LokalZone - Tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh dua Ketua LPD yang berbeda di Kabupaten Buleleng dengan kerugian total lebih dari Rp 1,5 Milyar kini tengah diusut oleh Satuan Reskrim Polres Buleleng. Terhadap keduanya Polisi menetapkan pasal berlapis dengan hukuman maksimal dua puluh tahun penjara.
"Pertama ada Korupsi yang dilakukan oleh LPD di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan dengan tersangka I Gusti Nyoman Sutapa alias Gusti Topong (53), dengan kerugian mencapai Rp 1.521.500.000, berkas perkara sudah kita limpahkan, tahap 1 di Kejaksaan, mudah-mudahan dalam waktu dekat kalau sudah dinyatakan lengkap akan kita limpahkan ke Kejaksaan dalam waktu dekat. Kemudian satu lagi, yang kita lakukan penyidikan terhadap LPD Desa Gretek, Kecamatan Tejakula, dengan tersangka Nyoman Dayuh (52), kerugian Rp 274.700.000, keduannya sama-sama mantan Ketua LPD dan pasal yang disangkakan juga sama," papar Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi, Rabu (8/7/2015)
berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian, diketahui modus keduannya hampir sama yakni dengan menyalahgunakan wewenang, membuat kredit fiktif, tanpa melalui proses / mekanisme yang ada. Bahkan khusus untuk kasus LPD di Desa Sinabun pelaku, Gusti Topong meminjam uang dengan nilai jauh melebihi batas maksimal sedangkan LPD Desa Gretek, Nyoman Dayuh juga diketahui menjaminkan jaminan yang ada di LPD tanpa sepengetahun pemilik jaminan.
Akibat perbuatannya itu kini keduannya harus berurusan dengan aparat hukum dan dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 UU RI No. 31 tahun 1999 Jo. UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pasal 2 minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara, serta pasal 3 minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
Terhadap kasus ini pihak Kepolisian hingga saat ini masih melakukan penyidikan secara intensif dan masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
"Ini sudah hasil audit investigasi dari BPKP, nanti kita akan mintakan lagi untuk penghitungan kerugian negaranya, dan setelah Galungan ini bisa tahap 1 di Kejaksaan. Untuk pelaku yang disinabung belum ditahan, nanti kalau sudah dinyatakan lengkap baru akan kita lakukan penahanan. Untuk tindak pidana Korupsi ini kan biasanya panjang pak, kita tetap lakukan koordinasi dengan Kejaksaan, kita lakukan penghitungan kerugian negara lewat BPKP, kalau sudah klop semua baru kita lakukan penahanan," ujar Kapolres Kurniadi.
Buleleng - Hukum - Korupsi
LokalZone - Polemik penangkapan dua oknum BKSDA oleh pihak Kepolisian Polres Buleleng terus bergulir, dalam pertemuan yang diadakan di Pemkab Buleleng, Jumat (3/7/2015) yang dipimpin oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dengan agenda dengar perdapat, baik dari Legislatif, masyarakat Desa Pekramana Munduk, dan Pemkab Buleleng secara tegas mendukung penuh tindakan tegas kepolisian Polres Buleleng dalam menindak pelaku Illegel Logging yang terjadi di Tamblingan.
"Sewaktu dulu saya menjabat sebagai kepala Desa pernah melakukan tangkap tangan illegal logging di wilayah Hutan Lindung Desa Selat, Saya bersama Pengawas Kehutanan dan Kapolsek Sukasada, Alm. Pak Sudirga. Pelaku warga Desa Selat, menggunakan sensor, dan disuruh oleh Kepala RPH (Resor Polisi Hutan). Kami tidak ada nego dan ini dilanjutkan hingga ke pengadilan, artinya banyak oknum yang seharusnya melindungi justru merusak. Untuk itu kami mohon kepada semua pihak, jangan hanya untuk melingdungi oknum ini, kasus ini dihentikan, kami tidak memukul rata mengatakan bahwa semua orang di BKSDA jelek, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata akan adanya oknum-oknum berengsek ini. Kami dukung Polres Buleleng untuk menindaklanjuti kasus ini, kalau bisa ini harus dikembangkan jangan hanya dua orang oknum ini saja, usut juga siapa yang dibelakangnya," minta Ketua Komisi 2 Putu Mangku Budiasa yang dengan tegas mengatakan akan mengerahkan masyarakat untuk membackup pihak Kepolisian atas pengajuan Praperadilan yang dilayangkan pihak BKSDA Bali.
Sedangkan Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi mengungkapkan bahwa pihaknya tidak akan banyak perpolemik terkait kasus ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada hasil pertemuan tersebut apakah harus dilimpahkan atau diteruskan.
"Kita tidak akan berpolemik, saya hanya ingin memberitahukan bahwa kami
hanya merespon apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Kami sudah
melakukan penyelidikan, penangkapan dan lain-lainnya, kami sebagai
aparat harus menindaklajuti hingga persidangan. Misalnya menghentikan
penyidikan, kami tidak bisa hanya dari keinginan BKSDA semata karena
kami juga dituntut dari masyarakat untuk mengungkap siapapun yang
melakukan illegal logging, dan untuk menghentikan penyidikan kita
membutuhkan tiga alasan, satu tidak cukup bukti, dua tersangka meninggal
dan tiga dilimpahkan ke Instansi terkait. Sikap Kepolisian terkait pelimpahan kasus ini sudah siap dan hanya menunggu dari hasil keputusan dari pertemuan ini," papar Kapolres Kurniadi.
Dukungan kepada pihak Kepolisian juga diungkapkan oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, kepada media dirinya mengungkapkan akan melaporkan kejadian ini kepada Kementrian.
Buleleng - Hukum
LokalZone - Selama ini ilmuwan memimpikan teknologi superkonduktor yang laik pasar. Perkaranya, untuk menghantarkan listrik tanpa kehilangan energi, superkonduktor membutuhkan suhu kritis yang berada jauh di bawah suhu ruangan.
Fenomena yang dikenal hampir setiap orang adalah, selain cahaya, bohlam konvensional juga memproduksi panas. Tapi hanya 10 persen energi yang dikonversi jadi cahaya oleh bohlam lampu. Dan 90 persen dubah menjadi panas.
Tapi mengapa arus listrik berubah menjadi sesuatu yang berbeda? Dari mana cahaya dan panas berasal? Kuncinya ada pada hambatan listrik. Arus listrik - elektron mengalir melalui kawat penghantar - melepas energi ke atom kawat penghantar. Semakin besar hambatan, semakin besar energi yang dilepaskan oleh atom dan suhunya akan bertambah panas. Kawat penghantar yang sangat tipis akan menjadi merah menyala: hasilnya cahaya dan panas.
Pada bohlam, efek semacam ini diinginkan. Tapi pada banyak kasus, energi justru menghilang. Seperti pada jaringan listrik saluran udara.
Seabad yang lalu, ahli fisika Belanda Heike Kamerlingh Onnes menemukan, bahwa dalam kondisi tertentu beberapa material tidak lagi memiliki hambatan listrik. Lalu menjadi "superkonduktif". Kamerlingh Onnes menggunakan helium cair untuk mendinginkan merkuri hingga mencapai suhu minus 269 derajat. Ini hampir mencapai nol absolut, suhu yang paling rendah di alam. Hasil analisanya menunjukkan, dalam keadaan super dingin, logam kehilangan tahanan listrik.
Selama berabad-abad, efek ini hanya menarik bagi para ahli fisika. Tapi di akhir abad 20, peneliti menemukan, bahwa material menjadi superkonduktif pada suhu yang lebih tinggi. Pada minus 196 derajat, efeknya sudah bisa dimanfaatkan. Suhu rendah tersebut bisa dicapai dengan nitrogen cair, bahan yang bisa diperoleh dengan mudah karena juga digunakan untuk kebutuhan industri lainnya.
Superkonduktor dikenal manfaatnya untuk MRI, pencitraan resonansi magnetik. Kumparan magnet superkonduktif mampu menghasilan medan magnetik kuat, yang tidak akan bisa dicapai dengan material konvensional. Hasil pindaian MRI memberikan citra sesungguhnya dari jaringan tubuh yang tidak akan bisa diperoleh dari sinar X.
Kumparan superkonduktif juga digunakan pada keret maglev yang bobotnya puluhan ton. Kereta berada dalam posisi mengambang di atas rel dan mampu melaju hingga lebih dari 580 kilometer per jam.
Idealnya, jika superkonduktivitas bisa digunakan untuk transmisi listrik jarak jauh. Ini bisa mencegah kehilangan listrik saat ditribusi, sehingga pembangkit listrik tidak harus dibangun sedekat mungkin dengan konsumen.
Pembangkit listrik tenaga surya di belahan dunia yang disinari matahari akan mampu memproduksi listrik yang tidak akan berkurang saat transmisi ke seluruh dunia. Hasil uji awal distribusi tanpa kehilangan listrik telah dilakukan di Denmark dan Amerika Serikat.
Fenomena yang dikenal hampir setiap orang adalah, selain cahaya, bohlam konvensional juga memproduksi panas. Tapi hanya 10 persen energi yang dikonversi jadi cahaya oleh bohlam lampu. Dan 90 persen dubah menjadi panas.
Tapi mengapa arus listrik berubah menjadi sesuatu yang berbeda? Dari mana cahaya dan panas berasal? Kuncinya ada pada hambatan listrik. Arus listrik - elektron mengalir melalui kawat penghantar - melepas energi ke atom kawat penghantar. Semakin besar hambatan, semakin besar energi yang dilepaskan oleh atom dan suhunya akan bertambah panas. Kawat penghantar yang sangat tipis akan menjadi merah menyala: hasilnya cahaya dan panas.
Pada bohlam, efek semacam ini diinginkan. Tapi pada banyak kasus, energi justru menghilang. Seperti pada jaringan listrik saluran udara.
Seabad yang lalu, ahli fisika Belanda Heike Kamerlingh Onnes menemukan, bahwa dalam kondisi tertentu beberapa material tidak lagi memiliki hambatan listrik. Lalu menjadi "superkonduktif". Kamerlingh Onnes menggunakan helium cair untuk mendinginkan merkuri hingga mencapai suhu minus 269 derajat. Ini hampir mencapai nol absolut, suhu yang paling rendah di alam. Hasil analisanya menunjukkan, dalam keadaan super dingin, logam kehilangan tahanan listrik.
Selama berabad-abad, efek ini hanya menarik bagi para ahli fisika. Tapi di akhir abad 20, peneliti menemukan, bahwa material menjadi superkonduktif pada suhu yang lebih tinggi. Pada minus 196 derajat, efeknya sudah bisa dimanfaatkan. Suhu rendah tersebut bisa dicapai dengan nitrogen cair, bahan yang bisa diperoleh dengan mudah karena juga digunakan untuk kebutuhan industri lainnya.
Superkonduktor dikenal manfaatnya untuk MRI, pencitraan resonansi magnetik. Kumparan magnet superkonduktif mampu menghasilan medan magnetik kuat, yang tidak akan bisa dicapai dengan material konvensional. Hasil pindaian MRI memberikan citra sesungguhnya dari jaringan tubuh yang tidak akan bisa diperoleh dari sinar X.
Kumparan superkonduktif juga digunakan pada keret maglev yang bobotnya puluhan ton. Kereta berada dalam posisi mengambang di atas rel dan mampu melaju hingga lebih dari 580 kilometer per jam.
Idealnya, jika superkonduktivitas bisa digunakan untuk transmisi listrik jarak jauh. Ini bisa mencegah kehilangan listrik saat ditribusi, sehingga pembangkit listrik tidak harus dibangun sedekat mungkin dengan konsumen.
Pembangkit listrik tenaga surya di belahan dunia yang disinari matahari akan mampu memproduksi listrik yang tidak akan berkurang saat transmisi ke seluruh dunia. Hasil uji awal distribusi tanpa kehilangan listrik telah dilakukan di Denmark dan Amerika Serikat.
Edukasi - Tekno
LokalZone - Pemusnahan barang bukti berbagai jenis Narkoba ini dilakukan bertepatan
dengan peringatan HUT Bhayangkara yang ke-69 di Lapangan Puputan Renon
Denpasar, Rabu (1/7/2015). Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Ronny F Sompie,SH.,
MH., usai pemusnahan barang bukti menjelaskan, seluruh barang bukti yang
dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti yang memiliki kekuatan
hukum putusan pengadilan dari Dit Narkoba Polda Bali dan jajaran
Polres dari seluruh wilayah hukum Polda Bali dari tahun 2014 sampai
dengan 1 Juli tahun 2015.
"Polri mendapat tugas untuk melakukan
pemusnahan dari barang bukti yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap
dari jaksa eksekutor," ujarnya.
Ada pun barang bukti yang dimusnahkan antara lain Sabhu-sabhu 2.177,32
gram, MDMA 306 butir, Hasish 99,37 gram, Ganja 5.194 gram, Kokain 7,8
gram, MDVP 62,18 gram. Total nilai dari semua barang bukti tersebut
senilai Rp 4,7 miliar. Selain dipasok dari lokal, berbagai barang bukti
tersebut diperoleh dari beberapa negara seperti Malaysia, Cina, India,
Belanda, Afrika dan New York. Polanya bermacam-macam antara lain melaui
bea cukai, pengiriman via Kantor Pos dan Fedex tetapi dengan alamat yang
tidak lengkap dan penerima yang tidak jelas. Selebihnya merupakan
temuan dan penangkapan dari aparat di jajaran Polda Bali.
Menurut Kapolda, untuk mengantisipasi penyalahgunaan oleh oknum aparat yang tidak bertanggungjawab maka pemusnahan dilakukan di depan umum. Para pejabat yang hadir antara lain perwakilan Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dari Bea Cukai, Gubernur Bali, Pengadilan Negeri, Ketua Ombudsman Bali, dan beberapa perwakilan lainnya.
"Yang dimusnahkan hanya sampel saja secara simbolis. Sementara barang bukti lainnya akan dibuang di tempat yang tidak terjangkau dan akan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga berbagai jenis narkoba tersebut tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.
Penggunaan bahan kimia dilakukan untuk menawar berbagai khasiat bahan narkoba sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Menurut Kapolda, untuk mengantisipasi penyalahgunaan oleh oknum aparat yang tidak bertanggungjawab maka pemusnahan dilakukan di depan umum. Para pejabat yang hadir antara lain perwakilan Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, dari Bea Cukai, Gubernur Bali, Pengadilan Negeri, Ketua Ombudsman Bali, dan beberapa perwakilan lainnya.
"Yang dimusnahkan hanya sampel saja secara simbolis. Sementara barang bukti lainnya akan dibuang di tempat yang tidak terjangkau dan akan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga berbagai jenis narkoba tersebut tidak bisa dipakai lagi," ujarnya.
Penggunaan bahan kimia dilakukan untuk menawar berbagai khasiat bahan narkoba sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Bali - Kamtibmas - Peristiwa
LokalZone - Ini adalah asumsi umum bahwa orang-orang cantik mempunyai hidup lebih mudah dari sebagian besar rakyat lainnya. Namun, berkat Departemen of Management Science and Engineering di Zhejiang Univercity, China, kita jadi mengetahuinya bahwa itu benar.
Untuk mendapatkan efek cantik pada pikiran pria, akademisi membagi studi mereka menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, sekelompok 20 orang diminta untuk menilai wajah wanita China. Sebaliknya, setiap wanita dimasukan ke dalam salah satu dari dua kategori. Wajah menarik atau tidak menarik.
Untuk bagian kedua, sekelompok 21 pria yang berbeda memainkan permainan komputer dengan wanita pada dua kategori. Setiap pasangan harus membagi sejumlah kecil uang antara mereka, sampai mereka setuju dengan pertukaran yang adil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dianggap lebih menarik secara konsisten dinegosiasikan bagian yang lebih besarn dari uang tersebut, dan melakukannya dalam waktu yang lebih pendek, seperti dilansir laman Telegraph.
Argumen penutup studi ini adalah bahwa, kecantikan secara efektif membuat pria berlaku secara rasional. Semakin cantik wanita, semakin kita memutuskan langsung tanpa memikirkan efek dari keputusannya.
Ketika kita dihadapkan dengan wajah yang menarik, beberapa orang menyerahkan uangnya. Cukup untuk mengatakan, wajah yang tidak menarik kurang beruntung.
Dengan membuat wanita cantik bahagia, hal tersebut juga membuat kita bahagia, bahkan jika harus mengorbankan harta milik kita, cita-cita atau integritas.
Jadi lain kali ketika Anda nurut kepada wanita menarik, hibur diri Anda dengan fakta bahwa, Anda tidak bisa menolaknya. Karena Anda terprogram seperti itu.
Untuk mendapatkan efek cantik pada pikiran pria, akademisi membagi studi mereka menjadi dua bagian. Pada bagian pertama, sekelompok 20 orang diminta untuk menilai wajah wanita China. Sebaliknya, setiap wanita dimasukan ke dalam salah satu dari dua kategori. Wajah menarik atau tidak menarik.
Untuk bagian kedua, sekelompok 21 pria yang berbeda memainkan permainan komputer dengan wanita pada dua kategori. Setiap pasangan harus membagi sejumlah kecil uang antara mereka, sampai mereka setuju dengan pertukaran yang adil.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dianggap lebih menarik secara konsisten dinegosiasikan bagian yang lebih besarn dari uang tersebut, dan melakukannya dalam waktu yang lebih pendek, seperti dilansir laman Telegraph.
Argumen penutup studi ini adalah bahwa, kecantikan secara efektif membuat pria berlaku secara rasional. Semakin cantik wanita, semakin kita memutuskan langsung tanpa memikirkan efek dari keputusannya.
Ketika kita dihadapkan dengan wajah yang menarik, beberapa orang menyerahkan uangnya. Cukup untuk mengatakan, wajah yang tidak menarik kurang beruntung.
Dengan membuat wanita cantik bahagia, hal tersebut juga membuat kita bahagia, bahkan jika harus mengorbankan harta milik kita, cita-cita atau integritas.
Jadi lain kali ketika Anda nurut kepada wanita menarik, hibur diri Anda dengan fakta bahwa, Anda tidak bisa menolaknya. Karena Anda terprogram seperti itu.
Edukasi - Lifestyle
Langganan:
Postingan (Atom)









