkan dunia melalui mata kamera fotografer.
Wakil
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga penasehat KFJ
menyebutkan, kedepan Makepung Lampit dan Makepung di darat bisa saja
dikemas dalam satu paket wisata dan pelaksanaannya maupun tempatnya
ditata dengan baik sehingga menampilkan atraksi yang lebih menarik.
Bali - Jembrana
LokalZone - Gong Pemilukada Jembrana yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 ini, mulai ditabuh. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Dana Pemilukada antara Bupati Jembrana I Putu Artha dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana IGN Agus Darmasanjaya di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Jembrana.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Gede Gunadnya mengungkapkan, untuk keperluan KPU, melalui APBD induk Tahun Anggaran 2015 dialokasikan dana mencapai Rp. 10,3 Milyar. Tidak itu saja Pemkab Jembrana juga mengalokasikan anggaraan sebesar Rp. 1,5 Milyar untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Rp. 900 juta untuk Kepolisian Resort Jembrana dan Rp. 300 juta untuk Kodim 1617 Jembrana. Sehingga totalnya mencapai Rp. 13 Milyar.
Penandatanganan Perjanjian Hibah yang disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Jembrana I Ketut Sugiasa, seluruh Komisioner dan Panwaslu itu berlangsung sederhana. Bupati Jembrana I Putu Artha menegaskan, kesuksesan, kelancaran dan keamanan Pemilukada Jembrana sudah menjadi komitmen Pemkab Jembrana. "Jadi tidak perlu ada keraguan karena anggarannya sudah kami siapkan pada saat APBD 2015 diketok palu," tegas Artha, Selasa (21/4/2015) kemarin.
Lanjut Bupati, pihaknya berupaya untuk mempercepat penyerahan dana hibah agar Pemilukada berjalan dengan baik, hanya saja harus melalui proses dan tahapan sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang mengatur. "Saya tidak ingin cerita lalu terulang kembali hingga KPU bermasalah" jelas Artha. Ia menjelaskan awalnya anggarannya bersifat gelondongan sebesar Rp. 13 Milyar, karena harus dibedakan antara anggaran KPU dengan Panswalu, Polres dan Kodim, maka harus dilakukan pemilahan.
Terkait dengan kekurangan anggaran yang diajukan KPU Jemrbana sebesar Rp. 1,1 Milyar, Bupati Artha berkomitmen untuk menambahkan kekurangan tersebut pada Anggaran Perubahan 2015. "Saya tegaskan, tidak ada alasan untuk mengulur-ulur apalagi menghambat pencairan dana Pemilukada" tegasnya. Artha juga menyampaikan selamat bekerja kepada KPU, Panwaslu, Polres dan Kodim. "Mudah-mudahan Pemilukada Jembrana 9 Desember ini, berjalan dengan sukses, tidak ada gejolak dan semua harus ikut mensosialisasikan," harap Artha.
Sementara itu Ketua KPU Jembrana IGN Agus Darmasanjaya mengatakan, Pemkab Jembrana sudah menyatakan komitmennya untuk membantu pelaksanaan Pemilukada dan sudah menjadi tanggunjawab KPU untuk mensukseskan. "Kami berharap seluruh masyarakat ikut mensosialisasikan proses dan tahapan Pemilukada di Jembrana," kata Darmasanjaya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Gede Gunadnya mengungkapkan, untuk keperluan KPU, melalui APBD induk Tahun Anggaran 2015 dialokasikan dana mencapai Rp. 10,3 Milyar. Tidak itu saja Pemkab Jembrana juga mengalokasikan anggaraan sebesar Rp. 1,5 Milyar untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Rp. 900 juta untuk Kepolisian Resort Jembrana dan Rp. 300 juta untuk Kodim 1617 Jembrana. Sehingga totalnya mencapai Rp. 13 Milyar.
Penandatanganan Perjanjian Hibah yang disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Jembrana I Ketut Sugiasa, seluruh Komisioner dan Panwaslu itu berlangsung sederhana. Bupati Jembrana I Putu Artha menegaskan, kesuksesan, kelancaran dan keamanan Pemilukada Jembrana sudah menjadi komitmen Pemkab Jembrana. "Jadi tidak perlu ada keraguan karena anggarannya sudah kami siapkan pada saat APBD 2015 diketok palu," tegas Artha, Selasa (21/4/2015) kemarin.
Lanjut Bupati, pihaknya berupaya untuk mempercepat penyerahan dana hibah agar Pemilukada berjalan dengan baik, hanya saja harus melalui proses dan tahapan sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang mengatur. "Saya tidak ingin cerita lalu terulang kembali hingga KPU bermasalah" jelas Artha. Ia menjelaskan awalnya anggarannya bersifat gelondongan sebesar Rp. 13 Milyar, karena harus dibedakan antara anggaran KPU dengan Panswalu, Polres dan Kodim, maka harus dilakukan pemilahan.
Terkait dengan kekurangan anggaran yang diajukan KPU Jemrbana sebesar Rp. 1,1 Milyar, Bupati Artha berkomitmen untuk menambahkan kekurangan tersebut pada Anggaran Perubahan 2015. "Saya tegaskan, tidak ada alasan untuk mengulur-ulur apalagi menghambat pencairan dana Pemilukada" tegasnya. Artha juga menyampaikan selamat bekerja kepada KPU, Panwaslu, Polres dan Kodim. "Mudah-mudahan Pemilukada Jembrana 9 Desember ini, berjalan dengan sukses, tidak ada gejolak dan semua harus ikut mensosialisasikan," harap Artha.
Sementara itu Ketua KPU Jembrana IGN Agus Darmasanjaya mengatakan, Pemkab Jembrana sudah menyatakan komitmennya untuk membantu pelaksanaan Pemilukada dan sudah menjadi tanggunjawab KPU untuk mensukseskan. "Kami berharap seluruh masyarakat ikut mensosialisasikan proses dan tahapan Pemilukada di Jembrana," kata Darmasanjaya.
Bali - Jembrana - Politik
LokalZone - Listrik diduga kembali menjadi penyebab ludesnya rumah I Ketut
Suidana akibat kebakaran. Hal tersebut diungkapkan Suidana Selasa (17/3/2015) saat Bupati Jembrana I Putu Artha meninjau rumah Suidana di
Banjar Tibu Beleng Kelod Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo Jembrana.
Suidana menceritakan, saar kejadian Sabtu (14/3/2015) sekitar Pk. 14.30, ia
dan istrinya sedang tidak ada di rumah untuk bekerja. Tetapi sebelum
kejadian istrinya Made Sueli seperti biasa menanak nasi dengan Magic
Jar. Saat magic jar tersebut dicolokkan sempat mati, namun karena
tergesa-gesa Sueli kembali mencolokkan dengan sedikit memaksa, ketika
sudah hidup ia tinggalkan untuk bekerja. Kabar rumahnya terbakar baru ia
terima dari tetangga yang saat itu apinya sudah sangat besar dan
meludeskan seluruh isi rumahnya. Bahkan rumah ibunya Ni Ketut Mustri
yang ada disebelahnya juga terkena imbas dan membakar atapnya. Pihak
Pemadam Kebakaran Pemkab Jembrana baru mendapat laporan saat api sudah
melahap seluruh rumah. “ Pemadam sudah sangat cepat datang “ terang
Suidana.
Bupati Jembrana saat meninjau rumah Suidana merasa
sangat prihatin dengan kejadian yang dialami Suidana dan keluarganya.
Melihat kondisi rumah Suidana dan ibunya yang terkenan imbas Bupati
Artha meminta keluarga untuk tabah menghadapi musibah yang tidak diduga.
Untuk meringankan beban yang dialaminya Bupati Artha memberikan bantuan
bahan bangunan dari PMI Jembrana untuk memperbaiki rumah Suidana dan
ibunya yang terbakar.
Selain bantuan bahan bangunan, Artha juga
memberikan bantuan pakaian, peralatan dapur dan bahan makanan termasuk
uang tunai kepada Suidana dan ibunya Ketut Mustri. “ Saya minta seluruh
warga Jembrana untuk tetap waspada dengan bahaya kebakaran, kalau bisa
jangan sampai rumhanya sepi, sehingga kalau ada musibah dan masalah bisa
cepat diatasi “ kata Artha.
Taruna Tanggap Bencana (Tagana)
setelah kejadian telah membantu membersihkan puing-puing kebakaran.
Bupati Artha kembali memerintahkan Tagana untuk membantu membersihkan
atap rumah Ni Ketut Mustri yang terlihat masih gosong. Tidak ada korban
jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk sementara baik Suidana dan istrinya
maupun ibunya tinggal di rumah saudaranya masih di satu banjar.
Bali - Jembrana
LokalZone - Bahaya rabies nampak dalam beberapa bulan kedepan akan mendapat
tantangan baru, pasalnya selain ancaman anjing liar yang sewaktu-waktu
bisa menyerang warga, kini tantangan barunya adalah ketersediaan Vaksin
Anti Rabies (VAR) yang mulai menipis.
Hal tersebut diungkapkan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dr. Putu Suasta (10/3/2015) pagi di
Kantor Bupati Jembrana. Suasta menjelaskan, saat ini jumlah VAR yang
tersedia hanya tinggal 83 vial,
sedangkan setiap bulannya diperlukan minimal 60 vial untuk mengatasi
Rabies. Sejatinya pihaknya telah mengajukan untuk pengadaan VAR dalam
tiga bulan kedepan, namun tersendat oleh perubahan sistem lantaran
harga VAR tahun ini masuk ke dalam e-katalog yang dijadikan dasar untuk
pengadaan barang. Dalam e-katalog tersebut lanjut Suasta harganya jauh
dibawah harga pasaran sehingga pihak distributor dalam hal ini Bio-farma
belum bisa menerima harga VAR yang sangat rendah dalam e-katalog.
Di pasaran saat ini harga VAR yang didistribusikan Bio-Farma mencapai
Rp.140.000 per vial sementara dalam e-katalog seharga Rp. 78.000 per
vial. Perbedaan harga inilah yang mengakibatkan pihak distributor enggan
melayani pembelian dengan dana APBD lantaran harganya yang terlalu
rendah. Lanjut Suasta, dalam APBD 2015 telah tersedia anggaran pembelian
VAR sebesar Rp. 550 juta yang dapat membeli VAR sekitar 4.000 vial
untuk kebutuhan 10 bulan dan pada anggaran perubahan akan ditambah untuk
mencukupi kebutuhan sampai April 2016. “ Hal ini sudah rutin berjalan
setiap tahun, namun saat ini baru pertama kali tersendat karena
perubahan sistem pengadaan melalui e-katalog “ terang Suasta.
Suasta mengaku sangat khawatir dengan kondisi ini, pasalnya bila terjadi
kekosongan VAR selain akan menyulitkan penanganan Rabies juga akan
membebani masyarakat, karena harus membeli VAR di apotik yang harga
cukup tinggi sekitar Rp. 140.000 per vial dan untuk mengatasi Rabies
sedikitnya diperlukan 4 (empat) vial sehingga totalnya mencapai Rp.
600.000.
Mengantisipasi kekhawatiran tersebut pihaknya telah
bersurat ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk memperoleh bantuan VAR.
Namun hingga kini belum ada jawaban dari Dinas Kesehatan Bali. Ia juga
memaklumi hal itu karena mungkin saja Dinas Kesehatan Bali mengalami hal
yang sama. Apabila hal itu benar terjadi langkah lainnya yang akan
ditempuh Dinas Kesehatan Jembrana adalah merujuk pasien ke Rabies Center
di RSUP Sanglah dan berkoordinasi dengan pihak apotek yang ada di
Jembrana untuk pengadaan VAR walaupun masyarakat harus membeli demi
keselamatan jiwa.
Tidak itu saja dalam waktu dekat Suasta akan
berkoordinasi dengan Diskes Bali dan Diskes Kabupaten/Kota se- Bali
termasuk bersama produsen dan distributor VAR serta Kementrian Kesehatan
untuk mengusulkan penyesuain harga VAR antara di e-katalog dengan harga
di tingkat distributor sehingga tidak ada yang dirugikan terutama
masyarakat.
Bali - Jembrana
LokalZone - Menyadari aksi rayuan kepada siswinya terbongkar dan beredar luas melalui telefon genggam, Ketut WS, guru agama di sebuah SMA di Kabupaten Jembrana, Bali akhirnya meminta maaf.
Kepada awak media, Ketut WS mengakui perbuatannya. Namun kata dia, kalimat yang dilontarkannya kepada siswinya itu hanya ucapan spontan dan sebuah kekhilafan.
“Kalau mau melecehkan sejauh itu apalagi mau buka pakaiannya itu tidak benar," ujar WS meyakinkan, Rabu (4/3/2015) kemarin.
Atas tindakannya yang tidak pantas itu, WS mengaku telah meminta maaf kepada orang tua OA, siswi yang menjadi korban keisengan guru pembimbing OSIS di sekolah tersebut.
Demikian juga kepada pihak sekolah, dia sudah menyampaikan maaf. Saat ini, kata dia, masih dalam proses mediasi dan penyelesaian masalahnya.
WS juga menjelaskan, saat itu dia hanya ingin membantu OA karena HP-nya disita saat swiping oleh dewan guru.
“Saat itu saya spontan saja mengucapkan hal itu, dan tidak terencana dan saya meminta maaf,” tegasnya.
Dari informasi pihak sekolah, masalahnya sudah ditindaklanjuti dan WS telah diberikan sanksi berupa penonaktifkan sebagai Waka kesiswaan.
Di pihak lain, Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Made Sri Sutharmi, mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Pihaknya prihatin dunia pendidikan di Jembrana tercoreng dengan masalah tersebut.
“Kami berusaha sikapi masalah ini dan berkoordinasi dengan beberapa pihak,” tukas dia.
Kepada awak media, Ketut WS mengakui perbuatannya. Namun kata dia, kalimat yang dilontarkannya kepada siswinya itu hanya ucapan spontan dan sebuah kekhilafan.
“Kalau mau melecehkan sejauh itu apalagi mau buka pakaiannya itu tidak benar," ujar WS meyakinkan, Rabu (4/3/2015) kemarin.
Atas tindakannya yang tidak pantas itu, WS mengaku telah meminta maaf kepada orang tua OA, siswi yang menjadi korban keisengan guru pembimbing OSIS di sekolah tersebut.
Demikian juga kepada pihak sekolah, dia sudah menyampaikan maaf. Saat ini, kata dia, masih dalam proses mediasi dan penyelesaian masalahnya.
WS juga menjelaskan, saat itu dia hanya ingin membantu OA karena HP-nya disita saat swiping oleh dewan guru.
“Saat itu saya spontan saja mengucapkan hal itu, dan tidak terencana dan saya meminta maaf,” tegasnya.
Dari informasi pihak sekolah, masalahnya sudah ditindaklanjuti dan WS telah diberikan sanksi berupa penonaktifkan sebagai Waka kesiswaan.
Di pihak lain, Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Made Sri Sutharmi, mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Pihaknya prihatin dunia pendidikan di Jembrana tercoreng dengan masalah tersebut.
“Kami berusaha sikapi masalah ini dan berkoordinasi dengan beberapa pihak,” tukas dia.
Bali - Jembrana
LokalZone - Nasib naas dan kesedihan yang dialami keluarga I Ketut Purnata
akibat angin putting beliung yang merobohkan rumah sederhananya Sabtu
(21/2/2015) lalu di Banjar Kepuh Desa Mendoyo Dauh Tukad Kecamatan Mendoyo,
kini merasa lega lantaran Bupati Jembrana I Putu Artha akan memberikan
bantuan bedah rumah yang bersumber dari CSR.
Bantuan tersebut
diberikan Bupati Artha saat ia mengunjungi tempat tinggal Purnata di
Banjar Kepuh, Selasa (24/2/2015) pagi. Selain mengganti rumah bedeg Purnata
yang sudah roboh dan tidak bisa dibangun lagi dengan bedah rumah
bantuanCSR, Bupati Artha juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa
peralatan rumah tangga, selimut dan peralatan dapur.
Meski rumah
Purnata tidak layak huni dan kini sudah hilang disapu angin, ia tidak
terdaftar dalam buku merah sebagai warga miskin. Karena sebelumnya ia
tinggal bersama saudaranya yang telah memperoleh bantuan bedah rumah.
Perbekel Mendoyo Dauh Tukad Ida Bagus Purnawirawan menyebutkan, Purnata
tahun ini baru didaftar sebagai KK Miskin, karena ia beserta istrinya
dan anaknya baru memisahkan tempat tinggal dari saudaranya yang telah
mendapat bedah rumah. “Tahun ini baru dicoklit, sehingga tahun depan
baru bisa masuk buku merah “ terang Purnawirawan.
Lantaran
keluarga Purnata baru didaftarkan sebagai KK Miskin, Bupati Artha
meminta prajuru banjar dan desa setempat kedepannya tidak mempersoalkan
Purnata menerima bedah rumah CSR, karena rumahnya mengalami bencana
alam. “ Saya tidak ingin bantuan CSR ini nanti diributkan, kasihan
Purnata sudah ditimpa bencana nanti dibenci masyarakat, jangan sampai
itu terjadi “ kata Artha.
Sementara itu istri Purnata, Ni Komang
Suarti menuturkan saat peristiwa itu terjadi, suaminya termasuk dirinya
bersama anaknya tidak ada di rumah dan sedang mencari dedaunan untuk
pakan ternak. Sekitar Pk. 16.00 angin kencang disertai hujan deras
mengguyur, hingga kemudian rumahnya roboh disapu angin. Beruntung tidak
ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi Purnata dan keluarganya
untuk sementara menumpang kembali dirumah saudaranya.
Bali - Jembrana
LokalZone - Putu WN (36) menyebutnya petunjuk Tuhan. Sebab, saat asyik menonton film porno lewat ponsel pintar, dia kaget bukan kepalang menemukan fakta bahwa salah satu pemeran video mesum itu adalah MF (38), istrinya sendiri.
Sementara pasangan main MF adalah seorang duda, yang tak lain adalah tetangga mereka sendiri di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Atas temuan itu, Putu melaporkan istrinya ke Polsek Mendoyo, dikutip dari Merdeka Selasa (3/2/2015).
"Awalnya, saya tidak berniat melapor, karena laki-laki yang jadi lawan adegan mesum dengan istri saya. Akhirnya saya lapor, kalau tidak mungkin saya jadi pembunuh," kata Putu di Polsek Mendoyo, Jembrana Bali.
Sebelum melaporkan istrinya ke Polsek, Putu lebih dulu mencari tetangganya yang dijadikan lawan mesum istrinya. Bahkan sambil menenteng parang dia melaporkan istrinya di polsek.
"Ini parang saya, mau saya pakai nebas laki-laki itu. Syukur aja tidak ketemu," tantangnya.
Film adegan mesum durasi 3,5 menit itu diketahuinya setelah dia mengunduhnya di situs porno lokal. Bahkan rekaman video yang berhasil diunduhnya itu, juga diserahkan sebagai barang bukti penyidikan polisi.
Sementara ini, sang istri yang mengetahui hal tersebut belum berani pulang. Kabarnya, rekaman adegan mesum itu dibuat sekitar 6 bulan lalu.
Dengan adanya bukti film terebut, setidaknya ini dijadikan bukti kebenaran atas kecurigaan istrinya selingkuh dengan laki-laki berinisial Nyoman PM yang berperan di film tersebut.
"Sebenarnya dia selingkuh dengan tetangga saya ini (Nyoman PM) sudah lama saya dengar. Tapi dia selalu berkilah, dan sekarang ini terbukti. Tuhan berikan saya petunjuk-Nya," ucap WN, yang berjanji tidak akan mencabut persoalan ini.
Terkait hal ini Kapolsek Mendoyo Kompol Wayan Sinaryasa, mengaku akan mencoba menelusuri lagi lebih dalam tentang kebenaran yang ada pada film tersebut.
"Laporan kita terima dulu, kita akan lidik kebenarannya. Dengan memanggil wanita dan laki-laki yang dituduhkan oleh pelapor, seperti yang terlihat dalam bukti video yang ditunjukkan pelapor," terangnya.
Sementara pasangan main MF adalah seorang duda, yang tak lain adalah tetangga mereka sendiri di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Atas temuan itu, Putu melaporkan istrinya ke Polsek Mendoyo, dikutip dari Merdeka Selasa (3/2/2015).
"Awalnya, saya tidak berniat melapor, karena laki-laki yang jadi lawan adegan mesum dengan istri saya. Akhirnya saya lapor, kalau tidak mungkin saya jadi pembunuh," kata Putu di Polsek Mendoyo, Jembrana Bali.
Sebelum melaporkan istrinya ke Polsek, Putu lebih dulu mencari tetangganya yang dijadikan lawan mesum istrinya. Bahkan sambil menenteng parang dia melaporkan istrinya di polsek.
"Ini parang saya, mau saya pakai nebas laki-laki itu. Syukur aja tidak ketemu," tantangnya.
Film adegan mesum durasi 3,5 menit itu diketahuinya setelah dia mengunduhnya di situs porno lokal. Bahkan rekaman video yang berhasil diunduhnya itu, juga diserahkan sebagai barang bukti penyidikan polisi.
Sementara ini, sang istri yang mengetahui hal tersebut belum berani pulang. Kabarnya, rekaman adegan mesum itu dibuat sekitar 6 bulan lalu.
Dengan adanya bukti film terebut, setidaknya ini dijadikan bukti kebenaran atas kecurigaan istrinya selingkuh dengan laki-laki berinisial Nyoman PM yang berperan di film tersebut.
"Sebenarnya dia selingkuh dengan tetangga saya ini (Nyoman PM) sudah lama saya dengar. Tapi dia selalu berkilah, dan sekarang ini terbukti. Tuhan berikan saya petunjuk-Nya," ucap WN, yang berjanji tidak akan mencabut persoalan ini.
Terkait hal ini Kapolsek Mendoyo Kompol Wayan Sinaryasa, mengaku akan mencoba menelusuri lagi lebih dalam tentang kebenaran yang ada pada film tersebut.
"Laporan kita terima dulu, kita akan lidik kebenarannya. Dengan memanggil wanita dan laki-laki yang dituduhkan oleh pelapor, seperti yang terlihat dalam bukti video yang ditunjukkan pelapor," terangnya.
Bali - Jembrana - Sosial
Langganan:
Postingan (Atom)
















