Lokalzone - Berselisih paham Komang S (35) seorang PNS di Kantor Camat Banjar tertembak senapan angin pelaku Putu S (48), orang sekampunya sendiri, Dusun Daging
Margi Desa Tampekan, Kecamatan Banjar yang juga disebut-sebut pernah menjabat sebagai Perbekel Desa
Tampekan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun sebelum terjadi aksi penembakan, siang harinya, Selasa (2/12/2014) pelaku sempat mendatangi korban di Kantor Camat Banjar dengan membawa senjata tajam berupa pisau dan kampak. Diantara keduannya sempat terjadi pertengkaran mulut namun berhasil dilerai oleh sejumlah pegawai disana.
Jam pulang kantor korban pulang kerumahnya dengan mengendarai sepeda motor, namun ternyata pelaku sudah menunggu disana dan langsung melakukan pencegatan dengan menodong dan menembakan senapan angin kearah paha kiri korban. Akibat kejadian tersebut sebuah peluru bersarang di paha korban dan pelaku langsung kabur setelah melakukan penembakan.
Kapolsek
Banjar Kompol Hendrik PB seizin Kapolres Buleleng AKBP Kurniadi saat
dihubungi via telepon, Rabu (03/12/2014) membenarkan telah terjadi kasus pengancaman yang
disertai penembakan dengan senapan angin. Dan mengatakan,
setelah mengevakusi korban, anggotanya langsung diterjunkan untuk
mengejaran dengan mendatangi rumah pelaku, namun yang
bersangkutan berhasil kabur. Hingga saat ini informasi terkait keberdaan pelaku yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi masih simpang siur, ada yang mengatakan berada di Denpasar dan ada pula yang menyebut sedang berada di Jembrana.
Buleleng - Penganiayaan
Lokalzone - Walau telah mengadakan sosialisasi secara gencar baik melalui media cetak, elektronik, pemasangan spanduk maupun pembagian brosur sebelum Operasi Zebra 2014 yang diadakan secara serentak di seluruh Indonesia dari tanggal 26 Nopember s/d 9 Desember 2014 nanti, ternyata dalam waktu sepekan diadakannya operasi sedikitnya 226 orang pelanggartelah terjarin dalam serangkaian razia terhadap pengguna kendaraan bermotor di Kabupaten Buleleng.
Kasatlantas
Polres Buleleng AKP. I Nengah Patrem memaparkan, dari 226 pelanggar
yang ditindak tersebut, sebanyak 125 pelanggar dinyatakan melanggar
karena tanpa menggunakan helm sesuai standar SNI, kemudian sebanyak 38
pelanggar dinyatakan melanggar karena kelengkapan kendaraannya tidak
memenuhi standar, lalu sebanyak 27 pelanggar dinyatakan melanggar karena
tanpa memiliki SIM dan STNK, terus pelanggaran rambu lalulintas
sebanyak 20 pelanggar, dan pelanggaran melebihi batas muatan sebanyak 13
pelanggar, kemudian pelanggaran marka dan kecepatan laju kendaraan
sebanyak 3 pelanggar.
“Sebenarnya
operasi ini kami lakukan, sasaran utamanya adalah menyasar pengendara
kendaraan yang menggunakan helm tidak sesuai standar, dan kendaraan yang
melebihi muatan. Namun, apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran
lainnya diluar sasaran dalam operasi ini, tentunya juga akan kami tetap
tindak sesuai aturan,” kata AKP. Patrem atas seizin Kapolres Buleleng, Selasa (3/12/2014) di Mapolres Buleleng.
Dalam Operasi Zebra ini Polisi melakukan penegakan disiplin dalam berkendara dengan menggunakan sistem Stasioner (mengadakan razia di tempat) dan Hunting (patroli mobile) yang langsung menindak tegas pelanggar yang ditemukan di jalan raya. Dari data sementara para pelanggar yang terjaring masih di dominasi dari kalangan remaja usia 15-25 tahun dengan pelanggaran helm yang tidak standar serta tidak memiliki SIM.
Secara teori tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah tertentu sangat berpengaruh terhadap jumlah angka kecelakaan yang nantinya akan kembali berimbas terhadap angka korban meninggal dunia secara sia-sia di jalan raya. “Setiap kecelakaan lalulintas yang terjadi di jalan raya, itu pasti selalu diawali dari adanya pelanggaran lalulintas. Maka dari itu saya sarankan kepada masyarakat, kalau kita ingin selamat di jalan saat berlalulintas, agar taatilah semua aturan-aturan yang berlaku dalam berlalulintas, sehingga tingginya angka kecelakaan di Buleleng dapat kita minimalisir,” saran AKP Patrem.
Buleleng
Lokalzone - KH Fakhrurozy resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta oleh presidium penyelamat Jakarta di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/12/2014). Dia disebut "Gubernur Tandingan DKI Jakarta" padahal saat ini sudah ada gubernur DKI Jakarta yang resmi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Walaupun dirinya dideklarasikan oleh aliansi Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menjadi gubernur,Fakhrurozy mengaku terpilih karena rakyat yang memilih.
"Saya dipilih rakyat kok. Memang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI belum mengutus saya menjadi gubernur. Cuma, kalau si Ahok, kan dilantik di DPRD oleh presiden. Nah, DPRD itu menurut saya ya rakyat," ucapnya di depan Balaikota.
Ia juga menuturkan, dirinya akan mengedepankan kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, rencananya ia akan blusukan di beberapa tempat mulai besok, Selasa (2/12/2014).
"Soal program-program saya, nanti sajalah dibahas. Tapi, kalau ditanya kenapa saya yang jadi Gubernur, toh tukang becak aja bisa kok jadi gubernur," tuturnya. (tribunnews)
Walaupun dirinya dideklarasikan oleh aliansi Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menjadi gubernur,Fakhrurozy mengaku terpilih karena rakyat yang memilih.
"Saya dipilih rakyat kok. Memang, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI belum mengutus saya menjadi gubernur. Cuma, kalau si Ahok, kan dilantik di DPRD oleh presiden. Nah, DPRD itu menurut saya ya rakyat," ucapnya di depan Balaikota.
Ia juga menuturkan, dirinya akan mengedepankan kesejahteraan rakyat. Maka dari itu, rencananya ia akan blusukan di beberapa tempat mulai besok, Selasa (2/12/2014).
"Soal program-program saya, nanti sajalah dibahas. Tapi, kalau ditanya kenapa saya yang jadi Gubernur, toh tukang becak aja bisa kok jadi gubernur," tuturnya. (tribunnews)
Nasional
Lokalzone - Rumah milik Wayan Madya (60) yang terletak di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt pada akhir pekan lalu tiba-tiba terbakar hingga membuat ludes beberapa barang elektronik, barang berharga lain serta uang tunai yang disimpan dikamarnya. Bahkan Saat kejadian Istri dan cucunya berada di dalam rumah namun beruntung selamat dan tidak menjadi korban keganasan sijago merah.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres Buleleng, Senin 01/12/2014), Beruntung kejadian tersebut secara cepat diketahui oleh tetangga korban, Ketut Ayu yang langsung berteriak meminta tolong saat melihat kobaran api dari rumah Wayan Madya.
Sedangkan istri Wayan Madya beserta cucunya saat itu berada di dalam kamar paling barat dapat menyelamatkan diri keluar dari rumah tersebut. Dan berkat bantuan warga api dapat dipadamkan namun demikian sejumlah barang berharga seperti, TV, kulkas, BPKB Sepeda motor, pakaian dan uang tunai sebanyak Rp 5 juta turut tidak luput dari kobaran api bahkan diperkirakan total kerugian yang dialami oleh Wayan Madya mencapai Rp 50 juta.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian sementara, diduga api dipicu lantaran konsleting listrik sehingga menyebabkan percikan api di dalam kamar korban kemudian merambat kesemua bagian rumah.
Buleleng - Kebakaran
Lokalzone - Sebuah kecelakaan berdarah terjadi di Jalan Singaraja - Gilimanuk KM 70-71 Tepatnya di Desa Sumberklampok, Kecamatan gerokgak pada akhir pekan lalu, akibatnya seorang siswi menjadi korban sia-sia dijalan raya.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres Buleleng, Senin (01/12/2014) kecelakaan tersebut terjadi pada hari Sabtu (29/11) pagi pukul 08.30 wita. Saat itu Diena Nurul Mahabbah(18) yang membonceng Novita Devi Fatmawati (18), keduanya pelajar dan beralamat di Desa Melaya, Kabupaten gerokgak, menggunakan sepeda motor Yamaha DK 5493 WG datang dari arah timur kebarat.
Lantaran mengambil haluan terlalu kekanan sepeda motor yang digunakan Diena langsung menghantam mobil Toyota dengan nopol P 819 VA yang dikendarai oleh Wayan Sudiama (56), datang dari arah berlawanan.
Akibat kecelakaan tersebut, Diena mengalami luka serius pada bagian wajah, patah tulang paha kanan hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Gerokgak. Sedangkan Novita yang saat itu dibonceng hanya mengalami luka bengkak pada bagian pinggang dan sempat dirawat di Puskesmassetempat.
Buleleng - Laka Lantas
Langganan:
Postingan (Atom)










