Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

‹
›

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) A.A.Ngurah Puspayoga, Sabtu (27/6/2015) pagi melakukan kunjungan kerja ke Gumi Makepung Kabupaten Jembrana. Dalam kunjungannya itu Menkop UKM Puspayoga memberikan sejumlah kemudahan dan bantuan kepada kelompok usaha kecil menengah dan mikro di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana.

Kemudahan tersebut diantaranya pemberian kemudahan ijin bagi usaha kecil, pemberian hak cipta dan akte notaris gratis. Selain itu Puspayoga juga memberikan bantuan perbaikan tempat idabah baik Hindu, Islam dan Kristen. Ia mengungkapkan saat dirinya menjabat Walikota Denpasar untuk mengurus Hak Cipta waktu bisa berbulan-bulan dan bayarnya cukup mahal, tapi sekarang hanya bisa diselesaikan satu jam dan gratis.

Meski memberikan kemudahan, Puspayoga juga melakukan tindakan tegas terhadap koperasi-koperasi yang tidak aktif. “ Koperasi yang hanya punya cap dan mengandalkan bantuan pemerintah saya hapus saja, supaya tidak mengganggu koperasi yang lain “ tegas Puspayoga. Menurutnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia dilakukan oleh tiga pilar yaitu BUMN, Swasta dan Koperasi. Hanya saja koperasi selama ini seolah tersisih, untuk itu sebagai Menteri, Puspayoga bertekad mensejajarkan koperai dengan BUMN dan Swasta. “ Saya sangat optimis itu berhasil, sebab setelah saya data semua koperasi ternyata omsetnya ada yang mencapai trilyunan, mengapa yang lain tidak bisa, inilah yang saya ingin capai terhadap koperasi-koperasi yang lain “ kata Puspayoga.

Dari 209 juta koperasi yang terdata di Indonesia, 62 ribu diantaranya tidak aktif dan sudah dibekukan. Bahkan kini sebanyak 147 ribu koperasi mampu aktif dengan online sistem. Selama ini lanjut Puspayoga yang menjadi persoalan usaha kecil dan koperasi adalah permodalan. Banyak usaha kecil yang tidak mampu mengambil modal di Bank karena bunga kreditnya sangat tinggi yaitu mencapai 22%. “ Saya usulkan ke Pak Presiden supaya bunga kredit diturunkan, karena tidak memberikan rasa adil terhadap pengusaha kecil, dan usulan itu sudah disetujui Presiden menjadi 12% “ terang Puspayoga.

Sementara itu Bupati Jembrana I Putu Artha menjelaskan, kemudahan yang telah diberikan Kemenkop kepada pengusaha kecil menengah dan mikro di Jembrana sudah dirasakan manfaatnya mulai dari kemudahan memperoleh perijinan, peningkatkan sumberdaya manusia, kemudahan sarana dan prasarana produksi termasuk fasilitasi akses pemasaran. Di Jembrana sendiri kata Bupati Artha, terdapat 249 koperasi yang telah berbadan hukum dengan jumlah masyarakat yang terlibat didalamnya mencapai 54.995 orang. Sementara itu terdapat 19 koperasi yang sakit kronis dan segera dibekukan. “ Kami sangat berterima kasih kepada Pak Menteri yang telah memberikan perhatian dan bantuan yang luar biasa kepada usaha kecil mikro dan koperasi di Jembrana, saya berharap pengusaha yang diberikan bantuan menggunakan bantuannya dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat “ kata Artha.

Dalam kunjungan pertama kalinya sebagai Menteri di Jembrana, Puspayoga mengaku paling senang bila berkunjung ke Jembrana. Pasalnya partisipasi masyarakatnya sangat tinggi, hal itu terbukti dengan hadirnya ribuan masyarakat di GKBK Jembrana. “ Ini menunjukkan bahwa Bupati dan Wakilnya rajin turun ke masyarakat “ terang Puspayoga. Selain dihadiri Bupati dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan, Menteri Puspayoga juga mengajak seluruh Deputinya ke Jembrana.
- -
LokalZone - Sebanyak 41 Kepala Urusan (Kaur) di Pemerintahan Desa se- Kabupaten Jembrana, mendapat pelatihan jurnalistik di Aula Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana, yang diselenggarakan oleh salah satu media cetak di Bali bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana. 

Pelatihan jurnalistik yang berlangsung selama sehari tersebut dibuka langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawa. Selain dilatih tentang tatacara pembuatan berita, Kaur Desa yang baru kali pertama mendapat pelatihan jurnalistik tersebut juga mendapat pengetahuan tentang kehumasan dan peran jurnalistik dalam mensosialisasikan program pembangunan desa. 

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menyambut baik pelaksanaan pelatihan jurnalistik bagi aparat di desa. Pasalnya menurut Kembang, banyak potensi dan keunggulan desa yang selama ini belum maksimal dipublikasikan. “Saya berharap aparat di desa lebih banyak memberikan informasi tentang potensi dan keunggulan desanya, kemampuannya nanti sebagai jurnalis desa hendaknya digunakan untuk mencitrakan desa,“ kata Kembang.

Selain itu Kembang juga menegaskan aparatur desa untuk lebih cermat mengetahui permasalahan yang ada di desanya masing-masing. Jika terjadi permasalahan segera diselesaikan dan dikoordinasikan dengan yang terkait. Bukan sebaliknya permasalahan tersebut lebih dulu dipublikasikan, sehingga mengakibatkan salah paham. 

Sementara itu Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik Putu Witari mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk melatih kaur menjadi wartawan desa yang nantinya mampu menulis berita tentang potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh desanya masing-masing. Sehingga potensi tersebut lebih dikenal luas oleh masyarakat dan mampu mengangkat perekonomian desa. Para Kaur Desa juga diberikan pengetahuan tentang teknik photografi yang berperan penting dalam penulisan berita.
- -
LokalZone - Namanya I Gede Ngurah Bagus Arthayasa, siswa yang kini duduk di kelas lima SDK Marsudirini Kabupaten Jembrana ini, meraih prestasi gemilang dalam Olympiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2015 khususnya bidang study Matematika. Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Senin (4/5/2015) kemarin di Stadion Pecangakan, Bagus Arthayasa mendapat undangan khusus dari Panitia Peringatan Hari-hari Besar Nasional Pemkab Jembrana untuk menerima Piagam Penghargaan Bupati Jembrana. 

Pasalnya siswa kelahiran 28 Maret 2005 ini sukses meraih prestasi gemilang sebagai juara pertama OSN Bidang Matematika mulai di tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Saat bertanding di tingkat kabupaten Jembrana ia berhasil mengalahkan 25 orang, sedangkan saat mengikuti OSN di tingkat Provinsi Bali, putra keempat dari Made Agus Supriatmaja dengan Ni Ketut Sri Sukaningsih yang tinggal di Jalan Sudirman Negara ini menyisihkan 63 siswa se-Bali yang ikut bertanding sains Matematika. Prestasinya gemilang yang diraihnya ini, membawa Bagus Arthayasa melenggang ke tingkat nasional di Jogjakarta pada pertengahan Mei ini. 

Ditemui sebelum menerima penghargaan Bupati Jembrana saat Hardiknas, Bagus Arthayasa yang hobby sepak bola ini menyebutkan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti OSN di Jogjakarta dengan belajar yang tekun dan berdoa. Menurutnya pelajaran matematika pada umumnya dianggap pelajaran yang paling sulit, namun kalau ditekuni dan dipelajari dengan disiplin makan sejatinya pelajaran matematika sangat menyenangkan. Keberhasilannya maju ke nasional baginya biasa-biasa saja, karena ia sudah terbiasa mengikuti perlombaan sejenis. Banyak kompetisi yang pernah diikutinya misalnya sebagai finalis Kompetisi Matematika Nalaria Realistik tingkat nasional tahun 2013 di Bogor, memperoleh medali perunggu Olympiade Matematika Kelas IV Tingkat Internasional Tahun 2014 dan banyak kompetisi lainnya. 

Pria yang bercita-cita mengikuti jejak ayahnya sebagai dokter ini, memiliki kiat khusus dalam meraih prestasi. Secara rutin selain belajar di kelas, setiap hari ia mengerjakan 10 soal matematika, tiga kali seminggu mengikuti bimbingan belajar matematika di Jembrana dan sekali dua kali sebulan bimbingan belajar di Denpasar. Selain berprestasi pelajaran matematika, Bagus Arthayasa juga berprestasi di bidang olahraga timnya berhasil menjuarai kompetisi sepak bola antar SSB (Sekolah Sepak Bola) se-Jembrana dan ia bergabung dalam tim sepak bola Kecamatan Jembrana meraih medali perunggu dalam Porsenijar Tahun 2015 ini.

Orang tuanya Made Agus Supriatmaja mengharapkan anaknya Bagus Arthayasa menyeimbangkan antara prestasi akademis, olahraga dengan pergaulan yang baik termasuk bermain sebagai anak-anak.
-
LokalZone - Jembrana memiliki cukup banyak tradisi budaya yang terpendam, jika gambelan dari bilah bambu ada seni Jegog, Bungbung dan Tingklik, maka budaya Makepung yang telah menjadi ikon Bali Barat, Jembrana juga memiliki varian lain yaitu Makepung Lampit. 

Berbeda dengan Makepung yang kita kenal, Makepung Lampit ini dilakukan ditengah petakan sawah yang berlumpur dan berair tanpa cikar seperti Makepung didarat. Hanya menggunakan lampit yang biasa digunakan petani untuk meratakan sawah yang akan ditanami benih padi. 

Makepung Lampit sejatinya telah ada sejak lama, bahkan konon sebelum Makepung di darat. Entah apa penyebabnya Makepung Lampit atau Makepung di Betenan ini tidak berlanjut. Kini Makepung Lampit yang hanya ada di Jembrana ini dibangkitkan kembali, oleh anak-anak muda Jembrana yang tergabung dalam Komunitas Fotografer Jembrana (KFJ). 

Minggu (26/4/2015) kemarin, di hamparan sawah berlumpur di Banjar Peh Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali mereka (KFJ:red) mempertunjukkan keunikan Makepung Lampit kepada ratusan fotografer dari berbagai daerah di nusantara termasuk fotografer asing. 

Para penggiat seni fotografi ini sengaja diundang untuk hunting keunikan Makepung Lampit, selain itu tradisi budaya Makepung Lampit makin dikenal dan juga lebih terkenal di nusantara bahkan dunia melalui mata kamera fotografer. 

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang juga penasehat KFJ menyebutkan, kedepan Makepung Lampit dan Makepung di darat bisa saja dikemas dalam satu paket wisata dan pelaksanaannya maupun tempatnya ditata dengan baik sehingga menampilkan atraksi yang lebih menarik.
-
LokalZone -  Gong Pemilukada Jembrana yang akan berlangsung pada 9 Desember 2015 ini, mulai ditabuh. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Nota Perjanjian Hibah Dana Pemilukada antara Bupati Jembrana I Putu Artha dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana IGN Agus Darmasanjaya di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Jembrana.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana Gede Gunadnya mengungkapkan, untuk keperluan KPU, melalui APBD induk Tahun Anggaran 2015 dialokasikan dana mencapai Rp. 10,3 Milyar. Tidak itu saja Pemkab Jembrana juga mengalokasikan anggaraan sebesar Rp. 1,5 Milyar untuk Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Rp. 900 juta untuk Kepolisian Resort Jembrana dan Rp. 300 juta untuk Kodim 1617 Jembrana. Sehingga totalnya mencapai Rp. 13 Milyar.

Penandatanganan Perjanjian Hibah yang disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Jembrana I Ketut Sugiasa, seluruh Komisioner dan Panwaslu itu berlangsung sederhana. Bupati Jembrana I Putu Artha menegaskan, kesuksesan, kelancaran dan keamanan Pemilukada Jembrana sudah menjadi komitmen Pemkab Jembrana. "Jadi tidak perlu ada keraguan karena anggarannya sudah kami siapkan pada saat APBD 2015 diketok palu," tegas Artha, Selasa (21/4/2015) kemarin.

Lanjut Bupati, pihaknya berupaya untuk mempercepat penyerahan dana hibah agar Pemilukada berjalan dengan baik, hanya saja harus melalui proses dan tahapan sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang mengatur. "Saya tidak ingin cerita lalu terulang kembali hingga KPU bermasalah" jelas Artha. Ia menjelaskan awalnya anggarannya bersifat gelondongan sebesar Rp. 13 Milyar, karena harus dibedakan antara anggaran KPU dengan Panswalu, Polres dan Kodim, maka harus dilakukan pemilahan.

Terkait dengan kekurangan anggaran yang diajukan KPU Jemrbana sebesar Rp. 1,1 Milyar, Bupati Artha berkomitmen untuk menambahkan kekurangan tersebut pada Anggaran Perubahan 2015. "Saya tegaskan, tidak ada alasan untuk mengulur-ulur apalagi menghambat pencairan dana Pemilukada" tegasnya. Artha juga menyampaikan selamat bekerja kepada KPU, Panwaslu, Polres dan Kodim. "Mudah-mudahan Pemilukada Jembrana 9 Desember ini, berjalan dengan sukses, tidak ada gejolak dan semua harus ikut mensosialisasikan," harap Artha.

Sementara itu Ketua KPU Jembrana IGN Agus Darmasanjaya mengatakan, Pemkab Jembrana sudah menyatakan komitmennya untuk membantu pelaksanaan Pemilukada dan sudah menjadi tanggunjawab KPU untuk mensukseskan. "Kami berharap seluruh masyarakat ikut mensosialisasikan proses dan tahapan Pemilukada di Jembrana," kata Darmasanjaya.
- -
LokalZone - Listrik diduga kembali menjadi penyebab ludesnya rumah I Ketut Suidana akibat kebakaran. Hal tersebut diungkapkan Suidana Selasa (17/3/2015) saat Bupati Jembrana I Putu Artha meninjau rumah Suidana di Banjar Tibu Beleng Kelod Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo Jembrana. 

Suidana menceritakan, saar kejadian Sabtu (14/3/2015) sekitar Pk. 14.30, ia dan istrinya sedang tidak ada di rumah untuk bekerja. Tetapi sebelum kejadian istrinya Made Sueli seperti biasa menanak nasi dengan Magic Jar. Saat magic jar tersebut dicolokkan sempat mati, namun karena tergesa-gesa Sueli kembali mencolokkan dengan sedikit memaksa, ketika sudah hidup ia tinggalkan untuk bekerja. Kabar rumahnya terbakar baru ia terima dari tetangga yang saat itu apinya sudah sangat besar dan meludeskan seluruh isi rumahnya. Bahkan rumah ibunya Ni Ketut Mustri yang ada disebelahnya juga terkena imbas dan membakar atapnya. Pihak Pemadam Kebakaran Pemkab Jembrana baru mendapat laporan saat api sudah melahap seluruh rumah. “ Pemadam sudah sangat cepat datang “ terang Suidana.

Bupati Jembrana saat meninjau rumah Suidana merasa sangat prihatin dengan kejadian yang dialami Suidana dan keluarganya. Melihat kondisi rumah Suidana dan ibunya yang terkenan imbas Bupati Artha meminta keluarga untuk tabah menghadapi musibah yang tidak diduga. Untuk meringankan beban yang dialaminya Bupati Artha memberikan bantuan bahan bangunan dari PMI Jembrana untuk memperbaiki rumah Suidana dan ibunya yang terbakar. 

Selain bantuan bahan bangunan, Artha juga memberikan bantuan pakaian, peralatan dapur dan bahan makanan termasuk uang tunai kepada Suidana dan ibunya Ketut Mustri. “ Saya minta seluruh warga Jembrana untuk tetap waspada dengan bahaya kebakaran, kalau bisa jangan sampai rumhanya sepi, sehingga kalau ada musibah dan masalah bisa cepat diatasi “ kata Artha. 

Taruna Tanggap Bencana (Tagana) setelah kejadian telah membantu membersihkan puing-puing kebakaran. Bupati Artha kembali memerintahkan Tagana untuk membantu membersihkan atap rumah Ni Ketut Mustri yang terlihat masih gosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Untuk sementara baik Suidana dan istrinya maupun ibunya tinggal di rumah saudaranya masih di satu banjar.
-
LokalZone - Bahaya rabies nampak dalam beberapa bulan kedepan akan mendapat tantangan baru, pasalnya selain ancaman anjing liar yang sewaktu-waktu bisa menyerang warga, kini tantangan barunya adalah ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) yang mulai menipis. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dr. Putu Suasta (10/3/2015) pagi di Kantor Bupati Jembrana. Suasta menjelaskan, saat ini jumlah VAR yang tersedia hanya tinggal 83 vial, sedangkan setiap bulannya diperlukan minimal 60 vial untuk mengatasi Rabies. Sejatinya pihaknya telah mengajukan untuk pengadaan VAR dalam tiga bulan kedepan, namun tersendat oleh perubahan sistem lantaran harga VAR tahun ini masuk ke dalam e-katalog yang dijadikan dasar untuk pengadaan barang. Dalam e-katalog tersebut lanjut Suasta harganya jauh dibawah harga pasaran sehingga pihak distributor dalam hal ini Bio-farma belum bisa menerima harga VAR yang sangat rendah dalam e-katalog. 

Di pasaran saat ini harga VAR yang didistribusikan Bio-Farma mencapai Rp.140.000 per vial sementara dalam e-katalog seharga Rp. 78.000 per vial. Perbedaan harga inilah yang mengakibatkan pihak distributor enggan melayani pembelian dengan dana APBD lantaran harganya yang terlalu rendah. Lanjut Suasta, dalam APBD 2015 telah tersedia anggaran pembelian VAR sebesar Rp. 550 juta yang dapat membeli VAR sekitar 4.000 vial untuk kebutuhan 10 bulan dan pada anggaran perubahan akan ditambah untuk mencukupi kebutuhan sampai April 2016. “ Hal ini sudah rutin berjalan setiap tahun, namun saat ini baru pertama kali tersendat karena perubahan sistem pengadaan melalui e-katalog “ terang Suasta. 

Suasta mengaku sangat khawatir dengan kondisi ini, pasalnya bila terjadi kekosongan VAR selain akan menyulitkan penanganan Rabies juga akan membebani masyarakat, karena harus membeli VAR di apotik yang harga cukup tinggi sekitar Rp. 140.000 per vial dan untuk mengatasi Rabies sedikitnya diperlukan 4 (empat) vial sehingga totalnya mencapai Rp. 600.000. 

Mengantisipasi kekhawatiran tersebut pihaknya telah bersurat ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk memperoleh bantuan VAR. Namun hingga kini belum ada jawaban dari Dinas Kesehatan Bali. Ia juga memaklumi hal itu karena mungkin saja Dinas Kesehatan Bali mengalami hal yang sama. Apabila hal itu benar terjadi langkah lainnya yang akan ditempuh Dinas Kesehatan Jembrana adalah merujuk pasien ke Rabies Center di RSUP Sanglah dan berkoordinasi dengan pihak apotek yang ada di Jembrana untuk pengadaan VAR walaupun masyarakat harus membeli demi keselamatan jiwa.

Tidak itu saja dalam waktu dekat Suasta akan berkoordinasi dengan Diskes Bali dan Diskes Kabupaten/Kota se- Bali termasuk bersama produsen dan distributor VAR serta Kementrian Kesehatan untuk mengusulkan penyesuain harga VAR antara di e-katalog dengan harga di tingkat distributor sehingga tidak ada yang dirugikan terutama masyarakat.
-
LokalZone - Menyadari aksi rayuan kepada siswinya terbongkar dan beredar luas melalui telefon genggam, Ketut WS, guru agama di sebuah SMA di Kabupaten Jembrana, Bali akhirnya meminta maaf.

Kepada awak media, Ketut WS mengakui perbuatannya. Namun kata dia, kalimat yang dilontarkannya kepada siswinya itu hanya ucapan spontan dan sebuah kekhilafan.

“Kalau mau melecehkan sejauh itu apalagi mau buka pakaiannya itu tidak benar," ujar WS meyakinkan, Rabu (4/3/2015) kemarin.

Atas tindakannya yang tidak pantas itu, WS mengaku telah meminta maaf kepada orang tua OA, siswi yang menjadi korban keisengan guru pembimbing OSIS di sekolah tersebut.

Demikian juga kepada pihak sekolah, dia sudah menyampaikan maaf. Saat ini, kata dia, masih dalam proses mediasi dan penyelesaian masalahnya.

WS juga menjelaskan, saat itu dia hanya ingin membantu OA karena HP-nya disita saat swiping oleh dewan guru.

“Saat itu saya spontan saja mengucapkan hal itu, dan tidak terencana dan saya meminta maaf,” tegasnya.

Dari informasi pihak sekolah, masalahnya sudah ditindaklanjuti dan WS telah diberikan sanksi berupa penonaktifkan sebagai Waka kesiswaan.

Di pihak lain, Ketua Komisi A DPRD Jembrana, Made Sri Sutharmi, mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Pihaknya prihatin dunia pendidikan di Jembrana tercoreng dengan masalah tersebut.

“Kami berusaha sikapi masalah ini dan berkoordinasi dengan beberapa pihak,” tukas dia.
-
LokalZone - Nasib naas dan kesedihan yang dialami keluarga I Ketut Purnata akibat angin putting beliung yang merobohkan rumah sederhananya Sabtu (21/2/2015) lalu di Banjar Kepuh Desa Mendoyo Dauh Tukad Kecamatan Mendoyo, kini merasa lega lantaran Bupati Jembrana I Putu Artha akan memberikan bantuan bedah rumah yang bersumber dari CSR. 

Bantuan tersebut diberikan Bupati Artha saat ia mengunjungi tempat tinggal Purnata di Banjar Kepuh, Selasa (24/2/2015) pagi. Selain mengganti rumah bedeg Purnata yang sudah roboh dan tidak bisa dibangun lagi dengan bedah rumah bantuanCSR, Bupati Artha juga memberikan bantuan kemanusiaan berupa peralatan rumah tangga, selimut dan peralatan dapur. 

Meski rumah Purnata tidak layak huni dan kini sudah hilang disapu angin, ia tidak terdaftar dalam buku merah sebagai warga miskin. Karena sebelumnya ia tinggal bersama saudaranya yang telah memperoleh bantuan bedah rumah. Perbekel Mendoyo Dauh Tukad Ida Bagus Purnawirawan menyebutkan, Purnata tahun ini baru didaftar sebagai KK Miskin, karena ia beserta istrinya dan anaknya baru memisahkan tempat tinggal dari saudaranya yang telah mendapat bedah rumah. “Tahun ini baru dicoklit, sehingga tahun depan baru bisa masuk buku merah “ terang Purnawirawan.

Lantaran keluarga Purnata baru didaftarkan sebagai KK Miskin, Bupati Artha meminta prajuru banjar dan desa setempat kedepannya tidak mempersoalkan Purnata menerima bedah rumah CSR, karena rumahnya mengalami bencana alam. “ Saya tidak ingin bantuan CSR ini nanti diributkan, kasihan Purnata sudah ditimpa bencana nanti dibenci masyarakat, jangan sampai itu terjadi “ kata Artha.

Sementara itu istri Purnata, Ni Komang Suarti menuturkan saat peristiwa itu terjadi, suaminya termasuk dirinya bersama anaknya tidak ada di rumah dan sedang mencari dedaunan untuk pakan ternak. Sekitar Pk. 16.00 angin kencang disertai hujan deras mengguyur, hingga kemudian rumahnya roboh disapu angin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi Purnata dan keluarganya untuk sementara menumpang kembali dirumah saudaranya.
-
LokalZone - Putu WN (36) menyebutnya petunjuk Tuhan. Sebab, saat asyik menonton film porno lewat ponsel pintar, dia kaget bukan kepalang menemukan fakta bahwa salah satu pemeran video mesum itu adalah MF (38), istrinya sendiri.

Sementara pasangan main MF adalah seorang duda, yang tak lain adalah tetangga mereka sendiri di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Atas temuan itu, Putu melaporkan istrinya ke Polsek Mendoyo, dikutip dari Merdeka Selasa (3/2/2015).

"Awalnya, saya tidak berniat melapor, karena laki-laki yang jadi lawan adegan mesum dengan istri saya. Akhirnya saya lapor, kalau tidak mungkin saya jadi pembunuh," kata Putu di Polsek Mendoyo, Jembrana Bali.

Sebelum melaporkan istrinya ke Polsek, Putu lebih dulu mencari tetangganya yang dijadikan lawan mesum istrinya. Bahkan sambil menenteng parang dia melaporkan istrinya di polsek.

"Ini parang saya, mau saya pakai nebas laki-laki itu. Syukur aja tidak ketemu," tantangnya.

Film adegan mesum durasi 3,5 menit itu diketahuinya setelah dia mengunduhnya di situs porno lokal. Bahkan rekaman video yang berhasil diunduhnya itu, juga diserahkan sebagai barang bukti penyidikan polisi.

Sementara ini, sang istri yang mengetahui hal tersebut belum berani pulang. Kabarnya, rekaman adegan mesum itu dibuat sekitar 6 bulan lalu.

Dengan adanya bukti film terebut, setidaknya ini dijadikan bukti kebenaran atas kecurigaan istrinya selingkuh dengan laki-laki berinisial Nyoman PM yang berperan di film tersebut.

"Sebenarnya dia selingkuh dengan tetangga saya ini (Nyoman PM) sudah lama saya dengar. Tapi dia selalu berkilah, dan sekarang ini terbukti. Tuhan berikan saya petunjuk-Nya," ucap WN, yang berjanji tidak akan mencabut persoalan ini.

Terkait hal ini Kapolsek Mendoyo Kompol Wayan Sinaryasa, mengaku akan mencoba menelusuri lagi lebih dalam tentang kebenaran yang ada pada film tersebut.

"Laporan kita terima dulu, kita akan lidik kebenarannya. Dengan memanggil wanita dan laki-laki yang dituduhkan oleh pelapor, seperti yang terlihat dalam bukti video yang ditunjukkan pelapor," terangnya.
- -