Select Menu
Buah Unggul
Diberdayakan oleh Blogger.

Buleleng

Bali

Teknologi

Lifestyle

Nasional

Videos

LokalZone - Kamis, (1/10/2015) SPKT Mapolres Buleleng dikejutkan dengan kedatangan seorang perempuan, Eka Suryani (32) yang beralamat di Jalan P. Obi Gang Nangka, Singaraja, dalam keadaan panik dan mengaku sepeda motornya yang diparkir di Pasar Anyar, Jalan Sawo, Singaraja dicuri seseorang. 

Menindak lanjuti laporan tersebut, Unit Buser Reskrim langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP guna mengumpulkan informasi terkait keberadaan sepeda motor Honda Vario warna biru DK 5642 UU dilaporkan hilang oleh pemiliknya, namun fakta dilapangan justru berkata lain.

"Memang benar tadi ada masyarakat yang melapor kehilangan sepeda motor, tapi dari hasil olah TKP. Anggota menemukan adanya sepeda motor yang mirip baik dari merek, warna hingga nopolnya dan parkirnya tidak terlalu jauh. Dari sini anggota melakukan pengecekan identitas pemilik untuk menyelusuri dugaan salah ambil," ungkap Kasubbag Humas Polres Buleleng AKP Agus Widarma Putra atas seijin Kapolres Buleleng.

Lebih lanjut dari data yang diperoleh di Samsat, beberapa petugas langsung menyambangi kediaman pemilik kendaraan DK 8642 UZ, yang diketahui dimiliki oleh Komang Budiarta di Lingkungan Tegal Mawar, Kelurahan Banjar Bali, Buleleng pemilik kendaraan tersebut dan benar saja sepeda motor yang dilaporkan hilang juga berada disana.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sepeda motor DK 5642 UU mengalami kunci doll sehingga dapat dengan mudah dihidupkan walau dengan kunci yang berdeda.

"Sepeda motor yang hilang DK 5642 UU dan satunya lagi DK 8642 UZ, kebetulan juga yang satunya kuncinya doll sehingga bisa dihidupkan dengan kunci yang lain. Berkat kesigapan anggota dilapangan dalam menghimpun informasi, dalam hitungan jam sudah bisa terselesaikan," ujar Agus Widarma Putra.

Untuk menghindari hal yang sama kembali terjadi, Agus menghimbau kepada masyarakat khususnya pemilik kendaraan bermotor untuk mengamankan kunci sepeda motornya jangan sampai rusak atau doll, pasalnya hanya akan memudahkan orang yang berniat tidak baik.
-
LokalZone - Tingkatkan kemampuan masing-masing personil Shabara, Satuan Polres Buleleng mengadakan pelatihan Tindakan Pertama Di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) serta pemberian Pertolongan Pertama kepada korban apabila diperlukan, Selasa (29/9/2015) di Wantilan Mapolres Buleleng.

”Pelatihan ini dilakukan merujuk adanya Telegram Resmi dari Kapolda Bali Irjen Sugeng Priyatno, terkait perintah kepada seluruh anggota Sabhara di jajaran Polda Bali untuk melaksanakan kegiatan latihan fungsi Sabhara TPTKP guna meningkatkan kemampuan personil,” ujar Kabag Ops Kompol Ketut Gelgel, seijin  Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi B. usai membuka kegiatan pelatihan tersebut.

Walau materi yang diajarkan telah didapatkan oleh setiap anggota saat mengikuti pendidikan Bintara Polisi di SPN, menurut Gelgel kegiatan ini sangat penting dilaksanakan untuk meningkatkan pelayanan prima dari Kapolisian dalam melaksanakan TPTKP serta pertolongan pertama kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan, mengingat salah satu tugas pokok Shabara adalah melaksanakan patroli rutin.

"Melalui kegiatan pelatihan ini kami berupaya untuk meningkatkan kemampuan anggota, khususnya Sabhara yang rutin melakukan Patroli, untuk cepat melakukan penanganan bila ada tindakan kriminal di Buleleng. Dan juga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan pertolongan pertama jika menemukan kecelakaan atau masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” papar Kompol Gelgel.

Dalam pelatihan tersebut sedikitnya 60 orang personil yang terdiri dari Kanit, Panit, dan anggota Satuan Sabhara di jajaran Polsek-Polsek yang ada di lingkungan Polres Buleleng secara langsung juga mengamati proses sekaligus praktek pemberian pertolongan pertama dari Dokter Poliklinik Polres Buleleng Ni Luh Ranti untuk kasus keracunan, kecelakaan patah tulang serta kasus lainnya yang memerlukan pertolongan pertama / P3K.
-
LokalZone - Nasib nahas dialami oleh pelaku curanmor yang beraksi di parkiran Gereja Pancar Kasih Desa Bungkulan pada hari jumat (25/9/2015) lalu, walau pelaku telah mempersiapkan aksinya dengan matang ditambah dengan keahlian mekanik, nyatanya Polisi tetap bisa mengendus dan meringkusnya dalam waktu kurang dari 24 jam. 

Berdasarkan release dari Kaposek Sawan AKP Made Mustiada didampingi Kanit Reskrim Polsek Sawan Ipda Wayan Santiasa, Senin (28/9/2015) di ketahui pelaku, I Ketut Soma Tirta alias Pucil (37), yang beralamat di Desa Poh Bergong sudah merencanakan aksinya dengan berpura-pura mencari bunga kamboja di TKP.

"Saat korban memarkir sepeda motornya, pelaku sudah berada di TKP memungut bunga kamboja dengan menggunakan masker. Setelah korban keluar sepeda motornya sudah tidak ada, dari laporan yang kami terima kita lakukan penyelusuran dan menggali informasi, hingga akhirnya mengarah kepada pelaku dan berhasil kami bekuk sekitar 14 jam setelah dilaporkan," ujar Made Mustiada.

Hal tersebut juga diakui oleh Pucil yang juga mengaku melakukan aksi tersebut lantaran tidak memiliki uang. "Karena tidak punya uang pak, sebelumnya mencari bunga kamboja disana," kata Pucil.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi terungkap sepeda motor tersebut dituntun oleh pelaku dari TKP hingga ke lapangan sepak bola Desa Bungkulan, dimana pelaku sempat meminjam obeng kepada warga setempat untuk menghidupkan paksa sepeda motor tersebut.

"Pelaku sempat meminjam obeng, karena tidak mendapat obeng yang dikasi gunting untuk membuka bagian sayap supaya bisa menghidupkan motor dengan cara menyatukan dua kabel," ungkap Made Mustiada.

Dan berdasarkan pengakuan Pucil, keahlian tersebut dia miliki lantaran sebelumnya sempat bekerja di bengkel.

Akibat ulahnya kini Pucil harus berurusan dengan aparat penegak hukum dikuatkan dengan adanya barang bukti berupa sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter MX DK 6674 UC yang ditemukan dirumahnya saat disergap Polisi, dan dijerat pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
-
LokalZone - AKBP Kurniadi, SiK., MSi. hari ini, Sabtu (20/9/2015) secara resmi meninggalkan kesatuan Polres Buleleng untuk menduduki promosi jabatan barunya sebagai Wakil Direktur Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Polda NTT. Walau masa tugasnya di Buleleng hanya berkisar 10 Bulan, kepemimpinan Kurniadi sangat dirasakan oleh anggota jajarannya lantaran beberapa program pensejahteraan anggotanya dimana salah satunya adalah bedah rumah bagi yang tidak mampu. 

Dalam upacara tradisi yang pelepasan sekaligus penerimaan Kapolres baru, AKBP Kurniadi mengungkapkan bahwa dirinya tetap akan menjadi bagian dari keluarga besar Polres Buleleng. "Saya sangat berterima kasih atas dedikasi anggota selama menjabat disini, dan saya tetap akan menjadi bagian dari keluarga besar Polres Buleleng walaupun tidak berada disini lagi," ucapnya di depan peserta apel.

Tidak hanya itu terungkap pula bahwa sebagai besar kasus-kasus yang ditangani selama kepemimpinannya telah berhasil dituntaskan. "Tunggakan kasus tidak terlalu banyak, yang menonjol kasus korupsi sudah masuk, tinggal 1 kasus korupsi LPD, sebentar lagi pasti bisa di limpahkan," papar AKBP Kurniadi kepada awak media seraya meminta doa restu untuk bertugas di tempat yang baru.
Dilain pihak Kapolres Buleleng yang baru AKBP Harry Haryadi Badjuri, SiK., MHUM,. yang sebelumnya bertugas sebagai Kapolres Jembrana mengungkapkan akan segera melakukan penataan organisasi serta tetap menjaga komunikasi terhadap stakeholder serta masyarakat Buleleng untuk menunjang tugas-tugas Kepolisian.

"Pertama melanjutkan kebijaksanaan Kapolres terdahulu, melaksanakan tugas pokok, menata bagian dalam organisasi dan tentunya dengan adanya perbandingan jumlah Polisi dan masyarakat yang sangat banyak kami akan tetap mengedepankan komunikasi dengan stakeholder, dengan tokoh masyarakat, adat maupun agama untuk ikut berpartisipasi," kata Kapolres Buleleng Harry Haryadi.
-
LokalZone - Jika petani garam di Bali diberdayakan dengan baik maka ketergantungan masyarakat setempat akan garam impor  bisa diminimalisir. Sebaliknya, keberlangsungan hidup mereka, para petani, bisa dipertahankan.

Ada banyak titik pembuatan garam terbentang mulai dari Kusamba (Kelungkung), Karangasem hingga wilayah paling timur Singaraja yaitu Tejakula. Masing masing wilayah tersebut memiliki beberapa lapak pembuatan garam tradisional yang setiap lapaknya mampu memproduksi sekitar 5 kg garam per harinya, dengan catatan dalam kondisi terik matahari.

Sayangnya, menurut salah seorang petani garam di Kusamba, bapak Ketut Santa, bahwa mereka terkendala distribusi selama ini. Garam yang mereka produksi dijual di tempat pembuatan dengan mengandalkan kerendahan hati pengunjung. Hal ini membuat produk mereka tidak terserap secara maksimal dimana mempengaruhi kelangsungan hidup keluarganya.  

Jumlah lapak yang awalnya mencapai 25 kini menyusut tinggal hanya 3 lapak. Ketidakpastian penghasilan membuat sebagian besar dari mereka beralih ke sektor lain. "Banyak dari mereka yang bahkan menjual tanahnya kepada investor karena hasil garam tidak lagi mencukupi kebutuhan keluarga," ujar petani lainnya, Wayan Seplig. 

Meskipun harga yang dipatok cukup murah namun hal ini belum bisa menggugah masyarakat Bali untuk mengonsumsi produknya secara konsisten. Ketut Santa menjual produknya mulai dari Rp. 30,000 hingga 50,000 per bungkusnya. Bungkusan plastik berukuran satu kilogram jika ditimbang bisa mencapai 750 gram mengingat garam merupakan produk yang ringan.





- - - - -